cover
Contact Name
Mita Yuniati
Contact Email
mitayuniati@unesa.ac.id
Phone
+6285736219539
Journal Mail Official
mitayuniati@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Gedung A3 Lt. 2, Fakultas Teknik - Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Tata Busana
Jurnal Online Tata Busana berisi hasil penelitian bidang Fesyen baik di kependidikan maupun non kependidikan. Focus and Scope: - Pendidikan Tata Busana - Fesyen - Tekstil - Kriya tekstil - Teknologi menjahit - Pola Busana - Manajemen dan Kewirusahaan Fesyen
Articles 498 Documents
Pengembangan Desain Bolero Pada Busana Pengantin Bekasri Lamongan DASINING,
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i1.14242

Abstract

Abstrak Busana pengantin bekasri Lamongan merupakan busana pengantin khas Lamongan yang terdiri dari busana wanita dan pria. Busana pengantin wanita terdiri dari kemben dan kain panjang, sedangkan busana pria terdiri dari stagen dan kain panjang yang dilengkapi dengan aksesoris pendukung. Busana pengantin bekasri Lamongan telah mengalami beberapa modifikasi, hal ini disebabkan permintaan masyarakat Lamongan, terutama di wilayah pesisir yang masih kental dengan agama Islam cenderung menggunakan busana pengantin bergaya muslim. Modifikasi yang dilakukan berupa penambahan bolero pada busana pengantin pria dan wanita dengan tujuan memberi kesan lebih tertutup. Namun bentuk bolero masih sangat sederhana, sehingga perlu dikembangkan untuk menghasilkan bentuk bolero yang lebih bervariasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengembangkan desain bolero busana pengantin bekasri Lamongan dan menentukan desain bolero terbaik. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode observasi terhadap sepasang desain bolero hasil pengembangan yang dinilai berdasarkan aspek bentuk, hiasan, pakem, warna, dan estetika. Hasil penelitian berupa : (1) Pengembangan desain bolero busana pengantin bekasri Lamongan yang terdiri dari 5 desain bolero wanita dan 5 desain bolero pria. (2) Hasil pengembangan bolero terbaik wanita adalah desain keempat dengan perolehan nilai rata-rata dari aspek bentuk 3,23, aspek hiasan 3,00, aspek pakem 3,20, aspek warna 3,17 dan aspek estetika 3,23. Nilai rata-rata desain keempat wanita adalah 3,16 dan jumlah persentase 79,00% termasuk dalam kategori baik. Sementara hasil pengembangan desain bolero pria terbaik juga desain keempat dengan perolehan nilai rata-rata dari aspek bentuk 3,17, aspek hiasan 3,07, aspek pakem 3,07, aspek warna 3,13 dan aspek estetika 3,10. Nilai rata-rata desain keempat pria adalah 3,10 dengan persentase 77,00% termasuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Pengembangan desain, Desain Bolero, Pengantin Bekasri Lamongan. Abstract Lamongan bekasri bridal wear is traditional bridal of Lamongan which consisted pair of brides and bridegroom. brides consists of kemben and long fabric, while bridegroom consists of stagen and long fabric completed with additional accessories. Bekasri bridal wear had obtained many modifications, it's caused by request of Lamongan people, especially from the coast territory that are strongly influence by Islam religion which tends to used bridal wear with Moslem style. The modifications conducted are adding bolero on men and brides wear in order to gives more closed impression. But the shape of bolero is still simple, therefore required to be developed in order to produce more variation of bolero shape. This research is descriptive which aimed to develop bolero design of Lamongan bekasri bridal wear and determine the best bolero designs. Data collected technique used observation toward pairs of bolero results of the development assessed based on aspects of shape, ornament, standard, color, and aesthetic. Research yields are: (1) the development of bolero design of Lamongan bekasri bridal wear consist of 5 designs women bolero and 5 designs men bolero. (2) The best result of women bolero development is fourth design with score mean for shape aspect 3.23, ornament aspect 3.00, standard aspect 3.20, color aspect 3.17, and aesthetic aspect 3.23. Total mean score for fourth women design is 3.16 and percentage 79.00% included in good category. The best development of men bolero also obtained from fourth design with mean score for shape aspect 3.17, ornament aspect 3.07, standard aspect 3.07, color aspect 3.13, and aesthetic aspect 3.10. Total mean score for fourth men design is 3.10 with percentage 77.00% included in good category. Keywords: Design development, bolero design, Lamongan bekasri bridal wear.
Uji Coba Media Pembelajaran Audio-Visual Dengan Pendekatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Diklat Membuat Desain Hiasan Pada Benda di Kelas X SMKN 1 Buduran Sholichah, Nur
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i1.14253

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu pembelajaran yang harus ditempuh guna meningkatkan kualitas anak bangsa. Tujuan dari penelitian uji coba media pembelajaran audio visual dengan pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan uji coba media, meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, serta respon siswa dalam membuat desain hiasan pada benda. Penelitian ini mencakup enam fase, yaitu menyampaikan tujuan, menyajikan informasi, mengorganisasi siswa ke dalam kelompok belajar, membimbing kelompok belajar, evaluasi, dan refleksi, serta memberikan penghargaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan angket, dengan instrumen penelitian yaitu lembar observasi untuk aktivitas guru dan aktivitas siswa, lembar tes yaitu tes kognitif dan psikomotor serta angket respon siswa yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa baik secara individu maupun klasikal. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan aktivitas guru pada siklus 1 dan 2 masing – masing 90,5%; dan 93,88%. Aktivitas siswa masing–masing siklus 97,93%; dan 98,75%; dan tingkat ketercapaian pada siklus 1 84,21% dan pada siklus 2 adalah 100%, serta hasil perolehan dari angket respon siswa sebesar 73,54%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa uji coba media pembelajaran audio visual dengan pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar dalam membuat desain hiasan pada benda di kelas X SMKN 1 Buduran. Kata Kunci: Media Pembelajaran Audio Visual, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI, Desain Hiasan. Abstract Education is one of learning which must be taken in order to improve the quality of citizen. The aims of research trial of audio-visual learning media by using approach of cooperative learning model type of TAI are to know the success level of media trialed, increase teacher activity, student activity, student learning achievement, and student response in the making of decorative design on objects. This research including six phases, they are communicates the purpose, presents information, organize student into learning groups, guides learning groups, evaluation, reflection, and giving reward. Type of this research was Classroom Action Research, data collecting method used were observation, test, and questionnaire, with research instrument in form of observation sheet for teacher activity and student activity, examination sheets, they are cognitive test, psychomotor test, and student response questionnaire that used to know student learning achievement whether individually or classically. Data analysis method used was descriptive quantitative analysis with percentage. The research yield shows that teacher activity in cycle 1 and 2 respectively 90.5% and 93.88%. Student activity for each cycles were 97.93% and 98.75%; the achievement level at cycle 1 84.21% and at cycle 2 100%, results of student responses questionnaire was 73.54%. By these, could be concluded that the trial of audio-visual learning media with approach of cooperative learning model type of TAI can be used to improve learning capability of making decorative design on objects in grade X SMK 1 Buduran. Keywords: Audio Visual Learning Media, Cooperative Learning Model type of TAI, Decorative Designs.
Penerapan Model Pembelajaran Langsung Pada Sub Kompetensi Membuat Pola Rok Pias untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMKN 2 Jombang NUR KHORIDAH, FITRIA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i1.14338

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah: Mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar dan ketuntasan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan akhir, pengelolaan pembelajaran belajar. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa. Metode observasi dengan instrumen lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan metode tes. Analisis data mengunakan analisis diskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I Aktivitas Guru pertemuan I sebesar 89%, pertemuan II sebesar 96,2. Aktivitas Siswa pertemuan I sebesar 90,9%, pertemuan II sebesar 95%. Hasil belajar individu dari 34 siswa 23 siswa tuntas dan ketuntasan secara klasikal pada ranah pengetahuan (kognitif) 69% tuntas, ranah keterampilan (Psikomotor) 100% tuntas. Sedangkan pada siklus II Aktivitas Guru pertemuan I sebesar 99,3%, pertemuan II sebesar 96,2. Aktivitas Siswa pertemuan I sebesar 90,9%, pertemuan II sebesar 100%. Hasil belajar individu 34 siswa tuntas dan ketuntasan secara klasikal pada ranah kognitif 99% tuntas, ranah psikomotor 100% tuntas. Jadi hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan. Kata Kunci: Model pembelajaran langsung, membuat pola rok pias, hasil belajar siswa. Abstract The aims of this research are to know teacher activity, student activity, learning achievement, and learning completeness. This research is Classroom Action Research which consisted of four steps, they are introduction activity, main activity, closing activity, and learning management. The methods used are observation with instruments in form of observation sheet for teacher activity and student activity, also test using question sheet. Data analysis used is descriptive quantitative with percentage. Result of this research shows that within cycle I teacher activity at class meet I was 89%, class meet II 96.2%. Student activity at class meet I was 90.9%, class meet II 95%. The individual learning achievement of 34 students, 23 were completed and 11 were not completed, and classically obtained 69% completed. While within cycle II teacher activity at class meet I was 99.3%, class meet II 96.2%. Student activity at class meet I was 90.9%, class meet II 100%. The individual learning achievement of 34 students were completed and classically completeness obtained 100% completed. Therefore, the student learning achievement from cycle I to cycle II obtained improvement. Keywords: Direct instruction model, flared skirt pattern making, student learning achievement.
Penerapan Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pecah Pola Kebaya Modifikasi Pada Siswa Kelas XII di SMKN 1 Buduran DWI WIJAYANTI, ERNA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i1.14340

Abstract

Abstrak Pembelajaran langsung yang diterapkan untuk menyampaikan materi pembuatan pola kebaya sebelumnya belum bisa mencapai kriteria ketuntasan minimum, hal ini terjadi karena kurangnya aktivitas guru, dan aktivitas siswa serta pemilihan materi yang menarik bagi siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa pada materi pembuatan pola kebaya modifikasi lengan setali pada siswa kelas XII Tata Busana Wirausaha SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, dan Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes, dengan instrument penelitian yaitu lembar observasi untuk aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta lembar tes yaitu tes kognitif dan psikomotor yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa baik secara individu maupun klasikal. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan aktivitas guru pada siklus 1 dan 2 masing – masing 91,6%; dan 95,8%. Aktivitas siswa masing – masing 86,6%; dan 98,9%; dan tingkat ketercapaian hasil belajar pada siklus 1 adalah 78,6% tuntas, dan 21,4% tidak tuntas, sedangkan pada siklus 2 mencapai 100% tuntas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar pembuatan pola kebaya modifikasi pada siswa kelas XII Tata Busana Wirausaha di SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo. Kata kunci: Pembelajaran langsung, Kebaya modifikasi, aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Abstract Direct instruction It has been applied for pattern making of kebaya modification not reached minimum achieved criteria, because lack of teacher activity and student activity and an election new material for pattern making so that as a result of students learning outcomes. The aims of this research are to improve teacher activity, student activity, and student learning achievement on subject of the pattern making of unmounted sleeve kebaya modification for party occasion on grader XII Fashion Design Entrepreneur in SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo. Type of this research is Classroom Action Research. Data collecting method conducted were observation and test, with research instrument in form of observation sheet for teacher activity and student activity, and examination sheet for cognitive and psychomotor test which both used to know student learning achievement individually or classically. Data analysis method used was descriptive quantitative analysis with percentage. Research yield shows that teacher activity at cycle 1 and 2 respectively 91,6% and 95,8%. Student activity respectively 86,6% and 98,9%, and level of learning achievement at cycle 1 is 78,6% completed, and 21,4% not achieved. While at cycle 2 accomplished 100%. By these, could be concluded that the implementation of direct instruction able to be used to improve learning skill of the pattern making of kebaya modification on grader XII Fashion Design Entrepreneur in SMK Negeri 1 Buduran Sidoarjo. Keywords: Direct instruction, kebaya modification, teacher activity, student activity, and learning achievement
Uji Coba Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Membuat Pola Kebaya Kartini Modifikasi di Kelas XII Busana Butik 4 SMK Negeri 6 Surabaya LILANIK, ITAKHUL
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i1.14433

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: hasil belajar, aktivitas guru dan aktivitas siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Intrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes (Kognitif, Afektif, Psikomotor). Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I hasil belajar kognitif dari 25 siswa, 8 siswa tuntas nilai ≥ 75 secara klasikal tuntas 32% pada siklus II tuntas secara keseluruhan 25 siswa secara klasikal 100%, ranah afektif siklus I terdapat 1 siswa memperoleh kategori Sudah Terlihat pada aspek bekerja sama dan disiplin, siklus II meningkat mendapat kategori Sudah Membudaya dan Sudah Berkembang, ranah psikomotor siklus I dari 25 siswa, 13 siswa tuntas nilai ≥ 75 secara klasikal tuntas 52% pada siklus II siswa tuntas secara keseluruhan 25 siswa secara klasikal tuntas 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II ranah kognitif dan psikomotor 100% tuntas KKM ≥ 75. Aktivitas guru dan siswa mendapat kategori baik meliputi fase pembelajaran kooperatif dengan 8 unsur-unsur TAI yaitu Placement Test, Teams, Teaching Group, Student Creative, Team Study, Team Score and Recognition Team, Fact Test, Whole Class Unit. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif TAI, Kebaya Kartini Modifikasi, Hasil Belajar Siswa Abstract The aims of this research are to know learning achievement, teacher activity, and student activity. This research was Classroom Action Research. The instruments used were observation sheet and test (cognitive, affective, and psychomotor). Data analysis used was descriptive quantitative analysis with percentage. Result of this research shows that at cycle I, the cognitive learning achievement of 25 students, 8 students were completed with score > 75, classically completed 32%. At cycle II 25 students totally completed, classically 100% completed. In affective domain, at cycle I there was 1 student obtained category Already Seen on aspect cooperation and discipline, at cycle II improved to be Entrenched and developed. In psychomotor domain, at cycle I 13 students completed with score > 75, classically 52% completed, at cycle II all students were completed, classically 100% completed. Then could be concluded that student learning achievement sustain improvement from cycle I to Cycle II for domains of cognitive and psychomotor 100% completed with score > 75. Teacher activity and student activity obtained good category including 8 cooperative learning phages with TAI elements, they are placement test, Teams, Teaching Group, Student Creative, Team Study, Team Score and Recognizing Team, Fact Test, Whole Class Unit. Keywords: TAI cooperative learning model, kebaya kartini modification, learning achievement
Pengaruh Penambahan Air Dan Jumlah Cat Warna Merah Terhadap Kualitas Warna Purple Dengan Teknik Hand Painting Pada Jilbab Modifikasi LESTARI, INDAH
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i1.14434

Abstract

Abstrak Cat tekstil yang digunakan untuk menghasilkan warna purple adalah cat warna merah (transparent carmine), biru (transparent light blue), dan putih (opaque white). Jenis cat ransparent mempunyai sifat ringan dan encer. Opaque merupakan cat dengan kepadatan tinggi dan mudah mengering bila tidak langsung diaplikasikan pada bahan. Penambahan air dapat membuat pemakaian cat warna lebih ekonomis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan air dan jumlah cat warna merah terhadap kualitas warna purple dengan teknik hand painting pada jilbab modifikasi. Penelitian ini termasuk eksperimen dengan variabel bebas: penambahan air dengan perbandingan cat dan air (3:1) dan perlakuan berikutnya cat tanpa air, masing-masing dengan jumlah cat warna merah (6 gram), (7 gram), (8 gram). Variabel terikat: kualitas warna yang meliputi ketajaman, kerataan, daya serap cat, dan kesukaan warna. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 30 orang panelis dengan lembar observasi skala 1-4. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji anava satu arah dengan bantuan program SPSS 18. Hasil analisis statistik menunjukkan ada pengaruh penambahan air dan jumlah cat warna merah terhadap kualitas warna meliputi ketajaman, kerataan, daya serap cat, dan kesukaan warna. Adapun pengaruhnya adalah cat tanpa air menghasilkan ketajaman, kerataan, dan kesukaan warna yang lebih baik dibanding dengan cat dengan penambahan air. Akan tetapi, penambahan air menghasilkan daya serap cat yang lebih baik dibandingkan cat tanpa air. Oleh sebab itu, untuk menghasilkan kualitas warna purple yang baik sebaiknya tanpa air. Keywords: jumlah cat, air, kualitas warna, purple, hand painting Abstract Textile paint used to produce a purple color is red paint (transparent carmine), blue (transparent light blue, and white (opaque white). A kind of paint transparent is the light nature and dilute.opaque is paint with high density and easily dries if not directly applied on material. The addition of water make use of paint color more economical. The purpose of this research is to find influence addition of water and red paint amount on quality of purple by hand painting technique on veil modification. This research is experiments with independent variable: addition of water by comparison paint and water (3:1) and subsequent treatment is paint without water, each amount of red paint (6 gram), (7 gram), (8 gram). Dependent variable: the quality of color which includes sharpness, flatness, absorptiveness paint, and favorite color. Data collect method uses the observation that done by 30 respondents with sheets of observation scale 1-4. Data collected then analyzed use one way anava test with program SPSS 18. Results of analysis statistics showed some influence addition of water and red paint amount on the quality of color includes: sharpness, flatness, absorptiveness paint, and favorite color. As for the impact paint without water produce sharpnes, flatness, and favorite color is better than paint with addition of water. Howevwe, addition of water produce absorptiveness paint is better than paint without water. Therefore, to produce the good quality of a color purple should without water. Keywords: paint amount, water, quality of color, purple, hand painting
Batik Sendang Lamongan ROHMAYA, RICHAH
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i2.14674

Abstract

Abstrak Batik Sendang Lamongan merupakan warisan yang berawal dari zaman Dewi Tilarasih.Batik Sendang Lamongan memiliki 3 motif baru pada tahun 2012 yang dihasilkan dari perlombaan mendesain motif batik yang bertemakan Lamongan. Motif baru tersebut meliputi motif bandeng lele sebagai Icon Kabupaten Lamongan, motif gapuro Tanjung Kodok dan motif kepiting. Dengan munculnya beberapa motif baru ini menimbulkan beberapa masalah yang menarik untuk diteliti yaitu mengenai penerapan sumber ide pada batik Sendang dalam yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Lamongan, ciri-ciri motif batik Sendang Lamongan ditinjau dari ragam hias utama, pelengkap dan isen-isen, dan makna motif dan warna batik Sendang Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan batik Sendang Lamongan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi dengan metode, strategi yang digunakan dengan derajat kepercayaan data temuan hasil penelitian melalui beberapa teknik pengumpulan data untuk merangkum inti pokok. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut sumber ide dalam menentukan motif batik Sendang Lamongan berasal dari lambang kabupaten yang berupa bandemg dan lele, benda-benda yang ada di sektor perikanan daerah pantura yaitu kepiting. Motif dan warna batik menjadi ciri khas Sendang tentunya memiliki makna karena motif tersebut muncul melalui pengalaman-pengalaman yang terjadi dan sesuai dengan lingkungan hidup di sekitar kabupaten Lamongan. Kata Kunci: Batik SendangLamongan, Motif, dan Makna. Abstract Batik of Sendang Lamongan is a heritage started from time of Dewi Tilarsih. Batik of Sendang Lamongan has 3 new motives at 2012 which were created from contest of batik motif design with theme of Lamongan. Those new motives are motif of bandeng-lele (milkfish-catfish) as icons of Lamongan Regency, motif of Tanjung Kodok gate and crab motif. By the appearance of these new motives arouse many problems which interesting to be studied, they are about idea resource implementation within exibition conducted by governace of Lamongan Regency, characteristics motif batik of Sendang Lamongan viewed from main decoration, complementary, isen-isen (filler), and meaning motif batik of Sendang Lamongan. This research using descriptive quanlitative approach to describe batik of Sendang Lamongan with data collecting technique were observation, interview, and documentation. Data analysis using triangulation in order to check the reliance degree and reduction analysis to summarize the main core. Based on research yields obtained data as follow: the idea resource in order to determine motif batik of Sendang Lamongan originated from symbol of Lamongan Regency which are milkfish and catfish, the object existed in fishing sector at Pantura (the north coast of Java) is crab. Motif and color being characteristic of Sendang of course has meaning because those motives appears through experiences occurred and consistent with live environment around Lamongan Regency. Keywords: Batik of Sendang Lamongan, motif, and meaning.
Pengaruh Perkembangan Bordir Komputer Terhadap Usaha Bordir Manual di Tanggulangin Sidoarjo NUR QORIANY, NAILA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i2.14829

Abstract

Abstrak Tanggulangin merupakan salah satu sentra UKM yang ada di Sidoarjo. Kerajinan bordir manual yang ada di Tanggulangin telah ada sejak tahun 1965. Sesuai berjalannya waktu bordir yang di Tanggulangin semakin berkembang, sehingga muncullah bordir komputer. Adanya perkembangan bordir komputer tidak semuanya menghambat usaha bordir manual yang ada di Tanggulangin Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) pengaruh perkembangan bordir komputer terhadap usaha bordir manual di Tanggulangin Sidoarjo dan (2) Hasil produksi bordir manual dan bordir komputer (3) Faktor-faktor yang menjadi dominan bertahannya usaha bordir manual di Tanggulangin Sidoarjo. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan angket. Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang deskripsi pengaruh perkembangan bordir komputer di Tanggulangin Sidoarjo, sedangkan teknik angket digunakan untuk memperoleh faktor-faktor bertahannya usaha bordir manual di Tanggulangin Sidoarjo. Teknik analisis data menggunakan teknik Trianggulasi Sumber dan Data dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya perkembangan bordir komputer tidak berpengaruh terhadap bertahannya usaha bordir manual, terbukti dari 8 pengusaha bordir manual, terdapat 5 pengusaha bordir manual yang masih mempertahankan usaha, diantaranya Hasta Indah Bordir, Mina Bordir, Teratai Indah Bordir, Missi Bordir dan Yati Bordir, (2) Produksi bordir manual memiliki hasil lebih bagus, lebih bervolume, dan memiliki kualitas yang baik. Sedangkan bordir komputer kerapatan benangnya rata akan tetapi yang kurang bervolume, sehingga ketika satu benang putus maka akan mudah terlepas atau tertarik, dan hasilnya pun tipis. dan (3) yang membuat usaha bordir manual bertahan adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kepemimpinan, komunikasi, pengkoordinasian, pengendalian, modal, pendapatan, output produksi, volume penjualan, tenaga kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya perkembangan bordir komputer di Tanggulangin tidak mempengaruhi pengusaha bordir manual dalam mempertahankan usaha. Kata kunci: Perkembangan bordir, usaha, bordir manual. Abstract Tanggulangin is one of the districts ‘UKM’ centers (SME; Small and Medium-sized Enterprises) in Sidoarjo. Manual embroidery in Tanggulangin has existed since 1965. Over time, embroidery in Tanggulangin become highly developed, so that the computer embroidery finally emerged. However, the development of computer embroidery are not entirely inhibit manual embroidery business in Tanggulangin Sidoarjo. The purpose of this study is to obtain a description of (1) the influence of computer embroidery development on manual embroidery business in Tanggulangin Sidoarjo (2) the production results for manual embroidery and computer embroidery in Tanggulangin Sidoarjo (3) the dominant factors in maintaining the manual embroidery business in Tanggulangin Sidoarjo. The method used in this research is descriptive qualitative. The data obtained through interview and questionnaire. Interview techniques used to obtain qualitative data about the description of the development of computer embroidery, manual embroidery production and computer embroidery in Tanggulangin Sidoarjo, while the questionnaire technique is used to obtain the factors in maintaining the embroidery business in Tanggulangin Sidoarjo. The data analysis techniques using triangulation technoques and data sources by comparing the observed data and interview data. The results of the research showed that (1) The development of computer embroidery not affect the survival of manual embroidery business, evident from 8 entrepreneur manual embroidery, there are 5 employers who still mantain manual embroidery business, such as Hasta Indah Bordir, Mina Bordir, Teratai Indah Bordir, Missi Bordir and Yati Bordir. (2) The production of manual embroidery nicer, more volume, and has a good quality. While the computer embroidery threads that have average density is less volume, so that when the thread breaks it will be easily detached or disinterested, and the results are too thin. And (3) That make a manual embroidery business survives are planning, organizing, directing, leadership, communication, coordinating, controlling, capital, revenue, production output, sales volume, and employment. It can be concluded that the development of computer embroidery in Tanggulangin not affect the entrepreneurs of manual embroidery in maintaining the business. Keywords: Development of embroidery, businesses, manual embroidery
Pemetaan Bordir Pada Busana Wanita Ditinjau Dari Desain, Teknik dan Terapan Bordir Pada UKM Bordir di Sidoarjo DEVIANA, RIZKI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i2.14830

Abstract

Pengembangan Desain Bros Dari Clay Dengan Sumber Ide Mawar INDAH DWI RACHMAWATI, RIZKY
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i2.15101

Abstract

Abstrak Pengembangan desain bros dari clay merupakan upaya melakukan pengembangan dari segi bentuk dan warna menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Pengembangan desain dilakukan guna mendapatkan bentuk baru yang variatif dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk men-deskripsikan proses dan hasil pengembangan bentuk dan warna bros dari clay. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Kegiatan pengembangan dilakukan untuk menghasil-kan produk dan menguji keefektifan produk yang terbatas pada aspek bentuk dan warna bros. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik yaitu observasi, wawan-cara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Proses pengembangan bentuk bros dari clay dimulai dari menentukan tujuan, membuat konsep desain, menentukan sumber ide, dan dilanjutkan membuat pengembangan bentuk menggunakan teknik sti-lasi. Bentuk desain yang dikembangkan sejumlah 15 desain dan dipilih 10 desain terbaik. Proses pengembangan warna bros dari clay menggunakan warna dasar pengembangan yaitu warna merah yang dikombinasikan dengan warna hijau. Selanjutnya, bros dikembangkan menjadi 5 warna yang terdiri dari empat tingkatan warna merah dan satu warna putih. Hasil pengembangan desain bros dinilai berdasarkan kriteria pengembangan desain. Ditinjau dari segi bentuk, skor tertinggi di-peroleh desain 4 dengan nilai rata-ratanya 4.37 dan kategori sangat baik, sedangkan skor terendah diperoleh desain 10 dengan nilai rata-ratanya 4.07 dan kategori baik. Ditinjau dari segi warna, skor tertinggi diperoleh desain 6 dengan nilai rata-ratanya 4.34 dan kategori sangat baik, sedangkan skor terendah diperoleh desain 10 dengan nilai rata-ratanya 4.08 dan kategori baik. Kata kunci: Pengembangan Desain, Bros, Clay. Abstract The development of clay brooch design is an attempt to develop the form and color using eco friendly materials. The develop attempt is meant to get the new varied and creative form. The research objectives is to describe the process and the result of the develop attempt of form and color of the brooch. The research type is research and development (R&D). The development activities was undertaken to produce the products and testing the effectiveness of the products that is limited by aspect form and color of the brooch. Data collection methods in this research is triangulation techniques that is observation, interview, and documentation. Data analysis of this research using descriptive analysis. The form develop process of the brooch was started from determine the objectives, make the design concept, determine the source of ideas, and make the develop form using stylized techniques. The design form was developed to some 15 design and selected 10 best designs. The color develop process of color the clay brooch using base the basic colors which is red that combined with green color. Furthermore, the brooch was developed into 5 color consisting of four levels of red and one white. The result of the brooch design development was judged on criteria of design development. The review from the form aspect, the highest score was obtained by design number 4 with average value 4.37 and the excellent categories, while the lowest score was obtained by design number 10 with average value 4.07 and good category. The review from the aspect of color, the highest score was obtained by design number 6 with average value 4.34 and very good category, while the lowest score was obtained by design 10 with average value 4.08 and good category. Keywords: Development of Design, Brooches, Clay.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Online Tata Busana November 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Online Tata Busana Juli 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Online Tata Busana Maret 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Online Tata Busana November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Online Tata Busana Juli 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Online Tata Busana Maret 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Online Tata Busana November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Online Tata Busana Juli 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Online Tata Busana Maret 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Jurnal Online Tata Busana November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Online Tata Busana Juli 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Online Tata Busana Maret 2022 Vol. 10 No. 02 (2021): Jurnal Online Tata Busana Juli 2021 Vol. 10 No. 01 (2021): Jurnal Online Tata Busana Maret 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Jurnal Online Tata Busana November 2021 Vol. 9 No. 03 (2020): Jurnal Online Tata Busana Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016 Vol. 4 No. 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015 Vol. 3 No. 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Online Tata Busana Agustus 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Online Tata Busana Mei 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2013 More Issue