cover
Contact Name
Mita Yuniati
Contact Email
mitayuniati@unesa.ac.id
Phone
+6285736219539
Journal Mail Official
mitayuniati@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Gedung A3 Lt. 2, Fakultas Teknik - Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Tata Busana
Jurnal Online Tata Busana berisi hasil penelitian bidang Fesyen baik di kependidikan maupun non kependidikan. Focus and Scope: - Pendidikan Tata Busana - Fesyen - Tekstil - Kriya tekstil - Teknologi menjahit - Pola Busana - Manajemen dan Kewirusahaan Fesyen
Articles 498 Documents
Pengaruh Lama Pemeraman Terhadap Hasil Jadi Tie Dye Pada Kain Katun Eka Pratiwi, Rulia
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i3.16361

Abstract

Abstrak Tie dye adalah jumputan, sedangkan dalam bahasa Afrika disebut adire, dalam bahasa India bandhana, dan dalam bahasa Jepang shibori. Menurut Karmila (2010; 9) tie dye adalah kain jumputan pada beberapa bagian tertentu, kemudian diikat dengan tali lalu dicelup. Kain akan menyerap warna kecuali pada bagian-bagian yang diikat. Dengan demikian terbentuklah pola-pola pada kain. Pada penelitian ini tie dye diterapkan pada kain katun. Tujuan penelitian ini adalah a). Untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman terhadap hasil jadi tie dye pada kain katun. b). Untuk mengetahui hasil jadi terbaik pengaruh lama pemeraman pada hasil tie dye pada kain katun. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen, dengan variabel bebas yakni perbedaan lama pemeraman yaitu 18 jam, 24 jam dan 30 jam. Variabel terikat yaitu hasil jadi tie dye. Meliputi ketajaman warna tie dye, daya serap kain katun, dan hasil jadi motif tie dye. Metode pengumpulan data adalah observasi dengan lembar observasi (checklist) kepada 30 orang observer, yang terdiri dari 4 orang dosen Tata Busana Jurusan PKK Fakultas Teknik dan 26 orang semi terlatih yaitu mahasiswa prodi Tata Busana yang telah menempuh mata kuliah Desain Tekstil. Analisis data menggunakan anava tunggal, dengan uji lanjut Duncan. Terdapat pengaruh yang signifikan pada aspek ketajaman warna dan daya serap warna (p<0,05). Hal ini didukung dengan uji Duncan bahwa lama pemeraman 30 jam menghasilkan ketajaman warna yang lebih baik dibanding lama pemeraman 18 jam dan 24 jam. Sedangkan pada aspek daya serap pada uji Duncan menyatakan bahwa lama pemeraman 24 jam dan 30 jam menghasilkan daya serap yang lebih baik dibandingkan lama pemeraman 18 jam. Pada aspek hasil jadi motif menunjukkan lama waktu pemeraman tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada aspek hasil jadi motif. Kata kunci: Tie dye, lama pemeraman, hasil lama pemeraman. Abstract Tie dye is pinches, while in African language called adire, in India bandhana, and in Japan Shibori. According to Karmila (2010: 9) tie dye is pinches fabric on some certain area, then tied and dyed. The fabric will absorb the color except at tied areas. By this the patterns will be formed on fabric. In this research, tie dye applied on cotton fabric. The aim of this research were a) to know the aging time toward the outcome of tie dye on cotton fabric, b) to know the best outcome of aging time toward tie dye on cotton fabric. This research included in experimental research, with independent variable are aging time, they are 18 hours, 24 hours, and 30 hours. The dependent variable is the outcome of tie dye, including color sharpness, the absorption of cotton fabric, and the outcome motif of tie dye. Data collecting method was observation with check list for 30 observer, they are 4 trained observers, lecturer of Fashion Design Department and 26 semi-trained observers, student of Fashion Design Department who had passed lesson of Textile Design. Data analysis was using one way anava with Duncan post hoc test. There are significant effect on aspects of color and color absorbtion (p<0.05). This is supported by Duncan test that aging time 30 hours produced better color sharpness than aging time 18 hours and 24 hours. While at color absorbtion Duncan test stated that aging time 24 hours and 30 hours produce better absorbtion than aging time 18 hours. At aspect of motif outcome aging time has no significant effect the outcome of motif. Keywords: tie dye, aging time, result of aging time.
Pengaruh Jenis Benang Rajut Terhadap Hasil Jadi Tatting Pada Kerah Rebah LAILATUL K, ANIK
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i3.16448

Abstract

Abstrak Salah satu teknik membuat kain ialah dengan cara merenda atau membuat renda (lace). Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis renda berdasarkan cara pembuatannya, salah satunya adalah knotted lace (renda yang dibuat dengan cara menyimpul). Salah satu jenis knotted lace adalah tatting.Tatting adalah seni merenda yang dikerjakan dengan menggunakan alat berupa shuttle atau jarum tatting, serta crochet dengan bahan berupa benang. Dalam bahasa Prancis tatting disebut Frivolite. Tatting dalam penelitian ini diterapkan pada bentuk krah rebah dengan menggunakan tiga jenis benang rajut yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis benang rajut katun, polyester dan nylon terhadap hasil jadi tatting pada kerah rebah dan untuk mengetahui jenis benang rajut manakah yang menghasilkantattingterbaik pada kerah rebah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi yang dilakukan pada bulan februari sampai bulan juli 2016 di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Observasi dilakukan oleh 30 orang observerdengan cara mengisi lembar observasi penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji anava tunggal. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh jenis benang rajut terhadap hasil jadi tatting pada kerah rebah. Tingkat signifikan semua aspek adalah p>0,05, sehingga Ha ditolak. Hasil jadi tatting ditinjau dari 3 aspek, pada aspek bentuk tusuk tatting, benang rajut katun mendapatkan mean tertinggi dengan nilai 2,27. Pada aspek kerapatan tusuk tatting benang katun mendapatkan mean tertinggi dengan nilai 2,14, namun pada aspek jatuhnya kerah pada badan, benang nylon menunjukkan mean dengan nilai 2,07. Dengan demikian jenis benang rajut yang menghasilkan tatting terbaik pada kerah rebah adalah benang rajut katun. Kata kunci: Tatting, jenis benang rajut, kerah rebah. Abstract A technique to make fabric is by crocheting or lace making (lace). In it development, there are several types of lace based on it manufacture, one of it knotted lace (lace made by knoting). A type of knotted lace is tatting. Tatting is the art of lacework is conducted by using a shuttle or needle tatting and crochet used a knitting yarn. In French Tatting called Frivolite. Tatting in this research applied to a flat collar using three different types of knitting yarn. The purpose of this research is for to know the influence a type of knitting yarn; cotton, polyester and nylon to the product of tatting on flat collar and to know which the knitting yarn produced the best tatting on flat collar. This research included in experimental research. Methods of data collection is conducted by observation in February to July 2016 at Home Economic Department, Faculty Of Engineering State University Of Surabaya. The observations were performed by 30 observers by filling research observation sheet. Analysis data used was one way anava test. Statistical analysis showed that there was no influence type of knitting yarn to the finished product of tatting on the flat collar. Significant levels of all aspects are p> 0.05, so Ha rejected. Tatting product viewed from three aspects, at puncture tatting aspect, cotton knitting yarn obtain highest mean score 2.27. In the aspect of density puncture tatting cotton yarn obtain highest mean score 2.14, but at aspect of the flat collar drape on the body, nylon yarn showed mean score 2.07. Thus the type of knitting yarn that produces the best tatting on the flat collar is cotton knitting yarn. Keywords: Tatting, knitting yarn types, flat collar.
Busana Raka Raki Jawa Timur SEKAR LARASATI, RENY
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i3.17234

Abstract

Abstrak Raka Raki Jawa tImur merupakan sebutan bagi duta wisata Jawa Timur.Raka merupakan sebutan untuk duta wisata laki-laki sedangkan Raki sebutan untuk duta wisata perempuan.Busana yang dikenakan oleh duta wisata Raka Raki Jawa Timur tak kalah pentingnnya dan hal ini juga merupakan salah satu wujud promosi budaya. Busana Raka Raki Jawa Timur terwujud dari rumusan beberapa budayawan, seniman dan pengamat busana nasional diseluruh Jawa Timur.Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk busana Raka Raki Jawa Timur, (2) mendeskripsikan warna busana Raka Raki Jawa Timur, dan (3) mendeskripsikan makna busana Raka Raki Jawa Timur. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik penggumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi yakni dengan menggabungkan tiga metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Raka merupakan sebutan untuk duta wisata Jawa Timur Pria dan Raki merupakan sebutan untuk duta wisata Wanita. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk busana Raka berupa beskap dengan celana panjang dan terdapat kain yang dililitkan pada panggul kemudian memakai udeng tertutup pada bagian kepala sedangkan bentuk busana Raki berupa kebaya standard tanpa kutu baru dengan selendang dan kain panjang bermotif bang-bangan khas Jawa Timur, (2) warna yang dipakai pada busana Raka adalah warna gelap (hitam) sedangkan warna yang digunakan pada busana Raki bervariasi dan dominan warna cerah. (3) Makna busana Raka, 5 kancing pada tengah muka beskap melambangkan rukun islam, 2 kancing pada leher melambangkan dua kalimat syahadat, 6 kancing pada manset yang masing-masing terdiri dari 3 kancing melambangkan rukun iman. Kain yang digunakan oleh Raka melambangkan kesopanan.Sedangkan busana Raki melambangkan keanggunan seorang wanita Jawa Timur. Kata Kunci : Busana Raka Raki Jawa Timur, warna, makna Abstract Raka Raki of East Java is a mention for tourism ambassador of East Java. Raka is a predicate for boy tourism ambassador, while Raki is a predicate for girl tourism ambassador. The costumes wearing by Raka Raki tourism ambassador is equally important and in this case, it also a manifest of cultural promotion. Costumes of East Java Raka Raki created from the formulation of some humanist, artist, and observer of national costumes in East Java territory. The aims of this research are: (1) describes construction of East Java Raka Raki Costumes, (2) describes color of East Java Raka Raki costumes, and (3) describes meaning of East Java Raka Raki costumes. Type of this research is descriptive quantitative research with data collecting technique conducted were observation, interview, and documentation. Data analysis technique used triangulation that combine three methods those are observation, interview, and documentation. Raka is the term for East Java tourism ambassador Men and Raki is a term for Women tourism ambassador. Raka is Result of this research shows that (1) the construction of Raka costume are basofi with pants and fabric convoluted on hip and wearing closed udeng on head. While for Raki costume are standard kebaya without kutu baru (gear), wearing shawl and long fabric with East Java characteristic motif bang-bangan. (2) the color applied on Raka costume is dark (black) and on Raki costume is varied and dominantly bright. (3) Meaning of Raka costume, 5 buttons on center front of beskap is symbol of Islam commandment, 2 buttons on collar is symbol of two confessions of faith, 6 buttons on cuffs that each consist of 3 buttons is symbol pillars of faith. The fabric used by Raka symbolize the corteous. Keywords: Costume of East Java Raka Raki, color, meaning
Pengaruh Panjang Flounce Terhadap Hasil Jadi Circle Flounce Skirt Asymmetric Dengan Menggunakan Horsehair INDRAWATI, EKI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v5i3.17242

Abstract

Abstrak Perkembangan mode yang begitu pesat seiring dengan perkembangan jaman, wanita dituntut untuk tampil stylist dan trendy dalam berbusana. Trend busana semakin hari semakin berbeda jika dilihat perkembangannya dari tahun ke tahun, pada tahun 1990 trend busana yang muncul yaitu dengan model busana yang minimalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang flounce terhadap hasil jad icircle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair ditinjau dari aspek jatuhnya flounce, bentuk flounce dan gelombang flounce. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi pada 30 observer. Analisis data menggunakan anava klasifikasi tunggal dengan bantuan SPSS 18 dengan taraf nyata signifikan p<0,05 . Hasil analisis statistik uji anava, dapat disimpulkan bahwa jatuhnya flounce memiliki nilai Fhitung 8,984 dan memiliki harga p=0,010, artinya bahwa panjang flounce 1:2, 1:3 dan 1:4 berpengaruh secara signifikan terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair pada aspek jatuhnya flounce. Bentuk flounce memiliki hasil Fhitung 4,093 dan memiliki harga p=0,020, artinya bahwa panjang flounce 1:2, 1:3 dan 1:4 berpengaruh secara signifikan terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair pada aspek bentuk flounce. Gelombang flounce memiliki hasil Fhitung 7,418 dan memiliki harga p=0,01, artinya bahwa panjang flounce 1:2, 1:3 dan 1:4 berpengaruh secara signifikan terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair pada aspek gelombang flounce. Simpulan dari penelitian ini yaitu pengaruh panjang flounce terhadap hasil jadi circle flounce skirt asymmetric dengan menggunakan horsehair yang terbaik menghasilkan jatuhnya flounce yang mengembang dan bergelombang, bentuk flounce asimetris serta jarak antar gelombang yang dihasilkan sama rata adalah pada panjang flounce 1:2. Kata Kunci : Panjang flounce, circle flounce skirt asymmetric, horsehair Abstract The development is so rapid fashion line with the times, women are required to perform stylist and trendy dress. Fashion trends are increasingly different when seen progress from year to year, in 1990 the emerging fashion trends is by its minimalist fashions. Methods of data collection using observation sheet at 30 observer. Analysis of data using a single clarification Anova with SPSS 18 with significant real level of p <0.05, which means there is an influence on the results so circle asymmetric flounce skirt by using horsehair.Statistical analysis ANOVA test, it can be concluded that the fall of the flounce has a value of F 8.984 and has a price p = 0.010, p> 0.05 means that the length flounce 1: 2, 1: 3 and 1: 4 significantly affect the results so circle flounce using asymmetric skirt with horsehair on criteria fall flounce. Shape flounce has the result of F 4.093 and has a price p = 0.020, p> 0.05 means that the length flounce 1: 2, 1: 3 and 1: 4 significantly affect the results so circle asymmetric flounce skirt with horsehair on criteria using the form flounce . Wave flounce has the result of F 7.418 and has a price of p = 0.01, p> 0.05 means that the length flounce 1: 2, 1: 3 and 1: 4 significantly affect the results so circle asymmetric flounce skirt with horsehair on the criteria used wave flounce. Conclusions from this research that there is a significant influence on all aspects of the results so circle asymmetric flounce skirt by using horsehair, from the aspect of the long fall of flounce on flounce better than the length flounce 1: 2 . Keywords: Long flounce, circle flounce skirt asymmetric, horsehair
Karakteristik Produk Busana Muslim yang Diminati Konsumen di Sakinah Bordir Maharani Putri, Indira
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i1.17350

Abstract

Abstrak Karakteristik produk adalah ciri khusus dari suatu produk yang dapat dibandingkan dengan produk lainnya. Busana muslim adalah busana yang longgar menutup seluruh tubuh kecuali tangan dan wajah sebagai sarana mengamalkan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk busana muslim yang diminati konsumen di Sakinah Bordir berdasarkan personal order dan sistem produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan akan menghasilkan data yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara dengan menggunakan instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik produk busana muslim yang diminati konsumen berdasarkan personal order dan sistem produksi ditinjau dari desain produk dengan ide/ gagasan selalu mengikuti tren dan bukan untuk diproduksi secara masal serta fitur produk terletak pada penerapan desain hiasan pada produk busana muslim. Kata Kunci: Karakteristik produk, busana muslim, minat konsumen. Abstract The Characteristic of the product is a trade from a product that can be compared with other products. And muslims are clothes that loosely cover the body except the hands and face as a means of practicing Islam. The study aims to know the characteristic of the product the muslim fashion of interest of consumers based on personal order and the production system. This type of research that is used is the research descriptive and will produce data that are qualitative. The gathering data with the method of observation and interviews with the use of the instrument of research that are used in the form of instrument observations and the instrument interview. The results showed that the characteristics of the product in muslim fashion of interest of consumers based on personal order and production system is viewed from the product design with the idea that always follow the trend and not to be produced in mass grave and the features of a product which is on the implementation of the design ornaments in the muslim fashion. The key word: The characteristics of the product, the muslim fashion, consumer interest.
Studi Deskriptif Pelatihan Pembuatan Rok Upcycling Celana Jeans di Panti Asuhan Nurul Falah Mojokerto PRASETYANINGSIH, ELOK
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i1.17583

Abstract

Abstrak Pelatihan pembuatan rok upcycling celana jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto diadakan untuk memberikan keterampilan menjahit rok upcycling celana jeans. Tujuan penelitian adalah mengetahui : 1) aktivitas instruktur, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil pelatihan, 4) respon peserta pelatihan pembuatan rok upcycling celana jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian 12 remaja putri yang bisa menjahit. Objek penelitian aktivitas instruktur, aktivitas peserta pelatihan, hasil pelatihan, respon peserta pelatihan pembuatan rok upcycling celana jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktivitas instruktur selama pelaksanaan pelatihan, persentase 100% dengan kategori sangat baik, 2) aktivitas peserta pelatihan selama pelaksanaan pelatihan, persentase 100% dengan kategori sangat baik, 3) hasil pelatihan memperoleh nilai rata-rata (66-79) sebanyak 67% dengan kategori baik, (80-100) sebanyak 33% dengan kategori sangat baik, 4) respon peserta pelatihan, yang menyatakan &ldquo;Ya&rdquo; yaitu 84%, yang menyatakan &ldquo;Tidak&rdquo; yaitu 16%. Dari hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh aktivitas instruktur, aktivitas peserta, respon peserta dalam pelatihan pembuatan rok upcycling celana jeans di panti asuhan Nurul Falah Mojokerto diperoleh hasil dengan kategori sangat baik. Hasil pelatihan diperoleh hasil dengan kategori baik. Kata kunci: Pelatihan, pembuatan rok, upcycling celana jeans. Abstract Making upcycling jeans skirt training at Nurul Falah orphanages Mojokerto is aimed to give skirt sewing skills made from upcycling jeans. the purposes of this study are to know: 1) the instructor&rsquo;s activity, 2) the trainees&rsquo; activity, 3) the training result, and 4) the trainees&rsquo; response of the making upcycling jeans skirt training at Nurul Falah orphanages Mojokerto. This research used descriptive quantitative. The subject of the study were 12 girls. The object of the study is the instructor&rsquo;s activity, the trainees&rsquo; activity, the training result, and the trainees&rsquo; response. The data collection method used observation and questionnaires. The data analysis used the percentage of the instructor&rsquo;s activity, trainees&rsquo; activity, results of the activity and the response of the training. The results of the study shows that 1) the instructor&rsquo;s activity during the implementation of the training was 100%, categorized as very good, 2) the trainees&rsquo; activity during the implementation of the training was 100%, categorized as very good, 3) the averaged value of the training result was (66-79) , or 67 % categorized as good, (80-100) or 33%, categorized as very good, 4) the average renponse of trainees stating &ldquo;Yes&rdquo; of response ststatement was 84 %, while stating &ldquo;No&rdquo; of response ststatement was 16 %. From the result above, it can be conclude that all of the insturtor&rsquo;s activity, trainees&rsquo; activity, trainees&rsquo; response of the making upcycling jeans skirt training at Nurul Falah orphanages Mojokerto could be says in good category. The training result is also in good category. Keywords: Training, making skirt, upcycling jeans.
Pembuatan Media Interaktif Pada Materi Grading Pola Dasar SAADAH, MUNIROTUS
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i1.17664

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media interaktif pada materi grading pola dasar berbasis software articulate studio&rsquo;13. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui kelayakan media interaktif pada materi grading pola dasar dan mengetahui respon mahasiswa terhadap media interaktif pada materi grading pola dasar. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa DIII Tata Busana angkatan 2015 yang sedang menempuh mata kuliah grading. Metode penelitian yang digunakan adalah Four-D Model yang terdiri dari tiga fase, yaitu : Define, Design, Develop, Desseminate. Namun dalam penelitian ini desseminate tidak digunakan karena penelitian ini masih dalam ruang lingkup yang kecil. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket kelayakan media dan angket respon mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan penyajian data, analisis tingkat rating, rerata, persentase skor, tabulasi tabel dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah kelayakan media interaktif pada materi grading pola dasar yang telah divalidasi dan dengan hasil rating rerata sebesar 95,58% yang termasuk kategori sangat layak, dan berdasarkan hasil angket respon mahasiswa diperoleh hasil rating rerata sebesar 90,97% yang termasuk kategori sangat layak. Maka dapat disimpulkan bahwa media interaktif pada materi grading pola dasar sangat layak digunakan dalam pembelajaran mata kuliah grading. Kata kunci : Media Pembelajaran, Software Articulate Studio&rsquo;13, Grading Pola Dasar Abstract This research aims to produce a product media interactive of basic pattern grading based software articulate studio&rsquo;13. In addition, this research also aims to know advisability media interactive of basic pattern grading and see students response about advisability from media interactive of basic pattern grading. The subject research is students of Diploma Fashion design 2015 are taking grading lesson. The method which use four-D model consist of four phases: Define, Design, Develop and Desseminate. But in this research desseminate has not use because this research is still on small range. Technique of accumulation data uses the advisability media questionnaire and students response questionnaire. Analysis method used presentation data, rating level analysis, average, score precentage, tabel of tabulation and conclusion. This result is advisability of media interactive of basic pattern grading has been validated with the average rating 95,58% that included in very advisability category, and result of students response get average rating 90,58% that included in very advisability category. This conclusion of media interactive of basic pattern grading is very advisability to use in grading lesson. Keyword: Learning, Media, Articulate Studio, Pattern, Grading.
Pelatihan Teknik Ikat Celup Padat-Shirt Bagi Siswa di SMALB-B Karya Mulia Surabaya MARTA MONIKA, CHONILA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i1.18041

Abstract

Abstrak Sekolah Luar Biasa Bagian B adalah lembaga pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena mengalami gangguan pendengaran dan komunikasi. Mereka perlu dibekali keterampilan agar kelak setelah lulus sekolah mereka dapat hidup mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Kegiatan tersebut diupayakan bagi siswa di SMALB-B Karya Mulia Surabaya. Karya seni budaya siswa di SMALB-B tersebut meliputi lukisan dan batik, namun faktanya pembuatan motif atau membatik dapat juga dilakukan dengan teknik ikat celup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pelatih, hasil jadi teknik ikat celup pada t-shirt dan respon peserta. Jenis penelitianiniadalahpre-experimental design dengan rancangan penelitian One Shoot Case Study. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa di SMALB-B tersebut. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan metode angket. Metode analisis data yang digunakan adalah mean untuk aktivitas peserta dan hasil jadi teknik ikat celup, dan persentase untuk respon peserta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pelatih diperoleh meanrata-rata 3,7 dengan kategori baik. Hasil jadi teknik ikat celup pada t-shirt ditinjau dari 3 aspek yaitu, 1) Ketepatan teknik pembuatan diperoleh nilai rata-rata 91,8 dengan kategori sangat baik, 2) Ketepatan peletakkan motif diperolehnilai rata-rata 92,3 dengan kategori sangat baik, 3) Kesesuaian warna diperoleh nilai rata-rata 90,5 dengan kategori baik. Pada respon peserta pelatihan diperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Pelatihan, Teknik Ikat Celup, T-Shirt Abstract Extraordinary school part B is an educational institution for students had the difficulty in following the learning procces because hearing impaiments and communication. They need get other skills, so that one day after they graduate from school they can live independent and not depen on others people. That activty to attain a certain aim for students in Extraordinary Senior High School-B Karya Mulia Surabaya. The culture art work of students in Extraordinary Senior High School-B are painting and batik, but in fact making a motive or membatik can also making tie-dying. The purpose of this study was to determine the activity of the trenee, and how the result of tie-dying on t-shirt and the response of the paticipants. The type of this research use pre-experimental design with one shoot case study. The subject were 15 students in Extraordinary Senior High School-B. The methode of collecting data by observation and questionarie. The methode of analysis data used in the form of an average for the trenee activity and result of tie-dying on t-shirt and percentage to response of the participants.The result of this research is the trenee activity an average score of 3,7 in good categories. There are three aspects of result tie-dying on t-shirt, such as 1) Accurary making techniques obtained average score 91,8 with very good category, 2) Accurary laying motive obtained average score 92,3 with very good category, 3) Compatibility colour obtained average score 90,5 with good category. And response of participants obtioned a percentage of 94% with very good category. Keyword: Training, Tie-dying, T-Shirt
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Pada Sub Kompetensi Membuat Pola Rok Sesuai Ukuran Standar di Kelas XI Busana Butik 5 SMK Negeri 6 Surabaya HASANAH, NUR
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i1.18341

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah model pembelajaran yang disusun dengan menggabungkan pembelajaran secara berkelompok dan individu. Tujuan penelitian model pembelajaran kooperatif tipe TAI ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap hasil belajar siswa pada sub kompetensi membuat pola rok dengan menggunakan ukuran standar. Penelitian ini mencakup enam fase, yaitu menyampaikan tujuan, menyajikan informasi, mengorganisasi siswa ke dalam kelompok belajar, membimbing kelompok belajar, evaluasi, dan refleksi, serta memberikan penghargaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Experimental Design, dengan menggunakan desain penelitian The One Group Pretest-Posttest Design. Metode pengumpulan data yang digu-nakan adalah metode tes dengan instrumen penelitian yaitu lembar soal untuk, lembar soal yaitu tes kognitif dan psikomotor yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan uji Chi Square dibantu dengan menggunakan aplikasi SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadap hasil belajar siswa pada sub kompetensi membuat pola rok dengan menggunakan ukuran standar. Terbukti dengan adanya perbedaan hasil belajar siswa pada pre-test dan post test. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap hasil belajar siswa siswa di kelas XI Busana Butik 5 SMK Negeri 6 Surabaya. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization, hasil belajar siswa, sub kompetensi membuat pola rok dengan menggunakan ukuran standar Abstract Team assisted individualization cooperative learning is a learning model which is arranged by combining groups and individuals instruction. The purpose of the study is to find out the impact of TAI cooperative learning towards the students&rsquo; learning achievement in the making of used standardized skirt pattern sub competency. This study has six phases, those are conveying the purpose, delivering information, organizing students in study groups, guiding study groups, evaluating, reflecting, and giving rewards. The type of this research is Pre Experimental Design using The One Group Pretest-Posttest design. The data collection used in this study is test method, and the instruments used are cognitive and psychomotor test worksheets to find out the students&rsquo; learning achievement. The data analysis used is quanttative analysis Chi Square, and data analysis by SPSS 18 series. The result shows that there is influence towards the implementation of team assisted individualization cooperative learning in the sub competency of standardized skirt pattern making. It is proven by the different results of students&rsquo; learning between pre-test and post-test. Therefore, it can be stated that there is significant influence towards the implementtation of team assisted individualization cooperative learning in the sub competency of used standardized skirt pattern making to the XI fashion boutique 5 graders of SMK Negeri 6 Surabaya. Keywords: Team assisted individualization cooperative learning, student&rsquo;s learning achievement, sub competency of used standardized skirt pattern making
Uji Coba Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Kompetensi Mengoperasikan Mesin Jahit Manual dan Industri di Kelas X Busana Butik 1 SMKN 1 Baureno, Bojonegoro UMMATUS S, AYU
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i2.18623

Abstract

Abstrak Kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri merupakan salah satu materi pelajaran dasar teknologi menjahit. Tujuan Penelitian ingin mengetahui pengaruh diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 20 siswa. Metode penelitian adalah mix method. Desain pene-litian adalah One Group Pretest - Posttest. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dan tes (tes tulis dan tes kinerja). Dianalisis secara deskriptif dan statistik uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terlaksana dengan sangat baik. Hasil penilaian sikap siswa menunjukkan bahwa siswa sudah menerapkan sikap bertanggung jawab bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur dan percaya diri dengan baik dalam proses pembelajaran. Nilai chi kuadrat adalah 0.185 &ge; 0.05. Maka Ha diterima dan Ho ditolak, terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Setelah menggunakan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw, hasil belajar kompetensi mesin jahit manual dan industri hasilnya meningkat. Temuan penelitian adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri dapat meningkatkan aktivitas belajar, sikap siswa dan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dan psikomotorik. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar siswa, kompetensi mengoperasikan mesin jahit manual dan industri Abstract Competency of operate manual and industry sewing machine is one of subject matter of basic sewing technology. Research purpose is determine the effect applied cooperative learning type jigsaw to learning activity and learning outcomes student on competency of operate manual and industry sewing machine. Population and sample of research is 20 students. Research method is mix method. Research design is One Group Pretest - Posttest. Collected data use observation technique and test (write test and performance test). Analyzed descriptively and statistic chi square test. The research result thant student activity on cooperative learning type jigsaw performing well. The research result that student had applied attitude of responsibility, respect, discipline, honest and confidence of learning process is well. Value of chi square is 0.185 &ge; 0.05. Then Ha is eccepted and Ho is rejected, there was increas of learning result before and after applied cooperative learning type jigsaw. After applied cooperative type jigsaw, the learning result of competency of operate manual and industry sewing machine is increase. The research findings is applied cooperative learning type jigsaw on competency of operate manual and industry sewing machine can increase learning activity, student attitude, and the learning outcomes of student on aspect cognitif and psicomotor. Keywords: Cooperative learning type jigsaw, the learning outcomes of students, competency of operate manual and industry sewing machine

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Online Tata Busana November 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Online Tata Busana Juli 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Online Tata Busana Maret 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Online Tata Busana November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Online Tata Busana Juli 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Online Tata Busana Maret 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Online Tata Busana November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Online Tata Busana Juli 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Online Tata Busana Maret 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Jurnal Online Tata Busana November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Online Tata Busana Juli 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Online Tata Busana Maret 2022 Vol. 10 No. 02 (2021): Jurnal Online Tata Busana Juli 2021 Vol. 10 No. 01 (2021): Jurnal Online Tata Busana Maret 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Jurnal Online Tata Busana November 2021 Vol. 9 No. 03 (2020): Jurnal Online Tata Busana Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016 Vol. 4 No. 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015 Vol. 3 No. 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Online Tata Busana Agustus 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Online Tata Busana Mei 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2013 More Issue