cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 13. No. 2. Tahun 2018" : 5 Documents clear
Kontribusi Dosis Kebisingan dan Penggunaan APT Terhadap Kualitas Pendengaran Pekerja Konfeksi Yanur Tri Setyani; Didik Sumanto; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.538 KB)

Abstract

Latar Belakang: Konfeksi merupakan salah satu industri rumahan dimana proses produksinya menggunakan mesin jahit dan obras yang dapat menimbulkan kebisingan. Masalah yang ditemukan dalam studi pendahuluan terdapat 2 konfeksi dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 dB, lama kerja antara 7-9 jam dan banyak pekerja yang tidak menggunakan APT (Alat Pelindung Telinga). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas pendengaran pada pekerja konfeksi. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan studi cross setional. Sampel sebanyak 101 pekerja. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Pearson Chisquare. Pengukuran kualitas pendengaran menggunakan alat audiometer, dan kebisingan menggunakan sound level meter. Variabel usia, penggunaan alat pelindung telinga, dan riwayat gangguan pendengaran dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil: Pekerja yang memiliki dosis kebisingan >100% sebanyak 41,6%, kategori tidak menggunakan APT 98,0% dan kualitas pendengaran kategori ringan 54,5%. Variabel yang berhubungan dengan kualitas pendengaran adalah dosis kebisingan (p value= 0,009), sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah penggunaan APT (p value= 0,790). Kesimpulan: Ada hubungan dosis kebisingan, dengan kualitas pendengaran. Tidak ada hubungan antara penggunaan APT dengan kualitas pendengaran pada pekerja konfeksi di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu Kota Kudus.
Faktor determinan keberadaan larva nyamuk Aedes di daerah endemis demam berdarah dengue Sri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.49 KB)

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis, belum ada obat antivirus, dan pengendalian nyamuk Aedes aegypti menjadi tindakan andalan dalam pencegahan transmisi. Keberadaan larva Aedes di pemukiman menjadi indikator keberhasilan pencegahan. Tujuan: Untukmengetahui faktor penentu keberadaan larva Aedes aegypti di pemukiman daerah endemis DBD di Kota Semarang. Metode: Penelitian cross sectional kuantitatif ini mengamati 200 rumah di lima kelurahan endemis DBD di Wilayah Puskesmas Kedungmundu, yaitu Sendangguwo, Tandang, Kedungmundu, Mangunharjo, dan Sendangmulyo. Keberadaan larva Aedes pada tendon air bersih di lingkungan rumah diamati pada 20 rumah dalam radius 50meter dari kasus DBD terakhir. Data karakteristik (jenis, jumlah, warna, keberadaan penutup, letak) tandon air, jenis sumber air, pH air, dan kondisi air diobservasi, sedangkan praktik pemberantasan sarang nyamuk (PSN) diperoleh melalui wawancara dengan pemilik rumah. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil:Larva Aedes ditemukan pada 65 dari 200 rumah dan 86 dari 563 tandon air sehingga House index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), dan angka bebas jentik (ABJ) masing-masing sebesar 32,5%, 15,3%, 43,0%, dan 67,6%. Dua spesies nyamuk teridentifikasi, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Keberadaan jentik pada tandon air terkait dengan jumlah tandon tiap rumah, keberadaan penutup, kondisi air, dan praktik PSN keluarga. Secara multivariat, kondisi air (p=0,000; OR=7,153), keberadaan penutup (p=0,005; OR=2.513), dan praktik PSN (p=0,000; OR=17,036) berhubungan signifikan dengan keberadaan jentik pada tendon air. Kesimpulan:Potensi penularan DBD di Kota Semarang masih tinggi. Partisipasi masyarakat dalam PSN 3M plus diperlukan untuk mereduksi kepadatan larva Aedes di lingkungan pemukiman. 
Penderita Hipertensi Dewasa Lebih Patuh daripada Lansia dalam Minum Obat Penurun Tekanan Darah Istianna Nurhidayati; Afri Yuli Aniswari; Arlina Dhian Sulistyowati; Sutaryono S
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.568 KB)

Abstract

Latar Belakang: Perilaku penderita hipertensi dalam program pengobatan secara rutin dan teratur dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan kurang patuh yang dapat disebabkan oleh. Penderita hipertensi belum megikuti program pengobatan hipertensi, disebabkan oleh budaya responden itu sendiri yang sudah melekat sejak lahir sehingga sangat sulit sekali untuk dihilangkan. Tujuan: Untuk mengetahui komparasi kepatuhan berobat penderita hipertensi dewasa dan lansia dalam pengendalian tekanan darah di UPT Puskesmas Patuk I Kabupaten Gunungkidul. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional Jumlah sampel yang diambil sejumlah 85 orang dengan cara pengambilan accidental sampling. Hasil: Responden dewasa (56,6%), jenis kelamin perempuan (61,2%), pendidikan SD (56,5%), pekerjaan buruh (48,2%), lama menderita  1-2 tahun (60%) dan keanggotaan BPJS (100%). Kepatuhan berobat penderita dewasa (41,2%) lebih tinggi dari kelompok lansia (29,4%). Ada hubungan antara kepatuhan berobat penderita hipertensi dengan kelompok usia responden (p =0,027). Kesimpulan: Kepatuhan berobat kelompok umur dewasa lebih tinggi dari usia lansia, dengan rasio prevalensi 81,4%:59,5%.
Pemakaian Kacamata Las Menurunkan Visus Mata Pekerja Las Azizatul Astna; Ratna Muliawati; Baju Widjasena
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.263 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kondisi lingkungan kerja di bengkel las berpotensi menimbulkan dampak terhadap pekerja karena adanya sinar  tampak, sinar  infra  merah  dan  sinar  ultra  violet yang dapat mempengaruhi penglihatan. Oleh karena itu, pekerja las perlu memakai kacamata las. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemakaian kacamata las dengan penurunan visus mata pada pekerja las di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bengkel las di Kecamatan Patebon sejumlah 32 responden. Sampel diambil secara total populasi. Data pemakaian kacamata las diperoleh melalui observasi, dan data visus mata diukur menggunakan alat opototype Snellen. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa 34,4% pekerja las di Kecamatan Patebon mengalami penurunan visus mata. Hasil analisis statistik diperoleh nilai p value sebesar < 0,001, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pemakaian kacamata las dengan penurunan visus mata pada pekerja las di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Kesimpulan: Pekerja las yang tidak menggunakan kacamata las lebih berisiko mengalami penurunan visus mata daripada yang menggunakan kacamata las saat bekerja.
Densitas Vektor Dengue dan Metode Pengendalian Pilihan Keluarga Asih Hidayati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 13. No. 2. Tahun 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.967 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Insidensi DBD di Indoneia mencapai 50.75 seperseratus ribu penduduk dan kasus fatal sebesar 0.79, sedangkan di Kota Tegal 43.0 dan 2.29%. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan indeks kepadatan vektor DBD dengan metode pengendalian vektor pilihan keluarga Metode: Jenis penelitian  observasional analitik, dengan survey dan wawancara dengan variabel bebas metode pengendalian vektor DBD pilihan keluarga dan Keberadaan Tempat dan Jenis Penampungan Air (TPA), serta variabel terikat Kepadatan vektor.  Survei cross sectional ini melibatkan 158 rumah dan 533 TPA.Uji yang dilakukan adalah chi square. Hasil: Survei kepadatan vektor diperoleh ABJ sebesar 22,8%, HI 77,2%, serta CI, BI, dan PI masing-masing adalah 8,6%, 46%, dan 3,2%. Masyarakat sudah melakukan pengendalian vektor DBD, tetapi belum maksimal karena metode pengendalian 3m plus tidak lengkap. Ada hubungan yang bermakna antara keberadaan jentik dengan karakteristik TPA dan pH air. Kesimpulan: Densitas vektor Dengue di Kelurahan Slerok sangat tinggi sehingga sangat berpotensi terjadi penularan DBD. Karakteristik TPA dan pH air terkait dengan keberadaan jentik Aedes. Hasil penelitian ini menjadi masukan penting bagi Puskesmas dalam upaya pengendalian vektor DBD.

Page 1 of 1 | Total Record : 5