cover
Contact Name
Alfons Tampenawas
Contact Email
alfonsreenz@gmail.com
Phone
+6285256475233
Journal Mail Official
oudysepang@stt-indonesia.ac.id
Editorial Address
Jalan Tololiu Supit no. 54, Manado - 95119
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27234290     DOI : https://doi.org/10.54369/ajtpk
Core Subject : Religion,
AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah forum publikasi ilmiah yang memuat hasil penelitian dalam bidang Teologi dan Pendidikan Kristiani. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Manado dan ditujukan bagi para dosen, peneliti, serta akademisi dari berbagai institusi yang memiliki minat dalam pengembangan kajian teologi dan pendidikan Kristiani. Jurnal AMBASSADORS terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Juni dan Desember, serta menerapkan sistem double-blind peer review untuk menjamin kualitas publikasi. Jurnal AMBASSADORS berfokus pada kajian teologi yang mengintegrasikan berbagai perspektif kontemporer dan interdisipliner guna mengupas makna serta relevansi teologi dalam konteks modern. Selain itu, jurnal ini juga mengeksplorasi dinamika dan tantangan dalam Pendidikan Kristiani, termasuk isu-isu yang muncul dalam era digital serta dalam masyarakat yang semakin multikultural. Melalui pendekatan yang berbasis penelitian ilmiah, Jurnal AMBASSADORS bertujuan untuk menjadi wadah refleksi teologis yang dapat memperkaya wawasan akademik dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia teologi dan pendidikan Kristiani.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2020): Juli 2020" : 5 Documents clear
KONSEP HEGOUMENOS DALAM IBRANI 13: SEBUAH PROPOSAL UNTUK KEPEMIMPINAN KRISTEN MASA KINI Karwur, Edwin
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The word ‘authority’ is often considered as irrelevant concept or approached suspiciously in the context of Christian leadership. Irrelevant since it is understood as the word that carries a sense of power instead of humility. Suspiciously since it is from time to time, exercised negatively by those in the leadership position. Consequently, leaders are either having difficulties to lead their churches or organizations or failing to achieve the goals of their ministries. The truth is that the Bible teaches about the fact that leaders do have authority and the church, and the people of God ought to respect that. That is the whole nature of this journal. The concept of authority in the Christian leadership context is found in the usage of the word hegoumenos (plural hegoumenoi) particularly in Hebrew 13. This journal will examine extensively the concept of hegoumenos (pemimpin) in Hebrew 13 with a descriptive approach to the whole New Testament regarding that particular concept.
MODEL JEMAAT TESALONIKA MENURUT 1 TESALONIKA 1:2-10 Mandolang, Frangki
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract
PENGARUH INJIL TERHADAP PENDIDIKAN (Napak Tilas Dampak Injil di Daerah Belitang) Kristyowati, Yuli
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract
INTERPRETASI MAKNA PENGAKUAN PETRUS MATIUS 16:13-20 Rantung, Wilson
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengakuan Petrus harus dilihat sebagai pengakuan yang unik, karena pengakuan itu terlepas dari kekurangannya sebagai manusia. Yesus adalah “Mesias, Anak Allah yang Hidup” adalah penyataan dari Allah itu sendiri dan tidak mungkin ada orang lain yang dapat mengakui bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup, jika dia tidak mendapatkan penyataan dari Bapa Sorgawi. Kata Mesias dalam teks ini berarti oknum manusia dan Allah, yang bertugas untuk memulihkan kerajaan Daud sebagaimana yang dijanjikan Allah. Kemudian Anak Allah yang hidup bermaksud Anak dari Allah yang dikenal Israel yaitu YHWH. Sehingga dapat disingkat Anak Allah. Dari pengakuan tersebut dapat juga diartikan sebagai berikut “Yesus adalah Allah dan Manusia yang bertugas untuk memulihkan kerajaan Daud sebagaimana yang Allah janjikan melalui Firmannya. Kemudian dengan memahami frase “Engkau adalah” maka perlu memahami pengakuan Petrus sebagai pernyataan penegasan yang berwibawa “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan JemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya”. Kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup atau Yesus adalah Allah dan Manusia. Adalah penyataan dari Bapa di Sorga. Tidak ada sumbangan dari manusia sedikitpun, oleh karena itu pernyataan tersebut harus diimani atau dipercayai oleh objek yang diberi penyataan tersebut. Dan iman yang dibutuhkan dalam menanggapi penyataan dari Allah itu, adalah iman yang seperti Petrus dan para murid, yakni menempatkan kepercayaan akan penyataan dari Allah pada tempat yang teratas.
MEMBANGUN KEPEMIMPINAN BERDASARKAN KARAKTER Watulingas, Fandri
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan suatu organisasi tidak lepas dari peranan seorang pemimpin. Mengamati kepemimpinan Billy Graham yang telah membangun timnya dengan langgeng ternyata tidak lepas dari sikap hidupnya yang rendah hati. Billy terus membangun hidupnya dengan karakter yang baik dan ia tidak pernah mencari pujian dari orang lain atau memuliahkan dirinya sendiri. Sesungguhnya karakter yang buruk sangat merusak reputasi dalam kepemimpinan yang mungkin bermula berbohon dan menyontek saat ujian pada akhirnya menciptakan penipuan, kejahatan seksual, perampokkan, dan skandal. Metode penelitian ini dilakukan adalah metode kepustakaan dengan harapan dapat detemukan solusi yang baik dalam membangun karaktrer yang baik. Ternyata kepemimpinan yang diajarkan Yesus berbeda dengan kepemimpinan dunia yang lebih cenderung mencari kehormatan atau dipandang sebagai tuan. Yesus berkata kepada murit-murit-Nya bahwa kalau ingin menjadi yang terbesar harus menjadi hamba atau pelayan. Ada empat hal yang harus dimengerti seorang pemimpin dalam mengembangkan karakternya, yaitu: disiplin diri, nilai-nilai inti, mengenal identitas pribadi dan kestabilan emosi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5