cover
Contact Name
Nafi
Contact Email
athapublishingglobalindo@gmail.com
Phone
+6281775422923
Journal Mail Official
reviewofislamicandsocialstudie@gmail.com
Editorial Address
Jl. Alamanda Estate Jl. Cluster Jasmine No.215, Kembangan, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56172
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Review of Islamic and Social Studies
ISSN : -     EISSN : 31102611     DOI : 10.64845/riss.v1i1
Core Subject : Religion,
Journal Review of Islamic and Social Studies is a scholarly, peer-reviewed journal that publishes original research, conceptual papers, and critical reviews in the fields of Islamic studies and social sciences. It aims to provide a platform for bridging Islamic intellectual traditions with contemporary social science approaches, addressing complex and evolving issues in modern society. The journal covers a wide range of topics, including Islamic thought, Qur’anic and Hadith studies, Islamic education, Islamic law, sociology, anthropology, culture, economics, politics, and the social dynamics of Muslim communities, both locally and globally. With an interdisciplinary orientation, it promotes academic dialogue that deepens the understanding of Islam in relation to current social realities. The Journal of Islamic and Social Studies Review welcomes contributions from scholars, researchers, students, and practitioners who are committed to advancing high-quality research and fostering the development of Islamic scholarship in the context of global academic discourse.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Analisis Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Penggunaan Layanan Paylater Pada E-Commerce: Studi Kasus Di Platform Shopee Siti Nurjanah
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.125

Abstract

Tentang perkembangnya e-commerce dimasa kini sungguh sangat pesat, membuat segala hal jauh lebih mudah sistem pembayaran yang memungkinkan membeli barang atau jasa secara kredit, lalu membayarnya di kemudian hari atau secara mencicil. Konsepnya adalah "bayar nanti", di mana tidak perlu membayar secara langsung saat transaksi, melainkan melunasinya sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan (misalnya bulanan). Layanan ini sering ditawarkan oleh marketplace dan fintech, dan tidak memerlukan kartu kredit fisik untuk menggunakannya. Dengan penelitian ini lah bertujuan untuk menganalisis praktik penggunaan layanan paylater (khususnya pada platform Shopee) ditinjau dari prinsip-prinsip Fiqh Muamalah (hukum transaksi Islam). Analisis difokuskan pada akad-akad yang digunakan, seperti utang-piutang (qardh), jual beli kredit (bai' bitsaman ajil), dan potensi unsur riba, gharar, atau maysir yang terkandung di dalamnya. Karena hal tersbut penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem kredit SPayLater dalam pengawasan Fiqh Muamalah diperbolehkan karena akad yang jelas antara penjual dan pembeli. Namun, sistem didalamnya  ini menjadi haram ketika terdapat bunga 5% yang dikenakan kepada pembeli jika tidak membayar tepat waktu, sehingga penting bagi pengguna untuk memahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi (terhadap syarat dan ketentuan paylater di Shopee), wawancara (dengan pakar ekonomi syariah), dan studi literatur (terhadap referensi Fiqh Muamalah). Diharapkan hasil penelitian dapat mengidentifikasi bentuk akad yang dominan dalam layanan Paylater Shopee dan menentukan status hukumnya dalam pandangan Fiqh Muamalah (halal, syubhat, atau haram), serta memberikan rekomendasi terkait praktik penggunaan layanan tersebut.
Telaah Filosofis terhadap Sumber Pengetahuan dan Teori Kebenaran dalam Menghadapi Hoaks dan Post-Truth Andi Dian Wulandari; Andi Ulfa Wulandari
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.142

Abstract

Fenomena hoaks dan post-truth menunjukkan krisis epistemik di era digital, di mana batas antara fakta dan opini menjadi kabur. Kondisi ini menuntut telaah filosofis terhadap konsep sumber pengetahuan dan teori kebenaran sebagai dasar untuk memahami cara manusia memperoleh serta memverifikasi pengetahuan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-filosofis dengan menganalisis pandangan rasionalisme dan empirisme sebagai dua arus utama dalam epistemologi klasik, serta menelaah tiga teori kebenaran: korespondensi, koherensi dan pragmatisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa hoaks dan post-truth muncul akibat tergerusnya prinsip rasionalitas dan objektivitas dalam proses penilaian kebenaran.Rasionalisme menegaskan pentingnya nalar logis, sementara empirisme menuntut verifikasi faktual sebagai dasar klaim pengetahuan. Ketiga teori kebenaran berfungsi sebagai instrumen kritis untuk membedakan antara pengetahuan yang sahih dan informasi yang menyesatkan. Dengan demikian, penguatan kesadaran epistemologis masyarakat menjadi kunci dalam melawan hoaks dan post-truth melalui pemulihan nilai kebenaran, rasionalitas dan tanggung jawab intelektual.
Strategi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Bondowoso Muhammad Muwefik; Hikmatul Hasanah
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.150

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan serius yang masih terjadi di Kabupaten Bondowoso dan berdampak luas terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bondowoso dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak serta mengidentifikasi faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala UPTD PPA, pendamping, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kasus dilakukan melalui delapan layanan utama, yaitu konseling psikologis, pendampingan medis, bantuan hukum, perlindungan, pelayanan sosial, pendidikan, rujukan, dan pemantauan. Strategi tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor dengan rumah sakit, kepolisian, dan lembaga bantuan hukum guna mengatasi keterbatasan internal lembaga. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, struktur organisasi yang belum optimal, serta minimnya fasilitas pendukung seperti ruang konseling dan rumah aman. Meskipun demikian, strategi berbasis kolaborasi dinilai efektif dalam memberikan perlindungan dan pendampingan komprehensif bagi anak korban kekerasan seksual.
Hakikat dan Urgensi Ilmu Menurut Imam An-Nawawi dalam Kitab Riyadus Salihin Al-Faroby, Adib; Khairuddin Lubis; Khairul Anwar
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.170

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan di era modern seringkali berorientasi pada prestasi akademik dan kemajuan teknologi, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan pembentukan nilai-nilai spiritual dan moral. Kondisi ini telah menimbulkan krisis makna dan degradasi adab dalam dunia pendidikan. Dalam konteks ini, pemikiran para ulama klasik seperti Imam An-Nawawi relevan untuk dikaji ulang sebagai acuan paradigma keilmuan Islam yang beradab dan berorientasi pada ketakwaan. Penelitian ini berfokus pada kajian hakikat dan urgensi ilmu pengetahuan menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadus Salihin dan relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan. Data primer bersumber dari kitab Riyadus Salihin, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan dan nilai-nilai etika ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pengetahuan Imam An-Nawawi bersifat normatif-transformatif, artinya pengetahuan berasal dari wahyu, dipelajari dengan niat tulus, dipraktikkan dalam kehidupan, dan disebarluaskan untuk kepentingan masyarakat. Pengetahuan tidak dipahami sebagai pengetahuan yang bebas nilai, melainkan sebagai sarana untuk mengembangkan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa paradigma ilmiah Imam An-Nawawi relevan untuk mengatasi tantangan pendidikan modern yang cenderung sekuler dan pragmatis. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya reorientasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan penguasaan pengetahuan dengan pengembangan adab dan karakter berdasarkan nilai-nilai spiritual Islam.
Analisis Peran Korps Mubaligh Mubalighah terhadap Peningkatan Karakter Keislaman Siswa di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang Aisyah Muhana Muthi; Niswa Najibah; Bayu Dwi Cahyono
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Korps Mubaligh Mubalighah (KMM) dalam membina dan memperkuat nilai-nilai keislaman siswa di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi lapangan yang mendalam. Data primer dikumpulkan melalui observasi partisipan pada kegiatan KMM sehari-hari serta wawancara mendalam yang melibatkan pengurus KMM, pembina, guru Ismuba, dan siswa dari berbagai tingkat kelas untuk menangkap perspektif beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KMM memiliki peran strategis sebagai mitra sekolah dalam menciptakan budaya religius melalui program-program terstruktur seperti kultum Jumat pagi yang membangun semangat spiritual, kajian keislaman tematik, tadarus Al-Qur’an rutin, keputrian untuk pembinaan perempuan, khitabah setelah shalat Dzuhur, amal Jumat sosial, serta muhadharah internal kompetitif. Program-program tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kedisiplinan ibadah harian siswa, pemahaman dasar keislaman yang lebih kokoh, kelancaran membaca Al-Qur’an melalui latihan intensif, serta perbaikan akhlak siswa secara bertahap yang terlihat dalam interaksi sosial. Namun demikian, efektivitas program masih menghadapi beberapa kendala utama, antara lain inkonsistensi kedisiplinan pengurus akibat beban tugas ganda, keterbatasan variasi metode dakwah yang masih didominasi ceramah monoton, serta rendahnya partisipasi sebagian siswa karena pengaruh lingkungan eksternal dan kurangnya daya tarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Korps Mubaligh Mubalighah berperan penting dalam pembinaan keislaman siswa secara holistik, namun perlu penguatan inovasi metode dakwah interaktif seperti gamifikasi, peningkatan konsistensi melalui pelatihan rutin, dan pemanfaatan media digital yang lebih adaptif dengan karakter remaja masa kini agar dampaknya semakin optimal dan berkelanjutan.
Pembaruan Hukum Perlindungan Anak di Indonesia dan Hukum Keluarga Islam Pada Kasus Modus Adopsi Ilegal Ni'matul Fauziah
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.153

Abstract

Kehadiran anak dalam keluarga merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga. Namun, berbagai faktor seperti gangguan medis dapat menghalangi pasangan suami istri untuk memiliki keturunan, sehingga adopsi anak menjadi salah satu solusi yang sah secara hukum. Pada hukum keluarga Islam, konsep kafalah menegaskan pentingnya menjaga hak anak, termasuk nasab, pengasuhan, dan pendidikan. Sayangnya, praktik adopsi ilegal kerap melanggar hak-hak dasar anak dan nilai-nilai hukum. Studi ini membahas kasus modus adopsi ilegal yang terjadi di Yogyakarta, yang melibatkan eksploitasi bayi melalui proses transaksi ilegal selama lebih dari satu dekade. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis terhadap regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Anak, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta studi kasus adopsi ilegal di Yogyakarta. Hasil menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan hukum dan minimnya efek jera bagi pelaku memperparah praktik ini. Dampaknya anak-anak kehilangan identitas, pengasuhan layak, dan hak-hak fundamental lainnya. Selanjutnya penelitian ini merekomendasikan langkah dalam meningkatkan perlindungan anak dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan perlindungan anak dapat diwujudkan secara lebih optimal.

Page 2 of 2 | Total Record : 16