cover
Contact Name
Riyadi
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6281269402117
Journal Mail Official
Riyadi@apji.org
Editorial Address
Balongsari Praja street V No. 1 Tandes Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurasima : Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management
ISSN : 29877970     EISSN : 29877962     DOI : https://doi.org/10.33478/jurasima.v2i3
Core Subject : Economy, Science,
JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Surabaya. Ditujukan sebagai wadah penyampaian pemikiran dan analisis ilmiah dalam bidang ilmu ekonomi, Manajeman, Akuntansi, dan Entrepreneurship. Artikel bisa ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Jurnal ilmiah ini diterbitkan tiga kali setiap tahunnya yaitu bulan April, Agustus, Desember. Editor menerima tulisan yang belum pernah dipublikasikan/diterbitkan oleh media manapun, baik di dalam maupun di luar negeri.
Articles 45 Documents
Persepsi Pemilik UMKM Terhadap Pentingnya Laporan Keuangan Dalam Pengambilan Keputusan Bisnis Lukman Arif Hidayat; Devi Maya Sofa
JURASIMA Vol. 1 No. 3 (2023): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Des
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pemilik UMKM terhadap pentingnya laporan keuangan dalam pengambilan keputusan bisnis. Penelitian ini dilakukan pada UMKM Nasi Kebuli Ampel Surabaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah pemilik usaha dan penanggung jawab pencatatan keuangan pada UMKM Nasi Kebuli Ampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemilik UMKM Nasi Kebuli Ampel mengakui pentingnya laporan keuangan, namun belum menerapkan pencatatan yang sistematis sesuai standar SAK EMKM; (2) faktor utama yang memengaruhi ketidakterapan tersebut meliputi keterbatasan pengetahuan akuntansi, keterbatasan waktu, dan persepsi bahwa pelaporan keuangan formal hanya diperlukan untuk keperluan pengajuan pinjaman ke bank; (3) pemilik yang telah menerapkan pencatatan keuangan sederhana lebih mampu mengambil keputusan bisnis berbasis data, khususnya dalam menentukan harga jual dan merencanakan pengembangan usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan literasi akuntansi yang disesuaikan dengan karakteristik UMKM sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bisnis.
Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan PSAK 16 pada Perusahaan Perkebunan Devi Maya Sofa
JURASIMA Vol. 1 No. 3 (2023): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Des
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif perkembangan riset tentang perlakuan akuntansi aset tetap berdasarkan PSAK 16 dalam konteks perusahaan perkebunan di Indonesia. Kompleksitas karakteristik aset tetap pada sektor perkebunan yang meliputi tanaman perkebunan, infrastruktur lahan, serta mesin dan peralatan pengolahan menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana penerapan PSAK 16 telah mampu mencerminkan kondisi ekonomi aset secara akurat dan relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA yang diterbitkan pada periode 2018–2023. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema dominan: (1) dinamika penerapan PSAK 16 dalam pengakuan, pengukuran, dan penyajian aset tetap pada perusahaan perkebunan, (2) faktor-faktor moderasi dan mediasi yang memengaruhi kualitas perlakuan akuntansi aset tetap, serta (3) implikasi pemilihan model pengukuran biaya historis versus revaluasi terhadap relevansi dan keandalan laporan keuangan perusahaan perkebunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun PSAK 16 telah memberikan kerangka yang cukup komprehensif, implementasinya pada perusahaan perkebunan masih menghadapi tantangan signifikan terutama dalam penentuan masa manfaat tanaman, metode penyusutan yang tepat, dan konsistensi pemilihan model pengukuran aset. Penguatan kapasitas sumber daya manusia akuntansi, pengembangan panduan implementasi PSAK 16 yang spesifik untuk sektor perkebunan, dan peningkatan kualitas pengawasan auditor menjadi rekomendasi utama penelitian ini.
Analisis Penerapan Psak 72 Tentang Pengakuan Pendapatan Pada Perusahaan Konstruksi Di Surabaya Nadya Ayu Oktaviani; Devi Maya Sofa; Manuel Aristo Surbakti
JURASIMA Vol. 1 No. 3 (2023): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Des
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif perkembangan riset tentang penerapan PSAK 72 mengenai pengakuan pendapatan pada perusahaan konstruksi, khususnya dalam konteks industri konstruksi di Surabaya. Dengan diberlakukannya PSAK 72 secara efektif sejak 1 Januari 2020 sebagai adopsi dari IFRS 15, timbul pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana perusahaan konstruksi telah mampu mengimplementasikan lima langkah pengakuan pendapatan yang disyaratkan, serta dampaknya terhadap kualitas pelaporan keuangan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA yang diterbitkan pada periode 2019–2024. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema dominan: (1) dinamika implementasi PSAK 72 pada perusahaan konstruksi yang memiliki karakteristik kontrak jangka panjang dan kompleks, (2) faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan penerapan PSAK 72, serta (3) implikasi adopsi PSAK 72 terhadap kualitas laporan keuangan dan pengambilan keputusan pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun PSAK 72 membawa tantangan implementasi yang signifikan bagi perusahaan konstruksi terutama terkait identifikasi kewajiban pelaksanaan dan penentuan harga transaksi dalam kontrak multi-elemen penerapan standar ini secara konsisten terbukti meningkatkan relevansi dan keandalan informasi pendapatan yang dilaporkan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang akuntansi, pembenahan sistem informasi keuangan, dan pendampingan intensif dari regulator menjadi rekomendasi utama penelitian ini.
Hambatan UMKM Dalam Memenuhi Persyaratan Akuntansi Untuk Pengajuan Kredit Perbankan Kirana Arisandi; Devi Maya Sofa
JURASIMA Vol. 1 No. 3 (2023): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Des
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif hambatan yang dihadapi UMKM dalam memenuhi persyaratan akuntansi untuk pengajuan kredit perbankan, dengan fokus pada konteks Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Jawa Timur. Meningkatnya kebutuhan UMKM terhadap akses pembiayaan formal memunculkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana kesiapan akuntansi UMKM mampu memenuhi standar kelayakan kredit yang ditetapkan lembaga perbankan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus dan SINTA yang diterbitkan pada periode 2018–2024. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema dominan: (1) tipologi dan karakteristik hambatan akuntansi UMKM dalam proses pengajuan kredit perbankan, (2) faktor-faktor moderasi yang memengaruhi hubungan antara kesiapan akuntansi UMKM dengan keberhasilan akses kredit BPR, serta (3) implikasi penerapan standar pelaporan SAK EMKM terhadap kelayakan kredit dan kualitas informasi keuangan UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun SAK EMKM telah dirancang untuk menyederhanakan pelaporan keuangan UMKM, hambatan struktural berupa keterbatasan literasi akuntansi, ketiadaan pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta resistensi terhadap formalisasi pencatatan masih menjadi penghalang utama akses kredit UMKM di BPR Jawa Timur. Penguatan program pendampingan akuntansi berbasis komunitas, penyesuaian persyaratan kredit BPR yang lebih akomodatif terhadap karakteristik UMKM, serta peningkatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan menjadi rekomendasi utama penelitian ini.
Penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Akuntansi Keuangan: Systematic Literature Review dan Agenda Riset Masa Depan Devi Maya Sofa
JURASIMA Vol. 1 No. 3 (2023): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Des
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bidang akuntansi keuangan serta mengidentifikasi agenda riset yang relevan untuk pengembangan ilmu di masa depan. Meningkatnya adopsi teknologi AI dalam praktik pelaporan dan analisis keuangan memunculkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana teknologi ini mampu mentransformasi kualitas informasi akuntansi, efisiensi proses pelaporan, dan peran profesional akuntan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menganalisis artikel jurnal terindeks Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore yang diterbitkan pada periode 2018–2023. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema dominan: (1) tipologi dan karakteristik penerapan AI dalam proses akuntansi keuangan, (2) faktor-faktor moderasi yang memengaruhi efektivitas implementasi AI terhadap kualitas pelaporan keuangan, serta (3) implikasi penerapan AI terhadap kompetensi akuntan, standar pelaporan, dan tata kelola informasi keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun AI telah terbukti meningkatkan akurasi dan efisiensi proses akuntansi secara signifikan, hambatan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi perubahan budaya organisasi, serta ketidaksiapan regulasi akuntansi dalam mengakomodasi output berbasis AI masih menjadi tantangan utama adopsi di skala luas. Penguatan kerangka regulasi AI dalam pelaporan keuangan, pengembangan kurikulum akuntansi berbasis kompetensi digital, serta peningkatan kolaborasi antara lembaga standar akuntansi, industri teknologi, dan perguruan tinggi menjadi rekomendasi utama penelitian ini.