cover
Contact Name
Ahmad Rayhan
Contact Email
ahmadrayhan30@gmail.com
Phone
+62 819-1763-7016
Journal Mail Official
nexusjcdi@sinesia.id
Editorial Address
Puri Cempaka Azalea, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights
ISSN : -     EISSN : 31234186     DOI : https://doi.org/10.69836/nexus
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights E- ISSN 3123-4186 focuses on publishing research in the field of Science and Technology, encompassing both basic and applied sciences. This journal facilitates scientific work oriented towards knowledge development, technological innovation, and the integration of multidisciplinary approaches to address various contemporary scientific issues. With a focus on science and technology research, Nexus aims to be an academic platform that encourages relevant, high-quality, and effective scientific contributions. Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights 2 (two) issues a year in June And December, however articles that have been declared accepted will be queued in the In-Press issue before published in the determined time. Nexus serves as a bridge for researchers and thinkers seeking to generate comprehensive understandings and holistic solutions, promoting a scholarly dialogue that cuts across the spectrum of knowledge.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): Multidicipline" : 5 Documents clear
Tantangan dan Peluang Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Digital Aminah Nur Humairoh; Afiyatun Kholifah
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights Vol. 1 No. 2 (2025): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/nexus.v1i2.79

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara Masyarakat berkomunikasi, memperoleh informasi, serta membangun pemahaman keagamaan. Di satu sisi, ruang digital memberi peluang bagi tersebarnya nilai-nilai moderasi beragama secara lebih luas, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa maraknya intoleransi, ujaran kebencian, dan penyebaran paham keagamaan yang ekstrem. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang tepat dalam memperkuat moderasi beragama agar tetap relevan di Tengah derasnya arus informasi. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis tantangan serta peluang penerapan moderasi beragama di era masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah literatur terkait moderasi beragama, perkembangan masyarakat digital, serta fenomena sosial-keagamaan yang berkembang di ruang daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama moderasi beragama di ruang digital adalah mudahnya penyebaran konten radikal, minimnya literasi digital masyarakat, serta polarisasi yang di picu oleh algoritma media sosial. Namun demikian, terdapat peluang besar berupa pemanfaatan teknologi untuk dakwah moderat, penguatan jejaring komunitas lintas iman, serta penyebaran konten edukatif yang menekankan nilai toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan. Dengan demikian, moderasi beragama di era digital menuntut kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi digital keagamaan serta menghadirkan konten positif yang mampu menyeimbangkan arus informasi.
Literature study: The effect of NPK fertilizer application on cucumber plants (Cucumis Sativus L.) PUTRI MELIYANINGSIH
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights Vol. 1 No. 2 (2025): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/nexus.v1i2.217

Abstract

This literature review critically evaluates the impact of NPK fertilizer application on cucumber plants (Cucumis sativus L.), with a specific focus on the sustainability and efficiency of fertilizer use. The review examines various studies that investigate the effects of NPK fertilizer on cucumber growth, yield, and fruit quality, as well as the potential environmental risks associated with excessive or inappropriate fertilizer application. The analysis highlights the importance of considering factors such as soil type, cucumber variety, and climatic conditions when designing optimal fertilization strategies. Furthermore, this review emphasizes the need for further research to develop more sustainable fertilization practices that minimize negative environmental impacts while maintaining cucumber crop productivity.
Effects of Salinity Stress on Physiological Responses and Growth Impacts of Horticultural Crops: A Literature Review Cahya Rudiana Putri
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights Vol. 1 No. 2 (2025): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/nexus.v1i2.219

Abstract

Salinity stress is a major constraint in horticultural crop production, affecting plant growth, yield, and quality. Excessive salt accumulation in soil and irrigation water induces osmotic stress and ion toxicity, which disrupt physiological processes in plants. This literature review aims to analyze physiological responses and growth impacts of various horticultural crops under salinity stress. The reviewed studies include ten horticultural commodities: tomato, cayenne pepper, mungbean, leaf mustard, cucumber, red spinach, shallot, sambiloto, ginger, and moth orchid. The synthesis indicates that plant responses to salinity vary considerably among species and varieties. Mungbean is highly sensitive, showing growth and yield reductions at relatively low salinity levels. In contrast, cayenne pepper var. Dewata and red spinach are able to maintain growth under higher salinity conditions. Salinity effects are generally more pronounced during the reproductive stage, as reflected by reductions in yield components such as seed weight and fruit diameter, along with physiological disturbances including decreased chlorophyll content and increased oxidative stress. In medicinal plants such as sambiloto, mild salinity stress may enhance the accumulation of bioactive compounds despite suppressing vegetative growth. These findings highlight the importance of commodity-specific salinity management strategies that consider both physiological tolerance and cultivation objectives in horticultural production systems.
Efektivitas Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Menyelesaikan Masalah Siswa Di SMPIT ‘Abdan Syakuro Lampu Iman Ahmad Nurfauzan, ahmad; Zia Achmalia Adela, Zia; Ananda Siti Nurpadilah, Ananda; Sifa Aminatu Jahro, Sifa; Nur Aini Farida, Nur
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights Vol. 1 No. 2 (2025): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/nexus.v1i2.154

Abstract

Pendidikan merupakan proses yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi, karakter, serta kemampuan sosial peserta didik. Dalam praktiknya, setiap siswa memiliki latar belakang, kemampuan intelektual, kondisi emosional, dan lingkungan sosial yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, baik akademik, pribadi, maupun sosial. Permasalahan tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar, rendahnya prestasi, hingga terganggunya proses penyesuaian diri siswa di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara efektif dan terarah. Guru BK sebagai tenaga profesional di sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemberi layanan konseling, tetapi juga sebagai motivator, mediator, fasilitator, dan pembimbing dalam mendukung perkembangan optimal siswa. Melalui layanan pribadi, sosial, dan akademik, guru BK berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pertumbuhan karakter siswa secara menyeluruh. Di SMPIT ‘Abdan Syakuro Lampu Iman, pelaksanaan layanan BK dilakukan secara sistematis melalui program rutin, konseling individu, psikotes, serta kolaborasi dengan wali kelas dan pihak sekolah. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran siswa untuk berkonsultasi secara mandiri. Berdasarkan kondisi tersebut, penting untuk mengkaji efektivitas peran guru BK dalam menyelesaikan permasalahan siswa guna meningkatkan kualitas layanan konseling di sekolah.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dalam Penanganan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas Julianto, Julianto; Siregar, Nabilah
Nexus: Journal of Cross-Disciplinary Insights Vol. 1 No. 2 (2025): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/nexus.v1i2.235

Abstract

Salah satu bentuk kejadian yang dapat menyebabkan kondisi kegawatdaruratan pada korban dan kerap terjadi di masyarakat yaitu kecelakaan lalu lintas. setidaknya 1,9 juta nyawa manusia di dunia terancam akibat kecelakaan setiap tahun. Sebagian besar korban akibat trauma dan meninggal di lingkup pra rumah sakit tidak memperoleh pertolongan pertama yang adekuat sebelum mencapai fasilitas kesehatan. Rendahnya kapasitas masyarakat dalam menangani kondisi darurat ini berkontribusi terhadap tingginya angka keparahan cedera dan kematian. Masyarakat sering kali berperan sebagai first responder sehingga pengetahuan dan sikap mereka terhadap pertolongan pertama menjadi faktor krusial dalam menurunkan angka komplikasi dan kematian akibat kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penanganan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yang dilakukan pada 50 masyarakat di Huta III di Kabupaten Simalungun menggunakan purposive sampling pada tanggal 05-07 Februari 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini yaitu mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan kurang (24 orang atau 48%) dan sikap negatif (29 orang atau 58%) dalam penanganan pertama kecelakaan lalu lintas 24 orang (48%). Ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam penanganan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas (P value 0.000). Penulis menyarankan agar dilakukan tindak lanjut secara kontinyu berupa edukasi atau penyuluhan atau pelatihan bagi masyarakat awam tentang penanganan pertama kecelakaan lalu lintas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5