cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA Warlinda; Rizky Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Inproggres
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0fpvm542

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas fisik. Rendahnya aktivitas fisik akibat perubahan gaya hidup sedentari diduga berkontribusi terhadap peningkatan kejadian obesitas pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di wilayah kerja UPT Puskesmas Lara Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 61 remaja berusia 10–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), sedangkan status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Mayoritas responden berusia 15 tahun (52,5%), berjenis kelamin perempuan (55,7%), memiliki aktivitas fisik kategori ringan (55,7%), dan tidak mengalami obesitas (77,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja (p=0,000). Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa obesitas tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik, tetapi diduga berkaitan dengan faktor lain seperti pola makan, asupan energi, kebiasaan sedentari, dan faktor genetik. Aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas pada remaja, sehingga peningkatan aktivitas fisik perlu diintegrasikan dengan edukasi gizi dan penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan obesitas.
RELATIONSHIP BETWEEN SERUM HOMOCYSTEINE LEVELS AND MANGANESE SUPEROXIDE DISMUTASE (MNSOD) ON RETINAL NERVE FIBER LAYER (RNFL) THICKNESS IN DIABETIC RETINOPATHY AND NON-DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS Delfi; Rini Nurrakhmah; Rodiah Rahmawaty Lubis
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Inproggres
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/apvz7w98

Abstract

Diabetic retinopathy is a visual disorder caused by abnormalities in the retina, characterized by progressive microangiopathy resulting in damage and blockage of fine blood vessels, leading to impaired retinal nutrition. This study aims to determine the relationship between serum homocysteine and MnSOD levels on retinal nerve fiber layer (RNFL) thickness in diabetic retinopathy and non-diabetic retinopathy patients. This is an analytic observational case-control study involving 31 subjects for each group. A 3 cc venous blood sample was taken to assess serum homocysteine and MnSOD levels, then analyzed by ELISA method in the integrated laboratory of the USU Medical Faculty. The results showed a significant difference in Avg RNFL and Nasal RNFL thickness between the two groups (p = 0.015), with mean AvgRNFL thickness of 100.94 (SD = 17.04) and mean nasal RNFL thickness of 90.16 (SD = 33.68). The highest MnSOD levels were found in non-diabetic retinopathy subjects with a mean of 142.77 (SD = 101.77). No significant relationship was found between homocysteine and superior RNFL (p = 0.346), inferior RNFL (p = 0.292), temporal RNFL (p = 0.109), and nasal RNFL (p = 0.190). However, a significant association was found between homocysteine and Avg RNFL (p = 0.007). In the diabetic retinopathy case group, a significant relationship was found between Hcy and Avg RNFL (p = 0.007), where an increase in serum homocysteine levels will be followed by a decrease in Avg RNFL thickness.