cover
Contact Name
Ichlasia Ainul Fitri
Contact Email
ichlasia@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+6285786579850
Journal Mail Official
jfat@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Wates-Jogjakarta, Karanglo, Argomulyo, Kec. Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55752. Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Agricultural Technology
ISSN : -     EISSN : 3063461X     DOI : https://doi.org/10.26486/jfat.v1i1.3378
The Journal is envisaged as the major platform for communicating advances/developments in covering the wide range of post-harvest related science, engineering and technological aspects of foods, food products and related byproducts with special emphasis on the basic and applied research findings that will impact the quality, safety and/or shelf life of fresh or processed food products including findings that will help improvise the efficiency of a process/technology, effective utilization of by-products or wastes resulting from food processing
Articles 58 Documents
Pengaruh Penambahan ZnCl2 dan Bubuk Stevia (Stevia rebaudina B.) Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Aktivitas Antioksidan pada Seduhan Simplisia Sambiloto (Andrographis paniculata Dea Elisa Putri; Nur Aida Sofiani; Chatarina Lilis Suryani; Ichlasia Ainul Fitri
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.3407

Abstract

Sambiloto mengandung senyawa bioaktif seperti klorofil, fenolik, flavonoid, terpenoid (karotenoid), dan andrografolida yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antimikroba, dan antioksidan. Namun selama proses pengeringan dalam pembuatan simplisia sambiloto mengakibatkan degradasi komponen bioaktif sehingga menurunkan aktivitas antioksidannya. Kelemahan lain adalah minuman sambiloto sangat pahit sehingga kurang disukai. Untuk meningkatkan stabilitas klorofil dapat dilakukan pembentukan kompleks metaloklorofil dengan penambahan reagen ZnCl2. Sedangkan rasa pahit dapat dikurangi dengan penambahan pemanis alami non kalori seperti bubuk stevia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik, kimia dan aktivitas antioksidan seduhan bubuk simplisia sambiloto (S-SS), seduhan bubuk simplisia sambiloto dengan penambahan reagen ZnCl2 (S-SZn) dan penambahan bubuk stevia (S-SZs) sebagai minuman fungsional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan reagen ZnCl2 mampu meningkatkan kecerahan, intensitas warna kuning, dan hue, kadar Zn, kadar fenolik, flavonoid total dan aktivitas mengkhelat logam, namun menurunkan intensitas warna merah, kadar klorofil total, kadar karoten, daya tangkap radikal dan kemampuan mereduksi seduhannya. Sedangkan penambahan bubuk stevia akan meningkatkan kadar fenolik, flavonoid total, daya tangkap radikal dan kemampuan merduksi tetapi menurunkan aktivitas mengkhelat logam, kadar klorofil dan kadar Zn serta intensitas warna hijau seduhan. Seduhan bubuk simplisia sambiloto kaya Zn (SZn) dan seduhan bubuk simplisia sambiloto kaya Zn-stevia mempunyai kadar klorofil, fenolik, flavonoid dan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibanding seduhan simplisia sambiloto saja sehingga bubuk simplisia sambiloto kaya Zn dengan atau tanpa penambahan bubuk stevia potensial sebagai bahan minuman fungsional.
Pengaruh Konsentrasi ZnCl2 dan Metode Pemanasan terhadap Karakteristik Serbuk Simplisia Sambiloto (Andrographis paniculata) Lilis Suryani; Danis Aprianto Putra; Ichlasia Ainul Fitri
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3477

Abstract

Proses pemanasan dalam pembuatan simplisia sambiloto mengakibatkan degradasi klorofil. Peningkatan stabilitas klorofil dapat dilakukan dengan pembentukan kompleks mettaloklorofil dengan logam yang lebih stabil seperti Zn. Keberhasilan pembentukan Zn-klorofil juga dipengaruhi oleh metode pemanasan, diketahui proses blanching mengakibatkan banyak klorofil yang terlarut dalam medium, sehingga dalam penelitian ini digunakan metode pemanasan oven dan autoklaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi reagen ZnCl2 dan metode pemanasan terhadap karakteristik kimia, dan fisik bubuk simplisia sambiloto yang dihasilkan. Cara pembuatan simplisia sambiloto dilakukan melalui tahapan sortasi, penggilingan, pengayakan, pencampuran dengan ZnCl2 (0, 200, 300, 400, dan 500 ppm), pemanasan (oven dan autoklaf), dan pengeringan. Bubuk simplisia sambiloto yang dihasilkan dianalisis kadar air, kadar abu, kadar klorofil, warna dan stabilitas warnanya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi metode pemanasan dan konsentrasi ZnCl2 berpengaruh nyata terhadap kadar abu, klorofil, intensitas warna hijau, dan stabilitas warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air bubuk simplisia sambiloto. Bubuk simplisia sambiloto yang berkadar klorofil tinggi dapat dihasilkan dengan konsentrasi reagen ZnCl2 200 ppm dan metode pemanasan dengan autoklaf dan mempunyai kadar klorofil 420.94 mg/100 g bb, kadar air 7.13 % bb, kadar abu 15.41 % bk, dan intensitas warna hijau -2,58.
Pengaruh Penambahan Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Baking Powder terhadap Karakteristik Stick Tepung Terigu-Garut Dwiyati Pujimulyani; Dika Nur Hanifah; Agus Setiyoko
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3478

Abstract

Kunyit memiliki potensi dalam pangan fungsional karena mengandung sifat antioksidatif yang berasal dari senyawa kurkuminoid. Oleh karena itu, kunyit ditambahkan pada stick ditambahkan yang merupakan camilan digemari oleh masyarakat. Stick dibuat dari campuran tepung terigu dan tepung garut, maka dari itu perlu ditambahkan baking powder untuk membentuk tekstur stick agar lebih renyah. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor dengan penambahan bubuk kunyit dengan variasi 5, 10 dan 15 g dan baking powder dengan variasi 0,15 g, 0,30 g, dan 0,45 g. Penambahan bubuk kunyit dan baking powder berpengaruh terhadap tingkat kesukaan, warna (lightness, redness dan yellowness), tekstur dan kadar air. Berdasarkan tingkat kesukaan stick terigu-garut terbaik dihasilkan dengan penambahan bubuk kunyit 5 g dan baking powder 0,30 g yang berturut memiliki sifat kimia kadar protein sebesar 8,48% (b/b), aktivitas antioksidan 53,82% RSA (DPPH) dan 5,64 mg E Fero/g (FRAP) serta kadar fenol total 20,88 mg EAG/g.  
Pengaruh Penambahan Carboxymethyl Cellulose terhadap Karateristik Mi Basah Agus Setiyoko; Nila Soviatul Awaliya
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3479

Abstract

Ekstrak bunga telang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan. Pemanfaatan ekstrak bunga telang dalam mi basah dapat menjadi alternatif sebagai pewarna alami. Penambahan CMC diharapkan dapat meningkatkan tekstur dari mi basah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan mi basah dengan penambahan CMC dan ekstrak bunga telang untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC dan ekstrak bunga telang terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan mi basah yang dihasilkan. Mi basah dibuat dari tepung terigu, CMC, ekstrak telang, garam dan air yang dicampur dan diuleni hingga kalis, kemudian adonan didiamkan, dipipihkan, dipotong menjadi untaian mi dan direbus. Analisis yang dilakukan meliputi pengujian fisik warna, tensile strength, rehidrasi dan rendemen, kadar air, kadar abu, aktivitas antioksidan serta uji kesukaan. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama konsentrasi penambahan ekstrak bunga telang dan faktor kedua konsentrasi penambahan CMC. Penambahan ekstrak bunga telang sebesar 3%, 6% dan 9%, dan penambahan CMC sebesar 0,5%, 0,75% dan 1%. Data yang diperoleh kemudian dianalisa statistik menggunakan Univariate Analysis of Variance dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terpilih yaitu mi basah dengan penambahan CMC 0,75% dan ekstrak bunga telang 9% dengan karakteristik fisik L* 50,93, a* 0,90, b* 3,81, tensile strength 0,012Mpa, rehidrasi 0,85 g/ml, rendemen 97,30%. Sifat kimia meliputi kadar air 29,15 b/b, kadar abu 0,85 b/b dan aktivitas antioksidan 1,49 %RSA. Mi basah yang disukai panelis adalah mi basah dengan penambahan ekstrak bunga telang 9% dan CMC 0,75%.  
Jahe Emprit Instan Dengan Variasi Waktu Blanching dan Penambahan Ekstrak Serai: Instant Ginger Emprit With Variation of Blanching Time and Lemongrass Extract Addition Gesta Andika Laura; Dwiyati Pujimulyani; Siti Tamaroh
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3777

Abstract

Rimpang jahe (Zingiber officinale var amarum) mengandung senyawa antioksidan seperti fenol, dan flavonoid dan minyak atsiri dapat mencegah penyakit degenerative dan antimikroba. Tujuan penelitian yaitu menghasilkan minuman jahe emprit instan dengan penambahan ekstrak serai dan lama waktu blanching terpilih yang disukai dan mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor yaitu penambahan ekstrak serai (10, 20 ml) dan lama waktu blanching (0, 5, 10 menit). Minuman Jahe emprit instan kemudian dianalisis fisik dan tingkat kesukaan. Data penelitian diuji statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat signifikasi 5%. Sampel terpilih dianalisis sifat kimia yaitu kadar air, aktivitas antioksidan, dan fenol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak serai dan lama waktu blanching berpengaruh nyata terhadap warna dan uji kesukaan minuman jahe emprit instan. Minuman jahe emprit instan terpilih yaitu dengan penambahan ekstrak serai 20 ml dan lama waktu blanching 10 menit memiliki nilai kadar air 0,86% bb, aktivitas antioksidan 18,06% RSA, dan fenol total 6,47 mg EAG/g bk.
Karakteristik Sari Buah dengan Variasi Rasio Labu Kuning-Apel-Nanas dan Lama Pasteurisasi: Characteristics of Fruit Juice with Variation of Pumpkin-Apple- Pineapple Ratios and Pasteurization Duration Yumna Salsabila; Agus Slamet Slamet; Bayu Kanetro
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3828

Abstract

Sari buah merupakan minuman yang diperoleh dengan mencampur air minum, sari buah, atau campuran sari buah yang tidak difermentasi, dengan bagian lain dari satu jenis buah atau lebih, dengan atau tanpa penambahan gula, bahan pangan lainnya, dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Sari buah dibuat dari campuran labu kuning, apel, dan nanas untuk meningkatkan kualitas gizi dan sensori. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi rasio labu kuning-apel-nanas, dan lama pasteurisasi terhadap sifat fisik, kimia, serta tingkat kesukaan sari buah yang memenuhi syarat serta disukai panelis. Rancangan pola faktorial digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah rasio labu kuning-apel- nanas, 1:1:1, 2:1:1, dan 3:1:1. Faktor kedua adalah lama pasteurisasi, yaitu 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan variasi rasio labu kuning-apel-nanas serta lama pasteurisasi berpengaruh nyata terhadap kekeruhan, warna, dan tingkat kesukaan kecuali pada parameter aroma sari buah. Sari buah yang paling disukai panelis yaitu dengan rasio labu kuning-apel-nanas 3:1:1, dan lama pasteurisasi 10 menit yang memiliki pH 4,04, kadar vitamin C 6,78 %b/v, aktivitas antioksidan 21,32 %RSA, dan kadar beta karoten 1,29 μg/g.
Substitusi Tepung Beras-Pati Garut dan Penambahan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) terhadap Karakteristik Cendol: Substitution of Arrowroot Rice-Starch Flour and Addition of Telang Flower Extract (Clitoria ternatea) to the Characteristics of Cendol Dhiah Rani Amalianti; Siti Tamaroh Cahyono Murti; Bayu Kanetro
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3829

Abstract

Cendol merupakan makanan khas Indonesia yang pada umumnya berbahan baku dari tepung beras. Pati garut mempunyai karakteristik yang menyerupai tepung tapioka dan berantioksidan. Bunga telang mengandung komponen antosianin yang bersifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan cendol tepung beras-pati garut dengan penambahan bunga telang yang disukai panelis dan memiliki antioksidan. Pada penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu tepung beras:pati garut (80:20, 70:30, dan 60:40) dan penambahan ekstrak bunga telang (5,10 dan 15 ml). Cendol yang dihasilkan diuji kemudia dianalisis fisik dan kimia. Data yang diperoleh dilakukan uji statistic One Way Anova dan jika terdapat beda nyata dilakukan uji DNMRT pada tingkat kepercayaan 95%. Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung beras-pati garut berpengaruh nyata terhadap. Hasil penelitian terbaik adalah cendol dengan substitusi tepung beras-tepung garut 60:40 dan penambahan ekstrak bunga telang 15%, dengan aktivitas antioksidan 10,06% RSA, kadar fenol total 20,63 mg EAG/g bk, warna L* 30,03, a* 4,64 dan b* -11,64, kesukaan terhadap warna (3,96), aroma (4,00), tekstur (3,84), rasa (3,76) dan keseluruhan 3,96.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Penambahan Penstabil terhadap Karakteristik Es Krim Alpukat (Persea Americana Mill): The Influence of Types and Concentrations of Stabilizers on The Chemical Properties and Liking Level of Avocado Ice Cream (Persea americana Mill) Yohanes Bayu; Lilis Suryani; Ichlasia Ainul Fitri
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3831

Abstract

Bahan baku es krim pada umumnya adalah susu sapi, yang banyak mengandung laktosa yang merupakan salah satu jenis alergen. Oleh karena itu saat ini banyak dikembangkan es krim dengan bahan dasar susu nabati dan buah-buahan. Salah satu alternatif bahan baku nabati dalam pembuatan es krim nabati adalah bubur buah alpukat. Kandungan lemak alpukat bersifat lunak/lembut, sehingga dapat membentuk tekstur yang baik pada es krim, Namun kandungan asam oleat yang tinggi dapat menyebabkan es krim yang dihasilkan mudah meleleh sehingga untuk memperbaiki hal tersebut diperlukan stabiliser. Zat penstabil memiliki peranan sebagai penstabil dalam proses pencampuran bahan baku es krim, menstabilkan molekul udara dalam adonan es krim, dengan demikian air tidak akan mengkristal, dan lemak tidak akan mengeras. Zat penstabil yang umum digunakan dalam pembuatan es krim adalah CMC, gelatin, karagenan, gum arab dan pectin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi dua faktor, yaitu jenis pestabil yang terdiri dari tiga jenis: CMC; gum arab; karagenan; dengan 2 konsentrasi zat pestabil yaitu 0,25%; 0,50% dan 0,75% dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa es krim alpukat dapat dihasilkan dengan penambahan penstabil CMC. Secara khusus hasil penelitian didapatkan: a) Interaksi antara variasi konsentrasi dan jenis penstabil berpengaruh nyata terhadap total padatan, kadar protein, kadar lemak dan tingkat kesukaan es krim alpukat yang dihasilkan. b)  Semakin besar konsentrasi pestabil CMC dan gum arap total padatan es krim alpukat semakin besar, namun pada 0,25 dan 0,50% tidak berbeda nayata; c) Semakin besar konsentrasi penstabil kadar protein dan lemak juga semakin besar, namun jika lebih dari 0,5% menurun kembali, d) berdasarkan tingkat kesukaan diketahui bahwa es krim yang terbaik diperoleh dari es krim alpukat yang dibuat dengan penambahan penstabil CMC 0,5% yang mempunyai total padatan 0,25%b/b, kadar protein 0,75%b/b dan kadar lemak 0,50%b/b. Saran perlu ditindak lanjut untuk sifat fisik es krim yang dihasilkan.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah dan Variasi Konsentrasi Starter Terhadap Karakteristik Soygurt: The effect of red dragon fruit peel extract addition and variations concentration of starter on the characteristics of soygurt Ayu Rara Kartikaningrum; Agus Setiyoko; Agus Slamet
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3832

Abstract

Soygurt adalah produk dari hasil fermentasi susu kedelai menggunakan bakteri asam laktat. Salah satu faktor penting yang menentukan kualitas soygurt adalah konsentrasi starter. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung senyawa antioksidan yang lebih besar dibandingkan daging buahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan soygurt yang ditambah ekstrak kulit buah naga merah dengan sifat fisik dan kimia yang disukai oleh panelis serta mengandung antioksidan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi penambahan ekstrak kulit buah naga merah 0%, 2%, 4%, 8% dan variasi konsentrasi starter yaitu Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus (1:1:1) 5% dan 7%. Sifat-sifat yang dianalisa meliputi nilai warna L*a*b*, pH, viskositas, dan tingkat kesukaan panelis pada semua perlakuan dan kadar abu, kadar protein, total asam laktat, dan aktivitas antioksidan pada perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kulit buah naga merah pada level tertentu dan konsentrasi starter berpengaruh nyata terhadap sifat fisik (nilai L*, nilai a*, viskositas, pH) dan tingkat kesukaan panelis terhadap terhadap penampakan, warna, aroma, rasa, dan penerimaan secara keseluruhan. Soygurt dengan penambahan ekstrak kulit buah naga 4% dan starter sebanyak 5% merupakan produk yang paling disukai oleh panelis dan memiliki nilai warna L* 64,28; nilai warna a* 6,83; nilai warna b* 13,15; pH 4,41; viskositas sebesar 111,46 cP; dan aktivitas antioksidan 29,67 %RSA dengan kadar abu 0,58 %bb; kadar protein 3,64 %bb; keasaman 1,23% yang telah sesuai SNI.  
Pengaruh Suhu Penyangraian Terhadap Sifat Fisikokimia dan Tingkat Kesukaan Kopi Robusta Della Baselia; Silmiy Zulaikhah; Addellya Putri Sri Rejeki; Billy Gustian Govi; Rido Rizki
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4335

Abstract

Kopi mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan seperti perlindungan dari berbagai penyakit. senyawa antioksidan tersebut antara lain kafein, fenol, dan asam klorogenat (Sari, 2018). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu biji kopi robusta 100g, sedangkan bahan kimia yang digunakan untuk analisis yaitu larutan DPPH, ethanol, dan aquades. Alat yang digunakan dalam pembuatan bubuk kopi robusta yaitu mesin roasting kopi, grinder, timbangan digital, dan ayakan 40 mesh. Sedangkan alat yang digunakan dalam analisis yaitu timbangan analitik, gelas ukur, labu ukur, pH meter, pipet gondok, desikator, beaker glass, erlenmeyer, kertas saring, colorimeter, spektrofotometri Uv-Vis, dan oven merk memmert. Uji sensoris menunjukkan suhu penyangraian sangat mempengaruhi sifat fisik seperti warna, aroma, rasa dan kenampakan sehingga memiliki perbedaan yang nyata. Uji warna pada bubuk kopi robusta menunjukkan warna L*, a*, b*, C*, h* dan ΔΕ ada beda nyata. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air bubuk kopi robusta. kadar air tertinggi sebesar 3,14 ± 0,21 dan kadar air terendah sebesar 2,89 ± 0,15. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH bubuk kopi robusta. pH tertinggi 5,68 ± 0,00 dan terendah sebesar 5,36 ± 0,01. Suhu penyangraian memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi sebesar 76,66 ± 1,52 dan nilai terendah sebesar 60,00 ± 1,54. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap zat padat terlarut seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi 30,72 ± 1,51 dan nilai terendah 28,32 ± 2,26.