cover
Contact Name
Putu Ayu Onik Pratidina
Contact Email
onikpratidina@undiknas.ac.id
Phone
+6281803742035
Journal Mail Official
psyecho@undiknas.ac.id
Editorial Address
Jl. Bedugul No.39, Sidakarya, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80224, Indonesia.
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PsyEcho Journal of Psychology
ISSN : -     EISSN : 31103111     DOI : 10.38043
Core Subject : Education,
PsyEcho encompasses a wide range of psychology-related disciplines, including clinical psychology, industrial/organizational psychology, educational psychology, developmental psychology, social psychology, and experimental psychology. By promoting the exchange of innovative ideas and empirical research, PsyEcho strives to make a meaningful contribution to the advancement and understanding of psychological science. Through its efforts, PsyEcho aims to foster collaboration, inspire new insights, and support the continuous evolution of the field.
Articles 20 Documents
Aliran behaviorisme dalam psikologi Dewi, Ida Ayu Dwinda Kusuma; Dewa Ayu Aristya Prabadewi
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan behaviorisme ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran psikologi sebelumnya yang lebih fokus pada proses mental yang tidak dapat diamati secara langsung. Behaviorisme memandang bahwa seluruh perilaku manusia terbentuk melalui proses belajar berdasarkan pengalaman, penguatan, dan interaksi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas teori behaviorisme, tokoh-tokoh behaviorisme, prinsip-prinsip dasar, serta kontribusinya dalam perkembangan psikologi, khususnya di bidang pendidikan dan modifikasi perilaku. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan sistematis yang mencakup identifikasi, evaluasi, dan analisis data dari berbagai sumber relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa behaviorisme terdiri dari beberapa aliran utama, yaitu behaviorisme klasik oleh Ivan Pavlov, behaviorisme operan oleh B.F. Skinner, dan teori pembelajaran sosial oleh Albert Bandura. Pavlov menyoroti hubungan antara stimulus dan respons, Skinner menekankan pentingnya penguatan dalam membentuk perilaku, sedangkan Bandura menambahkan dimensi observasi dan modeling dalam pembelajaran.
Teori Psikologi Kognitif Matheos, Vivienne Nathani; Ida Ayu Ketut Julya Arcani
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori kognitif memusatkan perhatian pada proses mental internal yang kompleks, seperti cara individu memperoleh, menyimpan, mengolah, dan menggunakan informasi. Pendekatan ini memandang manusia sebagai entitas yang aktif memproses informasi, serupa dengan model komputer, di mana informasi dari lingkungan diterima, diolah, dan menghasilkan respons. Tokoh-tokoh seperti Jean Piaget memberikan kontribusi penting dalam perkembangan psikologi kognitif. Piaget mengemukakan teori perkembangan kognitif yang menjelaskan tahapan-tahapan perkembangan pemikiran pada anak-anak, menekankan bahwa anak-anak secara aktif membangun pemahaman mereka tentang dunia. Teori ini berbeda dengan behaviorisme yang dipelopori oleh tokoh seperti John B. Watson dan B.F. Skinner, di mana psikologi dipandang sebagai studi tentang perilaku yang dapat diamati dan diukur, dengan menekankan pengaruh lingkungan (stimulus) terhadap respons dan mengabaikan peran proses mental internal. Psikologi kognitif telah memberikan pengaruh yang luas pada berbagai bidang dalam psikologi modern. Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah salah satu aplikasi penting dari prinsip-prinsip kognitif dalam psikoterapi.
Aliran Behaviorisme Dalam Ilmu Psikologi Dheswita Puspadewi; Anak Agung Ayu Nisha Amanda
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan memahami perkembangan aliran behaviorisme(aliran perilaku) dalam psikologi sebagai pendekatan objektif untuk menganalisis perilaku manusia yang teramati. Tujuan penelitian adalah mengkaji sejarah, prinsip dasar, tokoh utama, serta kontribusi aliran ini terhadap ilmu psikologi, khususnya dalam konteks pendidikan dan komunikasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sumber-sumber ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa behaviorisme, yang dipelopori oleh J.B. Watson, Ivan Pavlov, B.F. Skinner, E.L. Thorndike, dan Albert Bandura, menekankan hubungan stimulus(rangsangan) dan respons (tanggapan), penguatan (reinforcement), serta pembelajaran observasional (observational learning) sebagai dasar perubahan perilaku. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa behaviorisme memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pembelajaran terukur, seperti penerapan reward (hadiah) dan punishment (hukuman), serta pemodelan perilaku melalui media. Implikasi penelitian menyarankan integrasi prinsip behaviorisme dalam desain intervensi edukatif dan komunikasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Mengkaji Kembali Aliran Kognitif: Kontribusi terhadap Pemahaman Sejarah dan Pendidikan Sihombing, Maria Gracia Natalie; Anak Agung Ayu Gayatri Indah Apsari
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi kognitif merupakan salah satu aliran utama dalam perkembangan ilmu psikologi yang berfokus pada proses mental internal, termasuk bagaimana individu memperoleh, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi. Aliran ini berkembang sebagai reaksi terhadap keterbatasan behaviorisme dalam menjelaskan perilaku manusia secara komprehensif, serta menekankan pentingnya pemahaman tentang aktivitas mental yang tidak dapat diamati secara langsung. Artikel ini mengkaji prinsip-prinsip dasar psikologi kognitif, seperti teori pemrosesan informasi, teori skema, serta teori belajar observasional, dan mengulas kontribusi penting dari tokoh-tokoh utama seperti Noam Chomsky, Jean Piaget, dan Albert Bandura. Selain itu, artikel ini menyoroti peran dan pengaruh aliran kognitif dalam konteks pendidikan dan pemahaman sejarah psikologi. Ditekankan pula penerapan psikologi kognitif dalam berbagai bidang kontemporer, termasuk pendidikan, kecerdasan buatan, dan intervensi terapeutik. Melalui pemahaman terhadap cara kerja pikiran manusia, psikologi kognitif tidak hanya memperluas kerangka teoretis dalam ilmu psikologi, tetapi juga memberikan kontribusi praktis yang relevan bagi kehidupan modern.
Sejarah, Prinsip Dasar, Dan Kontribusi Aliran Humanistik Terhadap Psikologi Diah Malini Kusumawardani; Ni Luh Krishna Ratna Sari
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori humanistik memandang manusia sebagai subyek yang bebas merdeka untuk menentukan arah hidupnya. Manusia bertanggung jawab penuh atas hidupnya sendiri dan juga atas hidup orang lain. Tokoh utama dari teori humanistik ini adalah Carl Rogers yang menciptakan teori yang berpusat pada individu (person-centered theory), Arthur Combs yang menekankan pentingnya persepsi individu dalam proses belajar, dan Abraham Maslow yang mengembangkan hierarki kebutuhan yang mencakup kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri. Tujuan dilakukannya analisis teori ini adalah untuk mendapatkan wawasan mengenai sejarah, prinsip dasar, dan kontribusi aliran humanistik terhadap psikologi. Metode yang digunakan dalam menganalisis teori humanistik adalah literature review (LR) untuk dapat menyajikan penjelasan yang komprehensif mengenai sejarah, tokoh-tokoh utama, prinsip dasar, kontribusi, serta relevansi aliran humanistik. Teori humanistik dalam psikologi menempatkan manusia sebagai individu yang unik dengan potensi bawaan untuk berkembang, belajar, dan mencapai aktualisasi diri. Teori humanistik dapat dipelajari karena memberikan pandangan optimis tentang manusia, menekankan potensi, kehormatan, dan martabat individu untuk berkembang menuju kehidupan yang penuh makna dan kebahagiaan.
Psikologi Humanistik Dan Optimalisasi Potensi Diri Di Era Modern Ni Nyoman Diah Adnyani Dewi; Anak Agung Sagung Weni Kumala Ratih2
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/psyecho.v2i2.7545

Abstract

Aliran psikologi humanistik berkembang pada abad ke-20 yang menekankan pada pemahaman manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk berkembang secara maksimal. Kajian ini menganalisis relevansi psikologi humanistik dalam mengoptimalkan potensi diri individu di tengah dinamika kehidupan modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap teori-teori tokoh humanistik, khususnya Abraham Maslow dan Carl Rogers, serta analisis penerapannya dalam konteks kehidupan kontemporer. Aliran psikologi humanistik memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu kontribusinya pada bidang psikoterapi melalui pendekatan terapi berpusat pada klien yang dikembangkan oleh Carl Rogers. Selain itu, konsep self-actualization yang dipopulerkan oleh Abraham Maslow turut menekankan pentingnya pencapaian potensi diri secara optimal. Gagasan-gagasan dalam psikologi humanistik juga menginspirasi lahirnya gerakan psikologi positif yang dipelopori oleh Martin Seligman, yang berfokus pada kesejahteraan, kebahagiaan, serta pencapaian hidup yang bermakna. Dengan demikian, psikologi humanistik memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami perkembangan manusia, serta tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penekanan pada penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Fondasi Pemahaman Persepsi Teori Gestalt Dalam Persepsi Ilmu Psikologi Anak Agung Ngurah Balawan Mahotama Prameswara; Adinda Nasha Ayu Febrianthi
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gestalt theory, developed by Max Wertheimer, Wolfgang Köhler, and Kurt Koffka in the early 20th century, emerged as a response to reductionist approaches such as behaviorism and structuralism. This theory emphasizes that the whole is more than the sum of its parts, and that human experience must be understood holistically. Wertheimer observed the phi phenomenon—an illusion of movement from a sequence of static images—to demonstrate that the brain naturally organizes visual information. Köhler, through studies on chimpanzees, asserted that problem-solving involves holistic insight. Koffka expanded the theory by introducing principles such as proximity, similarity, continuity, and closure. Gestalt theory highlights that the human brain actively seeks order amid complexity. Its contributions extend to perception, learning, memory, art, design, and daily interactions, offering an approach that underscores intuition and structure in understanding the surrounding environment.
Kontribusi Psikologi Humanistik terhadap Kesejahteraan dan Pendidikan Kadek Dwi Fortuna Arya Putri; Komang Try Damayanthi
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi Humanistik muncul pada tahun 1950-an sebagai tanggapan terhadap keterbatasan aliran psikoanalisis dan behaviorisme yang dianggap terlalu deterministik dan kurang menyoroti potensi positif manusia. Pendekatan ini menekankan pentingnya kebebasan individu, tanggung jawab, dan pencapaian aktualisasi diri (self-actualization) melalui pertumbuhan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip dasar, sejarah, serta kontribusi psikologi humanistik dalam konteks psikologi modern dan kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Abraham Maslow, melalui teori hierarki kebutuhan (hierarchy of needs), dan Carl Rogers, dengan terapi berpusat pada klien (client-centered therapy), menjadi tokoh sentral dalam pengembangan psikologi humanistik. Keduanya menekankan pentingnya empati, penghargaan tanpa syarat (unconditional positive regard), dan keaslian dalam membantu individu mencapai potensi maksimal. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa psikologi humanistik memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan, psikoterapi, organisasi, serta pengembangan diri dan hubungan interpersonal. Implikasi dari pendekatan ini menuntut lingkungan yang suportif dan inklusif agar individu dapat berkembang secara optimal. Oleh karena itu, disarankan agar prinsip-prinsip psikologi humanistik diterapkan secara luas dalam praktik pendidikan, konseling, serta kehidupan sosial untuk mendorong kesejahteraan psikologis yang berkelanjutan.
Analisis Aliran Humanistik Dalam Perkembangan Psikologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Okin Pradnyantari; Fiqih Amalia
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/psyecho.v2i2.7574

Abstract

Aliran humanistik dalam psikologi muncul pada pertengahan abad ke-20 sebagai respons terhadap keterbatasan pendekatan psikoanalisis dan behavioristik yang dinilai terlalu deterministik dan kurang memperhatikan aspek subjektif manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas secara kritis kontribusi aliran humanistik dalam perkembangan psikologi sebagai ilmu pengetahuan, dengan menyoroti pemikiran dua tokoh utama: Carl Rogers dan Abraham Maslow. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang membahas konsep, teori, dan aplikasi psikologi humanistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aliran ini menekankan pentingnya kesadaran diri, kehendak bebas, dan aktualisasi diri sebagai inti dari perkembangan psikologis yang sehat. Konsep-konsep seperti self-actualization (aktualisasi diri), unconditional positive regard (penghargaan positif tanpa syarat), serta hierarki kebutuhan menjadi landasan teoritis yang kuat dalam terapi, pendidikan, dan pengembangan individu. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan humanistik memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas pemahaman psikologi ke arah yang lebih humanis dan holistik. Implikasinya, pendekatan ini relevan untuk diterapkan dalam berbagai bidang praktik psikologi, termasuk pendidikan, konseling, dan pengembangan sumber daya manusia, dengan mengedepankan potensi positif dan pengalaman subjektif individu.
Behaviorisme dalam Pembelajaran: Teori, Tokoh dan Aplikasinya Kadek Marcha Kenargi; Anak Agung Sri Sanjiwani
PsyEcho Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/psyecho.v2i2.7576

Abstract

This research is motivated by the importance of understanding behaviorism (perilaku) as one of the main schools in psychology that emphasizes observable and measurable behavior. The purpose of this study is to examine the history, basic principles, key figures, as well as the contributions and applications of behaviorism theory in the fields of education and psychology. The method used in this research is literature review (tinjauan pustaka), conducted systematically by identifying and evaluating various sources of scientific journals. The results show that the behaviorism theory emphasizes the relationship between stimulus (rangsangan) and response (tanggapan), as well as the importance of reinforcement (penguatan) in shaping behavior. This theory developed through the thoughts of figures such as Ivan Pavlov, B.F. Skinner, and Albert Bandura, and has greatly contributed to the development of learning strategies and behavioral therapy. The conclusion of this study affirms that behaviorism theory plays an important role in education, especially in designing structured learning processes oriented toward behavioral change. The implication of this study shows that behaviorism theory can be effectively applied in learning processes by paying attention to environmental factors and the stimuli provided.

Page 2 of 2 | Total Record : 20