cover
Contact Name
-
Contact Email
anthology@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anthology@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50236
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning
ISSN : -     EISSN : 31106609     DOI : https://doi.org/10.15294/
Core Subject : Education,
Anthology: Journal of Language, Literature and Learning is a scholarly, peer-reviewed journal dedicated to advancing knowledge and fostering interdisciplinary dialogue in the fields of language studies, literary analysis, and learning in educational contexts. The journal welcomes original research articles, conceptual papers, and critical reviews that explore a wide range of topics within these interconnected domains.
Articles 11 Documents
Code Switching and Mixing in the Lyrics of the Song “Garam dan Madu” by Tenxi, Naykilla, and Jemsii: A Sociolinguistic Study: Alih Kode dan Campur Kode dalam Lirik Lagu “Garam dan Madu” Karya Tenxi, Naykilla, dan Jemsii: Sebuah Kajian Sosiolinguistik Fairuzah Qolbi; Endah Yustiani; Ninda Alifa; Widini Arti; Qurrota Ayu Neina
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.25276

Abstract

This study conducted an in-depth study of the sociolinguistic phenomena related to language switching and mixing in the lyrics of the popular song “Garam dan Madu” sung collaboratively by Tenxii, Naykilla, and Jemsii. Through the application of descriptive methods with a qualitative approach and the application of listening and note-taking techniques for systematic data collection, this study analyzed the sociolinguistic structures contained in all the lyrics of the song with a high level of depth. The results of the study showed four incidents of language shifting that can be classified into two main categories, namely internal language shifting and external language shifting, which provide an overview of the sociolinguistic complexity in the song's lyrics. In addition, the analysis of the phenomenon of language mixing shows the integration of languages in various forms, including words, phrases, and clauses, with a dominant tendency towards code mixing in the form of words, thus providing a more comprehensive insight into the sociolinguistic strategies used in the creation of popular song lyrics.   Penelitian ini melakukan kajian mendalam terhadap fenomena sosiolinguistik yang terkait dengan peralihan dan percampuran bahasa dalam lirik lagu populer "Garam dan Madu" yang dinyanyikan secara kolaborasi antara Tenxii, Naykilla, dan juga Jemsii. Melalui penerapan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta penerapan teknik simak dan catat untuk pengumpulan data yang sistematis, penelitian yang dilakukan menganalisis struktur sosiolinguistik yang terdapat pada seluruh lirik dalam lagu tersebut dengan tingkat kedalaman yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat insiden peralihan bahasa yang dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yaitu peralihan bahasa internal dan peralihan bahasa eksternal, yang memberikan gambaran tentang kompleksitas sosiolinguistik dalam lirik lagu tersebut. Selain itu, analisis terhadap fenomena percampuran bahasa menunjukkan adanya integrasi bahasa dalam berbagai bentuk, termasuk kata, frasa, dan klausa, dengan kecenderungan dominan pada percampuran kode yang berbentuk kata, sehingga memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang strategi sosiolinguistik yang digunakan dalam penciptaan lirik lagu populer.
Ego Defense Mechanisms in the Main Character Nawai in the Novel Rumah Lebah by Ruwi Meita: Mekanisme Pertahanan Ego pada Tokoh Utama Nawai dalam Novel Rumah Lebah Karya Ruwi Meita Dina Widya Lestari; U’um Qomariyah
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.26997

Abstract

Novels as one of the literary works that represent social and psychological problems become more interesting and diverse to study. The main character "Nawai" in the novel Rumah Lebah by Ruwi Meita represents human psychological phenomena, especially in relation to ego defense mechanisms. This novel presents the complex inner dynamics of the character Nawai, making it interesting to study through Sigmund Freud's psychoanalytic approach. Specifically, this study aims to identify and describe the forms of ego defense mechanisms of the main character based on Freud's theory. The method used is descriptive qualitative with content analysis techniques. The main data sources in this study are quotations in the novel that show the psychological aspects of the character Nawai. After the data was collected, the data was analyzed in depth and interpretatively. Based on the study that has been done, there are several types of ego defense that can be identified, such as repression, denial, sublimation, diversion, rationalization, regression, and projection carried out by the main character Nawai. This leads to the possibility of multiple personality disorder (DID) in Nawai. In this novel, it is described how mental disorders can affect behavior, such as behavioral instability, emotional dependence, and difficulty identifying identity. This novel describes in depth how trauma and emotional stress can form psychological disorders that affect a person's behavior and personality. This research is expected to contribute to the study of literature combined with psychology, and can provide a deeper understanding to the wider community about the importance of caring about mental health. Novel sebagai salah satu karya sastra yang merepresentasikan berbagai masalah kehidupan seperti masalah sosial dan psikologi amat menarik untuk dikaji. Salah satu novel yang ditulis oleh Ruwi Meita, yaitu Rumah Lebah merupakan novel bergenre psychological thriller. Novel ini menyuguhkan dinamika batin tokoh Nawai yang kompleks, sehingga menarik untuk dikaji melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk mekanisme pertahanan ego tokoh utama berdasarkan teori Freud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan dalam novel yang menunjukkan aspek psikologis tokoh Nawai. Setelah data dikumpulkan, data dianalisis secara mendalam. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, Terdapat beberapa jenis pemertahanan ego yang dapat diidentifikasi, seperti represi, penyangkalan, sublimasi, pengalihan, rasionalisasi, regresi, dan proyeksi yang dilakukan oleh tokoh utama Nawai. Hal ini mengarah pada kemungkinan gangguan kepribadian ganda (DID) pada Nawai. Dalam Novel ini, digambarkan bagaimana gangguan mental dapat mempengaruhi perilaku, seperti ketidakstabilan perilaku, ketergantungan emosional, dan kesulitan mengidentifikasi identitas. Novel ini menggambarkan secara mendalam bagaimana trauma dan tekanan emosional dapat membentuk gangguan psikologis yang mempengaruhi perilaku dan kepribadian seseorang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian sastra yang digabungkan dengan psikologis, serta dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat luas tentang pentingnya peduli dengan kesehatan mental.
Social and Moral Values in Kompas 2022 Selected Short Stories and Its Feasibility as Literature Teaching Materials in High School: Nilai Sosial dan Nilai Moral dalam Cerpen Pilihan Kompas 2022 Serta Kelayakannya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA Adennia Thaffana; Agus Nuryatin
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.27113

Abstract

The massive influence of science and technology has gradually shifted a person's social and moral values. Without good self-control, the younger generation will fall into detrimental things. Such as the emergence of social deviations due to moral degradation. Instilling social and moral values ​​can help students avoid such behavior in the school environment. Therefore, in integrating the instillation of social and moral values ​​as an effort to deal with social deviations and moral degradation, one of the steps that can be taken is through literary works such as short stories in literature learning. The purpose of this study was to (1) describe the social and moral values ​​contained in the 2022 Kompas Selected Short Stories and (2) see its suitability as literature teaching materials at the high school level. The method used is qualitative descriptive research with a sociology of literature approach. The data collection techniques used are note-taking and documentation techniques. This study focuses on words, phrases, sentences, paragraphs, and dialogues contained in the 2022 Kompas Selected Short Stories that contain social and moral values ​​and are relevant as literature teaching materials in high school. The results of the study show that from the seven short stories analyzed in the 2022 Kompas Selected Short Stories, social values ​​were found in the form of (1) personality, (2) material, (3) biological, (4) legal compliance, (5) knowledge, (6) religion, (7) beauty. Then, the moral values ​​found were the relationship between humans and God, the relationship between humans and themselves, and the relationship between humans and their social environment. In terms of its relevance viewed from the aspects of language, psychology, and cultural background, the Selected Short Stories of Kompas 2022 are appropriate and relevant to be used as alternative teaching materials for literature appreciation in high school at the learning achievement phase F, where students are able to evaluate ideas and perspectives based on logical thinking principles from reading various types of texts (nonfiction and fiction) in print and electronic media. Students are able to appreciate fictional and nonfictional texts. Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu masif telah menggeser nilai-nilai sosial dan moral seseorang secara perlahan. Tanpa adanya pengendalian diri yang baik, generasi muda akan terjerumus pada hal-hal yang merugikan. Seperti munculnya penyimpangan sosial akibat degradasi moral. Penanaman nilai-nilai sosial dan moral dapat membantu siswa terhindar dari perilaku tersebut di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, dalam mengintegrasikan penanaman nilai-nilai sosial dan moral sebagai upaya penanganan penyimpangan sosial dan degradasi moral, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah melalui karya sastra seperti cerpen dalam pembelajaran sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan moral yang terkandung dalam Cerpen Pilihan Kompas 2022 dan (2) melihat kesesuaiannya sebagai bahan ajar sastra di jenjang SMA. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik catat dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada kata, frasa, kalimat, paragraf, dan dialog yang terdapat dalam Cerpen Pilihan Kompas 2022 yang mengandung nilai-nilai sosial dan moral serta relevan sebagai bahan ajar sastra di SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketujuh cerpen yang dianalisis dalam Cerpen Pilihan Kompas 2022, ditemukan nilai-nilai sosial berupa (1) kepribadian, (2) kebendaan, (3) biologis, (4) kepatuhan hukum, (5) pengetahuan, (6) agama, (7) keindahan. Kemudian, nilai-nilai moral yang ditemukan berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan lingkungan sosialnya. Ditinjau dari relevansinya ditinjau dari aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya, Cerpen Pilihan Kompas 2022 layak dan relevan untuk dijadikan bahan ajar alternatif apresiasi sastra di SMA pada fase capaian pembelajaran F, di mana siswa mampu mengevaluasi gagasan dan perspektif berdasarkan kaidah berpikir logis dari membaca berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) di media cetak dan elektronik. Siswa mampu mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi.
Criticism of the Indonesian Education System in the Novel Namaku Alam by LeilaS. Chudori and its Suitability as a Recommended Literary Book in “Sastra Masuk Kurikulum”: Kritik Sistem Pendidikan Indonesia dalam Novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori dan Kelayakannya sebagai Rekomendasi Buku Sastra dalam “Sastra Masuk Kurikulum” Iva Millatul Azhariyah; U’um Qomariyah
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.27272

Abstract

Novels often become social representations that reflect social, political, and economic conditions at a certain time. Education as part of social conditions is also contained in novels as literary works. However, there are still shortcomings in educational practices in Indonesia. This study aims to describe the forms of criticism of the education system in the Novel Namaku Alam by Leila S. Chudori and describe its suitability as a Recommended Literary Book in "Sastra Masuk Kurikulum". The object of the study is the Novel Namaku Alam by Leila S. Chudori. The research used is qualitative research. The form of data for this study is excerpts from the novel that contain criticism of the education system and excerpts regarding its suitability as a recommended literary book in "Sastra Masuk Kurikulum". In analyzing literary works, semiotic heuristic and hermeneutic reading techniques will be used. In general, the Novel Namaku Alam by Leila S. Chudori represents a criticism of the education system in Indonesia because it has described quotes that are relevant to aspects that build education as a system. In addition, this study also shows that the novel Namaku Alam by Leila S. Chudori is worthy of being stated as a Recommended Literary Book because it meets general criteria and literary criteria.   Novel seringkali menjadi representasi sosial yang merefleksikan kondisi sosial, politik, dan ekonomi pada masa tertentu. Pendidikan sebagai bagian dari kondisi sosial juga terkandung dalam novel sebagai karya sastra. Namun, masih terdapat kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik terhadap sistem pendidikan dalam Novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori dan mendeskripsikan kesesuaiannya sebagai Buku Sastra yang Direkomendasikan dalam “Sastra Masuk Kurikulum”. Objek penelitian ini adalah Novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Bentuk data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel yang berisi kritik terhadap sistem pendidikan dan kutipan mengenai kesesuaiannya sebagai buku sastra yang direkomendasikan dalam “Sastra Masuk Kurikulum”. Dalam menganalisis karya sastra, akan digunakan teknik pembacaan semiotik heuristik dan hermeneutik. Secara umum, novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori merepresentasikan kritik terhadap sistem pendidikan di Indonesia karena telah memaparkan kutipan-kutipan yang relevan dengan aspek-aspek yang membangun pendidikan sebagai sebuah sistem. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori layak dinyatakan sebagai Buku Sastra yang Direkomendasikan karena memenuhi kriteria umum dan kriteria sastra.
Figurative Language in the Poetry Anthology Meracik Kenangan: Structural Study of Poetry: Bahasa Figuratif dalam Antologi Puisi Meracik Kenangan: Kajian Struktural Puisi Sri Utami Rizki; Sendang Mulyono
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.27537

Abstract

This article discusses the use of figurative language in the poetry anthology “Meracik Kenangan”. The background of this study focuses on the importance of figurative language in enriching the language and meaning of poetry, as well as how figurative language can increase emotional appeal for readers. The method used in this study is qualitative analysis, where each poem is analyzed using a structural approach to identify and classify the types of figurative language contained in it. The results of the analysis show that there are five dominant types of figurative language, namely simile, hyperbole, personification, metaphor, and repetition. The use of figurative language in the poetry anthology “Meracik Kenangan” not only enriches the language, but also provides emotional depth and deeper meaning for readers. This study can provide new insights into literary techniques in poetry and highlight the importance of figurative language as a key element in creating meaningful and interesting literary works.   Artikel ini membahas tentang penggunaan bahasa kiasan dalam antologi puisi “Meracik Kenangan”. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya bahasa kiasan dalam memperkaya bahasa dan makna puisi, serta bagaimana bahasa kiasan dapat meningkatkan daya tarik emosional bagi pembaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, di mana setiap puisi dianalisis menggunakan pendekatan struktural untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis bahasa kiasan yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada lima jenis bahasa kiasan yang dominan, yaitu simile, hiperbola, personifikasi, metafora, dan repetisi. Penggunaan bahasa kiasan dalam antologi puisi “Meracik Kenangan” tidak hanya memperkaya bahasa, tetapi juga memberikan kedalaman emosional dan makna yang lebih dalam bagi pembaca. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang teknik sastra dalam puisi dan menyoroti pentingnya bahasa kiasan sebagai elemen kunci dalam menciptakan karya sastra yang bermakna dan menarik.
Dimensions of Critical Reasoning in the Novel Orang-Orang Proyek by Ahmad Tohari as Alternative Teaching Materials for Literature Appreciation Learning in Junior High School: Dimensi Bernalar Kritis dalam Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari sebagai Alternatif Bahan Ajar Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMP Muzhafar Thoriq Zainulhaq; Zuliyanti
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.29410

Abstract

The critical reasoning dimension in a novel can be one of the media in shaping students’ character education through learning. The purpose of the research is to describe the critical reasoning dimensions in the novel Orang-orang Proyek by Ahmad Tohari as an alternative teaching material for learning literary appreciation in Junior High School. This research used descriptive qualitative research method. The data collection techniques used were documentation and note-taking techniques. Data analysis techiniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study showed the existence of critical reasoning dimensions with elements of obtaining and processing information and ideas; analyzing and evaluating their own thinking; reflecting and evaluating their own thinking in the novel Orang-Orang Proyek by Ahmad Tohari. The novel Orang-Orang Proyek can be used as an alternative teaching material for the learning literary appreciation in Junior High School because it is in accordance with aspects of language, psychology, and cultural background. Based on the research results, the novel Orang-Orang Proyek by Ahmad Tohari can be used as an alternative teaching material for learning literary appreciation in Junior High School.   Dimensi bernalar kritis dalam sebuah novel dapat menjadi salah satu media dalam membentuk pendidikan karakter peserta didik melalui pembelajaran. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan dimensi bernalar kritis dalam novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran apresiasi sastra di SMP. Penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan simak catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan data. Hasil penelitian ini ditunjukan adanya dimensi bernalar kritis dengan elemen memperoleh dan memproses informasi serta gagasan; menganalisis dan mengevaluasi pemikirannya sendiri; dan merefleksi serta mengevaluasi pemikirannya sendiri pada novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. Novel Orang-Orang Proyek dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran apresiasi sastra di SMP karena sesuai dengan aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya. Berdasarkan hasil penelitian, novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari dapat dijadikan alternatif bahan ajar pembelajaran apresiasi sastra di SMP.
Violence Against Women in the Film Women from Rote Island (Perempuan dari Pulau Rote) (2023) by Jeremias Nyangoen: Kekerasan terhadap Perempuan dalam Film Woman from Rote Island (Perempuan dari Pulau Rote) (2023) Karya Jeremias Nyangoen Febrya Rusna Rizki Safira; Suseno
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.29761

Abstract

Gender violence that often occurs is violence against women. Women become the objects of violence because in society there is an assumption that women are weak creatures. The powerlessness of women is exploited by perpetrators to commit violence against women. Awareness of this ultimately makes women fight to free themselves. Film is a narrative work that, apart from functioning as a medium of entertainment, also functions as a reflection of social and cultural conditions in society. The aim of this research is to describe the forms of violence against women and women's struggle for justice in Jeremias Nyangoen’s film Women from Rote Island. This study is expected to provide a deep understanding of the representation of violence against women in film and to enrich the application of feminist literary criticism theory. The research method employed is descriptive qualitative with a feminist literary criticism approach. The primary data source for this study is the film Women from Rote Island. The results of the analysis show that the film complexly represents various forms of violence experienced by female characters, including physical, sexual, and psychological violence, while also highlighting various efforts by women to achieve justice.   Kekerasan gender yang sering terjadi adalah kekerasan terhadap perempuan. Perempuan menjadi objek kekerasan karena dalam masyarakat terdapat anggapan bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah. Ketidakberdayaan perempuan dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan. Kesadaran akan hal ini pada akhirnya membuat perempuan berjuang untuk membebaskan diri. Film merupakan karya naratif yang selain berfungsi sebagai media hiburan, juga berfungsi sebagai refleksi kondisi sosial dan budaya masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan perjuangan perempuan untuk mendapatkan keadilan dalam film Perempuan dari Pulau Rote karya Jeremias Nyangoen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang representasi kekerasan terhadap perempuan dalam film dan memperkaya penerapan teori kritik sastra feminis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Sumber data primer penelitian ini adalah film Perempuan dari Pulau Rote. Hasil analisis menunjukkan bahwa film tersebut secara kompleks merepresentasikan berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh tokoh perempuan, meliputi kekerasan fisik, seksual, dan psikis, sekaligus menyoroti berbagai upaya perempuan untuk mendapatkan keadilan.
Figurative Language and Imagery in the Lyrics of Diskoria's Songs on the Intonesia Album and Their Relevance as Teaching Material for Learning to Write Poetry in High School: Gaya Bahasa dan Citraan dalam Lirik Lagu Diskoria pada Album Intonesia dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Menulis Puisi di SMA Miftahul Janah; Sendang Mulyono
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.30513

Abstract

Song lyrics are a form of popular literary work that contains many elements of stylistics and imagery. This study aims to analyze the figures of speech and imagery in the lyrics of Diskoria's songs on the album Intonesia (2024-2025) and explain their relevance as teaching materials for writing poetry in the eleventh grade of high school. The method used is descriptive qualitative with documentation and content analysis techniques. The results of the analysis showed that there were 152 findings of figures of speech and 88 of imagery. The most frequently appearing figures of speech are metaphor and personification, while the dominant imagery is visual and kinesthetic. The element of figurative language functions to convey feelings, highlight differences in meaning, clarify the relationship between ideas, and create rhythm. Imagery is used to create a more concrete picture and strengthen the meaning of the lyrics. These findings indicate that figures of speech and imagery not only beautify the form, but also help convey the content and emotions of the song more effectively. Based on linguistic, psychological, and cultural background aspects, Diskoria's songs are considered suitable for use as teaching materials because they are in accordance with the abilities, experiences, and emotional closeness of students, as well as being relevant as a source of inspiration in learning to write poetry. This research is expected to expand the application of stylistic analysis in literature learning in schools.   Lirik lagu merupakan salah satu bentuk karya sastra populer yang mengandung banyak unsur stilistika dan citraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dan citraan dalam lirik lagu Diskoria pada album Intonesia (2024-2025) serta menjelaskan relevansinya sebagai bahan ajar menulis puisi di kelas XI SMA. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 152 data temuan gaya bahasa dan 88 citraan. Gaya bahasa yang paling sering muncul adalah metafora dan personifikasi, sementara citraan yang dominan adalah visual dan kinestetik. Unsur gaya bahasa berfungsi untuk menyampaikan perasaan, menonjolkan perbedaan makna, memperjelas hubungan antar gagasan, serta menciptakan irama. Citraan digunakan untuk menciptakan gambaran yang lebih konkret dan memperkuat makna lirik. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya bahasa dan citraan tidak hanya memperindah bentuk, tetapi juga tetapi juga membantu menyampaikan isi dan emosi lagu secara lebih efektif. Berdasarkan aspek bahasa, psikologi, dan latar budaya, lagu-lagu Diskoria dinilai layak digunakan sebagai bahan ajar karena sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan kedekatan emosional peserta didik, sekaligus relevan untuk dijadikan sumber inspirasi dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas penerapan analisis stilistika dalam pembelajaran sastra di sekolah.
Moral Values in the Short Story Collection Rasa Sayange by Nugroho Notosusanto and Its Feasibility as Teaching Material for Indonesian Literary Appreciation in High School: Nilai Moral dalam Kumpulan Cerpen Rasa Sayange Karya Nugroho Notosusanto dan Kelayakannya sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Apresiasi Sastra Indonesia di SMA Muhammad Zulfa Kertodirono; Sumartini
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.30938

Abstract

Short stories are not only entertainment for their readers, but can also be used as a learning tool. The values contained within them can be utilized by educators as teaching materials to develop students' character through literary appreciation learning by understanding the meaning and messages contained in a literary work. The objectives of this study are (1) to describe the moral values in the short story collection, and (2) to assess its feasibility as teaching material for Indonesian literature in high school. The approach used in this research is descriptive qualitative. While the method used is this analysis method. The data in this study are excerpts of sentences from the short story collection Rasa Sayange by Nugroho Notosusanto. The result of this study is an exposition of 7 moral values in the short story collection which include: (1) The value of honesty, (2) being oneself, (3) responsibility, (4) moral independence, (5) moral courage, (6) moral courage, and (7) being realistic and critical. The next result is the feasibility of the short story collection to be used as teaching material which includes: (1) Language aspect, (2) psychology aspect, and (3) cultural background aspect. For each of the moral values and feasibility aspects, the author provides 2 sentence excerpts as a reference.   Cerpen bukan hanya sebagai hiburan bagi pembacanya, tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana belajar. Nilai nilai yang terkandung di dalamnya, dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai bahan ajar untuk mengembangkan karakter peserta didik melalui pembelajaran apresiasi sastra dengan memahami makna dan pesan yang terkandung dalam sebuah karya sastra. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan nilai moral dalam kumpulan cerpen, dan (2) mengkaji kelayakannya sebagai bahan ajar pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode analisis ini. Data dalam penelitian ini adalah kutipan kutipan kalimat dalam kumpulan cerpen Rasa Sayange karya Nugroho Notosusanto. Hasil dari penelitian ini adalah paparan 7 nilai moral dalam kumpulan cerpen yang meliputi : (1) Nilai kejujuran, (2) menjadi diri sendiri, (3) bertanggung jawab, (4) kemandirian moral, (5) keberanian moral, (6) keberanian moral, dan (7) realistik dan kritis. Adapun hasil yang berikutnya adalah kelayakan kumpulan cerpen untuk dijadikan sebagai bahan ajar yang meliputi : (1) Aspek bahasa, (2) aspek psikologi, dan (3) aspek latar belakang budaya. Masing masing dari nilai moral dan aspek kelayakan, penulis memberikan 2 kutipan kalimat sebagai acuan.
The Satirical Language Style and Critical Reasoning Values in the YouTube Video 'Santoon TV' and Their Relevance to the Learning of Anecdotal Texts for Class X: Gaya Bahasa Satire dan Nilai Bernalar Kritis dalam Video YouTube “Santoon TV” serta Relevansinya pada Pembelajaran Teks Anekdot Kelas X Intan Wulan Sari; Deby Luriawati Naryatmojo
Anthology: Journal of Language, Literature, and Learning Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/anthology.v1i1.31598

Abstract

This research examines the types of satirical language styles and critical reasoning values found in the YouTube video "Santoon TV," as well as their relevance to teaching anecdotal texts to tenth-grade students. The objective of this study is to describe the types of satirical language styles and critical reasoning values in the YouTube video "Santoon TV," along with its relevance to the teaching of anecdotal texts for tenth graders. The method employed in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques used are free listening, conversational engagement, and note-taking. The data analysis technique in this study utilizes an interactive model, encompassing data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings from the YouTube video "Santoon TV" are relevant to the learning of anecdotal texts as it contains two types of satirical language styles, namely Horatian and Juvenalian, which are interesting for students to study as material content for anecdotal texts. The critical reasoning values present in the YouTube video "Santoon TV" also comprehensively encompass the three elements, making it beneficial for enhancing the Pancasila Student Profile among learners. Furthermore, the YouTube video "Santoon TV" meets the criteria for a learning resource, being practical, economical, easy, flexible, and aligned with the learning objectives of anecdotal texts for grade X high school. It is hoped that the results of this research will broaden insights and assist educators in selecting innovative learning resources for anecdotal texts.   Penelitian ini menganalisis jenis gaya bahasa satire dan nilai bernalar kritis yang terdapat dalam video YouTube “Santoon TV”, serta relevansinya terhadap pembelajaran teks anekdot kelas X. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis gaya bahasa satire dan nilai bernalar kritis dalam video YouTube “Santoon TV”, serta relevansinya terhadap pembelajaran teks anekdot kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simak bebas libas cakap dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan simpulan. Hasil penelitian video YouTube “Santoon TV” memiliki relevansi dengan pembelajaran teks anekdot karena memuat dua jenis gaya bahasa satire, yaitu horation dan juvenalian yang menarik untuk dipelajari peserta didik sebagai muatan materi teks anekdot. Nilai bernalar kritis yang terdapat dalam video YouTube “Santoon TV” juga lengkap memuat ketiga elemen sehingga bermanfaat untuk meningkatkan Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik. Selain itu, video YouTube “Santoon TV” juga memenuhi kriteria sebagai sumber belajar, yaitu praktis, ekonomis, mudah, fleksibel, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran teks anekdot kelas X SMA. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan membantu pendidik dalam memilih sumber belajar teks anekdot yang inovatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 11