cover
Contact Name
Andi Yusuf Katili
Contact Email
yusuf2801@gmail.com
Phone
+6281310812300
Journal Mail Official
yusuf2801@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nani Wartabone no. 259, Limba U2, Kota Selatan, Kota Gorontalo 96115
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal of Multi Technology
ISSN : .     EISSN : 31091598     DOI : https://doi.org/10.69623/j-multitechno.v1i2
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Multi Technology disingkat J-Multitechno adalah jurnal yang mewadahi berbagai hasil pemikiran di bidang teknik. Semua publikasi di J-Multitechno bersifat akses terbuka yang memungkinkan akses tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun. J-Multitechno terbit dua kali setahun yaitu: Mei dan November.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Multi Technology (J-Multitechno)" : 2 Documents clear
Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Desain Arsitektur Modern di Kota Gorontalo Imran, Mohammad; Rachmadyanti, Resza
Journal of Multi Technology Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Multi Technology (J-Multitechno)
Publisher : CV. Dalle' Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-multitechno.v1i2.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam desain arsitektur modern di Kota Gorontalo. Kota Gorontalo sebagai pusat budaya dan pemerintahan memiliki kekayaan budaya yang potensial untuk menjadi fondasi pengembangan arsitektur modern yang berciri khas lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan studi pustaka, dengan melibatkan arsitek, budayawan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti keselarasan dengan alam, semangat gotong royong (huyula), simbolisme budaya, serta filosofi adat dan keagamaan, masih sangat relevan sebagai prinsip dasar dalam desain arsitektur modern. Namun, penerapan nilai-nilai tersebut sebagian besar masih bersifat simbolik melalui penggunaan ornamen visual pada fasad bangunan, sementara penerapan secara konseptual yang lebih substantif masih terbatas. Faktor penghambat integrasi antara lain keterbatasan regulasi, pemahaman arsitek eksternal yang kurang terhadap budaya lokal, dan pertimbangan biaya. Di sisi lain, munculnya kesadaran masyarakat, dukungan pengembangan pariwisata budaya, serta hadirnya generasi arsitek lokal menjadi faktor pendorong yang signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan arsitektur modern yang tidak sekadar menampilkan budaya lokal secara estetis, melainkan menjadikannya sebagai fondasi konseptual dalam perancangan ruang yang adaptif, berkelanjutan, serta memperkuat identitas budaya Gorontalo di tengah arus modernisasi.
Perencanaan Pembangunan Wilayah Berbasis Potensi Lokal untuk Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Akhirun, Layosibana; Zees, Dewi Sartika T.
Journal of Multi Technology Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Multi Technology (J-Multitechno)
Publisher : CV. Dalle' Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-multitechno.v1i2.180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan pembangunan wilayah berbasis potensi lokal dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan dokumen kebijakan daerah. Pembangunan wilayah di Indonesia menghadapi tantangan kompleks yang berkaitan dengan ketimpangan antarwilayah, keterbatasan sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan. Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu daerah dengan potensi alam dan sosial ekonomi yang beragam memerlukan pendekatan pembangunan yang menekankan pada potensi lokal sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan wilayah di Kabupaten Gorontalo telah diarahkan pada penguatan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata berbasis komunitas, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya kapasitas kelembagaan, koordinasi lintas sektor, dan keterbatasan pembiayaan pembangunan. Upaya optimalisasi potensi lokal memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dengan prinsip partisipatif dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi perencanaan berbasis potensi lokal ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Page 1 of 1 | Total Record : 2