cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2003)" : 8 Documents clear
Efek Madu sebagai Antifungi terhadap Candida albicans Penelitian Laboratoris In Vitro M. Dzen, Sjoekoer; Winarsih, Sri; Cholis, M.; Siahaan, Langga Sintong
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.179 KB)

Abstract

Walaupun madu dilaporkan memiliki sifat antiseptik, namun pengaruhnya terhadap jamur Candida albicans belum jelas. Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah madu mempunyai efek fungistatik terhadap Candida albicans dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsentrasi madu dengan derajat fungistatik pada Candida albicans. Penelitian eksperimental in vitro ini menggunakan 5 macam perlakuan dengan konsentrasi madu yang berbeda-beda yaitu 20%, 40%, 60%, dan 100% di dalam medium Nutrient Broth serta 2 kontrol Candida albicans dan kontrol madu. Setelah diinkubasi selama 18-24 jam, satu ose perbenihan dipindahkan ke medium Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Setelah diinkubasi kembali selama 18-24 jam, jumlah koloni yang tumbuh dihitung dengan colony counter. Analisis statistik menggunakan ANOVA Satu Arah dan korelasi Pearson. Jumlah koloni yang terdapat pada konsentrasi madu terhadap jumlah koloni Candida albicans (ANOVA satu arah, p<0,05) dan terdapat hubungan asosiasi yang signifikan antara konsentrasi madu dengan jumlah koloni Candida albicans (Korelasi Pearson, p (0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa madu mempunyai efek fungisik terhdapa Candida albicans sevara in vitro dan terdapat korelasi antara madu dengan derajat fungistatik pada Candida Albicans.
Peran Probiotik dalam Pencegahan dan Pengobatan Diare Akut pada Anak Olivianto, Ery; Kusuma, Chandra
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2264.826 KB)

Abstract

Mikroba hidup telah bertahun-tahun digunakan dalam fermentasi makanan dan minuman, namun baru akhir-akhir ini dipelajari secara ilmiah untuk diteliti manfaatnya terhadap kesehatan manusia. Efek konsumsi probiotik pada anak sebagai pencegahan diare akut dan pengobatannya telah banyak dipelajari. Ternyata terbukti bahwa probiotik dapat mencegah diare akut pada anak terutama yang disebabkan oleh rotavirus yang merupakan penyebab terbesar diare infeksi akut pada anak. Selain itu probiotik juga terbukti dapat memperpendek durasi diare dan mengurangi derajat keparahannya serta memperpendek masa ekskresi virus pada diare yang disebabkan rotavirus mekanisme kerja probiotik dalam efek pencegahan dan terapi ini kebanyakan tidak diketahui, tetapi mungkin dengan cara memproduksi bahan antibakteri, berkompetisi dengan bakteri patogen untuk tempat perlekatan dan reseptor di mukosa usus, berkompetisi untuk bahan nutrisi dan faktor pertumbuhan, meningkatkan sistem kekebalan dan memproduksi enzim laktase.
Apoptosis dan Nekrosis pada Berbagai Selularitas Sumsum Tulang Widjajanto, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1827.537 KB)

Abstract

Selularitas sumsum tulang ditentukan oleh keseimbangan prolferasi, diferensiasi dan kematian sel (apoptosis dan nekrosis) dari sel hematopoitik. Keganasan sistem hematopoisis berkaitan dengan hiperproliferasi dan gangguan diferensiasi sel hematopoitik serta sumsum tulang hiperseluler, sedangkan anemia aplastik berkaitan dengan hiperapoptosis dan sumsum tulang hiposeluler. Studi ini meneliti distribusi apoptosis dan nkrosis dari sel hematopoitik pada berbagai derajat selularitas sumsung tulang, dari berbagai penderita dengan hematopoisis yang terganggu (n=60). Secara mikroskopik, dari sediaan (marrow imprint) aspirat sumsum tulang dengan pewarnaan Toluidin blue dan Wright ditentukan selularitas sumsum tulang serta jumlah sel hematopoitik yang mengalami apoptosis dan nekrosis. Analisa statistik secara Anova menunjukkan bahwa jumlah apoptosis pada sumsum tulang hiposeluler (n=9), normoseluler (n=27) dan hiperseluler (n=24) masing-masing adalah 3,63±1,77; 1,71±1,97 dan 0,65±0,72% (p=0,001), sedangkan sel nekrotik jmlahnya sama (p=0,728), tetapi rasio apoptosis/nekrosisnya 3, 80±3,93; 1,19±1,65; dan 1,06±2,15 (p=0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa apoptosis dari sel hematopoitik lebih banyak terjadi pada sumsum tulang hiposeluler dibanding dengan sumsum tulang normoseluler dan hiperseluler.
Pengguna Air Rebusan sebagai Alternatif Pengganti Normal Saline pada Debridement Fraktur Terbuka Kurniawan, Titis; Mustamsir, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1774.902 KB)

Abstract

Air rebusan selama ini masih dipakai sebagai cairan irigasi untuk debridement fraktur terbuka di IRD RSSA Malang, sedangkan cairan irigasi yang direkomendasikan adalah normal saline yang merupakan cairan fisiologis. Alasan memakai air rebusan ini adalah selain harga noemalsaline relatif mahal juga karena belum ada penelitian mengenai kejadian infeksi denganmenggunakan air rebusan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan air rebusan sebagai cairan irigasi terhadap risiko terjadinya infeksi dan inflamasi. Metode yang digunakan adalah eksperimental klinis. Pasien dengan fraktur kruris terbuka grade II yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Satu kelompok dilakukan debridement dengan cairan irigasi normal saline dan kelompok yang lain dengan air rebusan. Efek yang dipantau adalah kadar CRP, jumlah lekosit, angka pertumbuhan kuman dan angka reaksi inflamasi pada luka operasi. Hasil yang didapat berupa kecenderungan peningkatan kadar CRP, jumlah lekosit, angka pertumbuhan kuman dan angka inflamasi luka yang pada luka dilakukan debridement dengan air rebusan dibanding dengan yang dilakukan debridement dengan normal saline. Kesimpulan yang didapat adalah air rebusan tidak dapat dipakai sebagai cairan irigasi pada debridement fraktur terbuka karena secara klinis dan laboratories meningkatkan kejadian infeksi dan inflamasi.
Model Pelatihan Pembimbing Klinik Berdasarkan Training Need Assesment pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Ahsan, Ahsan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3170.102 KB)

Abstract

Kemampuan pembimbing klinik harus selalu ditingkatkan melalui berbagai strategi, diantaranya pelatihan dan pengembangan agar kemampuan karyawan sesuai dengan perubahan jaman, perkembangan IPTEK, tuntutan konsumen, meningkatkan kemampuan karyawan dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap serta keahlian yang spesifik guna menjawab tantangan perubahan tersebut. Model pelatihan pembimbiing kliniki dimulai Training Needs Assesment (TNA) agar perubahan yang diinginkan terjadi secara sistematis, guna mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini mendesain model pelatihan pembimbing klinik pada PSIK FKUB berdasarkan trining needs assesment dengan maksud melakukan kajian kebutuhan pelatihan pembimbing klinik, mengidentifikasi masalah bimbingan mahasiswa, masalah dalam bimbingan disamping hasil TNA ini dilakukan Focus Group Discussion untuk memberikan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bersifat survei observasional, dengan cross sectional, pengumpulan data dengan quesioner dan hasilnya dilakuakn FGD dengan para pimpinan PSIK dan Rumah Sakit. Responden terdiri pembimbing 47 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bimbingan, kompetensi yang memberikan bimbingan klinik yang benar. Diperoleh hasil 91,48% responden menyatakan ada masalah pada kinerja pembimbing klinik, (51,06%) karena faktor organisasi, karena kurangnya pelatihan terutama bimbingan dan pelatihan pembimbing klinik (65,95%). Keberhasilan pelatihan akan meningkatkan mutu keperawatan dan mutu bimbingan klinik (55,31%), pembelajaran klinik (57,44%), meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemecahan masalah. Metode pelatihan on the job training dengan bimbingan (59,57%), pelatihan off the job training dengan studi kasus (59,57%), jumlah peserta 16-20 orang (55,31%), metode diskusi kelompok (63,385). Pelatihan bertempat di RSSA atau Biomedik FKUB, setiap pembimbing klinik dilibatkan aktif mulai perencanaan, proses dan umpan balik hasil penelitian.
Akurasi Tripel Diagnostik yang Dimodifikasi (TDM) pada Tumor Padat Payudara Faison, Faison; Soediarto, Didik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1583.633 KB)

Abstract

Diagnosis pasti tumor payudara sangat penting dalam memutuskan rencana penatalaksanaan. Disamping histopatologi/potong beku yang merupakan standar baku emas, juga telah banyak dipakai secara luas triple diagnostik (Pemeriksaan klinis, mammografi, dan FNAB). Mammografi sendiri adalah hal yang masih jarang didapatkan di Indonesia, khususnya didaerah perifer. Penelitian ini bertujuan untuk menilai  sensitifitas, spesifisitas dan akurasi triple diagnostik modifikasi pada tumor padat payudara. Merupakan suatu penelitian cross sectional. Dilakukan pemeriksaan Tripel Diagnostik yang Dimodifikasi (TDM) yang terdiri dari pemeriksaan klinis, USG dan FNAB terhadap 60 penderita tumor padat payudara mulai September 2000-April 2001. Hasilnya dibandingkan dengan pemeriksaan histopatologi. Hasil: Didapatkan sesitifitas TDM 84%, spesifisitas 100%, nilai prediksi positif (NPP) 100%, nilai prediksi negatif (NPN) 89% dan akurasi 92%. Sedangkan pada pemeriksaan dimana ketiga unsur adalah bersesuaian didapatkan hasil spesifisitas, sensitifitas, NPP, NPN, dan akurasi 100%.
Penyulit Pasca Bedah Ikterus Obstruktif Laanjut (Studi Kasus Penderita di RSSA dan Studi Eksperimental pada Tikus Soemarko, M.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1809.944 KB)

Abstract

Penderita ikterus obstruktif ekstrahepatik lanjut yang dilakukan pembedahan dengan drenase billier interna mempunyai potensi terjadinya peningkatan morbiditas dan mortalita, dibanding dengan penderita ikterus obstruktif dini atau tanpa ikterus dengan pembedahan yang serupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan morbiditas dan mortalitas pada pembedahan penderita dengan ikterus obstruktif lanjut. Digunakan metode observasi retrospektif pada penderita ikterus obstruktif lanjut dan dini yang dibedah, serta penderita tanpa ikterus dengan operasi kolesistektomi sebagai kontrol. Hasil yang didapat adalah adanya peningkatan mortalitas yang bermakna pada penderita dengan ikterus obstruktif lanjut. Hasil ini didukung oleh hasil percobaan pada tikus. Kesimpulan dari penelitian ini, melalui observasi pasien dan tikus coba adalah mendukung pendapat bahwa penyebab peningkatan mortalitas disebabkan oleh adanya gagal organ multipel yang dipicu oleh gagal ginjal akut.
Pola Bakteri dari Isolat Sputum dan Kepekaannya terhadap berbagai antibiotik di RSU dr. Saiful Anwar Malang Periode Januari-Juni 2003 Astuti, Triwahju
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1840.02 KB)

Abstract

Informasi mengenai kemampuan suatu antibiotika dalam mengatasi kelompok pathogen yang mungkin menjadi penyebab infeksi saluran nafas akan sangat membantu klinisi dalam menentukan antibiotika empiris sebelum hasil pemeriksaan mikrobiologi diperoleh. Telah dilakukan penelitian pola bakteri dan kepekaannya terhadap antibiotik. Data sekunder diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi RSU dr. Saiful Anwar Malang. Diperoleh hasil 5 jenis bakteri peringkat pertama adalah Klebsiella pneumoniae (20,2%), Acinetobacter anitrartus (16,5%), Staphylococcus koagulase negatif (12,5%), Pseudomonas aeruginosa (8,4%), Staphylococcus koagulase positif (6,9%). Antibiotik yang sensitif untuk seluruh bakteri isolat sputum adalah: Amikacin, Fosfomycin, Netilmycin, Gentamycin, Ciprofloxacin.

Page 1 of 1 | Total Record : 8