cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN" : 7 Documents clear
RELATION BETWEEN KNOWLEDGE AND ADOLESCENT POSITION ABOUT HIV-AIDS WITH BEHAVIOR OF SEX BEFORE MARRIEDINDIUM SMA PGRI 1 SEMARANG Sri Ernawati; Heryanto -; Amin Samiasih
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.245 KB)

Abstract

Di era globalisasi, dengan tingkat kebebasan yang longgar dari para orang tua dan ketidaktahuan remaja tentang penyakit menular seksual yaitu salah satunya HIV-AIDS yang banyak terjadi di kalangan remaja. Perkembangan kasus HIV-AIDS sudah menghawatirkan. Jumlah kasus baru HIV-AIDS menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pemerintah bersama-sama masyarakat perlu memutus mata rantai penyebaran HIV-AIDS agar penularan penyakit yang berbahaya tersebut tidak semakin meningkat secara nasional dan membahayakan masa depan bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA PGRI 1 Semarang. Berdasarkan data jumlah siswa kelas X, XI dan XII adalah 84 siswa, maka pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling. Variabel indipendent adalah pengetahuan dan ikap remaja tentang HIV-AIDS, sedangkan variabl dependentnya adalah perilaku seks pranikah. Uji statistik yang digunakan adalah person product moment bila datanya normal, namun jika datanya tidak normal menggunakan uji Rank Spearman. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup yaitu sebanyak 67 siswa (79,8%), sikap positif sebanyak 60 siswa (71,4%) dan perilaku seks pranikah positif sebanyak 69 siswa (82,1%). Hasil analisis data ada hubungan antara hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS dengan perilaku seks pranikah. Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS dengan perilaku seks pranikah di SMA PGRI 1 Semarang. Disarankan hasil penelitian ini akan memacu peneliti untuk melakukan penelitian-penelitian sejenis sehingga literatur tentang kesehatan remaja dengan perilaku seks pranikah terus dapat dilengkapi.Kata kunci : pengetahuan, sikap, Human Imunodeficiency Virus Aqcuired Immuno Deficiency Syndrom, perilaku seks pranikah
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) PADA TINDAKAN PEMASANGAN INFUS DIRUANG MAWAR RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Casmirah -; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.271 KB)

Abstract

Peran orang tua (Support Social) pada anak hospitalisasi dapat menguatkan anak melalui pemberian penghargaan baik dengan kasih sayang, perhatian dan kehangatan.Peran orang tua pada saat pemasangan infus pada anak prasekolah dapat mengurangi kecemasan anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kecemasan anak prasekolah (4 6 tahun) pada tindakan pemasangan infus.Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak prasekolah (4 - 6 tahun) yang dirawat di ruang mawar RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan pada tanggal 11 Januari 12 Febuari 2011 dengan jumlah sampel 34 responden. Hasil penelitian menunjukan 70,6 % peran orang tua baik dan 70,6% anak prasekolah mengalami kecemasan sedang pada tindakn pemasangan infus. Ada hubungan antara peran orang tua dengan kecemasan anak prasekolah (4 - 6 tahun) pada tindakan pemasangan infus diruang mawar RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan dengan hasil P value 0,001 <? (0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak selama hospitalisasi seperti faktor lingkungan, dukungan keluarga, pengetahuan orang tua dan umur orang tua, serta perlu dipertimbangkan penggunaan metode penelitian yang berbeda dan pengembangan kuesioner penelitian.Kata kunci : peran orang tua, kecemasan anak prasekolah, tindakan pemasangan infus
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DI SMP NEGERI 1 BLADO KABUPATEN BATANG Edy Setiyawan; Ns. Siti Aisah; Ali Rosidi
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.91 KB)

Abstract

Perilaku merokok yang semakin marak di kalangan siswa sekolah, dimungkinkan dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap terhadap rokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap siswa perokok dan bukan perokok di SMP Negeri 1 Blado Batang. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif komparasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa perokok dan bukan perokok kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Blado Kabupaten Batang dengan jumlah 208 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionatestratified random sampling dengan jumlah 141 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai P 0,000 pada pengetahuan dan didapatkan nilai P 0,000 pada sikap, sehingga dinyatakan terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap perokok dan bukan perokok. Siswa perokok ternyata juga memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap bahaya merokok. Oleh karena itu penyuluhan bahaya merokok dimungkinkan kurang efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok. Disarankan kepada kepala sekolah membuat kebijakan dengan memberikan sanksi tegas bagi seluruh siswa sekolah yang merokok di sekolah.Kata kunci : Pengetahuan, sikap, perokok
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIARE PADA BAYI DI DESA JERUK SARI KECAMATAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN Eni Wiharti; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.564 KB)

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya angka kesakitan diare dari tahun ke tahun. Berdasarkan umur, prevalensi tertinggi kejadian diare terjadi pada usia 6 11 bulan sebanyak 19,45% dari seluruh kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan diare pada bayi di desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.Jenis penelitian adalah penelitian penjelasan, dengan menggunakan metode survey melalui pendekatan cross sectional . Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi pada kelompok ibu dan bayi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 di desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki anak bayi, teknik pengambilan sampel dengan metode Proportional Random Sampling, dengan jumlah sampel 81 orang. Data primer diambil dengan metode wawancara dan observasi sedangkat data sekunder diperoleh dari profil Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan 2010. Data yang diperoleh dalam penelitian diolah dengan menggunakan statistik uji chi square dengan derajat kemaknaan (?) <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar faktor lingkungan responden kurang baik dengan nilai r-value< 0,05 yang berarti ada hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian diare pada bayi di Desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar perilaku responden cukup dengan nilai r-value< 0,05 yang berarti ada hubungan antara faktor perilaku dengan kejadian diare pada bayi di Desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.Berdasarkan hasil tersebut diperlukan upaya penyuluhan kesehatan terutama terhadap faktor lingkungan dan perilaku yang dapat mencegah penyakit diare agar dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan karena diare.Kata kunci : lingkungan, perilaku dan diare.
GAMBARAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DI PUSKESMAS GENUK DAN BANGETAYU SEMARANG Haqi Maulana Mochammad; Siti Aisah; Ernawati -
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.674 KB)

Abstract

Pengawas menelan obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru harus dikenal, dipercaya, dan disetujui oleh petugas kesehatan maupun penderita tuberkulosis paru (Depkes RI, 2007). Untuk mendukung tugas dan fungsinya PMO harus memiliki karakteristik yang handal meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan kemampuan komunikasi dengan penderita, dan memahami peran dan tugasnya. Jenis kelamin PMO ikut berperan dalam penentuan tingkat keberhasilan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Perbedaan jatidiri antara pria dan wanita mempengaruhi produktivitas kerja individu. Jati diri seorang pria ditentukan oleh kemampuannya. Pria akan membanggakan diri atas kemampuan memecahkan masalah atau menyelesaikan sebuah pekerjaan, sedangkan wanita lebih mementingkan rasa kepedulian, integritas dan nilai-nilai yang lebih personal dan kepedulian untuk melayani. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran Pengawas Menelan Obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Genuk dan Bangetayu Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian studi diskriptif sederhana. Variabel gambaran Pengawas Menelan Obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Genuk dan Bangetayu Semarang yang terdiri dari jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, kemampuan komunikasi dan peran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pengawas Menelan Obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Genuk dan Bangetayu Semarang sebanyak 37 orang. Penelitian menggunakan teknik total Sampling sebanyak 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin responden sebagian besar perempuan yaitu sebanyak 21 orang (56,8%), umur responden sebagian besar tergolong pada umur dewasa dini yaitu sebanyak 22 orang (59,5%), pendidikan responden sebagian besar berpendidikan dasar yaitu sebanyak 19 orang (51,4%), pekerjaan responden sebagian besar bekerja sebagai pegawai swasta dan wiraswasta masing-masing sebanyak 13 orang (35,1%), PMO sebagian besar adalah keluarga pasien yakni sebanyak 36 orang (97,3%), pengetahuan responden sebagian besar Baik yakni sebanyak 19 orang (51,4%), kemampuan komunikasi responden termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 24 orang (64,9%), peran PMO sebagian besar Baik yakni sebanyak 26 orang (70,3%). Hasil penelitian ini dharapkan dapat dijadikan rekomendasi kepada masyarakat khususnya penderita tuberkulosis paru tentang arti pentingnya kehadiran PMO disamping penderita untuk menjamin kepatuhan menelan obat.Kata Kunci : Pengawas Menelan Obat (PMO)Pustaka : 23 (1994 - 2010)
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGSERANG KABUPATEN PEKALONGAN Amien Dyah Nawang Wulan; Tri Hartiti; Machmudah -
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.203 KB)

Abstract

Penduduk lansia merupakan salah satu kelompok penduduk yang potensial menjadi masyarakat rentan, sehingga perlu diciptakan suatu kondisi fisik maupun nonfisik yang kondusif untuk pembinaan kesejahteraannya. Salah satu masalah fisik sehari-hari yang sering ditemukan pada lansia adalah nyeri punggung bawah atau LBP. Senam lansia diharapkan dapat menurunkan LBP pada lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia, jenis penelitian quasi experiment dengan menggunakan rancangan one grouppretest-posttest design. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2011 di Puskesmas Kandangserang dengan metode accidental sampling, jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan sebelum senam lansia 30% responden mengalami nyeri ringan dan 70% sisanya mengalami nyeri sedang. LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang kabupaten Pekalongan sesudah senam lansia, responden mengatakan nyeri ringan 73,3%, sedangkan sisanya nyeri sedang yaitu sebanyak 26,7%. Ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan (p<0.05)Kata kunci : lansia, LBP, senam lansia.
STUDI DESKRIPTIF DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DI SD MUHAMMADIYAH 10 SEMARANG UTAR Haris Susena; Vivi Yosafianti Pohan; Sri Darmawati
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.019 KB)

Abstract

Masalah utama dalam rongga mulut anak adalah karies gigi. Di Negara-negara maju prevalensi karies gigi terus menurun sedangkan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia ada kecenderungan kenaikan prevalensi penyakit tersebut. Penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat salah satunya adalah faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Hal tersebut dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Anak masih sangat tergantung pada orang dewasa dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan gigi karena kurangnya pengetahuan anak mengenai kesehatan gigi dibanding orang dewasa. Anak usia antara 6-12 tahun atau anak usia sekolah masih kurang mengetahui dan mengerti memelihara kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dukungan orangtua terhadap kebersihan gigi pada anak di Sekolah Dasar Muhammadiyah 10 Semarang Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SD Muhammadiyah 10 Semarang Utara yang berjumlah 117 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua responden memberikan dukungan dalam bentuk informasional sebagai upaya kebersihan gigi anak yaitu 52,1%, dukungan penilaian keluarga responden berimbang antara yang tidak mendukung dan yang mendukung yaitu 49,6% dan 50,4%, dukungan instrumental keluarga responden yang terbesar adalah kategori mendukung yaitu sebanyak 55,6%, dukungan emosional keluarga responden yang terbesar adalah kategori tidak mendukung yaitu sebanyak 53,8%. Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan Siswa SD hendaknya dapat menjaga kebersihan giginya sendiri dengan cara menggosok gigi sedikitnya dua kali sehari, serta mengurangi makan makanan yang manis yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.Kata Kunci : Dukungan keluarga, kebersihan gigi, anak SD

Page 1 of 1 | Total Record : 7