cover
Contact Name
Mita Yuniati
Contact Email
mitayuniati@unesa.ac.id
Phone
+6285736219539
Journal Mail Official
mitayuniati@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Gedung A3 Lt. 2, Fakultas Teknik - Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Tata Busana
Jurnal Online Tata Busana berisi hasil penelitian bidang Fesyen baik di kependidikan maupun non kependidikan. Focus and Scope: - Pendidikan Tata Busana - Fesyen - Tekstil - Kriya tekstil - Teknologi menjahit - Pola Busana - Manajemen dan Kewirusahaan Fesyen
Articles 498 Documents
Penerapan Pembelajaran Problem Based Instruction Pada Sub Kompetensi Menggambar Desain Celana di SMK Negeri 1 Kertosono SUDIRINI, TUTU
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11491

Abstract

Abstrak Problem Based Instruction, merupakan model pembelajaran yang bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya. Dalam pembelajaran problem based instruction siswa akan belajar berbagai hal termasuk ingatan (kognitif), afektif dan psikomotorik, serta ketrampilan berpikir kritis dan kreatif. Dalam kurikulum 2013 Problem Based Instruction merupakan salah satu model pembelajaran yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Dalam menggambar desain celana diperlukan kemampuan kritis, kreatif dan inovatif untuk mencipta sebuah desain yang baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskriptifkan keterlaksanaan penerapan model pembelajaran problem based instruction ditinjau dari aktivitas siswa, aktivitas guru dan pencapaian hasil belajar siswa selama mengikuti pembelajaran sub kompetensi menggambar macam-macam desain celana. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa XI Tata busana 2 SMK Negeri 1 Kertosono tahun ajaran 2014/2015 pada sub kompetensi menggambar desain celana. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan tes di akhir pembelajaran. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan, penerapan pembelajaran problem based instruction dalam sub kompetensi menggambar desain celana terkait dengan aktivitas guru mendapatkan kriteria sangat baik dengan persentase rata-rata 93,87%. Aktivitas siswa pada penerapan pembelajaran problem based instruction sub kompetensi menggambar desain celana mendapat kriteria sangat baik pada pertemuan pertama maupun pertemuan kedua dengan total persentase sebesar 94,16%. Sedangkan untuk hasil belajar siswa secara individu melalui penerapan pembelajaran problem based instruction pada sub kompetensi menggambar desain celana dapat melampaui ketuntasan belajar individu yang ditetapkan sekolah yaitu ≥75. Perolehan rata-rata hasil belajar siswa individu sebesar 86,8, dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 100%. Kata kunci: problem based instruction, menggambar desain celana Abstract Problem Based Instruction, is a learning model that purpose to stimulate learners to learn through real problem under daily lives, and associated with the knowledge that has been or will be learned. In Problem Based Instruction students will learn a variety of things including a memory (cognitive), affective and psychomotor, as well critical and creative thinking skills. In curriculum of 2013 Problem Based Instruction is one of learning model which applied in the learning process. In drawing trouser design required critical capabilities, creative and innovative ways to create a new design. The purpose of this research was to describe the application of problem based instruction method in terms of student activity, the activity of the teacher and student achievement during the learning how to draw kinds of trouser design. Type of this research is descriptive. The subjects were students of XI-2 fasion designer class at SMK Negeri 1 Kertosono academic year 2014/2015, in drawing a trouser designs. Data collection method used is observation and tests at the end of the lesson. Analysis of the data which used is descriptive analysis by using persentase. The results shows, the activity of the teacher getting criteria very well with the average percentage of 93.87%. Student activity achive criteria very well received at the first and the second meeting with the total percentage of 94.16. As for the individual student learning outcomes through the application of problem-based learning can transcend individual mastery learning set is ≥75 schools. Average achieved for individual result is 86.8 student learning outcomes, and completeness of classical study of 100%. Keywords: problem-based instruction, drawing trouser designs
Perbandingan Hasil Jadi Tapestri Menggunakan Kain Tulle Dengan Teknik Pilin dan Non Pilin Pada Pembuatan Rompi SETYO PURWANTININGSIH, ESTU
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11627

Abstract

Abstrak Tapestri adalah teknik menenun yang dikerjakan secara manual dengan tangan pada proses penyilangan pakan dan lungsi. Penelitian ini menggunakan tapestri dengan teknik pilin dan non pilin. Rompi adalah busana tanpa lengan yang panjangnya sampai sebatas pinggang dan dipakai menjadi busana luar untuk menutupi blous atau kemeja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil jadi tapestri menggunakan kain tulle dengan teknik pilin dan non pilin pada pembuatan rompi ditinjau dari aspek pakan, pilinan, daya pakai, ukuran dan keserasian dengan desain. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan metode pengumpulan data menggunakan metode observasi yang dilakukan pada 30 orang observer. Variabel Bebas : teknik pilin dan non pilin, variabel Terikat: hasil jadi rompi. Analisis data menggunakan independent sample t-test dengan program SPSS 21 dengan signifikansi 5% (p<0,05). Hasil jadi dilihat dari hasil analisis data tersebut menunjukan perbedaan yang signifikan antara hasil jadi tapestri pada pembuatan rompi dari kain tulle dengan teknik pilin dan non pilin dilihat dari aspek pakan, aspek pilinan, aspek daya pakai, aspek ukuran, dan aspek keserasian dengan desain. Hasil jadi yang terbaik tapestri pada pembuatan rompi dari kain tulle dengan teknik pilin dan non pilin di tinjau dari aspek pakan, aspek pilinan, aspek daya pakai, aspek ukuran, dan aspek keserasian dengan desain dilihat dari mean dan analisis data adalah hasil jadi tapestri pada pembuatan rompi dari kain tulle dengan teknik pilin. Kata kunci: tapestry, rompi, pilin, non pilin, tulle Abstract Tapestry is weaving technique that is done manually by hand in the process of crossing the weft and warp. This study uses a technique tapestry with twist and non-twist. Vest is a sleeveless dress that reaches to the waist and wear as outside clothing to cover blous or shirt.The purpose of this study was to determine the differences of the tapestry results using tulle with twist and non-twist technique to produce vest in terms of material aspects, wrench, power use, size and aptitude with the design. This research belongs of experiments with methods of collecting data using observation methods to made 30 observers. The independent variables: the independent variables: tapestry twist and non-twist technique, the dependent variable: results so vest. Data analysis using independent sample t-test with SPSS 21 with a 5% significance (p <0.05). The results viewed by data analysis that showed a significant difference between the results of tapestry in the manufacture of tulle vest with twist and non-twist techniques by seen from the material , chirality, power use, size, and aptitude with the design aspect. The best results for tapestry in the manufacture of tulle vest with twist and non-twist technical can be reviewed of material, chirality, durability, size, and aptitude with the design aspect can viewed by mean and data analysis are the results. So, tapestry is suitable for vest making of tulle with twist techniques. Keywords: tapestry, twist, non twist, vest, tulle.
Penerapan Pengajaran Berdasarkan Masalah (PBI) Kompetensi Membuat Hiasan Pada Busana Dengan Memanfaatkan Perca Untuk Siswa Kelas XI di SMK Negeri 3 Blitar SUMIATUN,
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11662

Abstract

Abstrak Pengajaran berdasarkan masalah merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik dan penyelesaian masalah yang nyata. Hiasan busana dapat dibuat dengan menggunakan berbagai macam teknik. Disekitar kota Blitar terdapat banyak perca yang dapat dimanfaatkan untuk membuat hiasan busana. Melalui penerapan pengajaran berdasarkan masalah siswa dapat berfikir kreatif untuk menyelesaikan masalah perca tersebut menjadi hiasan busana dengan teknik aplikasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui keterlaksanaan aktivitas guru dalam penerapan pengajaran berdasarkan masalah, 2) mengetahui keterlaksanaan aktivitas siswa dalam penerapan pengajaran berdasarkan masalah, 3) mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa, 4) mengetahui respon siswa dalam penerapan pengajaran berdasarkan masalah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi untuk mengetahui keterlaksanaan aktivitas guru dan aktivitas siswa, tes hasil belajar, dan angket respon siswa. Analisis keterlaksanaan aktivitas guru dan aktivitas siswa menggunakan persentase dengan perolehan nilai rata-rata, ketuntasan hasil belajar siswa dan respon siswa menggunakan persentase. Hasil penelitian diperoleh: 1) Keterlaksanaan aktivitas guru terlaksana dengan sangat baik (100%) dengan nilai rata-rata 3,71, 2) Keterlaksanaan aktivitas siswa terlaksana dengan sangat baik (100%) dengan nilai rata-rata 3,53, 3) Ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai 90% dengan ketuntasan belajar individu &ge;78%, 4) Respon siswa menyatakan 99% setuju dengan penerapan pengajaran berdasarkan masalah. Kata kunci: Penerapan pengajaran berdasarkan masalah, hasil belajar siswa, respon siswa. Abstract Problem based instruction is a learning method that is based on many problems that require investigation authentic and real problem solving. Fashion ornaments can be made using a variety of techniques. Around the city of Blitar, there are many waste fabric that can be used to make fashion ornaments. Through the application of problem based instruction, students can think creatively to solve problems of waste fabric becomes fashion ornaments with application techniques. The aim for this research are: 1) to know the activity of teachers in problem based instruction, 2) to know the activity of students in problem based instruction, 3) to know the student learning outcomes, 4) to evaluate the response of students using the method of problem based instruction. This type of research is included in the quantitative descriptive. The method of collecting data are using the observation of teacher activity and student activity, achievement test and student questionnaire responses. Analysis of teacher activity and student activity are using the percentage with an average acquisition value, and the results of student learning and student responses are using percentages. The results were obtained: 1) Teacher activity performing very well (100%) with an average value of 3.71, 2) Students activity performing very well (100%) with an average value of 3.53, 3) Classical mastery learning students achieve 90 %, with individual mastery learning &ge;78%, 4) response states 99% of students agree with application of problem based instruction. Keywords: Apllication of problem based instruction, student learning outcomes, student responses
Pengaruh Ketebalan Bahan Tali Rafia Asahylon Terhadap Hasil Jadi Crochet/Rajutan Pada Tas Jinjing (Corde Bag) WULANDARI, YUNI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11742

Abstract

Abstrak Tas adalah suatu benda yang dipakai untuk menaruh, menyimpan atau membawah barang dengan berbagai bentuk, ukuran dan mode sesuai dengan bahan untuk pembuatannya. Tali rafia memiliki karakteristik berbentuk pipih, elastis, mudah dipilin menyerupai benang, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tas dengan teknik merajut. Merajut/ crochet adalah teknik mengaitkan benang sehingga berbentuk motif berbeda- beda sesuai dengan desain yang diinginkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketebalan bahan tali rafia asahylon terhadap hasil jadi crochet / rajutan. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimen. Metode pegumpulan data adalah teknik observasi berdasarkan aspek kestabilan hasil jadi crochet/ rajutan, kerapatan hasil jadi crochet/ rajutan dan kesesuaian bahan yang digunakan dengan hasil jadi crochet/ rajutan, menggunakan penilaian pada lembar instrumen dengan memberikan check list (&radic;) oleh 25 responden antara lain 5 dosen tata busana dan 20 mahasiswa tata busana. Teknik analisis data menggunakan analisis anava tunggal dengan bantuan program komputer SPSS 21. Hasil penelitian diperoleh bahwa adanya pengaruh ketebalan bahan tali rafia asahylon terhadap hasil jadi crochet/ rajutan pada tas jinjing (corde bag) dengan hasil signifikan &alpha; < 0,05. Bahan tali rafia asahylon ketebalan 0,12mm hasilnya lebih baik dari pada bahan yang lainnya dengan nilai mean paling tinggi 3,46 dari ketiga aspek yang dinilai. Kata Kunci: Crochet / rajutan, Tali rafia dan Tas jinjing (corde bag). Abstract Bag is an object that is used to put , save or bring goods with a variety of shapes , sizes and trends in accordance with the material of manufacture. Raffia has the characteristics of a flat -shaped, elastic, easily twisted to resemble thread, so it can be used to manufacture bags with knitting techniques. Knitting/crochet is yarn hooking technique so shaped different motif according to the desired design. The aim of research is to determine the influence of material thickness to the results asahylon raffia crochet/knitting. Type of research is experimental research. Methods of data collection is observation techniques based on aspects of stability results so crochet / knitting, density results so crochet/knitting, and the suitability of the materials used by the results so crochet / knitting, using valuation sheet instruments with provides check list ( &radic; ) by 25 respondents among others, five lecturers and 20 students fashion designer. Data were analyzed using ANOVA analysis of single with the help of a computer program SPSS 21. The result of research showed that the influence of the thickness of the material raffia asahylon the results so crochet / knitting on a tote bag (corde bag) with significant results &alpha; > 0.05. Material thickness 0,12 mm of raffia asahylon results were better than other materials with the highest mean score of 3:46 on the three aspects are assessed. Keywords: Crochet / Knitting, Raffia dan Tote Bag (corde bag).
Pengaruh Jarak Jahitan Kerutan Benang Elastik Terhadap Hasil Jadi Busana 4 In 1 WILDAYATI R P, ALIZZA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11774

Abstract

Abstrak Busana 4 in 1 adalah satu busana dengan 4 fungsi yaitu model Jumper Tube, Bloomy pants, Drapery Dress, dan Sabrina Top. Busana 4 in 1 menggunakan benang elastik pada salah satu bagian busananya sebagai penyangga pada tubuh pemakainya. Jarak elastik yang digunakan pada pembuatan busana adalah 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui hasil jadi busana 4 in 1 yang menjadi model Jumper Tube, Bloomy pants, Drapery Dress, dan Sabrina Top dengan menggunakan jarak jahitan benang elastik dengan jarak 1cm, 1,5cm, dan 2cm dan 2) mengetahui pengaruh jarak jahitan benang elastik pada pembuatan busana 4 in 1 dengan dengan jarak 1cm, 1,5cm, dan 2cm. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen.Metode pengumpulan data menggunakan observasi, observer terdiri dari 4 orang ahli dan 26 mahasiswa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah jarak jahitan benang elastik sebesar 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil jadi busana 4 in 1. Untuk analisis data menggunakan anava tunggal dengan signifikansi 5% (p<0,05). Hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini dapat diketahui : 1) Desain busana DraperyDress mempunyai nilai signifikan sebesar 0,051 yang berarti bahwa ada pengaruh jarak elastik pada busana DraperyDress, 2) Desain busana SabrinaTop mempunyai nilai signifikan sebesar 0,000 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh jarak jelastik pada busana Sabrina Top, 3) Desain busana BloomyPants mempunyai nilai signifikan sebesar 0,000 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh jarak elastik pada busana BloomyPants, 4) Desain busana JumperTube mempunyai nilai signifikan sebesar 0,057 yang berarti bahwa ada pengaruh jarak elastik pada busana JumperTube. Kata kunci: Jarak jahitan elastik 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm, DraperyDress, Sabrina Top, Bloomy Pants, Jumper Tube. Abstract Clothing 4 in 1 is the fashion with four functions, namely the model Jumper Tube, Bloomy pants, Drapery Dress, and Sabrina Top. Clothing 4 in 1 using elastic thread in one piece of clothing as a buffer on the wearer's body. Distance elastic used in the manufacture of clothing is 1 cm, 1.5 cm, and 2 cm. This study aims to: 1) determine the results fashion 4 in 1 which became the model Jumper Tube, Bloomy pants, Drapery Dress, and Sabrina Top by using an elastic thread stitching distance with a distance of 1 cm, 1.5 cm, and 2cm and 2) the effect of distance elastic thread stitching on clothing manufacture 4 in 1 with a distance of 1cm, 1.5 cm, and 2cm. This type of research is research eksperimen.Method of data collectionusing observation, the observers consisted of 4 experts and 26 college students. The independent variable in this study is an elastic thread stitching distance of 1 cm, 1.5 cm, and 2 cm. The dependent variable in this study is the result of fashion 4 in 1. For data analysis using single ANOVA with a significance of 5% (p <0.05). Results of research and discussion in this study can be seen: 1) Design of DraperyDress has a significant value of 0.051, which means that influence on the fashion DraperyDress elastic range, 2) Design of SabrinaTop have significant value of 0.000, which means that there is no effect on the distance elastic Sabrina Top , 3) Design of BloomyPants have significant value of 0.000, which means that there is no influence on the fashion BloomyPants elastic range, 4) Design of JumperTube have significant value of 0.057, which means that no influence on the fashion JumperTube elastic range. Keywords: Elastic seams within 1 cm, 1.5 cm, and 2 cm, Drapery Dress, Sabrina Top, Bloomy Pants, Jumper Tube.
Pelatihan Menghias Kerudung Dengan Menggunakan Dua Handout di Panti Asuhan Himmatun Ayat Waru Sidoarjo YULIA RACHMAWATI, DIAN
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11795

Abstract

Abstrak Pelatihan diberikan sebagai salah satu upaya untuk mendorong orang berwirausaha. Salah satu pelatihan yang dapat diberikan yakni dengan memanfaatkan kain perca seperti halnya pelatihan keterampilan pembuatan hiasan kerudung dari sisa kain perca yang dilaksanakan bagi penghuni di Panti Asuhan Himmatun Ayat Waru Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) aktivitas instruktur (2) waktu yang dibutuhkan peserta untuk menyelesaikan tugas pada hand out (3) kinerja peserta dan, (4) respon peserta pelatihan menghias kerudung di Panti Asuhan Himmatun Ayat Waru Sidoarjo. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode observasi, tes kinerja, dan metode angket. Metode observasi digunakan untuk menilai aktivitas instruktur dan aktivitas peserta pelatihan. Jumlah observer pada pelatihan ini sebanyak lima orang mahasiswa jurusan pendidikan. Tes digunakan untuk menilai hasil pelatihan keterampilan menghias kerudung dengan memanfaatkan sisa kain perca. Sedangkan metode angket digunakan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelatihan. Adapun jumlah peserta peserta pelatihan sebanyak 15 orang. Hasil pengambilan data diolah dengan menggunakan prosentase (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aktivitas instruktur pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga dalam pelatihan terlaksana dengan sangat baik. Aktivitas peserta pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga juga memenuhi kriteria penilaian yang baik, dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur materi secara bertahap yang sudah diberikan oleh pelatih. Hasil pelatihan menghias kerudung ditinjau dari aspek perpaduan jenis bahan maupun warna kain perca, kerataan lekapan kain, jarak tusuk teknik hias, dan kerapian tusuk memenuhi kriteria penilaian sangat baik. Respon peserta terhadap pelatihan keterampilan menghias kerudung hampir semua jawaban positif, namun ada beberapa aspek yang belum terpenuhi jawaban &ldquo;ya&rdquo; sempurna yakni aspek materi yang mudah dipahami dan demonstrasi yang mudah dipahami. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan cukup sulit bagi peserta namun setelah didemonstrasikan oleh instruktur, peserta lebih memahami. Selain itu juga pelatihan ini relative baru dan menyenangkan bagi mereka dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Kata kunci: Pelatihan, menghias, hasil jadi menghias kerudung. Abstract Training is given as an effort to improve skill. One of training which may give is by using fabric rag such as training of decorating veil from waste of fabric rag at orphanage Himmatun Ayat Waru Sidoarjo. This research aimed to know: (1) instructor activity, (2) time used by trainee, (3) trainee performance, (4) trainee response toward training of decorating veil at orphanage Himmatun Ayat Waru Sidoarjo. Data collecting method used was observation method, performance test, and questionnaire. The observation method used to assessing instructor activity and trainee activity. Number of observer in this training was five college students of Fashion Design Department. Test used to assessing training result of decorating veil by using fabric rag waste by researcher, while questionnaire method used to know trainee response toward training. Total of trainee were 15 students. Data obtained then analyzed using percentage (%). Result of this research shows that all instructor activity at first class, second class, and third class in the training conducted very good. Trainee activity at first class, second class, and third class also meets the good criteria, and conducted as subject procedure step by step according to the trainer taught. Result of decorating veil training viewed from aspect of fabric type harmony or the fabric rag color, flatness of fabric application, stitch space of decorating technique, and stitch neatness meets the very good criteria. The trainee response toward the training of decorating veil was almost all of trainee giving positive response, but some aspect was not obtained perfectly &ldquo;yes&rdquo; answer, it were aspect of the matter is easy to understand and the demonstration is easy to understand. It shows that subjects were given by the trainer was difficult enough for the trainee, but after demonstrated by instructor, trainee understands more. Beside that, this training is relatively new and pleasure for them and required further development. Keywords: training, decorating, product of decorating veil.
Koreksi Battenberg Lace Pada Yoke Vest Menggunakan Teknik Draping LATHIFATURROHMAH,
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11873

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui battenberg lace pada yoke vest menggunakan teknik draping sebelum koreksi, battenberg lace pada yoke vest menggunakan teknik draping dengan koreksi 1 dan battenberg lace pada yoke vest menggunakan teknik draping dengan koreksi 2. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif quantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hasil terbaik dari koreksi battenberg lace pada yoke vest menggunakan teknik darping. Pembuatan battenberg lace disini menggabungkan renda, pita dan aplikasi denim dalam satu rangkaian, dijahitkan diatas kerawang yang menggunakan alas dasar water soluble. Menggunakan metode observasi pada 25 responden dan lembar instrumen dalam bentuk skala daftar cocok (check list) yang kemudian dianalisis menggunakan mean dan disajikan dalam bentuk diagram batang. Pada aspek bentuk lace, kestabilan lace, kombinasi lace dan kain denim serta proporsi lace dan kain denim pada battenberg lace pada yoke vest menggunakan teknik draping sebelum dikoreksi memiliki nilai rata-rata baik, sedangkan untuk bentuk yoke memiliki nilai rata-rata cukup baik, maka dari itu semua aspek mendapatkan perbaikan. Battenberg lace pada yoke vest menggunakan teknik draping dengan koreksi I, aspek bentuk lace, kestabilan lace, bentuk yoke, kombinasi lace dan kain denim serta proporsi lace dan kain denim memiliki nilai rata-rata baik sehingga perlu perbaikan. Kemudian pada battenberg lace pada yoke vest menggunakan teknik draping dengan koreksi II. Pada, aspek bentuk lace, kestabilan lace dan kombinasi lace dan kain denim memiliki nilai rata-rata sangat baik, sedangkan pada proporsi lace dan kain denim mendapatkan nilai baik, sehingga tidak diperlukan koreksi selanjutnya untuk semua aspek. Kata kunci: Koreksi battenberg lace, yoke vest dan teknik draping. Abstract The purpose of this study was to determine the outcome in the application on any part of the yoke lace vest using draping techniques with correction 1 and for the Battenberg lace application in the yoke vest for correction 2. This research is quantitative descriptive study which aims to determine the best result of the application of lace at the yoke vest using draping techniques. Making of lace here combines lace appliqu&eacute; adging, ribbon and denim applications in a series sew above the kerawang / net which uses water soluble base pedestal. This research using observation method in 25 respondents and sheet instruments in the form of a scale suitable list (check list) that has been analyzed using mean and presented in the form of a bar chart. In aspect from of lace, lace stability, combination of lace and denim fabric as well as the proportion of lace and denim fabric in data collection 1, as for the shape of the yoke has an average value well, therefore all aspect of getting corrections I. In the data collection 2 aspect from of lace, lace stability, yoke shape, combination of lace and denim fabric and proportion of lace and denim fabric have a good average value that need correction II. Then aspect from of lace, lace stability, yoke shape, combination of lace and denim fabric have an average rating of excellent, while and proportion of lace and denim fabric getting a good value, so that no further correction is needed for all aspect. Keyword: Correction battenberg lace, yoke vest, technique draping.
Pelatihan Pembuatan Busana Rumah Menggunakan Metode Demonstrasi Bagi Ibu-Ibu PKK di Desa Ngabetan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik SHOLIHATI AMALIYAH, NUR
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11877

Abstract

Abstrak Pelatihan pembuatan busana rumah merupakan salah satu upaya peningkatan Sumber Daya Manusia khususnya ibu-ibu PKK. Keterampilan ini dapat dijadikan sebagai pengisi waktu luang dan dijadikan sebagai peluang usaha yang dapat menambah penghasilan bagi kehidupan rumah tangga. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan aktifitas instruktur, hasil belajar dan repon peserta pelatihan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain One Shot Case Study. Pelatihan dilaksanakan 2 kali pertemuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket. Analisis data aktifitas instruktur menggunakan nilai mean, hasil belajar serta respon peserta menggunakan persentase. Hasil penelitian aktifitas instruktur selama pelatihan pembuatan busana rumah mendapatkan mean sangat baik. Mean Aktifitas instruktur pertemuan I Mendapatkan 3,76 kategori baik (Baik) dan pertemuan II mendapatkan 4,05 kategori Sangat Baik (SB). Hasil belajar peserta dilihat dari proses mulai dari memotong pola, meletakkan pola, memotong bahan, memindahkan tanda pola, menjahit saku, belahan, sisi, pengepasan I dan II, adalah 85% kategori Sangat Baik (SB), sedangkan mengambil ukuran, membuat pola, menjahit belahan, kerapian adalah 70% kategori Baik (B) dan hasil jadi daster adalah 50% kategori Baik (B). Hasil respon peserta terhadap pelatihan pembuatan daster 100% sangat baik (SB), peserta merasa senang, bermanfaat, perlu dikembangkan lebih lanjut, aktivitas instruktur mempermudah pembuatan daster, dan tepat waktu, materi mudah dipahami, merupakan hal baru. Dapat disimpulkan bahwa aktifitas instruktur secara keseluruhan adalah baik, hasil belajar baik dan respon peserta pelatihan sangat baik. Kata Kunci: Pelatihan, busana rumah, aktifitas, hasil belajar, respon Abstract Training of making house dress for member of PKK district of Cerme, Gresik regency, is an effort to improve Human Resource especially for member of PKK. This skill may become pastime and become business opportunities that can increase income for housewife. The aims of this research are describes instructor activity, trainee learning achievement, and trainee response. Type of this research is quasi-experiment research with research design One Shot Case Study. Training conducted 2 times. Data collecting method are observation and questionnaire. Data analysis of instructor activity using mean, trainee learning achievement for process and product of house dress also trainee response using percentage. Result of instructor activity along training of making house dress on aspects of communicate the goal, motivation, subject explanation, guides to measure and pattern making, review, motivate to review, and evaluation obtained good mean, while on aspect of guides to pattern placement and fabric cutting, pattern transfer, sewing, and finishing obtained very good mean. Mean of instructor activity at first class obtained 3.76 with good category, and at second class obtained 4.05 with very good category. The trainee learning achievement category very good. Size measurement, pattern making, sewing cleavage, and neatness is 70% with category good, and product of house dress is 50% with category good. Result of trainee response toward training of making house dress 100% very good. Trainee feels happy, useful, need for further development. The instructor activity is ease the making of house dress, and on time, subject easy to understand, and is the new knowledge. Keywords: Training, house dress, activity, learning achievement, response.
Perkembangan Ragam Hias, Motif, dan Warna Tenun Ikat Gringsing di Desa Tenganan Pegringsingan, Bali WINA SADEVI, LUH
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i2.11884

Abstract

Abstrak Tenun ikat ganda hanya diproduksi di tiga tempat di dunia, antara lain; India, Jepang, dan Indonesia. Di Indonesia, tenun ikat ganda hanya diproduksi di desa Tenganan Pegringsingan, Bali yang disebut dengan tenun ikat gringsing. Tenun ikat gringsing dari zaman dahulu hingga saat ini diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan alami dan alat-alat tradisional. Hingga saat ini tidak ada catatan tertulis secara resmi mengenai asal mula tenun ikat gringsing di desa Tenganan Pegringsingan, Bali. Menurut mitos, Dewa Indra yang menciptakan tenun ikat gringsing. Perkembangan ragam hias, motif, dan warna tenun ikat gringsing di desa Tenganan Pegringsingan, Bali, yaitu penelitian mengenai adanya perubahan yang menunjukkan adanya pertambahan dan menjadi lebih sempurna secara kontinyu (berkesinambungan) pada ragam hias, motif dan warna tenun ikat gringsing di desa Tenganan Pegringsingan, Bali dari tahun 1990 hingga 2014. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif menggambarkan, menguraikan, menjelaskan dan menerangkan perkembangan ragam hias, motif dan warna tenun ikat gringsing yang ada di desa Tenganan Pegringsingan, Bali. Tenik penngumpulan data, antara lain: Studi Pustaka, Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Perkembangan ragam hias tenun ikat gringsing dari tahun 1990 hingga 2014 tidak banyak mengalami perkembangan, terdiri dari; ragam hias geometris, organis (manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan), dan dekoratif. Motif tenun ikat gringsing dari tahun 1990 hingga 2014 mengalami perkembangan, semula berjumlah 21 motif menjadi 25 motif. Perkembangan warna tenun ikat gringsing dari tahun 1990 hingga 2014 tidak banyak mengalami perkembangan, semula terdiri dari tiga warna utama, menjadi tiga warna utama dan warna biru. Ragam Hias tenun ikat gringsing yang digunakan sebagai busana adat dan sarana upacara adat, yaitu ragam hias geometris, organis, dan dekoratif. Motif-motif yang digunakan sebagai busana adat dan sarana upacara, yaitu motif geometris, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, benda-benda alam dan pemandangan. Warna yang digunakan sebagai busana adat dan sarana upacara adat, yaitu tiga warna utama. Kata Kunci: Tenun, gringsing, ragam hias. Abstract Double Ikat woven is only produced in three places in the world, they are: India, Japan, and Indonesia. In Indonesia, double ikat woven only produced in Tenganan Pegringsingan village, Bali which is called Gringsing ikat woven. Gringsing ikat woven formerly produced using natural material and traditional equipments until now. By this day, there are no official written records about the origin of Gringsing ikat woven in Tenganan Pegringsingan village, Bali. Based on myth, the God Indra was created Gringsing ikat woven. The development of decorative, motif, and color of Gringsing ikat woven in Tenganan Pegringsingan village, Bali, is research about the present of addition and perfection continuously (sustainable) on decorative, motif, and color of Gringsing ikat woven in Tenganan Pegringsingan village, Bali from 1990 until 2014. Type of this research is descriptive qualitative. The descriptive qualitative research is describes, elaborate, explain and clarify the development of decorative, motif, and color of Gringsing ikat woven in Tenganan Pegringsingan village, Bali. Data collection techniques are: literature study, observation, interview, and documentation. The development of Gringsing ikat woven decorative from 1990 until 2014 was not much evolved, including: geometric, organs (human, animals, and plants), and ornament. Motif of Gringsing ikat woven from 1990 until 2014 have evolved, formerly consist of 21 motif become 25 motif. The development of Gringsing ikat woven color from 1990 until 2014 was not much evolved. Formerly consist of three main colors become three main colors and blue color. The decorative of Gringsing ikat woven which used as traditional costume and traditional ritual are geometric, organs, animals, plants, natural object, and landscape. The color used as traditional costume and traditional rituals are three main colors. Keywords: Woven, gringsing, ragam hias.
Perbedaan Hasil Jadi Lekapan Kristal Bungkus Dengan Kain Lace Dan Kain Tulle Pada Busana Pesta ROHMAWATI, INNA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 4 No. 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v4i3.12152

Abstract

Abstrak Kristal merupakan sejenis batuaan yang memiliki tektur potongan bening dan berkilau pada permukaannya hingga menyerupai berlian, Kristal dengan kwalitas yang rendah cenderung buram dan kusam. Penelitian ini menggunakan bahan pembungkus yang berbeda yaitu tulle dan lace untuk diaplikasikan pada busana pesta. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hasil kristal bungkus yang menggunakan kain pembungkus dan jenis kristal yang berbeda ditinjau dari warna, tekstur, kerapian dan kesesuaian dengan desain busana pesta. Untuk mengetahui perbedaan hasil kristal bungkus yang menggunakan kain pembungkus dan jenis kristal yang berbeda berbeda ditinjau dari warna, tekstur, kerapian dan kesesuaian dengan desain busana pesta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan mengambil sampel dari 30 observer, 5 observer meliputi dosen tata busana dan 25 observer meliputi mahasiswa yang telah memprogram mata kuliah desain tekstil dan apresiasi menghias kain. Instrumen penelitian dengan daftar cek list yang dilakukan oleh 30 orang observer. Metode analisis data menggunakan analisis statistik uji t dengan bantuan SPSS 21 dengan taraf signifikan &alpha;<0,05. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut (1) hasil jadi kristal bungkus dengan menggunakan bahan lace merupakan hasil jadi yang terbaik dilihat dari aspek efek warna, aspek efek tekstur, aspek kerapiaan, aspek kesesuaian (2) hasil jadi Kristal bungkus dengan menggunakan bahan lace merupakan hasil jadi yang paling baik dilihat dari aspek efek warna dengan niali mean 3,73. Aspek efek tekstur dengan nilai mean3,23. Aspek kerapian dengan nilai mean 3,56. Aspek kesesuaian desain dengan nilai mean 3,76. (3) dari hasil jadi analisis data jenis kain yang menghasilkan kristal bungkus yang baik adalah kain lace. Kata kunci: Bahan tulle, bahan lace, kristal bungkus, lekapan pada busana pesta. Abstract A crystal that has a rock texture similar pieces is clear and shiny on the surface to resemble diamonds, crystals with low quality tends to opaque and dull. This research uses a different wrapping materials, namely tulle and lace to be applied in a party dress. The purpose of this study was to determine differences in the results so crystals application wrapped with fabric lace and tulle in a party dress seen from the level of color effects, textural effects, neatness, and compliance resulting in a party dress in tulle and lace and to examine the results so that among the best use of tulle and lace material. Data collection method used is the observation by taking a sample of 30 observers, 5 observer covering fashion lecturers and 25 observers include students who have programmed courses textile design and decorating fabric appreciation. Research instrument with a list of check list carried by 30 observers. Methods of data analysis using statistical analysis t test with SPSS 21 with significance level &alpha; <0.005. Based on the analysis of data obtained as follows (1) results so crystal wrap using a lace material so the results are best seen from the aspect of color effects, aspects of texture effects, neatness aspect, the aspect of comformity (2) the results so crystal wrap by using lace materials the result of the best seen from the aspect of color effect with a mean of 3,73. Aspects of texture effects with mean 3,23 value. Neatness aspect mean value of 3,56. The suitability of the design aspects of the value mean 3,76. (3) of the result so data analysis that produces the type of fabric wrap is a good crystal lace fabric. Keywords: Material tulle, lace materials, crystal wrap, application at party dress.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Online Tata Busana November 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Online Tata Busana Juli 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Online Tata Busana Maret 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Online Tata Busana November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Online Tata Busana Juli 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Online Tata Busana Maret 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Online Tata Busana November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Online Tata Busana Juli 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Online Tata Busana Maret 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Jurnal Online Tata Busana November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Online Tata Busana Juli 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Online Tata Busana Maret 2022 Vol. 10 No. 02 (2021): Jurnal Online Tata Busana Juli 2021 Vol. 10 No. 01 (2021): Jurnal Online Tata Busana Maret 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Jurnal Online Tata Busana November 2021 Vol. 9 No. 03 (2020): Jurnal Online Tata Busana Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016 Vol. 4 No. 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015 Vol. 3 No. 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Online Tata Busana Agustus 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Online Tata Busana Mei 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2013 More Issue