cover
Contact Name
Suwandi
Contact Email
hadianhamzah0@gmail.com
Phone
+6289643455623
Journal Mail Official
hadianhamzah0@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cabe Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan 15418, Banten - Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JKRL-Juli
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 30636825     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan (JKRL) adalah jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Studi Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka. Jurnal ini bertujuan sebagai media penyampaian hasil penelitian maupun kajian pustaka terkait dengan bidang lingkungan. Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan (JKRL) terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember
Articles 13 Documents
ANALISIS PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI MENGGUNAKAN ALGORITMA NDVI DI KECAMATAN MATRAMAN, JAKARTA TIMUR TAHUN 2018-2023 Arvelia Firana Pramitha; Muhammad Aufa Zuhri
Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kerapatan vegetasi di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, menggunakan algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) selama periode 2018-2023. Pada penelitian ini, peneliti menerapkan teknik penginderaan jauh dalam pengolahan data yang diambil dari citra satelit Sentinel-2 serta diproses melalui platform Google Earth Engine. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil analisis menunjukkan adanya pergeseran kerapatan vegetasi yang signifikan. Pada tahun 2018, vegetasi dengan kategori kehijauan sangat rendah hanya mencakup 0,61 hektar, namun meningkat drastis menjadi 153,83 hektar pada 2023. Kategori kehijauan rendah juga mengalami peningkatan luas sebesar 65,26 hektar, dari 171,95 hektar menjadi 237,21 hektar. Sebaliknya, vegetasi dengan kehijauan sedang berkurang dari 215,79 hektar menjadi 52,2 hektar, sedangkan kehijauan tinggi menurun dari 55,24 hektar menjadi 23,34 hektar. Tren ini menunjukkan adanya tekanan pembangunan yang tinggi, sehingga mengakibatkan berkurangnya area vegetasi dan berdampak pada keseimbangan ekologi serta kualitas lingkungan.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA KEGIATAN EKOWISATA TAHURA LATI PETANGIS KABUPATEN PASER Rohkayati, Eni; Hernawan, Endang
Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Analisis penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) pada kegiatan ekowisata di Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis. Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data dari 19 responden dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% komponen SML telah diimplementasikan dengan baik, 37% masih memerlukan perbaikan, dan 11% belum diimplementasikan sama sekali. Aspek verifikasi dalam penerapan SML menunjukkan hasil yang paling positif (63% diterapkan dengan baik), sedangkan penyampaian informasi merupakan aspek yang paling lemah (hanya 26% diterapkan dengan baik). Pengelolaan lingkungan dinilai baik oleh 58% responden, didukung oleh pemantauan kualitas lingkungan dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kebakaran hutan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama dalam pengelolaan lingkungan dan verifikasi SML yang efektif, serta kelemahan yang signifikan dalam hal berbagi informasi. Rekomendasi pengembangan mencakup penguatan organisasi dan kepemimpinan, peningkatan kapasitas SDM, pemantauan kualitas lingkungan, pengelolaan limbah terpadu, program konservasi, pengembangan sistem informasi, verifikasi dan audit berkala, dan persiapan sertifikasi standar internasional. Efektivitas SML diukur melalui indikator lingkungan, organisasi, dan sosial-ekonomi, serta benchmarking internal dan eksternal. Implementasi rekomendasi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas SML dalam mendukung keberlanjutan ekowisata di Tahura Lati Petangis dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara optimal.  
DINAMIKA PERUBAHAN LUAS LAHAN TERBANGUN DI KOTA DEPOK TAHUN 2005-2025 BERDASARKAN ANALISIS CITRA SATELIT Maitsa Zulfa Husniyyah; Andri Noor Ardiansyah; Bahar, Syairul
Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran mengenai perubahan lahan terbangun di Kota Depok pada tahun 2005-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode supervised classification (klasifikasi terbimbing) digunakan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan berdasarkan data citra landsat 5 (tahun 2005) dan citra landsat 9 (tahun 2025) yang diolah dengan menggunakan Google Earth Engine (GEE) untuk mengidentifikasi lahan terbangun dan lahan non terbangun. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada luas lahan terbangun selama periode 2005-2025 yaitu dari 77,20 km2 pada tahun 2005 menjadi 167,95 km2 pada tahun 2025, atau mengalami peningkatan lahan terbangun sebesar 90,75 km2 Peningkatan tersebut tidak merata di seluruh kecamatan yang ada di Kota Depok, melainkan peningkatan terbesar berada di wilayah yang berada di pinggiran kota seperti Kecamatan Sawangan, Kecamatan Tapos, dan Kecamatan Bojongsari. Hasil ini menunjukkan bahwa Kota Depok mengalami peningkatan lahan terbangun yang cukup pesat dan cenderung lebih dominan meningkat di wilayah pinggiran kota.

Page 2 of 2 | Total Record : 13