WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim (Journal of Maritime Technology) (e-ISSN: 2614-641X, p-ISSN: 1978-886X) is journal for publication result in science, assessment and application of technology from Engineer, Scienties, Researcher, Lecturer and Scholar in Maritime Technology (Naval Architecture, Offshore Engineering and Coastal Engineering). WAVE is an accredited Sinta 4 which is publised twice a year in June dan December. WAVE accept journal manuscript is result from research (not journal review) and is never publish anywhere. Journal manusript have focus and scope in Maritime Technology (Naval Architecture, Offshore Engineering and Coastal Engineering) which cover: Shipbuilding and Floating Structure Design Technology Hydrodynamic Technology of Offshore Structures Marine Engineering and Underwater Acoustic Technology Planning & Management of Ports and Coastal Areas Port Infrastructures and Coastal Structures Technology Coastal Processes Ocean Wave Mechanics, Extreme Waves/Tsunamis, and Other Water Related Disasters Coastal Hydroinformatics Marine Renewable Energy Conversion Technology Marine Numerical and Safety Analysis WAVE is index in: DOAJ, GARUDA, SINTA, GoogleScholar, Dimensions, OpenAire, ScienceGate, Scilit, ROAD, WorldCat and Crossref.
Articles
170 Documents
DESAIN DAN EVALUASI RING LOAD CELL PRE DESAIN
Taufiq Arif Setyanto;
Kusnindar Priohutomo
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 6 No. 2 (2012)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam pengujian seakeeping model kapal atau bangunan lepas pantai di kolam MOB UPT BPPH, khususnya pengujian tambat dengan menggunakan mooring line, karakteristik beban yang diterima oleh tali tambat tersebut sangatlah penting untuk diketahui. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat ukur (load cell) khusus yang sangat ringan, kecil dan tahan air. Load cell tipe ini dedesain dengan mempunyai bentuk ring, sehingga disebut dengan ring load cell. Paper ini menerangkan tentang desain awal ring load cell dengan menggunakan finite element software ANSYS. Tahapan awal proses desain adalah mengetahui sifat mekanis bahan yang dipilih yaitu aluminium paduan, dengan cara melakukan proses uji tarik. Dengan parameter-parameter yang telah didapat dari uji tarik, proses modeling dan analisa dengan menggunakan software tersebut, nilai distribusi regangan bisa diketahui sepanjang sisi luar dan dalam dari spring element berbentuk cincin tersebut. Dari hasil analisa distribusi regangan, lokasi dan orientasi penempatan strain gage nantinya dapat ditentukan.
PENENTUAN KOEFISIEN REDAMAN GETARAN BAHAN PELAPIS PLAT DEK KAPAL
Wibowo Harso Nugroho
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 6 No. 2 (2012)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Problem getaran kapal saat ini semakin kompleks dan sering terjadi ditambah pula semakin ketatnya persyaratan dari biro klasifikasi kapal untuk tingkat getaran yang diijinkan agar penumpang dan awak kapal semakin nyaman dan aman. Secara umum getaran yang berlebih dapat mempercepat kelelahan struktur kapal, juga menyebabkan kerusakan atau tak berfungsi dengan baik peralatan mekanik dan listrik yang terdapat di atas kapal serta berkurangnya kenyamanan penumpang dan awak kapal. Salah satu metode untuk mengurangi pengaruh getaran struktur kapal adalah dengan melakukan pengurangan terhadap respon dari getaran tersebut dengan menggunakan peredam(damper). Pada paper ini dijelaskan metode penentuan koefisien redaman(damping) getaran dari peredamberbahan semen pelapis plat dek kapal di laboratorium uji getaran. Pengujian dilakukan dengan menggunakan martil impak (impact hammer) dan respon plat diukur oleh accelerometer. Secara umum sifat – sifat bahan pelapis ini tetap melekat pada material utama pembangunnya yaitu beton atau “ concrete” hal ini diperlihatkan dari nilai koefisien redaman (ζ) yang diperoleh pada uji getaran yaitu untuk material Deck Screed (DS) ~ 0.083482 dan Deck Compound (DC) adalah ~ 0.083182. Nilai koefisien redaman ini sedikit lebih tinggi dari rata – rata koefisien redaman dari bahan semen coran dengan penguatan ( Reinforced Concrete Structure) pada umumnya yaituberkisar antara 0,04 – 0,07.
PERANCANGAN LOW NOISE HYDROPHONE PREAMP UNTUK PENGUJIAN AKUSTIK NOISE PROPELLER
Totok Soedarto
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 6 No. 2 (2012)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan rangkaian Low Noise Balanced Hydrophone Preamp ini adalah digunakan untuk uji analisis noise yang dihasilkan oleh propeller kapal selam mini yang digunakan untuk berpatroli tanpa diketahui oleh pihak lain. Karena kontribusi penghasil noise terbesar adalah propeller, maka untuk uji analisis noise propeller ini dibutuhkan rangkaian preamp yang mempunyai noise sangat rendah serta mic hydrophone yang ditempatkan dalam cavitation tunnel yang digunakan untuk menangkap sinyal-sinyal noise yang dihasilkan propeller. Perancangan preamp nya berdasarkan konfigurasi diferensial transistor dengan common mode (floating) gain kontrol yang terhubung pada kaki-kaki emitter dari pasangan transistor. Rangkaian differensialnya adalah rangkaian diferensial in dan out, karena itu memerlukan balanced to unbalanced buffer sebagai penyangga keseimbangan untuk rangkaian tahap berikutnya. Rangkaian didesain dengan sederhana tapi memiliki noise yang sangat rendah, bahkan sangat dekat dengan minimum teoritis, serta memiliki penolakan hum (noise rejection) yang tinggi dan dilengkapi variabel gain dengan potensio rotary tunggal.
KAJIAN EKSPERIMEN VISCOUS FORM FACTOR PADA HAMBATAN KAPAL KATAMARAN
Andi Jamaluddin
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kapal katamaran saat ini banyak menarik perhatian karena memiliki tingkat efisiensi dan performansi hidrodinamika yang lebih baik dibandingkan dengan kapal konvensional (bentuk monohull). Salah satu tantangan yang dihadapi oleh para pakar perkapalan adalah memprediksi secara akurat karakteristik hidrodinamika hambatannya. Makalah ini mengkaji secara eksperimental di kolam tarik (towing tank) untuk mendapatkan nilai viscous form factor pada lambung kapal katamaran pada beberapa variasi kecepatan. Viscous form factor merupakan komponen hambatan yamg penting dalam menghitung hambatan viskos kapal. Model uji adalah katamaran simetris dengan beberapa bervariasi jarak antara lambung. Hasil pengujian di towing tank dibandingkan dengan hasil uji di terowongan angin (wind tunnel). Hasil uji model disajikan dalam bentuk tabel dan grafik dan didiskusikan dengan beberapa hasil kajian para pakar lainnya. Pada penelitian eksperimental ini, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa viscous form factor pada lambung katamaran adalah lebih besar dibandingkan demihull. Fenomena ini menunjukkan adanya efek interaksi hambatan yang ditimbulkan oleh jarak antara lambung. Disamping itu, semakin besar jarak antara lambung maka semakin kecil nilai viscous form factor-nya. Fenomena ini dapat dijadikan masukan bagi para designer dalam memprediksi total hambatan kapal dan selanjutnya menentukan besar daya mesin kapal katamaran secara akurat dan rasional
KAJIAN NUMERIK BAHAN REDAMAN ALTERNATIF UNTUK MENGURANGI GETARAN PADA DEK KAPAL PENUMPANG
Nanang Joko Hadi Prasetyo
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin kompleksnya problem getaran kapal saat ini dan ketatnya persyaratan tingkat getaran yang diijinkan sesuai rules klasifikasi kapal, maka perlu dilakukan metode antisipasinya agar penumpang dan awak kapal semakin nyaman dan aman dalam pelayaran. Salah satu metode untuk mengurangi problem getaran adalah melakukan pengurangan terhadap respon dari getaran struktur dengan menggunakan redaman (damper). Paper ini menjelaskan pengaruh lapisan bahan redaman alternatif pada plat dek kapal terhadap beban eksitasi harmonik, melalui pemodelan numerik dengan metode elemen hingga. Lapisan bahan redaman yang dipakai berupa semen dan karet serta kombinasi keduanya. Pemodelan numerik redaman metode ’tiling’ pada plat dek kapal juga dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk ketebalan lapisan yang sama pada penggunaan lapisan berbahan semen di keseluruhan platdek kapal mempunyai nilai respon harmonik yang terkecil terhadap getaran dek.
PEMBENTUKAN GEOMETRI PAHAT BUBUT PADA PROSES PERAUTAN MODEL POROS PROPELLER
Suyadi
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembuatan model poros propeller kapal untik pengujian memerlukan ketelitian tinggi. Proses pembuatan model tersebut menggunakan mesin bubut, penggunaan pahat bubut menuntut keseragaman geometri pada sisi-sisi pahat untuk mendapatkan ketajaman mata potong pahat . Dari dasar tersebut maka, geometri pahat bubut berguna untuk menentukan sudut yang sesuai dengan tujuanmenghasilkan benda kerja (poros propeller) dengan nilai tingkat kekasaran atau halus. pembentukan geometri pahat bubut, semakin besar sudut potong maka semakin halus hasil benda kerja (poros propeller) atau tingkat kekasaran semakin rendah .
PENGGUNAAN MARKING TABLE UNTUK PENGUKURAN DIMENSI MODEL UJI KAPAL TIPE V-FORM
Meitha Soetardjo
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kapal patroli merupakan kapal cepat yang digunakan untuk tugas inspeksi, monitoring dan pengawasan. Pembuatan model uji kapal patroli tidak mudah mengingat bentuk haluan kapal yang cenderung pipih (V-form). Keakurasian pembuatan model kapal sangat penting untuk mendapatkan hasil uji model kapal yang rasional dengan tingkat validitas yang dapat dipertanggungjawabkan di laboratorium hidrodinamika. Dalam tulisan ini dibahas mengenai pembuatan model kapal Patroli yang didesain dengan skala model 1:21,19 dengan bahan kayu laminasi. Pemeriksaan model kapal terdiri dari pemeriksaan permukaan dan konstruksi lambung, dengan beberapa parameter pengukuran yang perlu diperhatikan: frame spacing 1 sampai dengan frame spacing 20 station, pemeriksaan point AP (After Perpendicular) ke bagian paling belakang dan pemeriksaan point FP (Fore Perpendicular) ke bagian paling depan model kapal. Pengukuran dilakukan dengan meletakkan model kapal diatas marking table untuk melakukan pengukuran dan pemeriksaan dimensi baik pada arah x, y maupun z. Alat waterpass digunakan untuk mengetahui pelurusan posisi model kapal. Setelah itu dilakukan penandaan frame station, waterline dan draft serta nomer lambung model uji kapal. Kualitas keakurasian pengukuran sangat ditentukan oleh alat ukur dan prosedur yang digunakan.Tinggi rendahnya tingkat ketelitian hasil suatu pengukuran dapat dilihat dari harga deviasi hasil pengukuran
KAJIAN IMPLEMENTASI PROSEDUR ITTC TENTANG PENGUJIAN HAMBATAN KAPAL BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO/IEC 17025:2008
Dian Purnamasari
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ITTC (The International Towing Tank Conference) merupakan asosiasi independen dari organisasi di seluruh dunia yang memiliki tanggung jawab untuk prediksi kinerja hidrodinamika kapal dan instalasinya berdasarkan hasil pemodelan fisik dan numerik. UPT-BPPH terdaftar sebagai anggota ITTC sehingga dalam menetapkan metode atau prosedur pengujian, pemilihan dan menjaga pemutakhiran metode sesuai ruang lingkup pengujian yang dilaksanakan sesuai ITTC. Tetapi pemilihan dan pemutakhiran prosedur ITTC di UPT BPPH masih belum maksimal dan terkait pengajuan akreditasi SNI ISO/IEC 17025 UPT BPPH sebagai Laboratorium Pengujian Hidrodinamika untuk mendapatkan pengakuan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) maka kajian implementasi prosedur ITTC tentang pengujian hambatan kapal dilaksanakan dengan metode mengintegrasikan antara persyaratan teknis SNI ISO/IEC 17025 dengan prosedur ITTC terkait pengujian hambatan kapal sehingga prosedur ITTC tersebut dapat diimplementasikan secara maksimal dan didokumentasikan sebagai bagian dalam dokumen sistem mutu UPT BPPH.
ANALISIS DISTORSI DAN TEGANGAN SISA PADA POROS KAPAL TERHADAP PERLAKUAN PANAS (QUENCHING) MENGGUNAKAN FEM
Mahendra Indiaryanto
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada bidang perkapalan sistem propulsi kapal merupakan salah satu bagian yang penting. Dimana poros kapal terbuat dari silinder pejal yang mempunyai kekerasan struktur dan kuat tarik material. Sehingga apabila diberikan perlakuan panas (Quenching) akan meningkatkan kekerasan dan kuat tarik struktur poros, serta terjadi perubahan distorsi dan tegangan sisa. Jadi dengan adanya perubahan ini perlu di analisa, sehingga pengaruh distorsi dan teganagan sisa tidak melebihi batas yang di izinkan. Analisa ini menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Methods) dengan bentuk silinder pejal (poros).
ANALISIS KOMPARATIF HAMBATAN KAPAL KATAMARAN PADA PERAIRAN DANGKAL, MEDIUM DAN DALAM
Endah Suwarni
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 7 No. 2 (2013)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berbagai literatur menunjukkan bahwa kapal katamaran menjadi populer dan sukses digunakan sebagai moda transportasi karena tersedianya area geladak yang lebih luas dan tingkat stabilitas yang lebih aman dan nyaman. Kapal katamaran mempunyai sarat rendah, memungkinkan untuk dioperasikan di perairan dangkal (shallow water) seperti halnya di perairan Indonesia yang relatif dangkal antara lain pelabuhan dan sungai. Di sisi lain hal tersebut dapat menimbulkan efek dan fenomena squat yang meningkatkan hambatan total kapal katamaran. Paper ini mengkaji hambatan lambung katamaran terhadap variasi kedalaman perairan. Eksperimen dilakukan di Tangki Tarik (Towing Tank) Jurusan Teknik Perkapalan (JTP) ITS dengan variasi rasio jarak antar lambung kapal – panjang kapal (S/L) 0.2~ 0.4 dan variasi kecepatan pada angka Froude (Fr) 0.25~0.42 di perairan dangkal dan medium serta dibandingkan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya pada perairan dalam, sehingga dapat memberikan komparasi hambatan total kapal katamaran di perairan dangkal, perairan medium dan di perairan dalam. Hambatan kapal katamaran yang cenderung meningkat di perairan dangkal dan medium pada kecepatan Fr 0.25~0.37 akibat terjadinya perubahan tekanan dan kenaikan kecepatan aliran antara bagian bawah badan kapal dan dasar perairan. Hal tersebut dapat memberikan kontribusi data untuk mengevaluasi prediksi hambatan total kapal katamaran, sehingga penentuan daya mesin kapal dan efisiensi bahan bakar kapal katamaran yang dioperasikan di perairan dangkal-medium dapat menjadi lebih optimal.