cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
Penerapan Metode Tutor Sebaya pada Mata Pelajaran Kimia untuk Meningkatkan Self-Efficacy Siswa Kelas XII Pertanian SMKN 1 Watang Pulu Sidrap Hasnawati Nurdin
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.208 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.622

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode tutor sebaya yang dapat peningkatan self-efficacy, dengan obyek penelitian siswa kelas XII Pertanian SMKN 1 Watang Pulu dengan jumlah siswa 15 laki-laki dan 10 perempuan. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus, siklus I dengan empat kali tindakan atau pertemuan pembelajaran dan siklus II dengan tiga tindakan. Hasil analisis  data dilakukan dengan observasi, pemberian angket dan tes hasil belajar. Menunjukkan bahwa dalam pembelajaran dengan menerapkan metode tutor sebaya untuk meningkatkan self-efficacy sebaiknya memperhatikan jumlah anggota dalam satu kelompok, memperhatikan jumlah tutor dan anggotanya, memperhatikan pengaturan tempat duduk dalam satu kelompok. Kata kunci: metode tutor sebaya, self-efficacy ABSTRACTThis study is classroom action research to determine the steps of implementing peer teaching that can increase self-efficacy, with the object of research was class XII Agriculture SMKN 1 Watang Pulu by the number of students 15 men and 10 women. This class action research concist of two cycles, the first cycle was four meetings and the second cylcle was three meetings. The results of the data analysis was done by observation, questionnaires and achievement test. Menunjukkan bahwa dalam pembelajaran dengan menerapkan metode tutor sebaya untuk meningkatkan self-efficacy sebaiknya memperhatikan jumlah anggota dalam satu kelompok, memperhatikan jumlah tutor dan anggotanya, memperhatikan pengaturan tempat duduk dalam satu kelompok.It showed that peer teaching method to increase self-efficacy should be consider the number of members in a group, the number of tutors and the arrangement of seats in a group. Keywords: peer teaching method, self-efficacy
Efektivitas Model Pembelajaran Novick dalam Pembelajaran Kimia Kelas XII IA2 SMAN 1 Donri-Donri (Studi pada Materi Pokok Gugus fungsi) Najmawati Sulaiman
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.796 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.629

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui besarnya efektivitas model pembelajaran Novick dalam pembelajaran kimia kelas XII IA2 SMA Negeri 1 Donri-Donri. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IA2 SMA Negeri 1 Donri-Donri tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 29 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktivitas siswa dan angket motivasi siswa kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata seluruh siswa sebesar 77.00, persentase ketuntasan kelas sebesar 86% dan persentase ketuntasan indikator sebesar 65.52%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Novick cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran kimia kelas XII IA2 SMA Negeri I Donri-Donri pada materi pokok gugus fungsi. Kata kunci: Efektivitas, Model Pembelajaran Novick, Hasil Belajar Siswa ABSTRACT This reseach is descriptive research that aims to description of the effectiveness of Novick Learning Model in Learning Chemistry at class XII IA2 grade students in SMA Negeri 1 Donri-Donri. The subject are class XII IA2 in SMA Negeri 1 Donri-Donri, 2012-2013 academic year which consist of 29 students. Data is obtained from student outcome test, observation sheet of student activity, and questionnaire of student motivation and the was analysed by desriptive statistic. Descriptive analisys result show that the mean value of students is 77.00, persentage of class completeness is 86% and persentage of indicator completeness about 65.52%, so it can be concluded that Novick instructional Model positive was enough effective to be implemented in learning chemistry at class XII IA2 SMA Negeri 1 Donri-Donri at functional group as a subject matter. Keywords: Effectiveness, Novick Learning Model, Student’s Outcome
Peningkatan Pemahaman Konsep Ikatan Kimia Mahasiswa Calon Guru Melalui Pembelajaran Berbasis E-Learning Solfarina .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.27 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan kendala pembelajaran ikatan kimia melalui pembelajaran e-learning. Konsep yang diteliti adalah ikatan antar atom. Penelitian bersifat eksperimen dengan melibatkan dua kelas yaitu kelas e-learning murni di salah satu LPTK di Palu dan e-learning sebagai pendamping perkuliahan reguler di salah satu LPTK di Bandung dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Selama pembelajaran mahasiswa login dan menemukan permasalahan yang dirujuk pada materi inti dan materi tambahan. Mahasiswa mengirim jawaban dan melakukan diskusi di setiap tahapan pembelajaran yang terangkum dalam siklus TUTOR yang telah disimpan di web: tutor.goroworks.com. Data berupa skor pretes-postes, angket, wawancara dan printscreen aktifitas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman mahasiswa  kelas e-learning murni dan kelas e-learning sebagai pendamping tetapi lebih baik pada kelas e-learning sebagai pendamping. Kendala pembelajaran e-learning adalah koneksi yang lama dan peralihan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran e-learning. Kata kunci: calon guru, konsep ikatan kimia, Pembelajaran e-learning ABSTRACT The aim of this study to determine the improvement of the concept understanding and learning problems of chemical bonding based on e-learning. Concept that was studied is the atomic bonding. This study is experimental research involve two classes the pure is e-learning classes in one LPTK Palu and e-learning as a supporting to the regular lectures in one LPTK Bandung with purposive sampling. During learning, the students log in and find the problems referred to the subject matter and additional subject. Students submit the answers and discuss at every step of TUTOR learning cycle that has been stored on web: tutor.goroworks.com. The data are pretest-posttest score, questionnaires, interviews and printscreen of student activities. The results showed showed an increase in chemical bonding concept understanding of pure e-learning and  e-learning  as supporting but in e-learning as supporting class is better. The barriers of e-learning is a slow connection and transition of face to face learning into e-learning. Keywords: prospective teachers chemical bonding concept, e-learning
Penerapan Pemberian Tugas Terstruktur disertai Umpan Balik pada Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Materi Pokok Struktur Atom Kelas X6 SMA Negeri 3 Watampone). Sitti Sabriani
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.394 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.625

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui  penerapan  pemberian tugas terstruktur disertai umpan balik untuk meningkatkan  motivasi dan hasil  belajar siswa kelas X6 SMA Negeri 3 Watampone. Subyek dari penelitian ini  adalah 31 orang. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan angket motivasi dan tes hasil belajar diakhir masing-masing siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan pemberian tugas terstruktur yang disertai umpan balik pada pembelajaran langsung diperoleh motivasi dan hasil belajar belajar siswa kelas X6 SMA Negeri 3 Watampone mengalami peningkatan. Kata Kunci : Tugas terstruktur, umpan balik, hasil belajar, struktur atom ABSTRACT The aim of this classroom action research is to know application of giving task assignment structurally with feedback on direct learning to improve motivation and learning results of students SMA Negeri 3 Watampone. The subject of this research is 31 students. The results was obtained by giving motivation questionnaire and final test in the end of every cycle. The result showed that after giving task assignment structurally with feedback on direct learning to improve motivation and learning student Class X6 SMA Negeri 3 Watampone has improvement. Keyword: Giving assignment structurally, learning results, atom structure
Metode Isolasi Senyawa Bioaktif pada Tumbuhan Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) Iwan Dini; Darminto .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.137 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.621

Abstract

Tumbuhan paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) yang digunakan sebagai obat diduga memetabolisme banyak jenis senyawa yang bersifat bioaktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode dalam mengisolasi senyawa bioaktif pada tumbuhan paliasa khususnya pada kulit batang. Dua isolat tunggal diperoleh dan berdasarkan uji regen yaitu isolat (1) senyawa fenol, (2) senyawa golongan alkaloid. Uji bioaktivitas dengan metode BST uji terhadap benur udang Artemia salina Leach. Keduanya memperlihatkan toksisitas yang cukup tinggi dengan LC50 masing-masing 175,02, dan 143,59 g/mL. Kedua senyawa ini diperoleh melalui metode uji bioaktivitas (BST) terhadap setiap tahap maserasi, partisi dan fraksinasi. Kata Kunci; metode isolasi, senyawa bioaktif, paliasa ABSTRACT Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) is used as a drug suspected metabolism many kinds of bioactive compounds. This study was conducted to known the method for isolate bioactive compounds in paliasa especially in bark. Two single isolates was obtained and based on reagent test (1) phenolic compounds, (2) alkaloid groups. Bioactivity test with BST test to fry shrimp Artemia salina Leach. Both of them showed high toxicity with LC50 respectively 175.02 and 143.59 μg/mL. Both of these compounds obtained by bioactivity test (BST) method on every maceration stage, partition, and fractionation. Keywords: isolation method, bioactive compounds, paliasa
Fitosteroid Dari Fraksi Kloroform Kayu Akar Bayur (Pterospermum Subpeltatum C.B. Rob) Pince Salempa
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.338 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.626

Abstract

Tumbuhan bayur (P. subpeltatum) family sterculiacea adalah salah satu tumbuhan tropika yang dapat digunakan sebagai obat tradisional di Sulawesi selatan. Juga digunakan dan dipercaya berkhasiat sebagai obat yang dapat mengobati penyakit disentri, sakit gigi dan bisul dan gatal-gatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan pemurnian senyawa metabolit sekunder dari fraksi kloroform kayu akar P. subpeltatum. 1,02 kg ekstrak methanol dan hasil fraksi kloroform 35,7 g dari kayu akar P. subpeltatum. Pada isolasi dan pemurnian dengan metode KKV, KKT dan KKG. Berdasarkan hasil KLT dengan menggunakan tiga sistem eluen berbeda dan uji titik disimpulkan senyawa sudah murni. Bentuk senyawa yang diperoleh serbuk krem dan titik leleh 284-285 oC serta hasil uji Lieberman Burchard berwarna hijau kebiruan menunjukkan steroid. Kata Kunci: Fitosteroid, Pterospermum Subpeltatum C.B. Rob   ABSTRACT Bayur plant (P. subpeltatum) Sterculiaceae family is one of tropical plant can be use as traditional drug by people of South Sulawesi. Also use and as believed for dysentery, toothache, blain and itching. The aim of this research is isolate and purificate secondary metabolite compounds of chloroform fraction of wood roots  P. subpeltatum. 1.02 kg methanol extract and chloroform fraction was obtained 35.7 g. By isolation and purification with KKV, KKT and KKG method. Based on TLC analysis with three eluent system and melting point test,it’s concluded compound has been pure. The form of synthesized compound obtained of beige powder and melting point of 284-285 oC, Lieberman Burchard test obtained of green blue showed steroid content. Keyword: Fitosteroid, Pterospermum Subpeltatum C.B. Rob
Tingkat Selektivitas, Faktor Kapasitas, Jumlah Pelat Teoritik dan Waktu Retensi Analisis PAH dengan GC-FID Menggunakan Kolom RTX-5-MS dan Kolom CP-Sil 8 CB Muhammad Syahrir
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.046 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.628

Abstract

Kromatografi Gas tipe QP 2010 mampu mendeteksi Poliaromatik Hidrokarbon (PAH) skala nanogram permikroliter. Jenis kolom yang dipakai memerlukan suatu ketepatan dan ketersesuaian yang bergantung pada PAH. Beberapa jenis PAH yang dipakai dalam membandingkan jenis kolom dalam penelitian ini adalah naftalena, asenaftene,fenantrena, florantena,pirena, Benzoantrasena dan perilena. Membandingkan dua jenis kolom Kolom Rtx-5-MS dan Kolom CP-Sil 8 CB. Tingkat selektivitas, faktor kapasitas, jumlah pelat teoritis serta waktu retensi menjadi kriteria dalam diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom Rtx-5-MS pada kondisi kromatografi gas memberikan tingkat selektifitas, faktor kapasitas dan jumlah pelat teoritis memenuhi syarat pemisahan yang baik dan waktu retensi antara 4,60 menit – 30,00 menit, sedangkan kolom CP-Sil 8 CB      (25 m x 0,23 mm) pada waktu retensi antara 4,60 menit – 25,00 menit, sedikit lebih cepat dalam terdeteksi PAH dengan tingkat selektivitas yang lebih tinggi. Kolom Rtx-5-MS memenuhi syarat pemisahan PAH dengan baik tetapi memerlukan waktu kurang lebih 5 menit lebih lama munculnya peak Perylene yang terpisah, menyulitkan menganalisis jenis PAH tersebut dibandingkan dengan pemakaian kolom CP-Sil-8 CB. Kata Kunci: selektivitas, faktor kapasitas,pelat teoritik, GC-FID, PAH ABSTRACT Gas chromatography QP 2010 type is able to detect the polyaromatic hydrocarbons (PAH) on nanogram per microlitre scale. The types of column that was used require a precision and appropriate that depend on PAH. Several types of PAH used in comparing column types on this study is naphtalene, acenaphtene, phenantrene, fluoranthene, pyrene, benzoantracene and perylene. Comparing two types of colums, RTX-5-MS column and CP-Sil 8 CB colum. Degree of selectivity, capacity factors, number of theoretical plates and retention times become criterion were observed. The results showed that RTX-5-MS column on gas chromatography provide degree of selectivity, capacity factors and theoretical plates are qualified for a good separation and retention time of 4.60 min – 30.00 min, while CP-Sil 8 CB (25 m x 0,23 mm) at the retention times of 4.60 min – 25.00 min, slightly faster in PAH detection with higher selectivity. RTX-5-MS column is qualified in PAH separation but it takes about 5 minutes longer to Perylene peak separate, it makes difficult to analyze PAH types compared CP-Sil-CB colum. Keywords: selectivity, capacity factors, theoretical plates, GC-FID, PAH
Formulasi Kombinasi Tepung Sagu dan Jagung pada Pembuatan Mie Army Auliah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.627 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v13i2.624

Abstract

Telah dilakukan penelitian formulasi bahan baku pembuatan mie sebagai alternatif ketergantungan terhadap tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan mie. Bahan baku yang digunakan adalah tepung sagu dikombinasi dengan tepung jagung kuning dengan pertimbangan kedua tepung ini saling melengkapi untuk menyamai kandungan gizi tepung terigu. Mie yang dihasilkan disebut mie sagung yang selanjutnya diuji secara hedonik untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen. Di samping itu, mie sagung yang diterima konsumen juga diuji mutunya. Penelitian ini menghasilkan formula kombinasi tepung sagu dan jagung sebagai bahan baku pembuatan mie adalah 1 : 40 yang diterima konsumen dan memenuhi standar gizi mie.Kata Kunci: formulasi, mie sagung ABSTRACT It has done research of noodle-manufacturing raw material formulation as an alternative dependency on wheat flour as raw material for noodle manufacturing. The raw material was used sago palm combine with yellow corn flour considerate that two of these flour are complementary to match the nutrient content of wheat flour. The noodle result called sagung noodle were further on hedonic test to determine the level of consumer acceptance. In addition, consumers receive sagung noodle also tested quality. This research resulted a combination formula of sago palm and corn flour as a raw material for noodle manufacturing is 1 : 40 that consumers received and comply nutritional standards noodles. Keywords: formulation, sagung noodle

Page 1 of 1 | Total Record : 8