cover
Contact Name
Nafi
Contact Email
athapublishingglobalindo@gmail.com
Phone
+6281775422923
Journal Mail Official
reviewofislamicandsocialstudie@gmail.com
Editorial Address
Jl. Alamanda Estate Jl. Cluster Jasmine No.215, Kembangan, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56172
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Review of Islamic and Social Studies
ISSN : -     EISSN : 31102611     DOI : 10.64845/riss.v1i1
Core Subject : Religion,
Journal Review of Islamic and Social Studies is a scholarly, peer-reviewed journal that publishes original research, conceptual papers, and critical reviews in the fields of Islamic studies and social sciences. It aims to provide a platform for bridging Islamic intellectual traditions with contemporary social science approaches, addressing complex and evolving issues in modern society. The journal covers a wide range of topics, including Islamic thought, Qur’anic and Hadith studies, Islamic education, Islamic law, sociology, anthropology, culture, economics, politics, and the social dynamics of Muslim communities, both locally and globally. With an interdisciplinary orientation, it promotes academic dialogue that deepens the understanding of Islam in relation to current social realities. The Journal of Islamic and Social Studies Review welcomes contributions from scholars, researchers, students, and practitioners who are committed to advancing high-quality research and fostering the development of Islamic scholarship in the context of global academic discourse.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
A Systems Approach to Islamic Juridical Theories Jazer Auda Gali Sulasi
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i1.32

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah menjabarkan sebuah sistem pendekatan pada teori yuridis Islam sebagai buah hasil pemikiran Jasser Auda. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan ini ialah menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi pustaka. Antara kepastian dan ketidakpastian adalah suatu kekuatan dan dikotomi dominan dalam berbagai metodologi para ahli hukum dalam memandang sesuatu. Sehingga, dalam menemukan sesuatu dasar membutuhkan suatu usaha dan/ atau dapat dinamakan dengan ijtihad yang harus dilakukan dengan baik dan benar untuk mendapatkan kesimpulan yang dinilai tepat. Seperti pendukungan penalaran filosofis yang masuk akal dan yang mendasarinya sehingga diharapkan akan dapat memberikan pandangan atau solusi terkait kontradiksinya antara nalar dan naskah yang umumnya terjadi pada saat ini.
Kerangka Multidisiplin hingga Transdisiplin dalam Studi Agama dan Islam Kontemporer Ahmad Fadil Karim
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i1.33

Abstract

Kajian agama dan Islam di era kontemporer menuntut pendekatan yang mampu menjawab kompleksitas fenomena sosial, budaya, politik, dan teknologi. Artikel ini menguraikan kerangka konseptual yang mengintegrasikan perspektif multidisiplin, interdisiplin, hingga transdisiplin dalam studi agama dan Islam. Pendekatan multidisiplin memungkinkan penggunaan berbagai disiplin ilmu secara paralel, sementara interdisiplin menekankan interaksi dan sintesis antardisiplin, dan transdisiplin berupaya melampaui batas disiplin untuk membangun pemahaman yang holistik. Melalui telaah pustaka dan analisis konseptual, artikel ini menunjukkan bahwa penggunaan ketiga kerangka tersebut secara adaptif dapat memperkaya metodologi penelitian, menghindari reduksionisme, serta mengakomodasi keragaman konteks dan realitas sosial umat Muslim. Penerapan kerangka ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi agama dan Islam yang relevan dengan tantangan abad ke-21.
Interpreting The Qur’an: Towards A Contemporary Approach Dita Kurnia Sari
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i1.34

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai teks-teks ethico-legal dan hirarki nilai Abdullah Saeed dalam menafsirkan teks ethico legal. Makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan literatur buku Interpreting The Qur’an: Towards a Contemporary Approach karya Abdullah Saeed. Teks ethico-legal meliputi teks perintah hukum, hukuman terhadap kejahatan, sistem keyakinan, praktik ibadah, dan nilai-nilai universal (kulliyat al khams) seperti pemeliharaan agama, akal, jiwa, keturunan dan harta. Menginterpretasikan teks ethico-legal menurut Abdullah Saeed adalah hal sulit karena membutuhkan konsiderasi tidak hanya aspek linguistik teks tetapi juga dimensi sosio-historis. Dimana interpretasi sosio-historis sekaligus bisa menyingkap dimensi etis teks. Muatan etis seringkali diabaikan oleh mufasir dan orientasi hukum lebih mendominasi penafsiran mereka. Teks atau ayat dipahami secara harfiah terlepas dari pesan normatif-etis ayat. Teks hukum dalam Al-Qur’an disampaikan secara tidak terperinci, kecuali yang berkaitan dengan ayat-ayat ibadah. Untuk membantu menginterpretasikan teks ethico-legal, Saeed merumuskan apa yang dinamakan dengan hirarki nilai yang meliputi nilai-nilai fundamental (obligatory values), nilai-nilai fundamental (fundamental values), nilai-nilai perlindungan (protectional values), nilai-nilai implementasi (implementation values) dan nilai-nilai instruksional (instructional values).
Maqasid Syariah Sebagai Filsafat Hukum Islam: Sebuah Pendekatan Sistem Menurut Jasser Auda Saddam Askara
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i1.35

Abstract

Pemikiran ushul fikih selama ini mengalami stagnasi, karena dibangun dari cara berfikir deduktif dan menggunakan paradigma yang identik dengan mazhab positivistik. Hukum (Islam) diderivasi dari teks (nash) melalui analisis linguistik. Namun pada perkembangannya, pemikiran usul fikih mengalami transformasi dari taqlid qauli menuju taqlid manhaji, dari paradigma leteralis menuju paradigma teleologis. Transformasi pemikiran ini disadari ketika hukum (Islam) sebagai produk ijtihad tidak mampu merespons terhadap persoalan-persoalan kontemporer. Asumsi negatif yang menyebabkan itu, antara lain; pertama, hukum difahami sebagai single entity yang tidak terpaut dari entitas lainnya. Padahal realitasnya, hukum berkait kelindan dengan disiplin ilmu lain, yakni ilmu-ilmu sosial-humanior dan ilmu-ilmu keislaman. Kedua, hukum dipahami sebagai sesuatu yang bersifat final, tidak beriringan dengan perkembagan realitas. Ketiga, hukum selalu didasarkan pada tektualis normatif, padahal banyak kearifan lokal yang juga mengusung nilai-nilai filosofis yang relevan dengan tujuan hukum. Sebagai solusinya, pendekatan integrative system perlu digalakkan, mengingat tujuan hukum adalah untuk kemaslahtan manusia dunia akhirat. Paradigma integrative yang digagas oleh Jasser Auda patut dipertimbangkan dalam konstalasi pemikiran dan pengembangan metodologi ijtihad. Dengan menggunakan pendekatan sistem (system approach), Jasser menjadikan maqasid syariah sebagai kerangka berfikir filosofis dalam istidlal atau istimbat ul ahkam. 
Filsafat Ilmu Keislaman Sebagai Arah Pengembangan Berfikir Konstruktif Haris Maulana
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i1.36

Abstract

Filsafat ilmu-ilmu keislaman merupakan kajian epistemologis, ontologis, dan aksiologis terhadap seluruh cabang pengetahuan dalam khazanah Islam, yang bertujuan membangun kerangka berpikir yang rasional, kritis, dan bernilai. Artikel ini membahas peran filsafat ilmu-ilmu keislaman sebagai landasan pengembangan berpikir yang konstruktif di tengah dinamika intelektual kontemporer. Melalui telaah pustaka dan analisis konseptual, penelitian ini menguraikan hubungan antara prinsip-prinsip filsafat ilmu dengan kebutuhan umat Islam untuk mengembangkan pemikiran yang kreatif, integratif, dan solutif terhadap permasalahan umat. Kajian ini menegaskan bahwa filsafat ilmu-ilmu keislaman tidak hanya berfungsi sebagai perangkat analisis teoretis, tetapi juga sebagai panduan praktis untuk menyinergikan tradisi keilmuan klasik dengan perkembangan sains modern. Dengan demikian, penguatan filsafat ilmu-ilmu keislaman diharapkan dapat memperkokoh fondasi berpikir umat yang berorientasi pada kebenaran, kemaslahatan, dan kemajuan peradaban.
التصوف بين العزلة والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر : إحياء علوم الدين أنموذجا Wiwin Nur Jannah
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.56

Abstract

يتناول هذا البحث مفهوم التصوف باعتباره توازنا بين العزلة الروحية و ومبدأ الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، في إطار السعي إلى إحياء العلوم الدينية وتجديدها. فالعزلة في التصوف لا تعني مجرد الانسحاب من المجتمع، بل تعد وسيلة للتقرب إلى الله وتطهير النفس من المؤثرات السيئة. وعلى العكس من ذلك، يؤكد الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر على ضرورة المشاركة الفعّالية في الحياة الاجتماعية للحفاظ على القيم الدينية والأخلاقية الشرعية. ومن هنا، التصوف يسعى من خلال هذين الجانبين إلى تحقيق كمال الإنسان روحيا واجتماعيا. ويستخدم  هذا البحث على المنهج النوعي مستندة إلى كتاب "إحياء علوم الدين"  للإمام الغزالي وإلى المراجع المعاصرة  ذات الصلة بهذا البحث. و يركز التحليل على دراسة العلاقة بين العزلة والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، في السياق الإسلامي المعاصر. كما يسعى البحث إلى تحديد أبرز الإشكاليات البحثية في تطبيق هذه المفاهيم، بهدف تجنب التطرف في أحدهما أو المبالغة الاجتماعية. وتظهر نتائج البحث أن التصوف يؤكد على أهمية التوازن بين العزلة الروحية والواجبات الاجتماعية، باعتبارهما طريقا نحو صفاء القلب وتحقيق مصلحة الأمة. فالعزلة توفر فرصة للتركيز الداخلي وتعزيز النمو الروحي العميق في حين يمثّل الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر أداة للانخراط في إصلاح المجتمع وتعزيز القيم.و يمثّل إحياء علوم الدين أنموذجا متوازنا يجمع بينهما أي بين الإيمان والعمل، موحّدا بين الباطن الروحي والسلوك الظاهر.
Struktur Kurikulum Akidah Akhlak MTs: Analisis Holistik Prinsip Kurikulum Spiral Dalam Pembentukan Karakter Siswa Nasrul HS; Fitriyani; Ainul Zaskia; Aisyah Nurhikmah
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.88

Abstract

Aqidah Akhlak education in Islamic Junior High Schools (MTs) plays a strategic role in shaping students' character amidst the challenges of moral degradation and the complexity of adolescent life in the digital era. However, the implementation of the Aqidah Akhlak curriculum still faces a gap between the ideal design and learning practices, particularly in the application of the spiral curriculum principle that emphasizes meaningful repetition and continuous deepening of values. This study aims to holistically analyze the structure of the Aqidah Akhlak curriculum in MTs and its level of conformity with the principles of the spiral curriculum in shaping students' character. The study used a qualitative approach with a descriptive-holistic analysis design implemented in several MTs in Pekanbaru City. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results show that the structure of the Aqidah Akhlak curriculum has been arranged in stages from grades VII to IX and reflects the spiral principle through the introduction, deepening, and internalization of aqidah and moral values. Learning is supported by meaningful repetition, the integration of faith and moral values, madrasah culture, and the role of teachers as murobbi. However, the implementation of the spiral curriculum has not been fully systematic due to limited operational guidelines, teacher administrative burdens, and synchronization between levels. This study concludes that the spiral-based Akidah Akhlak curriculum has strong potential to strengthen Islamic character education, but requires strengthened curriculum planning, teacher pedagogical training, and institutional support for more consistent and effective implementation.
Integrasi Asbab Al-Nuzul, Muhkam Mutasyabih, dan Nilai Pendidikan dalam Pengembangan Tafsir Tarbawi Royhan Ikhwan; Ru'uliyanah Sabrianti; Mahmud Arif; Jauhar Hatta
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.100

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai teks-teks ethico-legal dan hirarki nilai Abdullah Saeed dalam menafsirkan teks ethico legal. Makalah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan literatur buku Interpreting The Qur’an: Towards a Contemporary Approach karya Abdullah Saeed. Teks ethico-legal meliputi teks perintah hukum, hukuman terhadap kejahatan, sistem keyakinan, praktik ibadah, dan nilai-nilai universal (kulliyat al khams) seperti pemeliharaan agama, akal, jiwa, keturunan dan harta. Menginterpretasikan teks ethico-legal menurut Abdullah Saeed adalah hal sulit karena membutuhkan konsiderasi tidak hanya aspek linguistik teks tetapi juga dimensi sosio-historis. Dimana interpretasi sosio-historis sekaligus bisa menyingkap dimensi etis teks. Muatan etis seringkali diabaikan oleh mufasir dan orientasi hukum lebih mendominasi penafsiran mereka. Teks atau ayat dipahami secara harfiah terlepas dari pesan normatif-etis ayat. Teks hukum dalam Al-Qur’an disampaikan secara tidak terperinci, kecuali yang berkaitan dengan ayat-ayat ibadah. Untuk membantu menginterpretasikan teks ethico-legal, Saeed merumuskan apa yang dinamakan dengan hirarki nilai yang meliputi nilai-nilai fundamental (obligatory values), nilai-nilai fundamental (fundamental values), nilai-nilai perlindungan (protectional values), nilai-nilai implementasi (implementation values) dan nilai-nilai instruksional (instructional values).
Pendidikan Islam Berdasarkan Al-Qur’an: Kajian Perspektif Pendidikan Atas Q.S. Al-Mumtahanah Ayat 8-9 Ru'uliyanah Sabrianti; Royhan Ikhwan; Mahmud Arif; Jauhar Hatta
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.103

Abstract

Makalah ini mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam dalam Q.S. Al-Mumtahannah ayat 8–9 melalui pendekatan studi kepustakaan. Ayat tersebut memberikan pedoman etis mengenai hubungan sosial antara Muslim dan non-Muslim, terutama terkait prinsip toleransi, keadilan, kewaspadaan, dan keteguhan iman. Ayat ke-8 menegaskan anjuran untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada pihak yang tidak memusuhi umat Islam, sementara ayat ke-9 memberikan batasan agar tidak menjalin loyalitas dengan pihak yang memerangi atau menindas umat Islam. Melalui analisis konseptual, historis, dan tafsir, makalah ini menunjukkan bahwa kedua ayat ini relevan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer, termasuk isu moderasi beragama, keragaman sosial, dan penguatan karakter. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi nilai toleransi, keadilan, dan kewaspadaan iman dapat memperkuat tujuan pendidikan Islam dalam membentuk peserta didik yang moderat, berakhlak mulia, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat multicultural.
Metode Dakwah Pendidikan dalam Membentuk Akhlak dan Karakter Peserta Didik Dedek Syahputra
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v1i2.104

Abstract

Penguatan akhlak dan karakter peserta didik menjadi kebutuhan mendasar dalam proses pendidikan modern, terutama di tengah perkembangan teknologi dan kompleksitas sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kolaborasi antara guru pendidikan (termasuk guru mata pelajaran umum) dan guru ilmu dakwah dalam membangun karakter dan akhlak peserta didik di sekolah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali fenomena yang terjadi secara mendalam, melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar guru tidak hanya meningkatkan efektivitas internalisasi nilai-nilai akhlak tetapi juga memperkuat integrasi pendidikan karakter dalam setiap aktivitas pembelajaran. Kolaborasi terbangun melalui perencanaan program bersama, integrasi materi dakwah dalam pembelajaran umum, pembiasaan melalui keteladanan, serta pendampingan spiritual peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi lintas disiplin antara guru pendidikan dan guru dakwah mampu menciptakan ekosistem sekolah yang religius, inklusif, dan kondusif bagi pembentukan karakter. Penelitian ini merekomendasikan penguatan struktur kolaboratif berbasis komunitas guru, serta peningkatan pelatihan terkait pendidikan karakter bagi seluruh pendidik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11