cover
Contact Name
Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Contact Email
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Phone
+6282133922038
Journal Mail Official
detha.gutama@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Miliran Street #16, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
ISSN : 24433187     EISSN : 29619599     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Social, Engineering,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of eight articles for each issue. This journal accepts and publishes paper on civil and environmental engineering related scope, including (1) Structures, (2) Geotechnics, (3) Transportation, (4) Environment, (5) Water Resources, (6) Hydraulic, (7) Hydrology, (8) Construction Materials, and (9) Construction Management. The article published in Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is written in Bahasa Indonesia and will be reviewed using a double blind review system.
Articles 131 Documents
Model Hujan-Aliran Terdistribusi Berbasis Analisis Dan Interpretasi Parameter Fisik DAS (Studi Kasus DAS Kali Belik Hulu, Daerah Istimewa Yogyakarta) Saifurridzal, Rachmad Jayadi, Joko Sujono
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).
Analisis Eksperimental Kekuatan Pelat Beton Menggunakan Material Komposit Zinc Dian Indrawati, Iskandar Yasin, Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelat lantai merupakan salah satu komponen struktur konstruksi pada suatu bangunan, baik itu gedung perkantoran, gedung sekolah, rumah sakit, maupun rumah tinggal biasa. Umumnya, pelat lantai dibangun dengan konstruksi beton bertulang sebagai dasar utamanya. Pelat lantai adalah struktur yang pertama kali menerima beban, baik itu beban mati maupun beban hidup yang kemudian akan mendistribusikan beban tersebut pada struktur yang ada di bawahnya.            Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan tahapan perencanaan 4 varian campuran benda uji, yaitu beton normal, beton dengan campuran serat kaleng25%, beton dengan campuran serat kaleng 50%, dan beton dengan campuran serat kaleng75%, dimana campuran kaleng disubstitusikan sebagai penambahan serat yang masing – masing varian campurannya yaitu 3 buah pelat beton dengan dimensi ukuran 8 x 25 x 50cm, dengan total keseluruhan 12 benda uji pelat beton dan 3 silinder BN.Berdasarkan hasil pengujian, nilai kuat lentur beton pelat lantai dengan menggunakan campuran serat kaleng mendapatkan nilai rata – rata pada setiap campurannya adalah BN : 21,56MPa, BK-25% : 22,67MPa, BK-50% : 21,5MPa, dan BK-75% : 24,25MPa, pada umur beton 28 hari.
Pengaruh Pasir Terhadap Tingkat Kepadatan Tanah lempung Ekspansif Reska Hermawan Putra, Zainul Faizien Haza, Dewi Sulistyorini
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif  mempuyai banyak kendala, karena itu perlu penyelidikan dan penelitian memadai untuk pengetahuan kembang susut tanah belum cukup dilakukan, sehingga diharapkan penelitian ini dapat mengtahui tentang tingkat kepadatan pada tanah lempung ekspansif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan cara pengujian standart proctor, untuk memperoleh dari kepadatan kering maksium dan kadar air optimum. Benda uji tanah lempung ekspansif dicampur  pasir dengan presentase 5%, 15%, dan 25%, kemudian sampel dilakukan pengujian.Hasil pengujian kepadatan tanah dengan uji proctor menunjukan perubahan kadar air optimum  menurun dari kadar asli 27,68 %  menjadi 26,56 %  untuk campuran pasir 5 %,  24,16 % untuk campuran pasir 15 %, 23,34 % untuk campuran  pasir 25 %, dan  kepadatan kering maksimum tanah meningkat dari  kepadatan kering maksimum tanah asli 1,33 gr / cm³ menjadi 1,39 gr / cm³ untuk campuran tanah 5 %, 1,41 gr / cm³ untuk campuran tanah 15 %, 1,45 gr / cm³, untuk campuran tanah 25 %.Uji proctor ini untuk mengetahui seberapa tanah memiliki tingkat kepadatan untuk mencapai kepadatan maksimum dan kadar air optimum.
Studi Kuat Lentur Balok Beton Menggunakan Material Daur Ulang Ban Bekas Pengganti Agregat Kasar Islahun Niam, Iskandar Yasin, Dewi Sulistyorini,
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material bangunan yang paling sering digunakan di Indonesia dibandingkan material bangunan lainnya seperti baja dan kayu. Beton adalah campuran dari semen, agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambahan. Salah satu sifat mekanis beton yang penting adalah kuat tekan beton.Penelitian ini dilakukan dengan t 4 varian campuran benda uji, yaitu 3 beton normal, 3 balok menggunakan 25% limbah ban bekas, 3 balok menggunakan 50% limbah ban bekas, 3 balok menggunakan 75% limbah ban bekas, di mana material ban bekas disubstitusikan sebagai agregat kasar. Dimensi ukuran masing-masing balok 10x10x80 cm, dengan total keseluruhan 12 benda uji balok dan 3 silinder BN. Berdasarkan hasil pengujian kuat lentur balok beton menunjukkan bahwa kuat lentur beton sangat dipengaruhi oleh prosentasedari limbah ban. Pada umur 28 hari kuat lentur mendapatkan nilai rata-rata pada setiap campuranya adalah BN: 7,0 MPa, sedangkan campuran limbah ban bekas BCB 25%: 6,29 MPa mengalami penurunan pada beton normal, sedangkan campuran limbah ban bekas BCB 50%: 6,2 MPa dan BCB 75%: 3,97 MPa kuat lentur beton mengalamipenurunan yang sangat signifikan terhadap beton normal.
Karakteristik Arus Lalu Lintas Jalan di Ruas Jalan Godean Dwita Pratmia Kirana Murni, Zainul Faizien Haza, Widarto Sutrisno
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota  Yogyakarta merupakan salah satu kota diIndonesia yang sangat pesat perkembangannya, kota yang terkenal akan wisata, kesenian, budaya dan terkenal akan kota pelajar ini sering menjadi pilihan dari berbagai kota di Indonesia untuk menempuh ilmu dan bekerja, maka tak heran jika banyak  pendatang baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal ini mengakibatkan berbagai  dampak negatif di Yogyakarta, salah satunya pada bidang transportasi. Ketidakseimbangan  antara  kapasitas jalan dengan volume kendaraan menyebabkan timbulnya kemacetan. Salah satu ruas  jalan di Yogyakarta yang perlu diperhatikan adalah Ruas Jalan Godean. Kendaraan yang  melakukan mobilisasi pada ruas jalan tersebut hampir semua jenis kendaraan, dari kendaraan ringan (LV) sampai kendaraan berat (HV), sehingga lalu lintas menjadi padat.Dibutuhkan evaluasi dan analisis untuk  mengetahui karatkeristik Ruas Jalan Godean, evaluasi  arus  lalu lintas ini menggunakan  metode survey counting dan perhitungan analisis menggunakan perbandingan antara Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia, 2014).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa volume arus lalu lintas pada jam 12.00 - 13.00  dengan jumlah kendaraan 3708  kend/jam. Arus lalu lintas yang terjadi pada  Ruas Jalan Godean pada hari Kamis selama dua jam dari arah Barat - Timur sebesar  1506,15 skr/jam, dan arah Timur – Barat sebesar 1422,3 skr/jam. Arus  lalu  lintas  yang  terjadi  pada  Ruas Jalan Godean pada hari Minggu selama dua jam dari arah Barat - Timur sebesar  1419,2 skr/jam,  dan arah Timur – Barat sebesar 1404.6 skr/jam. 
Analisis Sambungan Baut Pada Titik Buhul Jembatan Rangka Baja Menggunakan Metode Elemen Hingga Haris Sidiq Pramono, Widarto Sutrisno, Iskandar Yasin
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Elemen Hingga adalah suatu metode numerik untuk menyelesaikan berbagai problem rekayasa, seperti pada struktur sambungan geser balok baja dan kolom baja ini, oleh karena itu  metode ini digunakan untuk mendapatkan displacement pada struktur sambungan baja ini.Analisis ini menggunakan metode elemen hingga dengan cara perhitungan manual dengan rumus persamaan matrik untuk mendapatkan persamaan matrik kekakuan dan displacement, sedangkan analisis ini menggunakan bantuan software ABAQUS CAE  6.11-1. Setiap analisis Abaqus menggunakan langkah permodelan dari part – property – assembly – step – interaction – load – mesh – job  yang terakhir visualization.Hasil Analisis kedua titik buhul menggunakan software ABAQUS CAE 6.11-1 didapat displacement di arah sumbu x sebesar -7.12779 mm, tegangan 17.9968 (N/m2). Dari hasil perhitungan Metode Elemen Hingga didapat Y1 = -7.611428,5714 mmMetode elemen hingga sangat baik untuk diaplikasikan pada analisis struktur rangka batang sederhana maupun yang lebih kompleks. Metode ini dapat diaplikasikan pada struktur rangka batang statis tertentu maupun statis tak tentu menggunakan software ABAQUS CAE 6.11-1 atau software-software yang berbasis analisis 3D maupun 2D.vvv
Analisis Infiltrasi Di Saluran Primer Daerah Irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah Achmad Rafi'ud Darajat, Fatchan Nurrochmad, Rachmad Jayadi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.
Studi Beton Dari Limbah Batu Alam Untuk Percepatan Rekonstruksi Hunian Pasca Bencana Dimas Langga Chandra Galuh; Lilik Hendro Widaryanto; M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The country of Indonesia is in a disaster-prone area so that it has a high potential for natural disasters, which can cause damage to buildings. Innovations are needed in handling disasters from both structural and material aspects so that they can accelerate the reconstruction phase.This study will conduct a study of the use of local materials in the form of temple natural stone waste as coarse aggregates on concrete. Addition of additive material to the mixture is used to achieve high early strength.The required concrete strength (f'c) = 19.3 MPa with the composition for one concrete cylinder consists of water: cement: sand: temple natural stone waste: additive material with a mixture of 1.2 liters: 1.9 kg: 3 , 6 kg: 5.2 kg: 20 ml. The results of testing the concretestrength with the addition of additive materials at the age of 3 and 7 days were 16.04 MPa and 23.02 MPa. The percentage of compressive strength of concrete at the age of 3 days is 83.1%, whereas at the age of 7 days it has exceeded the required concrete compressive strength (119.3%). Based on this study, the use of local materials in the form of temple natural stone waste with the addition of 7-day-old concrete additives can replace broken stone material in the disaster reconstruction process.
Studi Beton Dari Limbah Batu Alam Untuk Percepatan Rekonstruksi Hunian Pasca Bencana Dimas Langga Chandra Galuh; Lilik Hendro Widaryanto; M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The country of Indonesia is in a disaster-prone area so that it has a high potential for natural disasters, which can cause damage to buildings. Innovations are needed in handling disasters from both structural and material aspects so that they can accelerate the reconstruction phase.This study will conduct a study of the use of local materials in the form of temple natural stone waste as coarse aggregates on concrete. Addition of additive material to the mixture is used to achieve high early strength.The required concrete strength (f'c) = 19.3 MPa with the composition for one concrete cylinder consists of water: cement: sand: temple natural stone waste: additive material with a mixture of 1.2 liters: 1.9 kg: 3 , 6 kg: 5.2 kg: 20 ml. The results of testing the concretestrength with the addition of additive materials at the age of 3 and 7 days were 16.04 MPa and 23.02 MPa. The percentage of compressive strength of concrete at the age of 3 days is 83.1%, whereas at the age of 7 days it has exceeded the required concrete compressive strength (119.3%). Based on this study, the use of local materials in the form of temple natural stone waste with the addition of 7-day-old concrete additives can replace broken stone material in the disaster reconstruction process.
Pengaruh Pemasangan Profil C Baja Canai Dingin Secara Sentris Pada Rangka Balok Baja Canai Dingin Lalu Arya Permas Juniarta, Dewi Sulistyorini, M. Afif Shulhan
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil C baja canai dingin digunakan secara umum pada pembuatan rangka atap rumah sebagai material kuda-kuda. Walaupun pada perkembanganya baja canai dingin banyak mengalami perlakuan inovasi yang baik, dan menjadikan efisien pada beberapa pekerjaan konstruksi seperti pembuatan kusen, partisi dinding, bahkan digunakan juga sebagai kerangka atau kolom dalam sebuah bangunan.Metode yang aplikasikan adalah metode eksperimen dan analisis SAP 2000, pada eksperimen ini menggunakan canai dingin profil C sebanyak 3 benda uji degan dimensi 75 x 35 x 0,75 mm, ukuran benda uji 180 x 25 cm. Sedangkan software SAP 2000 canai dingin tersebut menggunakan dimensi 75 x 35 x 0,75 mm. Modulus elastisitas (E) 200 kN/mm2 utuk fy 0,55 KN/ mm2 dan fu 0,55 KN/ mm2. dari metode diatas dapat menyelidiki hubungan sebab akibat antara satu sama lain kemudian membandingkan hasilnya dari eksperimen yang dilakukan.Dari hasil uji lentur balok rangka baja canai dingin profil C sentris B-3 ini memiliki nilai paling tinggi di antara B-1 dan B-2  dengan nilai pembebanan yaitu 9,01 KN, sedangkan untuk nlai lendutannya adalah 26 mm. Melihat pola kegagalan yang terjadi, sobeknya baja pada posisi bagian sayap batang yang terbuka. Sedangkan menggunakan SAP 2000 memiliki hasil yang berbeda dengan pengujian menggunakan UTM. Dari hasil pengujian kuat lentur di peroleh kuat lentur rata-rata sebesar 7,97KN.

Page 4 of 14 | Total Record : 131