cover
Contact Name
-
Contact Email
indah@lecturer.uluwiyah.ac.id
Phone
+6289676201737
Journal Mail Official
indah@lecturer.uluwiyah.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari Mojokerto Km. 4 Mojokerto Telp. (0321) 592783 Fax. (0321) 592783
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Al Kayyis
ISSN : -     EISSN : 26207242     DOI : https://doi.org/10.47759/67whmf02
Core Subject : Education,
Al Kayyis adalah jurnal ilmiah yaang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan April dan bulan Oktober. Jurnal ini mewadahi kajian penelitian ilmiah dalam bidang pendidikan dasar. Fokus dan ruang lingkup Jurnal Al Kayyis diantaranya: 1. Manajemen dan Inovasi Pendidikan di MI/SD. 2. Desain, Model, Strategi dan Metode Pembelajaran MI/SD. 3. Media Pembelajaran MI/SD. 4. Evaluasi Pembelajaran di MI/SD, Pengelolaan Kelas di MI/SD. 5. Profesionalisme Pendiidk di MI/SD. 6. Pendidikan Inklusif di MI/SD. 7. Penelitian yang terintegrasi dengan MI/SD. 8. Topik-topik yang berhubungan dengan sekolah dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019): April - September" : 2 Documents clear
POLA BERPIKIR KRITIS SISWAPADA KEMAMPUAN MATEMATIKA DI KELAS V SEKOLAH DASAR AR-ROHMA BATU Risalul Ummah
AL KAYYIS Vol 2 No 1 (2019): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/7g5x5958

Abstract

Berpikir kritis merupakan pembentukan kemampuan mental kognitif siswa pada aspek logika seperti pemberian argumentasi, menarik kesimpulan dan pernyataan yang proposional. Berpikir kritis akan berguna dalam menyelesaikan masalah. Hal itu disebabkan, ketika anak dihadapkan pada sebuah masalah untuk dipecahakan, saat itu kondisi kognisi anak mengalami disequilibrium. Disequilibrium terjadi pada anak menimbulkan proses terjadinya asimilasi dan komodasi. Proses tersebut terjadi secara terus menerus hingga pada equilibrium. Hal tersebut secara tidak langsung terjadinya proses berpikir kritis siswa pada kemampuan menyelesaikan soal pemecahan masalah matemtika. Kemampuan matematika dalam memecahkan masalah melalui berpikir kritis terdapat perbedaan. Sejalan dengan pemikiran Polya yang menyatakan bahwasanya kemampuan pemecahan masalah masalah matematika siswa dibedakan menjadi tiga yaitu kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola berpiki kritis siswa pada kemampuan matematika.
IMPLEMENTASI TEORI HUMANISTIK (CARL ROGERS) PADA PEMBELAJARAN FIKIH DI MI MIFTAHUL HUDA MALANG Dwi Indah Nursita
AL KAYYIS Vol 2 No 1 (2019): April - September
Publisher : Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/9z37yh56

Abstract

Belajar bukan hanya menghafal dan bukan hanya mengingat, tetapi belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri siswa. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuannya, sikap dan tingkah laku keterampilan, kecakapannya, kemampuannya, daya reaksinya dan daya penerimaannya. Jadi belajar adalah suatu proses yang aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada pada siswa. Belajar merupakan suatu proses yang diarahkan pada suatu tujuan, Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Teori Humanistik (Carl Rogers) Pada Pembelajaran Fikih di MI Miftahul Huda Malang. Pendekatan humanistik Carl Roger dalam pembelajaran fikih ini menunjukkan hasil bahwa lebih efektif daripada pendidikan tradisional (pembelajaran yang hanya mengembangkan aspek kognitif saja) dalam memperbaiki afektif, tetapi bukan hasil akademik. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan pendekatan humanistik lebih sukses dalam memperbaiki kerja sama, kreativitas, prestasi motivasi, dan mandiri dibandingkan dengan pembelajaran tradisional (pembelajaran yang hanya mengembangkan aspek kognitif saja).

Page 1 of 1 | Total Record : 2