cover
Contact Name
Ichlasia Ainul Fitri
Contact Email
ichlasia@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+6285786579850
Journal Mail Official
jfat@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Wates-Jogjakarta, Karanglo, Argomulyo, Kec. Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55752. Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Agricultural Technology
ISSN : -     EISSN : 3063461X     DOI : https://doi.org/10.26486/jfat.v1i1.3378
The Journal is envisaged as the major platform for communicating advances/developments in covering the wide range of post-harvest related science, engineering and technological aspects of foods, food products and related byproducts with special emphasis on the basic and applied research findings that will impact the quality, safety and/or shelf life of fresh or processed food products including findings that will help improvise the efficiency of a process/technology, effective utilization of by-products or wastes resulting from food processing
Articles 24 Documents
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah dan Variasi Konsentrasi Starter Terhadap Karakteristik Soygurt: The effect of red dragon fruit peel extract addition and variations concentration of starter on the characteristics of soygurt Kartikaningrum, Ayu Rara; Setiyoko, Agus; Slamet, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3832

Abstract

Soygurt adalah produk dari hasil fermentasi susu kedelai menggunakan bakteri asam laktat. Salah satu faktor penting yang menentukan kualitas soygurt adalah konsentrasi starter. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung senyawa antioksidan yang lebih besar dibandingkan daging buahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan soygurt yang ditambah ekstrak kulit buah naga merah dengan sifat fisik dan kimia yang disukai oleh panelis serta mengandung antioksidan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi penambahan ekstrak kulit buah naga merah 0%, 2%, 4%, 8% dan variasi konsentrasi starter yaitu Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus (1:1:1) 5% dan 7%. Sifat-sifat yang dianalisa meliputi nilai warna L*a*b*, pH, viskositas, dan tingkat kesukaan panelis pada semua perlakuan dan kadar abu, kadar protein, total asam laktat, dan aktivitas antioksidan pada perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kulit buah naga merah pada level tertentu dan konsentrasi starter berpengaruh nyata terhadap sifat fisik (nilai L*, nilai a*, viskositas, pH) dan tingkat kesukaan panelis terhadap terhadap penampakan, warna, aroma, rasa, dan penerimaan secara keseluruhan. Soygurt dengan penambahan ekstrak kulit buah naga 4% dan starter sebanyak 5% merupakan produk yang paling disukai oleh panelis dan memiliki nilai warna L* 64,28; nilai warna a* 6,83; nilai warna b* 13,15; pH 4,41; viskositas sebesar 111,46 cP; dan aktivitas antioksidan 29,67 %RSA dengan kadar abu 0,58 %bb; kadar protein 3,64 %bb; keasaman 1,23% yang telah sesuai SNI.  
Pengaruh Suhu Penyangraian Terhadap Sifat Fisikokimia dan Tingkat Kesukaan Kopi Robusta Baselia, Della; Zulaikhah, Silmiy; Rejeki, Addellya Putri Sri; Govi, Billy Gustian; Rizki, Rido
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4335

Abstract

Kopi mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan seperti perlindungan dari berbagai penyakit. senyawa antioksidan tersebut antara lain kafein, fenol, dan asam klorogenat (Sari, 2018). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu biji kopi robusta 100g, sedangkan bahan kimia yang digunakan untuk analisis yaitu larutan DPPH, ethanol, dan aquades. Alat yang digunakan dalam pembuatan bubuk kopi robusta yaitu mesin roasting kopi, grinder, timbangan digital, dan ayakan 40 mesh. Sedangkan alat yang digunakan dalam analisis yaitu timbangan analitik, gelas ukur, labu ukur, pH meter, pipet gondok, desikator, beaker glass, erlenmeyer, kertas saring, colorimeter, spektrofotometri Uv-Vis, dan oven merk memmert. Uji sensoris menunjukkan suhu penyangraian sangat mempengaruhi sifat fisik seperti warna, aroma, rasa dan kenampakan sehingga memiliki perbedaan yang nyata. Uji warna pada bubuk kopi robusta menunjukkan warna L*, a*, b*, C*, h* dan ΔΕ ada beda nyata. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air bubuk kopi robusta. kadar air tertinggi sebesar 3,14 ± 0,21 dan kadar air terendah sebesar 2,89 ± 0,15. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH bubuk kopi robusta. pH tertinggi 5,68 ± 0,00 dan terendah sebesar 5,36 ± 0,01. Suhu penyangraian memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi sebesar 76,66 ± 1,52 dan nilai terendah sebesar 60,00 ± 1,54. Suhu penyangraian tidak memberikan pengaruh nyata terhadap zat padat terlarut seduhan bubuk kopi robusta. Nilai tertinggi 30,72 ± 1,51 dan nilai terendah 28,32 ± 2,26.
Karakteristik Snackbar dari Tepung Pisang Kepok Kuning dan Kacang Merah dengan Penambahan VCO Sri Winarti; Riski Ayu Anggraeni; Mawar Afifah Rahma
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4339

Abstract

Snackbar merupakan makanan ringan berbentuk batang dan padat yang berasal dari campuran berbagai bahan kering seperti sereal, kacang-kacangan dan buah kering yang digabungkan menjadi satu dengan bahan pengikat. Bahan pengikat yang biasa digunakan antara lain madu, coklat, caramel. Telah dilakukan penelitian pembuatan snackbar dari tepung pisang kepok kuning dan kacang merah dengan penambahan VCO (Virgin Coconut Oil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung pisang kepok kuning dan tepung kacang merah serta konsentrasi VCO terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris snackbar yang dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor dan dua kali ulangan, faktor I adalah proporsi tepung pisang kepok : tepung kacang merah (90:10, 80:20, dan 70:30) dan faktor II adalah konsentrasi VCO 10%, 20% dan 30%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah proporsi tepung pisang kepok kuning:tepung kacang merah 70:30 dan konsentrasi VCO 30% yang menghasilkan snackbar dengan karakteristik: kadar air 17,48%, lemak 39,04%, protein 15,05%, karbohidrat 28,62%; pati resisten 8,35% dan total kalori 526,08 kkal/100g.
Fortifikasi Bubuk Daun Sintrong (Crassocephalum Crepidioides (Benth.) S. Moore) Dalam Pembuatan Biskuit Nunik Suryani; Nissa Clara Firsta; Eman Darmawan
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4340

Abstract

Biskuit merupakan produk camilan bertekstur kering, yang umumnya terbuat dari terigu, margarin dan telur. Guna mengurangi impor terigu, perlu dikembangkan biskuit dengan bahan baku kearifan lokal, diantaranya menggunakan labu kuning. Guna meningkatkan nilai gizi biskuit, dilakukan fortifikasi bubuk daun sintrong. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh fortifikasi bubuk daun sintrong terhadap karakteristik kimia (air, abu, lemak, serat kasar dan total polifenol), mutu organoleptik (warna dan rasa), serta penilaian kesukaan konsumen terhadap biskuit. serta menetapkan formulasi biskuit terbaik berdasarkan penerimaan konsumen secara keseluruhan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan penambahan bubuk daun sintrong 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50%. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji ANOVA, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi substitusi bubuk daun sintrong secara nyata (α = 0,05) mampu meningkatkan kadar air, abu, lemak, serat kasar dan total polifenol. Hasil uji organoleptik dengan mutu hedonik menunjukkan penambahan bubuk daun sintrong secara nyata (α = 0,05) menghasilkan warna yang semakin pekat dan rasa langu yang semakin kuat. Berdasarkan hasil pengujian metode Zeleny, fortifikasi bubuk 12,5% pada biskuit merupakan perlakuan yang disukai panelis.
Pengaruh Komposisi Daging dan Tepung Tapioka Terhadap Cooking Loss dan Sifat Fisikokimia Bakso Ayam Nuriyansyah; Pramono, Heru; Annisa, Amelia Nur; Purnama, Diva Frida Riesta
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4341

Abstract

Bakso merupakan salah satu produk olahan daging yang populer di Indonesia, dibuat dengan menggunakan campuran daging dengan bahan pengikat seperti tepung. Bakso daging ayam terbuat dari daging ayam broiler yang kaya nutrisi, memiliki rasa yang lezat dan tekstur yang lembut, sehingga menjadi favorit bagi konsumen yang menikmati kelembutan daging ayam dan nilai gizinya. Di sisi lain, penggunaan tepung tapioka memberikan bakso tekstur kenyal dan elastis, sehingga dapat tahan selama proses memasak dan memberikan pengalaman mengunyah yang unik bagi konsumen. Perbandingan antara kedua jenis bakso ini mencakup aspek tekstur, komposisi nutrisi, preferensi konsumen, serta dampaknya terhadap industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penggunaan tepung tapioka pada pembuatan bakso ayam terhadap sifat kimia bakso daging ayam.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan, yaitu A1 = Bakso dengan konsentrasi daging ayam:tepung tapioka (160:40), A2 = Daging Ayam:Tepung tapioka (150:50). Analisis yang dilakukan meliputi cooking loss, uji kadar air, uji kadar lemak, dan uji kadar protein. Bakso ayam hasil analisa paling baik adalah perbandingan daging ayam : tapioka (160:40), dengan kadar cooking yield 23,33 ± 5,77a, kadar air 69,55 ± 1,05a, kadar abu 5,70 ± 0,45a, kadar protein 42,04 ± 2,52b, kadar lemak 4,70 ± 0,12b.
Pengaruh Jumlah Susu Skim Terhadap Sifat Kimia dan Mikrobiologi Yoghurt Susu Sapi Ansabila, Hilma Amanda; Agustine, Putri Lestiana; Toni; Aprilia, Nonic; Qosna, Nansya Musyafir; Sari, Yuli Perwita
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i1.4343

Abstract

Yoghurt merupakan produk olahan susu menjadi minuman asam terfermentasi dengan penambahan kultur mikroorganisme yang terbuat dari starter bakteri asam laktat. Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan bakteri yang paling umum digunakan sebagai kultur starter pada proses fermentasi susu menjadi yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan skim terhadap sifat fisik, kimia (Kadar air, pH, Nilai total zat padat terlarut, gula reduksi dan gula total) dan mikrobiologi. Metode eksperimental digunakan dengan rancangan acak lengkap faktorial, melibatkan dua faktor: persentase susu (5% dan 7%) dan persentase gula (2% dan 2%). Parameter yang diukur meliputi kadar air, pH, kadar ZPT (Zat Padat Terlarut) , gula total, gula reduksi, total BAL (Bakteri Asam Laktat) dengan masing-masing 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji statistic dengan Univariate Analysis of Variance (ANOVA), jika ada beda nyata diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) a=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase susu skim dan penambahan gula yang sama, secara signifikan mengurangi gula reduksi (p<0,05). Kadar air dan total BAL meningkat seiring bertambahnya persentase susu skim, sementara total ZPT menurun. Kadar gula total tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan.
Kontribusi Usahatani Padi Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Singogalih Tarik Sidoarjo Meze, Antonius; Budiwan, Adi
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4476

Abstract

Petani di Desa Singogali, Kota Tarik, Kabupaten Sidoarjo memperoleh penghasilan dengan menanam padi. Selain bertani, petani desa juga mendapatkan penghasilan dengan bekerja pada petani lain, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berdagang, dan beternak. Pertanian sebagian besar bergantung pada alam sebagai sumber daya utamanya dan oleh karena itu pendapatan tidak stabil, data pertanian juga tidak stabil. Faktor alam memegang peranan penting dalam sistem pertanian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan pendapatan usaha tani di Desa Singogalih Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo dan untuk mengetahui pendapatan usaha tani masyarakat yang menjalankan usaha tani tersebut. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan kriteria yang tepat ketika memilih informan; misalnya, ia memilih informan yang diyakini memiliki pengetahuan tentang topik yang diteliti. Observasi, wawancara dan catatan digunakan dalam proses pengumpulan data. Hasil penelitian diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan petani tetap sama, yaitu biaya yang dikeluarkan bukan merupakan sumber daya dari hasil panen sebelumnya, melainkan menggunakan upah keluarga yang sifatnya sementara. Pertanian sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Singogalih, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Karena buah-buahan dapat memenuhi kebutuhan hidup, petani menjual hasil pertaniannya dalam bentuk beras dan beberapa jenis gandum.
Pengaruh Ekstraksi dan Waktu Inkubasi Terhadap Rendemen dan Kualitas Virgin Coconut Oil (Vco) Hasil dari Metode Penggaraman Satmalawati, Endah Mulat; Naisali, Hyldegardis; Takaeb, Rut; Tahun, Susana Kristina
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4494

Abstract

Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) merupakan tanaman perkebunan yang cukup besar kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.  Salah satu produk yang dihasilkan dari tanaman kelapa yaitu Virgin Coconut Oil. VCO diolah dengan menggunakan teknik inkubasi untuk mengurangi masalah dalam pembuatan minyak kelapa dengan cara tradisional (pemanasan yang tinggi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstraksi dan waktu inkubasi terhadap rendemen dan kualitas VCO hasil dari metode penggaramn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Untuk menilai dampak dari masing-masing perlakuan, data akan dilakukan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan software Statistical Package For The Social Sciences (SPSS) untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan kelapa parut : air berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air dan asam lemak bebas. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan terbaik ditemukan pada rasio kelapa parut : air (2:3) dengan waktu inkubasi 48 jam menghasilkan kadar air terendah (0,20%) dan asam lemak bebas ditemukan pada rasio kelapa parut : air (1:2) dengan waktu inkubasi 24 jam sendangkan rendemen tertinggi pada rasio kelapa parut : air (2:3) dengan waktu inkubasi 48 jam (18,52%).  
Pengaruh Penambahan Labu Kuning (Curcubita Moschata) dan Sodium Tripolyphosphate Terhadap Sifat Fisik dan Tingkat Kesukaan Bakso Ayam Sakinah, Erlina; Slamet, Agus; Kanetro, Bayu
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4540

Abstract

Produk olahan daging yang telah dikenal luas dan sangat disukai masyarakat Indonesia, memiliki rasa yang lezat, harga terjangkau, dan dapat ditemukan di berbagai tempat adalah bakso. Proses pembuatan bakso yaitu daging dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bumbu, tepung, dan dibentuk menjadi bola-bola lalu direbus dalam air panas. Penambahan labu kuning pada bakso bertujuan meningkatkan kandungan gizi pada produk olahan daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning dan Sodium Tripolyphosphate (STPP) yang tepat sehingga dihasilkan bakso ayam dengan sifat fisik dan kimia yang memenuhi syarat serta disukai oleh panelis. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor perlakuan pada penelitian ini yaitu penambahan labu kuning 40 g, 50 g, dan 60 g dan STPP 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Hasil penelitian menunjukkan bakso ayam dengan penambahan labu kuning dan STPP berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan tingkat kesukaan bakso kecuali pada parameter aroma dan rasa bakso. Bakso yang paling disukai panelis adalah bakso ayam dengan penambahan labu kuning 50 g dan STPP 0,4% yang memiliki kadar air 68,66% b/b, kadar abu 1,73% b/b, kadar protein 13,75% b/b, kadar lemak 1,86% b/b, dan aktivitas antioksidan 8,77%RSA.
Pengaruh Variasi Jenis Ubi Jalar dan Lama Waktu Pengukusan Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Tingkat Kesukaan Pasta Apriyanti, Armi; Tamaroh, Siti; Slamet, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.4542

Abstract

Pasta ubi jalar merupakan produk olahan setengah jadi yang dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka produk pangan, misalnya kue-kue. Perlakuan pengolahan pada pembuatan pasta dapat menurunkan kandungan gizi pada ubi jalar terutama kandungan antioksidan dan beta karoten. Proses pengukusan dapat mengoptimalkan kandungan beta karoten dan antioksidan pada bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengukusan dan lamanya terhadap kadar beta karoten dan aktivitas antioksidan pada ubi jalar yang diolah berbentuk pasta. Pembuatan pasta ubi jalar pada penelitian ini digunakan ubi jalar putih, cilembu dan oranye. Proses pengukusan dilakukan dengan waktu 15, 30 dan 45 menit. Pasta ubi jalar yang dihasilkan dilakukan pengujian fisik meliputi warna dan tekstur, pengujian kimia yaitu penentuan beta karoten dan aktivitas antioksidan. Uji kesukaan terhadap pasta yangdihasilkan dengan uji hedonik meliputi uji warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan. Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil uji yang diperoleh dilakukan uji SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila terdapat beda nyata pada masing- masing perlakuan dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menujukan bahwa variasi jenis dan lama waktu Pengukusan mempengaruhi sifat fisik, kimia serta tigkat kesukaan panelis. perlakuan terbaik terdapat pada ubi jalar dengan kadar β-karoten dan aktivitas antioksidan yang tinggi diperoleh pada ubi jalar oranye dengan lama waktu pengukusan 15 menit dengan total β-karoten 0,25 mg/100 g dan aktivitas atioksidan 14,42 % RSA, pasta ubi jalar yang disukai ialah pasta yang dihasilkan dari ubi jalar cilembu dengan lama waktu pengukusan 15 menit. Pasta ubi jalar dengan warna L* 43,63, a* 0,92 dan, b* 13,8, Tekstur.2,95 F. max.N kadar air 25,39% kadar abu 0,49% bk, β-karoten 0,09 mg/100 gram dan aktivitas antioksidan 14,42% RSA.

Page 2 of 3 | Total Record : 24