cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 16. No. 2. Tahun 2021" : 6 Documents clear
Efektivitas Atraktan Tahu, Oncom dan Kacang Tanah pada Fly Trap dalam Pengendalian Lalat Annisa Pangestuti Utoyo; Yustini Ardillah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.947 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.115-120

Abstract

Latar belakang: Lalat merupakan salah satu vektor penyakit yang perlu diwaspadai dan dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pencernaan. Upaya pengendalian lalat dapat dilakukan mengunakan fly trap sebagai perangkap lalat dan atraktan sebagai zat penariknya. Atraktan yang digunakan adalah tahu, oncom dan kacang tanah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan efektivitas atraktan tahu, oncom dan kacang tanah pada fly trap dalam pengendalian lalat area Pasar Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua jenis lalat yang berada di Pasar Kalirejo. Sampel pada penelitian ini adalah lalat yang tertangkap pada fly trap. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan metode One Way Anova untuk data berdistribusi normal dan Kruskal-Wallis untuk data yan berdistribusi tidak normal. Hasil: Penggunakan atraktan kacang tanah mampu menangkap lalat dengan rata-rata lalat tertangkap sebanyak 21,11 ekor, 15,39 ekor pada atraktan oncom, 4,89 pada atraktan tahu (p value < 0,05). Kondisi suhu saat penelitian sebesar 260C sampai 270C dengan presentase kelembaban sebesar 68% sampai 70%. Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat perbedaan jumlah rata-rata lalat yang tertangkap pada penggunaan atraktan tahu, oncom dan kacang tanah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi Metode Operasi Pria di Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar Rosnella Sihombing; Kintoko Rochad; Heru Santosa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.369 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.121-130

Abstract

Latar Belakang: Vasektomi merupakan metode KB alternatif bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai anak lagi dengan menjalani pembedahan ringan. Masih rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah kurangnya informasi yang didapatkan masyarakat mengenai kontrasepsi vasektomi.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi vasektomi .Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 orang dengan tehnik pengambilan sampel secara proporsional random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square, multivariat, dengan uji regresi logistik berganda.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,017, pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,007, peran petugas kesehatan dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,019, dukungan istri dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,029. Variabel yang paling dominan adalah pengetahuan.Kesimpulan: Diharapkan pihak dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana agar membuat kebijakan ataupun program dalam meningkatkan penggunaan KB di wilayah Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar, khususnya dalam penggunaan kontrasepsi Vasektomi sehingga dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat.
Parasitic Infections among The Refugee of The UNHCR in Ciputat, and Related Risk Factors to The Diseases Silvia Fitrina Nasution; Ela Laelasari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.319 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.91-97

Abstract

Parasitic infections are reported in the most recent years as the disease infected among the refugees from countries with war conflict in Asia and Africa. Several factors have reported as causative agents and routes of transmission of the disease. The objective of the study was to provide epidemiological data of parasitic infections among the UNHCR refugees with some aspects of socio-behavioral and medical history as risk factor to the disease. The design of the study was cross-sectional with a total sampling of the refugees visiting the Puskesmas Pisangan, Ciputat, South Tangerang. We conducted blood diff-count, microscopic examination, and rapid diagnostic tests for the blood; feces by microscopic;while for urine was assayed by dipstick and bacterial culture. The study revealed that there were evidences of parasitic infections in : one patient with positive malaria vivax, one positive patient with non-specific bacteria in urine and with an increased number of leucocyte in the blood (Leucocytosis), also two subjects with higher titer of thrombocyte in their blood (thrombocytosis). Meanwhile, the medical history and transmission profile of the diseases, cultural, social behavior, and other related risk factors to the diseases have shown no strong evidence as a potential disease’s transmission of the parasite from the refugees to their indigenous community.The study has concluded that the evidence of parasitic infections might be at risk of disease’s transmission and should be prevented by a proper response of health services.
Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis pada Keluarga Penderita Tuberkulosis Emy Imroatus Sa&#039;diyah; Sofwan Indarjo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.582 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.98-107

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis merupakan masalah yang besar bagi negara berkembang termasuk Indonesia, karena diperkirakan 95% penderita TB berada di negara berkembang. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pencegahan penularan Tuberkulosis dalam keluarga penderita. Metode: Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel 92 responden. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan lembar observasi. Faktor yang dteliti yaitu tingkat pendapatan, tingkat pengetahuan, sikap, persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat pencegahan TB, persepsi hambatan pencegahan TB, akses informasi TB, dukungan anggota keluarga lain, dan dukungan petugas kesehatan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tingkat pendapatan (p=<0,001), tingkat pengetahuan (p=0,007), sikap (p=<0,001), persepsi kerentanan (p=<0,001), persepsi keseriusan (p=<0,001), persepsi hambatan (p=<0,001), akses informasi (p=0,012), dan dukungan petugas Kesehatan (p=<0,001) berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB. Sedangkan persepsi manfaat (p=0,144) dan dukungan anggota keluarga lain (p=0,06) tidak ada hubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB. Kesimpulan: terdapat dua variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB.
Faktor Intrinsik dan Extrinsik yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia di Wilayah Puskesmas Rembang Uswatun Hasanah; Yunita Dyah Puspita Santik
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.979 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.84-90

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus pneumonia balita di Puskesmas Rembang Purbalingga pada tahun 2018 sebanyak 7 kasus. Sedangkan pada tahun 2019 kasusnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu menjadi 81 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah kasus sebesar 33 sampel dan kontrol sebesar 33 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan teknik pengambilan data wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa status gizi (OR=5,342), riwayat pemberian ASI eksklusif (OR=4,241), status pekerjaan ibu (OR=4,235), kepadatan hunian rumah (OR=5,041), sosial ekonomi (OR=4,025), penggunaan obat nyamuk bakar (OR=3,500), kebiasaan merokok anggota keluarga (OR=3,619), kebiasaan membuka jendela (OR=3,538), kebiasaan membersihkan rumah (OR= 5,950), dan kebiasaan mencuci tangan (OR=4,457) berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Simpulan: Saran penelitian ini adalah untuk memberikan nutrisi yang tepat dan bergizi, memberikan ASI secara eksklusif, tidak merokok didalam rumah atau lingkungan sekitar balita, menggunakan kelambu, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Gambaran Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Rumah Sakit Andriani Tri Susilowati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.702 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.108-114

Abstract

Latar belakang: Laboratorium Rumah Sakit merupakan unit pelayanan penunjang yang memiliki risiko aspek keselamatan dan kesehatan yang sangat besar. Tujuan: untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan (ATLM) yang bekerja di Rumah Sakit. Data didapat dari angket yang diisi melalui google formulir dengan 5 kelompok pertanyaan yaitu: lingkungan kerja, habituasi kerja, kesehatan kerja, kecelakaan kerja dan pendidikan/pelatihan. Hasil: Kepatuhan cuci tangan dan penggunaan APD lebih dari 80%. Angka kecelakaan kerja masih tinggi yaitu: 12 orang pernah tertusuk jarum, 10 orang tertumpah B3 dan infeksius serta kebakaran dialami 2 responden. Sebanyak 90,47% tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan 71,43% tidak mendapat vaksin hepatitis B. Petugas laboratorium sebesar 80,95% telah mendapat pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Kesimpulan: Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium Rumah Sakit belum sepenuhnya berjalan dengan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6