cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2019)" : 9 Documents clear
Analisis Infiltrasi Di Saluran Primer Daerah Irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah Achmad Rafi'ud Darajat, Fatchan Nurrochmad, Rachmad Jayadi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.
Studi Beton Dari Limbah Batu Alam Untuk Percepatan Rekonstruksi Hunian Pasca Bencana Dimas Langga Chandra Galuh; Lilik Hendro Widaryanto; M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The country of Indonesia is in a disaster-prone area so that it has a high potential for natural disasters, which can cause damage to buildings. Innovations are needed in handling disasters from both structural and material aspects so that they can accelerate the reconstruction phase.This study will conduct a study of the use of local materials in the form of temple natural stone waste as coarse aggregates on concrete. Addition of additive material to the mixture is used to achieve high early strength.The required concrete strength (f'c) = 19.3 MPa with the composition for one concrete cylinder consists of water: cement: sand: temple natural stone waste: additive material with a mixture of 1.2 liters: 1.9 kg: 3 , 6 kg: 5.2 kg: 20 ml. The results of testing the concretestrength with the addition of additive materials at the age of 3 and 7 days were 16.04 MPa and 23.02 MPa. The percentage of compressive strength of concrete at the age of 3 days is 83.1%, whereas at the age of 7 days it has exceeded the required concrete compressive strength (119.3%). Based on this study, the use of local materials in the form of temple natural stone waste with the addition of 7-day-old concrete additives can replace broken stone material in the disaster reconstruction process.
Studi Beton Dari Limbah Batu Alam Untuk Percepatan Rekonstruksi Hunian Pasca Bencana Dimas Langga Chandra Galuh; Lilik Hendro Widaryanto; M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The country of Indonesia is in a disaster-prone area so that it has a high potential for natural disasters, which can cause damage to buildings. Innovations are needed in handling disasters from both structural and material aspects so that they can accelerate the reconstruction phase.This study will conduct a study of the use of local materials in the form of temple natural stone waste as coarse aggregates on concrete. Addition of additive material to the mixture is used to achieve high early strength.The required concrete strength (f'c) = 19.3 MPa with the composition for one concrete cylinder consists of water: cement: sand: temple natural stone waste: additive material with a mixture of 1.2 liters: 1.9 kg: 3 , 6 kg: 5.2 kg: 20 ml. The results of testing the concretestrength with the addition of additive materials at the age of 3 and 7 days were 16.04 MPa and 23.02 MPa. The percentage of compressive strength of concrete at the age of 3 days is 83.1%, whereas at the age of 7 days it has exceeded the required concrete compressive strength (119.3%). Based on this study, the use of local materials in the form of temple natural stone waste with the addition of 7-day-old concrete additives can replace broken stone material in the disaster reconstruction process.
Pengaruh Pemasangan Profil C Baja Canai Dingin Secara Sentris Pada Rangka Balok Baja Canai Dingin Lalu Arya Permas Juniarta, Dewi Sulistyorini, M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil C baja canai dingin digunakan secara umum pada pembuatan rangka atap rumah sebagai material kuda-kuda. Walaupun pada perkembanganya baja canai dingin banyak mengalami perlakuan inovasi yang baik, dan menjadikan efisien pada beberapa pekerjaan konstruksi seperti pembuatan kusen, partisi dinding, bahkan digunakan juga sebagai kerangka atau kolom dalam sebuah bangunan.Metode yang aplikasikan adalah metode eksperimen dan analisis SAP 2000, pada eksperimen ini menggunakan canai dingin profil C sebanyak 3 benda uji degan dimensi 75 x 35 x 0,75 mm, ukuran benda uji 180 x 25 cm. Sedangkan software SAP 2000 canai dingin tersebut menggunakan dimensi 75 x 35 x 0,75 mm. Modulus elastisitas (E) 200 kN/mm2 utuk fy 0,55 KN/ mm2 dan fu 0,55 KN/ mm2. dari metode diatas dapat menyelidiki hubungan sebab akibat antara satu sama lain kemudian membandingkan hasilnya dari eksperimen yang dilakukan.Dari hasil uji lentur balok rangka baja canai dingin profil C sentris B-3 ini memiliki nilai paling tinggi di antara B-1 dan B-2  dengan nilai pembebanan yaitu 9,01 KN, sedangkan untuk nlai lendutannya adalah 26 mm. Melihat pola kegagalan yang terjadi, sobeknya baja pada posisi bagian sayap batang yang terbuka. Sedangkan menggunakan SAP 2000 memiliki hasil yang berbeda dengan pengujian menggunakan UTM. Dari hasil pengujian kuat lentur di peroleh kuat lentur rata-rata sebesar 7,97KN.
Studi Eksperimental Pengujian Pemadatan Tanah Di Gunungkidul Dengan Metode Standard Proctor Fifin Susilowati, Zainul Faizien Haza, Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan infrastruktur di kabupaten Gunungkidul, berdampak pada kegiatan transportasi, karena ada pertambahan kendaraan dan peningkatan perekonomian masyarakat, maka diperlukan jalan yang baru atau perbaikan jalan yang lama. Untuk membangun suatu konstruksi sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan mekanis tanah.Kekuatan dari struktur perkerasan jalan terletak pada tanah yang menopang beban di bawahnya, maka dari itu dibutuhkannya tanah timbunan yang baik untuk struktur perkerasan jalan agar tidak terjadi .Kepadatan tanah adalah faktor yang menunjukkan tanah itu baik atau tidak sebagai tanah timbunan, dalam penelitian ini penulis menggunakan pengujian sifat fisik dan menggunakan pengujian pemadatan standar serta mengkorelasikan hasil sifat fisik untuk mengetahui daya dukung tanah timbunan tersebut. Sifat fisik yang dilakukan antara lain uji kadar air, uji berat jenis, uji analisis saringan, uji batas plastis, dan uji batas cair.Hasil uji diperoleh bahwa nilai kadar air 23,913%, berat jenis 1,976, analisis saringan 55,650 lolos saringan no. 200, batas plastis 43,474, batas cair 75,357 dan kadar air optimum 30,43 dengan kepadatan kering maksimum 1,38 untuk tanah jenis 1 sedangkan untuk tanah jenis kedua memperoleh hasil kadar air 30,967%, berat jenis 1,712, analisi saringan 54,737 lolos saringan no. 200, batas plastis 41,656, batas cair 98,739 dan kadar air optimum 32,93 dengan kepadatan kering maksimum 1,31.
Analisis Tebal Perkerasan Kaku Pada Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo Berdasarkan Metode Bina Marga (Manual Desain Perkerasan 2017) Dan AASHTO (1993) Saipudin Zohri , Widarto Sutrisno, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor keamanan dan kenyamanan sangatlah penting dalam membangun jalan terutama Jalan Tol, agar masyarakat dapat merasakan mafaatnya secara maksimal. Salah satu hal penting yang mempengaruhi faktor keamanan dan kenyamanan tersebut yaitu perkerasan pada jalan tol itu sendiri. Jalan Tol ini direncanakan menggunakan tipe perkerasan kaku dengan umur rencana mencapai 40 tahun. Penelitian ini menganalisa data yang digunakan untuk perancangan perkerasan pada Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo, seperti data volume lalu-lintas harian rata-rata (VLHR), daya dukung tanah, karekteristik material yang digunakan untuk penentuan tebal perkerasan yang dibutuhkan.Pada perencanaan tebal perkerasan kaku dibutuhkan data pendukung yang berhubungan dengan penentuan tebal perkerasan kaku. Data tersebut perlu dilengkapi terlebih dahulu sebelum dilakukan perancangan tebal perkerasan kaku. Secara umum, metode yang digunakan dalam penentuan tebal perkerasan kaku menggunakan Metode Bina Marga (Manual Desain Perkerasan 2017) dan AASHTO 1993.Dari hasil perhitungan dan pembahasan yang dilakukan mengenai perkerasan kaku (Rigid Pavement) pada Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo section 3 mendapatkan hasil perhitungan tebal perkerasan kaku dengan menggunakan metode Bina Marga (Manual Desain Perkerasan) di dapatkan tebal perkerasan kaku adalah 36 cm, dilengkapi dengan Dowel dengan diameter 1,77 inches, panjang 18 inches, dan jarak 12 inches, dan dengan menggunakan metode AASHTO 1993  diperoleh nilai tebal plat beton  37 cm, dengan Dowel berdiameter 1,82 inches, panjang 18 inches, dan jarak 12 inches. Data yang paling berpengaruh dalam penentuan tebal perkerasan kaku yakni Lalu lintas harian rata-rata dan pertumbuhan pertahunnya.
Perbandingan Biaya Konstruksi Pada Perencanaan Balok Menggunakan Metode Tulangan Tunggal Dan Tulangan Ganda Pada Gedung 3 Lantai (Studi Kasus SD Wirobrajan) Fransistusteles, Dimas Langga Chandra Galuh, M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok merupakan elemen lentur yang tingkat keruntuhannya cukup tinggi. Ada 3 keruntuhan yang terjadi, keruntuhan bersifat liat/ daktail, keruntuhan berimbang, dan keruntuhan getas. Keruntuhan getas ini harus dihindari dikarenakan biasanya jumlah tulangannya lebih banyak dari pada keruntuhan liat. Ini pasti selain tidak aman juga tidak ekonomis. Pada proses pendesainan maupun pelaksanaan dilapangan seringkali sifat keruntuhan yang terjadi adalah getas dikarenakan desain tersebut hanya berfokus pada rencana saja namun tidak dianalisis ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan RAB pada analisis balok menggunakan metode tulangan tunggal dan tulangan ganda. Ada 3 tipe balok yang dianalisis pada penelitian ini, tipe 1 berukuran 30 x 60 cm dengan bentang 6,95 m, tipe 2 berukuran 25 x 45 cm dengan bentang 5,45 m, dan tipe 3 berukuran 20 x 30 cm dengan bentang 6,95 m. Hasil analisis struktur menggukan software sap 2000 v14.2.2 dan microsoft excel maka didapat berat tulangan metode tulangan tunggal adalah 1,703,23 kg/m3 sedangkan pada metode tulangan ganda adalah 1,452,67 kg/m3  dan penulangan sudah bersifat liat. Biaya yang dibutuhkan pada metode tulangan tunggal sebesar Rp. 210.227.000,00 dan metode tulangan ganda sebesar Rp. 190.572.000,00 sehingga selisih sekitar Rp. 19.705.000,00. Selisih antara berat dan biayanya lebih menguntungkan jika menggunakan metode tulangan ganda.
Analisis Kemacetan Di Ruas Jalan Kota Yogyakarta (Studi Kasus Ruas Jalan Ipda Tut Harsono) Yohanes Leha, Widarto Sutrisno, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan (1) karakteristik penggunaan jalan, (2) data volume arus lalu lintas tertinggi, dan (3) kinerja jalan dilihat dari kapasitas jalan dan tingkat kejenuhan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survey. Pengolahan data menggunakan perhitungan operasional ruas jalan dan persimpangan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) karakteristik penggunaan jalan pada ruas jalan Ipda Tut Harsono Yogyakarta banyak didominasi dengan pusat perdagangan dan jasa, tetapi hal ini tidak didukung dengan fasilitas parkir yang cukup, kondisi jalan tidak terdapat bahu jalan tidak menyediakan lahan parkir. (2) Volume kendaraan tertinggi terjadi pada penggal III dengan nilai 8373,00 smp/jam dari total kapasitas dua arah dengan kondisi kapasitas jalan 2/2 UD. (3) Derajat jenuh tertinggi pada Senin pada penggal III dengan nilai 0,45, Minggu pada penggal II 0,27, dan Sabtu pada penggal I 0,44. Nilai tersebut masih di bawah atau kurang dari 0,74, dengan demikian kapasitas masih mencukupi dan belum jenuh.
Pemecah Gelombang Sisi Miring Dengan Lapis Lindung Tetrapod Ahmad Da’im Adhi Kusuma, Ida Bagus Agung, Zainul Faizien Haza
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini tetrapod akan dijadikan sebagai  lapis lindung pemecah gelombang sisi miring. Penelitian ini dilakukan untuk merencanakan pemecah gelombang sisi miring dengan lapis lindung tetrapod. Tetrapod mempunyai bentuk yang teratur dengan empat buah kaki yang simetris berbentuk kerucut terpancung. Tetrapod bila ditata ditata dengan baik mempunyai kekuatan saling kunci yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan batu pecah alam, dengan demikian pemakaian tetrapod akan memberikan stabilitas lapis lindung yang  lebih besar  jika dibandingkan dengan batu pecah alam.Penelitian ini dihitung dengan menggunakan formula Hudson, salah satu syarat dari formula Hudson adalah hanya berlaku untuk gelombang tidak pecah atau gelombang pecah ketika membentur struktur. Untuk itu dibuat model struktur pemecah gelombang fleksibel sisi miring. Model dibuat di laboratorium diserang gelombang acak (irregular wave) dengan mempergunakan spectrum Bretschneider yang belum pecah sebelum mencapai struktur pemecah gelombang hingga kerusakan material lapis lindung mencapai kurang lebih 2%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi gelombang yang menyerang lapis lindung akan semakin besar kerusakan lapis lindung yang terjadi. Dalam merencanakan pemecah gelombang sisi miring  banyak faktor yang perlu diperhatikan antara lain: panjang durasi serangan gelombang, tinggi gelombang, bentuk dan kekasaran lapis lindung, kemiringan lereng pemecah gelombang, berat lapis lindung dan lain-lainnya. Pemakaian formula Hudson menghasilkan nilai koefisien lapis lindung( Kd ) yang   cukup tinggi yaitu 18 pada Hs/d = 1.3, pada kerusakan 5 %. Padahal nilai Kd yang dipersyaratkan hanya 8.

Page 1 of 1 | Total Record : 9