cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: Juli 2020" : 6 Documents clear
Analisis Stabilitas dan Deformasi Terowongan Kereta Cepat Indonesia dengan Pendekatan Numerik Tiga Dimensi Rinaldi Alamsyah; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.111

Abstract

ABSTRAKWilayah perkotaan yang didalamnya terdapat perkantoran dan tempat yang memiliki tingkat kegiatan yang sangat tinggi, menjadikan struktur terowongan bawah tanah sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan infrastruktur transportasi secara  optimal. Terowongan kereta cepat Indonesia merupakan salah satu terowongan yang dibangun dan berlokasi di Halim, DKI Jakarta. Terowongan dengan panjang 1.885 m ini memiliki jalur ganda (Double Track Railway). Untuk mengetahui stabilitas dan deformasi terowongan pada saat konstuksi, dilakukan analisis geoteknik. Analisis yang dilakukan yaitu analisis statik dan kondisi longterm dengan analisis dinamik. Tunneling Bore Machine (TBM) dengan sistem perkuatan linning precast dan grouting dipilih sebagai metode konstruksi untuk membangun terowongan. Pemodelan analisis statik menghasilkan deformasi terbesar 0,03056 m dan nilai faktor keamanan 1,869.Kata kunci: terowongan kereta cepat Indonesia, stabilitas, deformasi, faktor keamanan, TBM, PLAXIS 3D, linning, grouting ABSTRACTUrban areas with offices and places that have a very high level of activity make underground tunnel structures one of the solutions to optimally improve transportation infrastructure. The Indonesian fast train tunnel is one of the tunnels built and located at Halim, DKI Jakarta. The tunnel with a length of 1,885 m has a double track (Double Track Railway). To determine the stability and deformation of the tunnel during construction, a geotechnical analysis was performed. The analysis performed is static analysis and longterm conditions with dynamic analysis. Tunneling Bore Machine (TBM) with precast linning reinforcement and grouting system was chosen as the construction method for tunneling. Static analysis modeling produces the largest deformation 0.03056 m and a safety factor value of 1.869.Keywords: tunnel, face stability, deformation, safety factor, TBM, numerical method, PLAXIS 3D, linning, grouting
Kajian Batasan Nilai Faktor Air Semen pada Campuran Beton di Lingkungan Korosif Nizar Farhan Rulian; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.123

Abstract

ABSTRAKBeton adalah material konstruksi yang pada saat ini sudah sangat umum digunakan. Saat ini berbagai bangunan sudah menggunakan material dari beton. Pentingnya peranan konstruksi beton menuntut suatu kualitas beton yang memadai, beton tidak hanya digunakan di darat melainkan dapat digunakan juga di dalam air laut. Beton yang berada pada lingkungan korosif atau beton yang terendam air laut nilai faktor air-semennya dibatasi oleh SNI. Nilai maksimum faktor air-semen pada lingkungan air laut yaitu sebesar 0,45. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah nilai faktor air-semen masih dapat diperbesar lagi melebihi batas maksimal menurut SNI sesuai dengan kekuatan dan ketahanan yang dapat digunakan pada beton yang terendam air laut. Metodologi ini adalah dengan mengumpulkan data sekunder tentang pengaruh faktor air-semen pada beton yang dirawat menggunakan air laut. Penelitian ini memprediksikan permeabilitas yang berada pada air laut dengan variasi faktor air-semen yaitu sebesar 0,40; 0,50; dan 0,60. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor air-semen dapat diperbesar sampai dengan 0,50 apabila umur rencana bangunan 50 tahun.Kata kunci: beton, permeabilitas, faktor air semen ABSTRACT 
Perbandingan Peta Gempa pada Analisis Potensi Likuefaksi (Studi Kasus Jalan Tol Ruas Probolinggo – Banyuwangi Seksi II) Ahmad Faisal Amri; Ikhya Ikhya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.64

Abstract

ABSTRAKProbolinggo Jawa timur memiliki sesar yang berpotensi akan terjadinya gempa. Sesar Probolinggo bergerak sebesar 0,2 mm per tahun. Pasir lepas yang terdapat pada jalan tol Probolinggo – Banyuwangi ini sebagai salah satu indikasi potensi likuefaksi. Analasis potensi likuefaksi menggunakan metode Seed et al (1985). Analisis potensi likuefaksi pada tanah ini menggunakan beberapa peta gempa dan variasi fines content pada tanah. Perbedaan percepatan gempa dan fines content pada beberapa peta gempa tersebut akan menunjukan pengaruh pada potensi terjadinya likuefaksi pada tanah. Hasil penelitian tanah dengan kandung fines content 35 % terjadi likuefaksi lebih sedikit dibanding tanah dengan kandungan fines content yang lebih kecil. Hal tersebut terjadi karena nilai fines content berpengaruh pada hasil CRR. Peta gempa dengan periode ulang lebih besar memiliki percepatan gempa besar sehinnga terjadi titik likuefaksi lebih banyak dibanding peta gempa dengan periode ulang lebih kecil. Hal tersebut terjadi karena percepatan gempa berpengaruh pada nilai CSR.Kata Kunci: CSR, CRR, fines content, likuefaksi, percepatan gempa ABSTRACTProbolinggo, East Java has a fault that has the potential to cause an earthquake. The Probolinggo Fault moves by 0.2 mm per year. The loose sand found on the Probolinggo – Banyuwangi toll road is an indication of the potential for liquidation. Analysis of the potential for liquefaction using the method of Seed et al (1985). Analysis of the potential for liquefaction on this land using several earthquake maps and variations in soil content. The difference in earthquake acceleration and fines content on some earthquake maps will show the effect on the potential occurrence of liquefaction on the ground. The results of soil research with 35% fines content have fewer liquefaction compared to soil with smaller fines content. This happens because the value of fines content affects the CRR results. Earthquake maps with greater return periods have large earthquake acceleration so that there are more liquefaction points than earthquake maps with smaller return periods. This happens because the earthquake acceleration affects the value of CSR.Keywords: CSR, CRR, fines content, liquefaction, earthquake acceleration
Analisis Tahapan Konstruksi Jembatan Cable Stayed dengan Metode Kesetimbangan Kantilever Anissa Anissa; Bernardinus Herbudiman; Euneke Widyaningsih
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.75

Abstract

ABSTRAKJembatan cable stayed merupakan struktur jembatan yang memiliki sederetan kabel yang menghubungkan pilon dan girder. Dalam pembangunan jembatan cable stayed perlu dilakukan analisis pada tahap konstruksi. Penelitian ini menganalisis tahapan konstruksi jembatan cable stayed  menggunakan metode kesetimbangan kantilever untuk menghasilkan besarnya gaya-gaya dalam yang memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian, tegangan kabel maksimum yaitu 404,6 MPa dengan tegangan putus yaitu 837 MPa. Nilai lendutan terendah terdapat pada segmen 1 yaitu 0,001 m. Nilai lendutan tertinggi terdapat pada segmen 20 yaitu 0,167 m. Kemudian mengalami penurunan pada tahap 21 sebesar 0,153 m. Lendutan yang terjadi memiliki nilai di bawah lendutan izin yaitu 0,375 m. Momen terbesar terjadi pada segmen 21 yaitu 18.286,31 kNm; sedangkan yang terendah pada segmen 11 yaitu 20,43 kNm. Momen maksimum yang terjadi akibat layan yaitu 68.003 kNm dengan batas kapasitas izin yaitu 190.500,13 kNm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa struktur jembatan aman pada tahap pelaksanaan dan juga pasca konstruksi.Kata Kunci: cable stayed, tegangan kabel, lendutan, gaya dalam ABSTRACTThe cable-stayed bridge is structure of a bridge that have an align of cables which connecting to a pilon and a girder. Through a cable-stayed bridge constructor, it is necessary to construge stage. This research analyzing a phase of constructor a cable-stayed bridge using equilibrium cantiveler method's to produce a within forces which is fullfill requirement. According to the result of the research, the highest tension of the cable is 404.6 MPa and ultimate tension is 837 MPa. The lowest deflection value occur at the segment 1 is 0.001 m. The highest deflection value occur at the segment 20 is 0.0167 m. Subsequently undergo decreasing on the phase 21 is 0.153 m. The deflection that occur has value below the deflection permit is 0.375 m. The highest moment occur at the segment 21 is 18,286.31 kNm; on the other hand the lowest moment occur at the segment 11 is 20.43 kNm. The maximum moment that occurs due to the service is 68,003 kNm with a permit capacity limit og 190,500.13 kNm. According to the result of the research, so that in conclude, the structure is safe on the execution phase and also the post-construction phase.Keywords: cable stayed, tension cable, displacement, beam force
Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Geocell Menggunakan Metode Elemen Hingga (PLAXIS 2D) Arzunnita Pramulandani; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.86

Abstract

ABSTRAKLereng adalah permukaan bumi yang membentuk sudut kemiringan tertentu dengan bidang horizontal. Salah satu tindakan penanganan bencana longsor pada lereng melakukan perkuatan lereng menggunakan bahan geosintetik seperti geocell. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh geocell terhadap kestabilan lereng, sehingga dapat diketahui karakteristik pemasangan geocell yang dapat meningkatkan faktor keamanan suatu lereng. Penelitian ini melakukan variasi jarak antar vertikal geocell dengan spesifikasi geocell dan data tanah yang telah didapatkan untuk dilakukannya tahap pemodelan dengan perkuatan geocell sampai mendapatkan nilai faktor keamanan lebih besar dari nilai faktor keamanan minimum. Pemodelan dilakukan menggunakan program PLAXIS 2D. Perkuatan dengan geocell efektif digunakan pada tanah lempung, sehingga pemasangan jarak vertikal geocell yang paling efektif terdapat pada jarak 1 meter berdasarkan panjang geocell 6 m, dengan kemiringan lereng 1:1, kuat tarik 14,5 MPa dan didapatkan nilai SF lebih besar dari /batas minimum, semakin rapat pemasangan geocell mampu meningkatkan nilai faktor keamanan dengan rata-rata sebesar 7%.Kata kunci: faktor keamanan, geocell, stabilitas lereng, timbunanABSTRACTSlope is the surface of the earth that forms a certain angle of inclination with a horizontal plane. One of the prevention to overcome landslides on slopes is to strengthen slopes using geosynthetic materials such as Geocells. This study aims to analyze the effect of geocells on slope stability, so that the characteristics of geocell installation can be known which can increase the safety factor of a slope. This study varies the distance between vertical geocells with geocell specifications and soil data that has been obtained for the modeling phase with geocell reinforcement to obtain the safety factor value greater than the minimum safety factor value. Modeling is done using 2D PLAXIS program. Reinforcement with geocells is effectively used on clay soils, so that the most effective vertical geocell spacing is at a distance of 1 meter based on the geocell length of 6 m, with a slope of 1: 1, tensile strength 14.5 MPa and the SF value is greater than / minimum limit, the denser the geocell installation can increase the value of the safety factor by an average of 7%.Keywords: safety factor, geocell, slope stability, embankment
Analisis Kinerja Bangunan Rangka Baja dengan Bresing Tahan Tekuk terhadap Beban Gempa Ilham Ilham
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.98

Abstract

ABSTRAKPenggunaan bresing tahan tekuk dapat menjadi solusi atas kebutuhan struktur tahan gempa di Indonesia. Disipasi energi pada elemen bresing tahan tekuk dilakukan melalui kinerja plastifikasi bagian inti bresing akibat beban tarik dan tekan. Penelitian ini berisi kajian kinerja dari bangunan rangka baja beraturan dengan bresing tahan tekuk (BRB) dengan variasi level ketinggian lantai yaitu 3 lantai, 8 lantai dan 15 lantai. Analisis struktur 3D dilakukan dengan dua prosedur analisis yaitu modal pushover dan nonlinear time history pada program ETABS. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan elemen BRB sangat mempengaruhi kinerja struktur, yang terlihat dari pola drift yang terjadi. Untuk struktur beraturan dengan berbagai ketinggian, tingkat kinerja struktur dengan BRB cukup baik, yaitu Immediate Occupancy (IO) akibat beban gempa rencana. Plastifikasi hanya terjadi pada BRB, dan kelelehan pada balok mulai terbentuk sampai mekanisme keruntuhan terjadi. Hasil modal pushover dengan nonlinear time history pada bangunan 15 lantai yang cukup mirip menunjukkan bahwa modal pushover dapat digunakan untuk memprediksi kinerja struktur BRB yang beraturan.Kata kunci: kinerja struktur, bresing tahan tekuk, immediate occupancy, modal pushover, nonlinear time history ABSTRACTBuckling restrained braces (BRB) can be an alternative solution for earthquake resistant steel structure in Indonesia. The energy dissipation for buckling restrained elements is conducted through yielding of the core due to tension or compression forces. This study presents an evaluation of the structural performance of steel structures with BRB varying in heights, 3-story, 8-story and 15-story. The 3D structural analysis was carried out with ETABS software using 2 methods, Modal Pushover and Nonlinear Time History. The results shows that the selection of BRB elements greatly affected the structural performance, showed by the drift pattern. For regular structures with variation in heights, structures with BRB behaved satisfactory under the design load with the performance level of Immediate Occupancy (IO). Yielding was limited to BRB members, and afterwards the yielding occurred on beams until collapse. The results of modal pushover and time history analysis for 15-story structure are similar, thus modal pushover can be used to predict the performance of regular structural system with BRB.Keywords: structural performance, buckling restrained brace, immediate occupancy, modal pushover analysis, nonlinear time history analysis

Page 1 of 1 | Total Record : 6