cover
Contact Name
Herie Saksono
Contact Email
heri030@brin.go.id
Phone
+628118899965
Journal Mail Official
jurnaletheia@gmail.com
Editorial Address
Pondok Indah Office Tower 3, 17 Floor, Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA Pondok Indah, Jakarta - 12310
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Aletheia: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi dan Edukasi
Published by INDOCAMP
ISSN : 30642485     EISSN : 30642612     DOI : https://doi.org/10.63892/aletheia
Fokus dan Ruang Lingkup Fokus ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada bidang-bidang ilmu Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi beserta pengembangannya. Jurnal ini menerbitkan artikel berdasarkan studi empiris baik yang menggunakan pendekatan kuantitatif atau kualitatif atau kombinasi keduanya. Ruang Lingkup ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi membutuhkan artikel ilmiah tentang Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi. Ini mencakup isu-isu di berbagai tingkat analisis (penelitian pribadi, kelompok, dan kemasyarakatan). Selain itu, memberikan peluang publikasi artikel berdasarkan penelitian interdisipliner, multidisipliner, transdisipliner, dan krosdisipliner, bahkan memprioritaskan dan/atau memberikan ruang khusus untuk itu.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Ketimpangan Sistem Pelayanan Kesehatan dan Dinamika Keluhan Penduduk: Bukti Spasial dari Provinsi Kepulauan di Indonesia Lestari, Kadek Dwipa Citra
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.2.2025.95-107

Abstract

Keluhan kesehatan penduduk merupakan indikator morbiditas subjektif yang penting dalam menilai kinerja sistem pelayanan kesehatan dan ketimpangan kesehatan antarwilayah. Meskipun secara nasional terjadi penurunan keluhan kesehatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mencatat tingkat keluhan tertinggi di Indonesia, disertai disparitas spasial yang signifikan antar kabupaten/kota. Sebagian besar kajian sebelumnya cenderung bersifat potret statis tahunan dan belum mampu menjelaskan kecepatan perbaikan atau degradasi kesehatan masyarakat sebagai hasil pembangunan sistem kesehatan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika tren keluhan kesehatan penduduk, mengidentifikasi disparitas laju perubahan antarwilayah, serta menjelaskan perbedaannya dalam kaitannya dengan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan di Provinsi NTB selama periode  2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif berbasis data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS), dengan teknik analisis tren dan perhitungan laju pertumbuhan rata-rata tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara agregat Provinsi NTB mengalami penurunan keluhan kesehatan dengan CAGR –2,94%, namun terdapat dispersi antarwilayah yang sangat lebar, dari –13,16% hingga +4,66%. Wilayah kota menunjukkan laju perbaikan kesehatan yang jauh lebih cepat dibandingkan wilayah kabupaten, sementara beberapa kabupaten justru mengalami peningkatan keluhan kesehatan meskipun jumlah sarana pelayanan kesehatan relatif besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan kuantitas sarana kesehatan tidak secara otomatis menurunkan keluhan kesehatan tanpa dukungan kualitas layanan dan efektivitas sistem rujukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika kesehatan masyarakat di NTB bersifat struktural dan sistemis. Oleh karena itu, rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan kualitas layanan, integrasi sistem rujukan, dan pemanfaatan indikator keluhan kesehatan sebagai instrumen evaluasi kebijakan kesehatan daerah secara berkelanjutan.
Siapa Mendorong Pertumbuhan E-Commerce Daerah? Analisis Transformasi Spasial dan Demografi Pelaku Usaha di Provinsi Nusa Tenggara Barat Jauhari, M. Agusnul
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.2.2025.131-141

Abstract

Digital transformation has restructured trade systems through the rapid expansion of platform-based e-commerce. However, such growth remains uneven across regions and business actors. This study aims to analyze the structural dynamics of e-commerce growth from a regional perspective and to identify the dominant demographic actors driving its acceleration. The core problem lies in digital adoption disparities and the limited body of research examining e-commerce from the supply-side perspective rather than consumer behavior. The study employs a quantitative-descriptive approach with a comparative-structural design using secondary data from Indonesia’s E-Commerce Statistics (2019–2024). Analytical techniques include descriptive-comparative analysis, growth analysis, and demographic structural analysis. Findings reveal a significant rise in e-commerce enterprises both nationally and in West Nusa Tenggara (NTB), although NTB remains in a catching-up phase with lower penetration. The regional business structure reflects coexistence between e-commerce and non-e-commerce, indicating a gradual hybrid transformation. Demographically, growth is not youth-dominated but concentrated among mature productive-age entrepreneurs transforming existing businesses into digital platforms. This study identifies a dual transformation pattern—regional acceleration and generational adaptation—as its novelty. It concludes that the future of regional e-commerce depends on digital infrastructure convergence and cross-generational capacity building. Policy recommendations emphasize connectivity expansion, MSME digital incubation, and marketplace ecosystem integration.
Pengangguran Lulusan Pendidikan Tinggi di Indonesia: Dinamika Pertumbuhan dan Ketidaksesuaian Pasar Kerja (2019–2025) Pratiwi, Rizkia Ariyani
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.2.2025.85-94

Abstract

Ekspansi pendidikan tinggi di Indonesia diposisikan sebagai instrumen strategis pembangunan modal manusia, namun perkembangan empiris menunjukkan paradoks berupa meningkatnya pengangguran lulusan Diploma dan Universitas di tengah perbaikan indikator pasar tenaga kerja. Permasalahan ini mengindikasikan ketidaksesuaian struktural antara output pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada determinan makro pengangguran atau mismatch berbasis mikro, sehingga masih terbatas yang mengkaji perbedaan dinamika pertumbuhan pengangguran antarjenjang pendidikan tinggi dalam perspektif deret waktu nasional. Berangkat dari kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis tren dan laju pertumbuhan pengangguran lulusan Diploma dan Universitas di Indonesia periode 2019–2025 serta mengidentifikasi implikasi strukturalnya terhadap kebijakan ketenagakerjaan. Penelitian berpijak pada Teori Modal Manusia sebagai grand theory, kredensialisme sebagai middle-range theory, serta teori pencarian kerja dan education–job mismatch sebagai applied theory. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan desain runtut waktu menggunakan data sekunder Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) BPS periode 2019–2025. Hasil penelitian menunjukkan divergensi struktural: pengangguran lulusan Diploma menurun, sementara lulusan Universitas meningkat dengan laju positif. Di sisi lain, pertumbuhan kesempatan kerja lebih banyak terserap pada pekerja berpendidikan rendah, mengindikasikan dominasi pekerjaan berkeahlian rendah. Temuan ini menegaskan terjadinya inflasi kredensial, mismatch vertikal–horizontal, serta penurunan nilai tukar ekonomi ijazah. Kebaruan penelitian terletak pada pengukuran komparatif laju pertumbuhan pengangguran antarjenjang pendidikan tinggi berbasis data nasional jangka menengah. Disimpulkan bahwa ekspansi pendidikan tinggi belum diimbangi kapasitas absorpsi pasar kerja berkeahlian tinggi. Direkomendasikan penguatan kebijakan link and match berbasis kompetensi, reformasi kurikulum adaptif, serta integrasi sistem informasi pasar kerja guna menekan pengangguran terdidik secara berkelanjutan.
Mobilitas Wisatawan dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Lombok–Sumbawa Raudatul
ALETHEIA: Jurnal Sosial & Humaniora, Inovasi, Ekonomi, dan Edukasi Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Penerbit Indocamp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63892/aletheia.2.2025.121-130

Abstract

Perkembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan kepulauan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas destinasi, tetapi juga oleh dinamika mobilitas wisatawan yang membentuk distribusi kunjungan dan pemerataan manfaat ekonomi wilayah. Kawasan Lombok–Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami pertumbuhan pariwisata yang signifikan, namun masih dihadapkan pada ketimpangan spasial kunjungan antarwilayah. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan kajian yang masih terbatas dalam mengintegrasikan analisis mobilitas wisatawan domestik berbasis asal–tujuan dengan pembangunan pariwisata berkelanjutan kewilayahan. Penelitian bertujuan menganalisis pola mobilitas wisatawan nusantara, mengidentifikasi konsentrasi dan polarisasi kunjungan, serta merumuskan implikasinya terhadap keberlanjutan pembangunan pariwisata di Lombok–Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori berbasis analisis mobilitas origin–destination dengan memanfaatkan data sekunder Badan Pusat Statistik Provinsi NTB periode 2019–2025. Teknik analisis meliputi konstruksi matriks mobilitas wisatawan, perhitungan Compound Annual Growth Rate (CAGR), serta analisis komparatif-spasial antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Mataram dan Lombok Barat berperan sebagai urban tourism generator dengan tingkat produksi perjalanan tertinggi. Sementara itu, Lombok Tengah dan Lombok Barat menjadi destinasi inti dengan pertumbuhan kunjungan paling pesat, mencerminkan kuatnya destination pull effect yang diikuti spillover terbatas pada wilayah penyangga. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Sumbawa dan Lombok Timur menunjukkan stagnasi mobilitas dan kunjungan, menandakan adanya polarisasi pembangunan pariwisata. Studi ini menyimpulkan bahwa struktur mobilitas wisatawan di Lombok–Sumbawa masih terkonsentrasi secara spasial, sehingga berimplikasi pada ketimpangan distribusi manfaat ekonomi dan potensi tekanan daya dukung destinasi inti. Rekomendasi diarahkan pada penguatan konektivitas intra-kawasan, redistribusi investasi destinasi, serta pemerataan arus mobilitas wisatawan guna mendorong pembangunan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Page 3 of 3 | Total Record : 24