cover
Contact Name
Mita Yuniati
Contact Email
mitayuniati@unesa.ac.id
Phone
+6285736219539
Journal Mail Official
mitayuniati@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Gedung A3 Lt. 2, Fakultas Teknik - Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Tata Busana
Jurnal Online Tata Busana berisi hasil penelitian bidang Fesyen baik di kependidikan maupun non kependidikan. Focus and Scope: - Pendidikan Tata Busana - Fesyen - Tekstil - Kriya tekstil - Teknologi menjahit - Pola Busana - Manajemen dan Kewirusahaan Fesyen
Articles 498 Documents
Perbandingan Hasil Jadi Vest Dengan Kerah Setali Antara Jenis Ketebalan Lining Taffeta FATIMAH, SITI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 3 No. 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v3i3.9438

Abstract

Abstrak Vest adalah adalah busana tanpa lengan, panjang busana vest rata-rata sampai pinggang dan busana vest di pakai di atas blus. Vest memilki berbagai macam variasi desain. Bahan untuk pembuatan vest bermacam-macam sesuai kegunaan dan keinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil jadi vest dengan kerah setali antara jenis ketebalan lining 0,21 mm (tebal), 0,17 mm (sedang), tipis (tipis). Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, yang memiliki variabel bebas yakni penggunaan lining taffeta dengan jenis ketebalan 0,21 mm (tebal), 0,17 mm (sedang), 0,15 mm (tipis), variabel terikat yakni kriteria hasil jadi vest dengan kerah setali dengan menggunakan bahan taffeta yang ditinjau dari beberapa indikator penilaian yaitu bentuk kerah (bentuk kerah bagian depan, bentuk kerah bagian belakang), gelombang kerah, opening, tepi bawah vest, dan bentuk kerung lengan. Variabel kontrol yakni desain vest, menggunakan ukuran dressform M, pembuatan pola, arah serat memanjang, teknik jahit, alat jahit yang digunakan selama proses pembuatan, dan waktu menjahitdan orang yang menjahit vest. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dengan daftar checklist kepada 30 orang observer. Untuk analisis data menggunakan anava tunggal dengan signifikansi 5% (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan hasil jadi vest ditinjau dari bentuk kerah (bentuk kerah bagian depan, bentuk kerah bagian belakang), gelombang kerah, opening, tepi bawah vest, dan bentuk kerung lengan, ketebalan lining taffeta 0,21mm termasuk katagori sangat baik, dengan rata-rata 3.50 diperoleh signifikansi p0,00<0,05. ketebalan lining taffeta 0,17mm termasuk katagori baik, dengan rata-rata 3.23 diperoleh signifikansi p0,00<0,05. ketebalan lining taffeta 0,15mm termasuk katagori baik, dengan rata-rata 3.09 diperoleh signifikansi p0,00<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada ketebalan lining taffeta terhadap hasil jadi vest dengan kerah setali. Kata kunci: Hasil jadi vest dengan kerah setali, Jenis ketebalan lining taffeta Abstract Vest is a sleeveless dress, long dress vest average up to the waist and wearing clothing vest over the blouse. Vest have the wide variety of designs. Materials for the manufacture of a variety of suit vest uses and desires. This study aims to determine the differences in the results so vest with a collar connected to each of the types of lining thickness of 0.21 mm (thickness), 0.17 mm (medium), thin (thinner). This research is an experimental research, which has the independent variable with the type of use taffeta lining thickness of 0.21 mm (thickness), 0.17 mm (medium), 0.15 mm (thin), the dependent variable outcome criteria so vest with connected to each other by using a collar taffeta material which is in terms of some form of assessment indicators, namely collar (a collar front, the shape of the back of the collar), the wave collar, opening, the bottom edge of the vest, and the concave shape of the arm. The control variables vest design, using size dress form M, pattern making, fiber longitudinal direction, sewing techniques, sewing tools that are used during the manufacturing process, and the time and people who sew vest. Data collection method is a method of observation with a checklist to 30 people observer. For the analysis of the data using a single with significance of 5% (p <0.05).The results of this study show the results in terms of shape so vest collar (a collar front, the shape of the back of the collar), the wave collar, opening, the bottom edge of the vest, and the concave shape of the arm, taffeta lining thickness of 0.21 mm including the category very well, with average 3.50 average gained significance p0, 00 <0.05. Taffeta lining thickness of 0.17 mm including both categories, with an average of 3.23 acquired significance p0, 00 <0.05. Taffeta lining thickness of 0.15 mm including both categories, with an average of 3.09 acquired significance p0, 00 <0.05. This suggests that there are significant differences in the thickness of the lining taffeta vest with collar result so connected to each other. Keywords: Clothing vest, collar quarter, taffeta lining thickness
Perbedaan Ukuran Smock Pada Hasil Jadi Gaun Dengan Teknik Draping ROHMAH, CHUSWATU
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i1.10389

Abstract

Abstrak Smock adalah lipatan kain atau kerutan kain yang dijahit secara teratur sesuai dengan pola. Pada umumnya smock yang diterapkan pada busana hanya satu jenis smock saja. Penelitian ini menggunakan kombinasi smock yaitu smock The Lattice Pattern dan smock The Flower Variation Pattern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi gaun ditinjau dari aspek bentuk, kestabilan smock, volume smock, jatuhnya smock pada gaun, bentuk smock sisi gaun dan kestabilan smock sisi gaun. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, yaitu pre-eksperimentaldesigns (nondesign), dengan bentuk One-shot Case Study. Dalam penelitian ini variabel bebas yakni ukuran smock yang berbeda-beda yaitu 2 cm, 2,5 cm dan 3 cm, variabel terikat adalah hasil jadi smock yang terdiri dari bentuk smock, kestabilan smock, volume smock, hasil smock pada gaun, bentuk smock sisi gaun dan kestabilan smock sisi gaun. Variabel kontrol yaitu kain Duchesse Satin, desain gaun, pola Draping gaun, konstruksi pola smock, orang yang membuat smock, teknik pembuatan smock dan penjahit. Metode pengumpulan data adalah observasi menggunakan daftar checklist kepada 30 orang observer yang terdiri dari 4 observer ahli dan 26 observer mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Draping dan apresiasi menghias kain. Untuk analisis data menggunakan anova tunggal dengan signifikansi 5% (p<0,05). Hasil jadi smock pada gaun dengan teknik Draping ditinjau dari semua aspek sesuai dengan rumusan masalah adalah a). Hasil jadi smock pada gaun dengan menggunakan ukuran 2 cm memiliki Mean tertinggi pada aspek kestabilan smock sisi gaun yaitu 2,867. b). Hasil jadi smock pada gaun dengan menggunakan ukuran 2,5 cm memiliki Mean tertinggi pada aspek bentuk smock yaitu 3,32.c). Hasil jadi smock pada gaun dengan menggunakan ukuran 3 cm memiliki Mean tertinggi pada aspek bentuk smock yaitu 3,423. d). Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan ukuran smock pada hasil jadi gaun dengan teknik Draping dengan tingkat signifikansi = 0,000<0,05 dari semua aspek yaitu bentuk smock, kestabilan smock, volume smock, jatuhnya smock, bentuk smock pada sisi gaun dan kestabilan smock pada sisi gaun. e). Kriteria kategori mean dengan hasil yang ditunjukkan pada smock ukuran 2,5 cm dan 3 cm adalah pengembangan yang dikategorikan paling baik, karena mean lebih dari 3,00. Kata kunci: ukuran smock, smock pada gaun, teknik Draping Abstract Smock is folds of cloth which is sewed in a well organized pattern. In general, smock which is applied in the dress is only one type of smocks. This research uses combined smocks. That is the combination between The Lattice Pattern and The Flower Variaton Pattern. This research aims to find the final product of dress in the terms of smock form, smock stability, smock volume, dress fall, side dress smock, and side dress smock stability. This research is an experimental research. That is pre experimental design (non design), by using One-Shot Case Study. The independet variable is the smock sizes. There are 2 cm, 2.5 cm, and 3 cm. The dependent variables are in the terms of smock, smock stability, smock volume, dress fall, side dress smock, and side dress smock stability. The controlled variable is Duchesse Satin dress, dress design, draping dress pattern, smock pattern construction, people who make the smock, smock making technique, and the tailor. The data collecting method is observation by using checklist for 30 observers. The are 4 experts and 26 students who have taken the draping course subject and cloth decoration appreciation course subject. One way anova is used to analyze the data and its significant of 5% ( p<0,05). The final product of smock in the dress by using draping technique in term of all of the aspects based on the research problems are; a) the final product of smock in the dress by using 2 cm in its size has the highest mean in the smock stability aspect in its dress, that is 2.867, b) the final product of smock in the dress by using 2.5 cm in its size has the highest mean in its form aspect, that is 3.321, c) the final product of smock in dress by using 3 cm in it dress has the highest mean in its smock form aspect that is 3.423, d) the statistic test shows that there are different smock sizes of the final product of dress by using draping technique with its significance of 0.000<0.05 among all of the aspects. There are smock form, smock stability, smock volume, dress fall, side dress smock, and side dress smock stability. e) the criteria of mean based on the result shows in the size of 2.5 cm and 3 cm is the development in a good category, because the mean is more than 3.00. Keyword: smock size, dress smock, and draping technique.
Pengaruh Jumlah Kaitan Benang Katun Terhadap Hasil Jadi Tunisian Crochet Pada Clutch Bag KURNIAWATI, INDAH
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i1.10440

Abstract

Abstrak Tunisian crochet merupakan salah satu teknik mengait benang untuk membuat suatu lembaran kain. Teknik tunisian crochet terdapat berbagai macam variasi motif salah satunya yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah mock popcorn stitch. Motif ini sangat unik karena tekstur timbul merupakan ciri pada permukaan mock popcorn stitch yang dilakukan dengan menambah jumlah kaitan. Penambahan jumlah kaitan yang digunakan adalah 5, 7, dan 9 kaitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi tunisian crochet ditinjau dari kerapatan, kerapian, tekstur dan kesesuaian dengan desain. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu 5, 7 dan 9 kaitan, variabel terikat adalah hasil jadi tunisian crochet ditinjau dari kerapatan, kerapian, tekstur dan kesesuaian dengan desain,dan variabel kontrol adalah desain, jarum tunisian, benang katun, motif, warna benang, dan orang yang mengerjakan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan daftar ceklist. Analisis data menggunakan anava tunggal dengan taraf signifikan 5 % (p<0,05). Analisis data hasil penelitian menggunakan anava tunggal dengan SPSS 16 yaitu terdapat pengaruh yang signifikan karena hasil dari setiap aspek memiliki &alpha; <0,05. Hasil jadi tunisian crochet yang baik adalah 7 kaitan karena lebih bertekstur dan motif hijau terlihat. Kata kunci: jumlah kaitan, benang katun,hasil jadi tunisian crochet , clutch bag. Abstract Tunisian crochet is one of thread stitching technique to make fabric pieces. In Tunisian crochet technique founds many variations of motif. One of it applied in this research was mock popcorn stitch. This motif is unique, because float texture is characteristic on the surface of mock popcorn stitch which conducted by adding stitches number. The adding numbers of stitches used were 5, 7, and 9 stitch. The aims of this research was to know the outcome of Tunisian crochet viewed from dense, neatness, texture, and similarity with the design. Type of this research was included in experimental research with independent variables were 5, 7, and 9 stitches. The dependent variable was the outcome of tunisian crochet crochet viewed from dense, neatness, texture, and similarity with the design.and variable controls were design, tunisian hook, cotton thread, motif, thread color, and man working. Data collection method used was observation with checklist. Data analysis was using one way anava with significance 5% (p<0,05). Statistic test result of one way variance analysis with the help of SPSS 16 program so that there are significant effects because result of each aspect has &alpha; < 0.05. The best outcome of Tunisian crochet was at 7 stitches because more textured and green motif was seen. Keywords: stitch number, cotton thread, outcome of tunisian crochet, clutch bag
Pengaruh Jenis Kawat Terhadap Hasil Jadi Bros IDA NURJANAH, SITI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i1.10455

Abstract

Abstrak Aksesoris dapat di buat dari bahan emas, perak atau baja dan kawat.Dalam penelitian ini bahan yang di gunakan adalah bahan kawat.Kawat adalah bahan yang dapat di bengkokkan dan dilengkungkan dengan mudah. Jenis kawat yang di gunakan adalah kawat monel, kawat tembaga, kawat aluminium. Setiap jenis kawat mempunyai karakter dan warna yang berbeda- beda. Hasil jadi di terapkan pada bros. Bros atau pin merupakan perhiasan yang di buat dengan pin penahan di bagian belakang yang mempunyai jepitan pengaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kawat monel terhadap hasil jadi bros, untuk mengetahui pengaruh jenis kawat tembaga terhadap hasil jadi bros, untuk mengetahui pengaruh jenis kawat aluminium terhadap hasil jadi bros , untuk mengetahui hasil jadi bros yang terbaik antara jenis kawat monel, kawat tembaga dan kawat aluminium. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu jenis kawat monel, kawat tembaga dan kawat aluminium, variabel terikat adalah hasil jadi bros di lihat dari aspek bentuk, kestabilan, kerapian dan keseluruhan hasil jadi bros dan variabel kontrol adalah desain, alat, orang yang mengerjakan dan proses membuat. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi dengan instrumen penelitianberupa lembar observasi daftar cheek list. Analisis data menggunakan anava tunggal dengan taraf nyata signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis kawat monel terhadap hasil jadi bros, ada pengaruh jenis kawat tembaga terhadap hasil jadi bros, ada pengaruh jenis kawat aluminium terhadap hasil jadi bros, karena hasil dari setiap aspek memiliki &alpha; < 0,05. Hasil jadi bros bahan kawat yang terbaik adalah bros dengan bahan kawat aluminium, karena kawat aluminium yang paling mudah di bengkokkan dan di bentuk, sesuai dengan sifat kawat aluminium yang liat, dan bobot ringan. Ke dua kawat monel dan ke tiga kawat tembaga. Kata kunci: bros, bahan kawat, jenis kawat monel, kawat tembaga dan kawat aluminium. Abstract Accessories can be made of gold, silver or steel and wire. In this research, the material used was wire. Wire is material can be crooked and curved easily. The varieties of wire used were monel, copper, and aluminium. Each variety of wire has different character and color. The outcome applied on brooch. Brooch is accessories made with pin behind which has safety clip. The aims of this research were to know the effect of monel wire on the outcome of brooch, to know the effect of copper wire on the outcome of brooch, to know the effect of aluminium wire on the outcome of brooch, and to know the best outcome of brooch among wire varieties of monel, copper, and aluminum. Type this research was experimental research with independent variables were monel wire, copper wire, and aluminium wire. The dependent variable was the outcomes of brooch viewed from aspects of shape, stability, neatness, and whole body of brooch. Control variables were design, equipment, man working and production process. Data collecting method used was observation with research instrument in form of check list observation sheet. Data analysis used one way anava with significance 5%. Result of this research shows that there was effect of monel wire on the outcome of brooch, there was effect of copper wire on the outcome of brooch, and there was effect of aluminium wire on the outcome of brooch, because result of each aspects have &alpha;< 0.05. The best outcome of brooch was with material aluminium wire, because it was easiest to be crooked and shaped, according to aluminium characteristic which malleable and light weight. The second was monel wire and third was copper wire. Keywords: brooch, wire material, monel, copper, and aluminium
Pengaruh Perbedaan Perbandingan Air dan Cat Tekstil Terhadap Hasil Jadi Motif Menggunakan Teknik Airbrush Pada Bahan Denim ROSLIANA, RIZKA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i1.10706

Abstract

Abstrak Pembuatan motif diatas bahan denim dapat dilakukan dengan menggunakan teknik teknik airbrush. Pembuatan motif dengan teknik airbrush dibutuhkan cat tekstil yang dicampur dengan air sebagai bahan pengencernya. Namun selama ini belum ada perbandingan tertentu antara campuran air dan cat tekstil yang dibutuhkan untuk membuat motif menggunakan teknik airbrush. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perngaruh perbedaan perbandingan air dan cat tekstil terhadap hasil jadi motif menggunakan teknik airbrush pada bahan denim. Menggunakan metode observasi pada 30 responden dan lembar instrumen dalam bentuk skala daftar cocok (check list) yang kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman Test yang dikerjakan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk aspek ketajaman warna sebelum dicuci Ha diterima bahwa nilainya signifikan, setelah 1 kali cuci Ha diterima bahwa nilainya signifikan dan setelah 3 kali cuci Ha diterima bahwa nilainya signifikan. Untuk aspek efek gradasi warna sebelum dicuci Ha diterima bahwa nilainya signifikan, setelah 1 kali cuci Ha diterima bahwa nilainya signifikan, setelah 3 kali cuci H&shy;a diterima bahwa nilainya signifikan. Untuk aspek tekstur motif sebelum dicuci H&shy;a diterima bahwa nilainya signifikan, setelah 1 kali cuci Ha ditolak bahwa nilainya tidak signifikan dan setelah 3 kali cuci Ha ditolak bahwa nilainya tidak signifikan. Simpulan yang diperoleh dari diagram hasil penelitian menunjukan hasil terbaik motif menggunakan teknik airbrush pada aspek ketajaman warna, efek gradasi warna dan tekstur motif menggunakan perbandingan 1:1,5, walaupun aspek tekstur sebelum dicuci memiliki hasil terbaik pada perbandingan 1:0,5, namun setelah proses pencucian, perbandingan 1:1,5 menghasilkan motif yang terbaik. Kata kunci: Perbandingan, air, cat tekstil, airbrush, denim Abtract Creating motif on denim fabric can be conducted by using airbrush technique. Creating motif using airbrush technique required textile paint which mixed with water as diluents. But all this time there is no certain proportion mixture between water and textile paint required to create motif by using airbrush technique. This research included in experimental research that aimed to know the effect of difference proportion of water and textile paint toward the outcome of motif by using airbrush technique on denim fabric. Using observation method on 30 respondents and instrument sheet in form of check list scale which then analyzed using Friedman Test conducted with SPSS program. Research yield shows that for color sharpness aspect before washed Ha accepted and score is significant, after washed 1 time Ha accepted and score is significant, and after washed 3 times Ha accepted and score is significant. Aspect of color gradation effect before washed Ha accepted and score is significant, after washed 1 time Ha accepted and score is significant, after washed 3 times Ha accepted and score is significant. Aspect of motif texture before washed Ha accepted and score is significant, after washed 1 time Ha rejected and score is not significant, and after washed 3 times Ha rejected and score is not significant. The conclusion obtained from diagram of research yield shows the best motif by using airbrush technique is on color sharpness aspect, color gradation effect, and motif texture is using proportion 1:1.5. Even if texture aspect before washed has the best result on proportion 1:0.5, but after washing process, proportion 1:1,5 produce the best motif. Keywords: Proportion, water, textile paint, airbrush, denim
Batik Mangrove Rungkut Surabaya KURNIAWATI, ENY
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i1.10707

Abstract

Abstrak Surabaya memiliki beberapa batik yang cukup terkenal, yaitu batik Sawunggaling, Sura dan Baya, Semanggi dan Batik Mangrove. Motif, warna dan proses pembuatan batik mangrove menggunakan mangrove sebagai inspirasi dan bahan pewarnanya. Motif yang digunakan berasal dari tanaman dan binatang disekitar hutan mangrove. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin meneliti tentang Batik Mangrove. Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang motif, warna, dan proses pembuatan Batik Mangrove. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen pengumpulan data berupa, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik triangulasi data digunakan untuk mengukur keabsahan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menyatakan motif yang sudah dibuat Batik Mangrove 2.017 motif. Beberapa motifnya, yaitu motif Bruguierra Gymnorhiza, Callopilum Innopillym, Angry Puffu Fish, Gobie Fish, dan Blue Jelly. Ornamen utama dan tambahannya daun, bunga, dan buah tanaman mangrove serta ikan dan binatang disekitar hutan mangrove. Sedangkan ornamen isennya adalah biji bogem, gelombang, gelembung air, titik-titik hujan, dan jogging track. Warna Batik Mangrove yang asli coklat kehijauan, coklat muda, hijau kekuningan. Setelah dikembangkan dengan pewarna alami lainnya, menghasilkan warna kuning, orange, hijau, merah, biru, ungu, hitam, dan coklat. Proses pembuatan batik mangrove hampir sama dengan batik yang lainnya, yang membedakan adalah menggunakan canting elektrik. Kata Kunci : batik mangrove, motif Abstract Surabaya has several well known batik, batik namely Sawunggaling, Sura and Baya, Semanggi and Mangrove Batik. Motives, colour and the process of making batik mangrove use mangroves as inspiration and materials die. The motif that is used comes from the plants and animals around the mangrove forests. Based on the background of researchers want to examine about Batik Mangrove. This research aims to find out about our motives, colours, and the process of making Batik Mangrove. This research method using qualitative descriptive method with instrument data collection form, interview, observation, and documentation. The data analysis techniques using qualitative descriptive method. Data triangulation technique used to measure the validity of data that has been retrieved. The study results revealed a motive that was made of Mangrove 2.017 batik motives. Some of his motives, namely the motif Bruguierra Gymnorhiza, Callopilum Innopillym, Angry Puffu Fish, Gobies Fish and Blue Jelly. Main ornamentation and Additionally the leaves, flowers, and fruit of plants of the mangrove and fish and animals around the mangrove forests. While ornament isen, namely biji bogem, gelombang, gelembung air, titik-titik hujan, and jogging track. The original Mangrove Batik colors brown green, light brown, yellowish green. After being developed with other natural dyes, producing the colors yellow, orange, green, red, blue, purple, black, and Brown. The process of making batik the mangrove is similar to the other, the difference is using canting electrically. Keywords : mangrove batik , motive
Pengaruh Suhu Panas Matahari Terhadap Button Flower Pada Frame Bag Berbahan Satin Polyester CANDRA PUSPITA, TYAS
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11436

Abstract

Abstrak Button flower merupakan teknik origami berbentuk bunga dengan lipatan kecil yang dipergunakan untuk hiasan kancing pada pakaian. Teknik ini memerlukan kain dengan sifat seperti kertas yaitu kaku sehingga dapat mempermudah proses melipat. Polivinil asetat adalah jenis lem kayu yang dapat dilarutkan dengan pelarut organik. Larutan polivinil asetat dapat membuat kain menjadi kaku, pada proses pengeringan menggunakan pengaruh suhu panas matahari yaitu suhu panas pagi hari (22oC), sore hari (34oC), dan siang hari (44oC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu panas matahari terhadap button flower pada frame bag berbahan satin polyester dan untuk mengetahui hasil jadi button flower terbaik pada frame bag dengan perbedaan suhu panas matahari. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi pada 30 responden dengan lembar instrumen dalam bentuk skala daftar cocok (check list). Analisis data hasil penelitian menggunakan anava tunggal dengan SPSS 17 dengan taraf signifikan 5 % (p
Perbandingan Hasil Jadi Dress Dengan Teknik Origami Four-Sided Asymmetrical Variation Antara Arah Serat Memanjang, Melebar Dan Mengikuti Arah Lipatan ADHELYA ALIEM, VIONITA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11448

Abstract

Abstrak Origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Metode yang digunakan adalah Transformational Reconstuction, yaitu metode pola desain yang memungkinkan secara kreatif membentuk dan membangun efek ke dalam potongan pakaian seperti pola yang dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil jadi dress dengan teknik origami four-sided asymmetrical variation menggunakan arah serat memanjang, serat melebar, dan mengikuti arah lipatan, untuk mengetahui perbedaan hasil jadi dress dengan teknik origami four-sided asymmetrical variation menggunakan arah serat memanjang, melebar dan mengikuti arah lipatan dan untuk mengetahui hasil jadi dress dengan teknik origami four-sided asymmetrical variation yang paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan diobservasi pada 30 observer. Analisis data menggunakn Anava klasifikasi tunggal dengan bantuan SPSS 18 dengan taraf nyata signifikan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan, hasil jadi dress dengan teknik origami four-sided asymmetrical variation menggunakan arah serat memanjang hasil terbaik yaitu terdapat pada aspek lipatan origami dengan nilai mean 2,94, pada arah serat melebar hasil terbaik yaitu terdapat pada aspek lipatan origami dengan nilai mean 2,13 dan pada arah serat mengikuti arah lipatan hasil terbaik yaitu terdapat pada aspek kestabilan bentuk origami dengan nilai mean 3,14. Ada perbedaan pada hasil jadi dress origami yaitu pada aspek kestabilan bentuk origami, aspek lipatan origami dan aspek ketepatan ukuran. Hasil jadi dress dengan teknik origami yang paling baik yaitu menggunakan arah serat mengikuti arah lipatan. Kata kunci: dress, origami four-sided asymmetrical variation, arah serat Abstract Origami is an art of paper folding that originated from Japan. Method used is Transformational Reconstuction, that is design patterns method that allow creatively shaping and built effects into a piece of clothing as developed pattern. The purpose of this research are to know the finished dress with four-sided asymmetrical variation origami techniques using lengthwise grainline, crosswise grainline, and foldwise, to know the differences of finished dress with four-sided asymmetrical variation origami technique using lengthwise grainline, crosswise grainline, and foldwise, and to know the best finished dress with four-sided asymmetrical variation origami technique. This research is a comparative study. Data collection method is using observation. The instrument in this research is observation sheet for 30 observers. Data analysis using one way ANOVA assisted with SPSS 18 by significance 5%. The results shows, the finished dress with four-sided asymmetrical variation origami technique using lengthwise grainline has the best result on aspect of origami fold with mean 2.94, on the crosswise grainline, the best result is on aspect of origami fold with mean 2.13, and on foldwise grainline, the best result is on aspect of origami shape stability with mean 3.14. there are difference on finished dress origami which is on aspect of origami shape stability, origami fold, and size accuracy. The best finished dress with origami technique is by using foldwise grainline. Keywords: Dress, origami four-sided asymmetrical variation, grainline
PENGARUH WARNA DASAR DENIM TERHADAP HASIL JADI PEMBENTUKAN MOTIF BATIK LUKIS DENGAN TEKNIK BLEACHING PADA ROK INDIRA SARI, FADLILAH
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11449

Abstract

Abstrak Batik lukis dapat dibuat pada kain katun, kanvas, dan denim.Dalam penelitian ini kain yang digunakan adalah kain denim.Awal mulanya kain denim dibuat dengan warna dasar biru indigo atau coklat.Namun pada perkembangannya denim dibuat dalam banyak variasi warna dan corak.Diantaranya warna dasar kain denim yang digunakan adalah merah, hijau, ungu, dan abu-abu.Warna-warna dasar denim tersebut telah dilakukan uji laboratorium yang diketahui bahwa memiliki kadungan serat katun dan polyester yang berbeda.Golongan zat warna pada warna dasar denim hijau, ungu, dan abu-abu adalah direk, sedangkan golongan zat warna pada warna dasar denim merah adalah reaktif. Pembentukan motif batik lukis pada kain denim yang sudah memiliki warna dasar diperlukan teknik bleaching agar warna dasar denim menjadi putih, sehingga dapat memberikanwarna pada motif batik lukis. Jenis bahan bleaching yang dapat digunakan adalah Natrium hipochlorit (NaOCl).Hasil jadi diterapkan pada rok. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perngaruh warna dasar denim merah, hijau, ungu, dan abu-abu terhadap hasil jadi pembentukan motif batik lukis dengan teknik bleaching pada rok, dan untuk mengetahui hasil jadi pembentukan motif batik lukis dengan teknik bleaching yang terbaik antara warna dasar denim merah, hijau, ungu, dan abu-abu. Menggunakan metode observasi pada 30 responden dan lembar instrumen dalam bentuk skala daftar cocok (check list) yang kemudian dianalisis menggunakan anava tunggal dengan taraf nyata signifikan 5% dengan bantuan komputer program SPSS 17 Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh warna dasar denim terhadap hasil jadi pembentukan motif batik lukis dengan teknik bleaching, karena hasil dari setiap aspek memiliki &alpha; < 0,05. Hasil jadi pembentukan motif batik lukis dengan teknik bleaching yang terbaik adalah rok dengan warna dasar denim abu-abu, karena warna dasar denim abu-abu menunjukkan hasil terbaik pada aspek hasil jadi bleaching pada kain dan hasil jadi motif batik pada kain. Ke dua warna dasar denim ungu, ke tiga warna dasar denim hijau, dan ke empat warna dasar denim merah. Kata kunci: Batik lukis, warna dasar denim, dan bleaching. Abstract Painting batik can be made on cotton fabric, canvas, and denim. In this research fabric used is denim. Originally denim fabric made with base color indigo or brown. But in development denim is made in many color variations and motives. Many of them used are red, green, purple, and grey. From those colors which already tested at laboratory revealed that all of them have cotton and polyester fiber. Dyes on denim basis color green, purple, and grey is direk, but dyes on denim basis color red is reaktif. The forming of painting batik motif on denim fabric that already had base color needed bleaching technique in order to obtaining motif color of painting batik. Type of bleaching can be used is Natrium hipoclorit (NaOCl). The outcome then applied on skirt. Type of this research is experimental that aimed to know the influence of denim base color including red, green, purple, and grey toward the outcome of painting batik motif forming by bleaching technique on skirt, and to know the best outcome of painting batik motif forming by bleaching technique among red base color denim, green, purple, and grey. This research used observation method performing by 30 respondents and instrument sheet in form of check list scale then analysis using One Way Anava with significance 5% with computer&rsquo;s program SPSS17. Research yield shows that there are influence of denim base color toward the outcome of painting batik motif forming by bleaching technique, because result of each aspect have&alpha;< 0.05. The best outcome of painting batik motif forming by bleaching technique is on skirt with grey base color, because it color shows the best result on aspect of bleaching yield on fabric and batik motif yield on fabric. The second is purple denim base color, third is green denim base color, and fourth is red denim base color. Keywords: Painting batik, denim base color, and bleaching.
Perbedaan Lebar Tulle Terhadap Hasil Jadi Aplikasi Tapestry Pada Kebaya Modifikasi NOER AINI, GIGIH
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11484

Abstract

Abstrak Tapestry merupakan salah satu teknik dalam pembuatan kriya tekstil dengan cara menganyam. Penelitian ini menggunakan bahan tulle dengan ukuran yang berbeda sebagai benang pakan tapestry yang diaplikasikan pada kebaya modifikasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) hasil jadi aplikasi tapestry bahan tulle lebar 1 cm, 2 cm, dan 3 cm, (2) perbedaan penggunaan lebar tulle terhadap hasil jadi aplikasi tapestry pada kebaya modifikasi, dan (3) manakah yang paling baik dari penggunaan bahan tulle untuk tapestry dengan lebar 1 cm, 2 cm, dan 3 cm terhadap hasil jadi aplikasi tapestry pada kebaya modifikasi. Metode penelitian ini adalah eksperimen. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi. Hasil perolehan data dihitung dengan uji anova tunggal menggunakan SPSS 18. Pengujian data dengan anova tunggal dilakukan untuk mengetahui hasil dari masing-masing aspek penilaian tapestry tentang perbedaan dan hasil jadi aplikasi tapestry pada kebaya modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil jadi tapestry dari masing-masing aspek penelitian tapestry lebar tulle 1 cm nilai mean 3.27, 3.50,3.47, 3,77, tapestry lebar tulle 2 cm nilai mean 3.07, 3.47, 3.07, 3.33, tapestry lebar tulle 3 cm 2.80, 2.97, 2.87,2.80. (2) Hasil jadi aplikasi tapestry lebar tulle 1 cm, 2 cm, dan 3 cm memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai &alpha; < 5%. (3) Hasil jadi aplikasi tapestry yang paling baik yaitu tapestry lebar tulle 1 cm dengan nilai mean 3.27, 3.50, 3.47, 3.77 dari masing-masing aspek penilaian. Kata kunci : tapestry, tulle, aplikasi, kebaya modifikasi. Abstract Tapestry is one of the techniques in the manufacture of textile by weaving. This research uses tulle with different sizes as weft threads tapestry that was applied to the kabaya modification. The purpose of this study was to determine (1) the results so tapestry application wide tulle 1 cm, 2 cm, and 3 cm. (2) differences in the use of the results so wide tulle tapestry on kabaya modification application, and (3) which is the better from the use of tulle for tapestry with a width of 1 cm, 2 cm, and 3 cm of the results so tapestry on the kabaya modification application. The research method is experimental. Data were collected by using observation techniques used to obtain qualitative data and calculate data acquisition with a single anova test using SPSS 18. The test data with the single anova. The results showed that (1) the results so tapestry of each aspect of tapestry research 1 cm wide tulle mean value 3:27, 3.50,3.47, 3.77, tulle 2 cm wide tapestry mean value of 3:07, 3:47, 3:07, 3:33, tapestry width tulle 3 cm 2.80, 2.97, 2.87,2.80. (2) The results so wide tapestry application tulle 1 cm, 2 cm and 3 cm had a significant difference to the value of &alpha; <5%. (3) The results of the application so that the best tapestry tapestry tulle width of 1 cm with a mean of 3:27, 3:50, 3:47, 3.77 of each aspect of the assessment. Keyword: tapestry, tulle, application, modification of kabaya.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Online Tata Busana November 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Online Tata Busana Juli 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Online Tata Busana Maret 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Online Tata Busana November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Online Tata Busana Juli 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Online Tata Busana Maret 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Online Tata Busana November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Online Tata Busana Juli 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Online Tata Busana Maret 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Jurnal Online Tata Busana November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Online Tata Busana Juli 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Online Tata Busana Maret 2022 Vol. 10 No. 02 (2021): Jurnal Online Tata Busana Juli 2021 Vol. 10 No. 01 (2021): Jurnal Online Tata Busana Maret 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Jurnal Online Tata Busana November 2021 Vol. 9 No. 03 (2020): Jurnal Online Tata Busana Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016 Vol. 4 No. 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015 Vol. 3 No. 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Online Tata Busana Agustus 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Online Tata Busana Mei 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2013 More Issue