Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Volume 16. No. 3. Tahun 2021"
:
10 Documents
clear
Stigma dan Tingkat Kecemasan Masyarakat pada Covid-19
Lilis Banowati;
Cucu Herawati;
Wiwiet Indriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (277.855 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.131-135
Background: The increasing number of positive patients with Covid-19, the social impact in the form of stigma from being shunned by neighbors and even families and the impact of mental health, namely causing major psychosocial stresses that can trigger anxiety. Purpose this study was to determine the stigma and level of public anxiety about Covid- 19. Methods: This type of research is descriptive quantitative, the study population is all people in the UPTD Haurgeulis Puskesmas, Indramayu Regency, as many as 88,468 people. The number of samples was 100 respondents using purposive sampling technique. Data were analyzed statistically using univariate analysis and data presentation in the form of frequency distributions. Results: This study shows that people have a low stigma as much as 1% and those who experience a high stigma are as much as 99%. As well as people who do not experience anxiety as much as 14% and most of them experience mild anxiety as much as 86%. Conclusion: The public should be wiser in sorting out information related to Covid-19 from various sources and can manage anxiety with good self-coping management, for example by relaxation and positive thinking related to Covid-19.
Pengetahuan Warga tentang Bahaya Keselamatan dan Bahaya Kesehatan yang Terjadi pada Banjir (Studi di Daerah Rawan Banjir di Bandarharjo Semarang)
Ulfa Nurullita;
Gina Malika Ritonga;
Mifabkhuddin Mifbakhuddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.014 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.154-159
Latar belakang: Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kejadian bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang cukup besar yaitu kejadian banjir. Pada awal tahun 2020 tercatat bahwa terjadi 67 peristiwa banjir di Indonesia dan mengakibatkan korban meninggal dunia paling banyak yaitu sebanyak 86 orang. Tujuan: Menggambarkan pengetahuan warga tentang bahaya keselamatan dan bahaya kesehatan yang terjadi saat banjir karena air pasang. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variabel berupa pengetahuan bahaya keselamatan dan pengetahuan bahaya penyakit saat banjir diperoleh dengan angket. Subjek penelitian yaitu warga RW 1 Kelurahan Bandarharjo Semarang berjumlah 92 orang. Hasil: Mayoritas responden mendapatkan informasi melalui seseorang yaitu keluarga, kerabat, dan tenaga kesehatan dengan jumlah 62 (67,4%) orang. Banjir terjadi hampir setiap bulan dengan ketinggian setengah meter dan surut dalam satu hari. Tinggi genangan air banjir yang dianggap merugikan menurut warga yaitu setinggi 0,5 meter karena dapat mengganggu aktivitas warga. Dampak banjir yang paling dirasakan oleh warga yaitu kerusakan properti. Kesimpulan: Pengetahuan warga RW 1 Kelurahan Bandaharjo mengenai bahaya keselamatan dan bahaya kesehatan yang terjadi saat banjir termasuk dalam katagori baik.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu
Diani Octaviyanti Handajani;
Endah Mulyani;
Aidha Rachmawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.288 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.195-202
Latar Belakang: Periode emas merupakan masa pertumbuhan seorang anak dan perkembangan anak secara optimal, dimana periode tersebut dapat diwujudkan apabila memperoleh asupan gizi / nutrisi yang sesuai, oleh sebab itu semua orang tua harus mengetahui hal tersebut, karena ketidaktahuan merupakan penyebab utama masalah kurang gizi, khususnya pada anak – anak dibawah 2 tahun, dan pemberian Makanan Pendamping ini yang betul merupakan solusi untuk menanggulangi masalah tersebut. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu pada balita. Metode: Penelitian Cross Sectional melibatkan 30 ibu yang mempunyai anak berusia di bawah lima tahun di Desa Domas Kabupaten Gresik. Variabel penelitian mencakup pemberian MP-ASI dan beberapa faktor internal dan eksternal. Uji Statistik yang digunakan adalah uji normalitas Chi Square. Hasil: Usia ibu sebagian besar berusia < 35 tahun sebanyak 24 ibu (80%), pendidikan ibu sebagian besar berpendidikan > SMA sebanyak 19 ibu (63.3%), pekerjaan ibu sebagian besar menjadi IRT (Ibu Rumah Tangga) sebanyak 16 ibu (53.3%), dan pendapatan keluarga sebagaian besar > UMR sebanyak 21 ibu (70%). Kesimpulan: Faktor tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, penyuluhan petugas kesehatan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada bayi ibu.
Peranan Kesehatan Masyarakat di Arena Perumahsakitan untuk Meningkatkan Kesehatan Individu Penyintas COVID-19
Sidhi Laksono Purwowiyoto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.215 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.189-194
Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angka kesakitan akibat COVID-19 di Indonesia terus meningkat, menyebabkan tingginya pasien yang dirawat inap di rumah sakit (RS). Namun tidak sedikit yang mengalami perbaikan atau kesembuhan yang dikenal dengan nama penyintas COVID-19 (COVID-19 survivors). Permasalahan tidak hanya didapat pada fase akut COVID-19, ternyata penyintas COVID-19 pun juga memiliki problem paska infeksi COVID-19, diantaranya kelelahan yang persisten, sesak, nyeri sendi ataupun nyeri dada. Penyintas COVID-19 pun dapat terkena infeksi ulangan (reinfeksi) COVID-19. Telah banyak tatalaksana dan panduan yang dikeluarkan oleh banyak perkumpulan atau organisasi kesehatan yang diterapkan di RS, sayangnya tidak banyak artikel atau panduan yang diterapkan oleh RS untuk pasien penyintas COVID-19. Artikel ini akan memberikan ulasan singkat mengenai peranan kesehatan masyarakat di RS untuk meningkatkan kesehatan individu penyintas COVID-19. Dimana kesehatan masyarakat bagi penyintas COVID-19 berperan dalam pencegahan primer, sekunder dan tersier. Dengan pengaturan pencegahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesehatan bagi individu penyintas COVID-19
Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Risiko Penularan Virus Covid-19 pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu
Siti Nurazisah;
Henni Febriawati;
Bintang Agustina Pratiwi;
Oktarianita Oktarianita;
Wulan Angraini;
Riska Yanuarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.118 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.160-167
Latar Belakang: Covid-19 mewabah dengan cepat keseluruh penjuru dunia karena keunikan model penyebarannya, sehingga pergerakan dan penyebaran virus terus meningkat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan risiko penularan virus Covid-19 pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cros sectional. Sampel sebanyak 96 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data penelitian berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-quare. Hasil: penelitian menunjukan dari 96 responden sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu 66,7%, dengan masyarakat mayoritas memiliki sikap positif yaitu 56,3% dan 69,8% masyarakat berisiko rendah tertular Covid-19. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan risiko penularan Covid-19 (p value < 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif dari masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat membuat masyarakat melakukan tindakan nyata untuk mengurangi risiko tertular Covid-19.
Hubungan Riwayat Tuberkulosis Paru pada Keluarga dengan Terjadinya Limfadenitis Tuberkulosis pada Anak
Muhammad Ali Shodikin;
Putri Prameswari Nastiti Ayu;
Adelia Handoko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.167 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.168-176
Latar Belakang: Limfadenitis Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit radang kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis (MTB). Faktor risiko limfadenitis TB pada anak antara lain adanya kontak dengan penderita TB dewasa. Tujuan: Mengetahui hubungan riwayat TB paru pada keluarga dengan terjadinya limfadenitis TB pada anak. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional (case control). Populasi penelitian adalah pasien limfadenitis anak (usia < 18 tahun) di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember tahun 2018 – 2020. Kelompok kasus adalah pasien limfadenitis TB, sedangkan kelompok kontrol adalah pasien limfadenitis non TB. Teknik total sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian. Uji Chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil: Didapatkan masing-masing 23 pasien limfadentis TB dan non TB, semua pasien mengeluhkan adanya benjolan. Dari 23 pasien limfadenitis TB anak didapatkan 17 anak (74%) memiliki riwayat TB paru pada keluarga. Analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat TB paru pada keluarga dengan limfadenitis TB pada anak: p-value=0,003 (OR = 6,476). Kesimpulan: Riwayat TB paru pada keluarga berhubungan erat dengan kejadian limfadenitis TB pada anak.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Surakarta
Ikha Widyastuti;
Anisa Catur Wijayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.76 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.136-147
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi dan penurunan kualitas hidup penderita. Pada penderita diabetes melitus akan terjadi perubahan fisik dan psikis yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Surakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian observasional yang menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 81 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara menggunakan instrumen berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact. Hasil: Tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,569) dan sikap (p=1,000) dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Surakarta. Mayoritas penderita diabetes memiliki pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman pada keluarga dengan riwayat diabetes melitus. Namun, kebanyakan penderita menunjukkan sikap dan menilai kualitas hidupnya dengan biasa saja. Kesimpulan: Penderita diabetes dan masyarakat diharapkan lebih aktif untuk mencari informasi mengenai diabetes melitus secara menyeluruh agar memiliki pengetahuan dan sikap yang lebih baik guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Penyak Lalang Kabupaten Sintang
Wirdawati Wirdawati;
Ria Risti Komala Dewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.776 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.177-181
Latar Belakang: Salah satu permasalahan di Indonesia dalam bidang sanitasi adalah jamban sehat. Jamban sehat merupakan fasilitas sanitasi keluarga yang wajib dimiliki oleh semua rumah tangga. Data menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak memiliki jamban sehat. Desa Penyak Lalang merupakan salah satu desa di Kabupaten Sintang dimana masih banyak masyarakatnya yang tidak memiliki jamban sehat.Tujuan: Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Desa Penyak Lalang Kabupaten Sintang. Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 150 responden yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistik yang di gunakan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat ekonomi (p value = 0,003), budaya (p value = 0,00), pengetahuan (p value = 0,00) dan sikap (p value = 0,00) dengan kepemilikan jamban sehat. Kesimpulan: Budaya masyarakat dalam buang air besar sembarangan merupakan salah satu penyebab rendahnya kepemilikan jamban sehat di Desa Penyak Lalang. Perlunya pendekatan yang intensif kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama agar budaya masyarakat buang air besar tidak pada jamban yang sehat bisa dirubah.
Analisa Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan
Sutarto Sutarto;
Adilla Dwi Nur Yadika;
Reni Indriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.254 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.148-153
Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagalnya pertumbuhan anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, termasuk dalam 1000 hari pertama kehidupan anak dan tidak terwujudnya periode emas anak pada usia 0-24 bulan yang dapat disebabkan oleh tidak diberikannya ASI eksklusif. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (usia 24-59 bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan. Metode: Observasional analitik dengan rancangan case control. Data riwayat pemberian ASI eksklusif diperoleh dari wawancara pada ibu balita menggunakan kuesioner. Daftar balita stunting diperoleh dari catatan di Puskesmas Way Urang. Data tinggi badan balita diperoleh melalui pengukuran kembali tinggi badan balita menggunakan microtoise dan antropometri. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Balita dengan riwayat pemberian ASI tidak eksklusif memiliki risiko sebesar 8,2 kali akan menjadi stunting dibandingkan dengan balita yang memiliki riwayat pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Terdapat hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (usia 24-59 bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Surakarta
Reliza Octariviani Zovancha;
Anisa Catur Wijayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2428.541 KB)
|
DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.182-188
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan penanganan serius yang melibatkan penderita dan keluarga dalam penatalaksanaan perawatan DM. Dukungan keluarga sangat membantu penderita DM dalam melakukan perawatan diri yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup. Tujuan: Menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 82 orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di Surakarta p-value=0,041. Simpulan: Penderita DM tipe 2 diharapkan dapat lebih terbuka dan menaruh kepercayaan kepada keluarga mengenai kesehatannya. Keluarga penderita DM tipe 2 diharapkan senantiasa memberikan dukungan positif dan melakukan upaya-upaya untuk memberikan motivasi, informasi, dan dorongan kepada penderita DM tipe 2 untuk menjalankan penatalaksanaan DM sehingga kualitas hidup penderita DM tipe 2 dapat meningkat.