Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara Masyarakat berkomunikasi, memperoleh informasi, serta membangun pemahaman keagamaan. Di satu sisi, ruang digital memberi peluang bagi tersebarnya nilai-nilai moderasi beragama secara lebih luas, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa maraknya intoleransi, ujaran kebencian, dan penyebaran paham keagamaan yang ekstrem. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang tepat dalam memperkuat moderasi beragama agar tetap relevan di Tengah derasnya arus informasi. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis tantangan serta peluang penerapan moderasi beragama di era masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah literatur terkait moderasi beragama, perkembangan masyarakat digital, serta fenomena sosial-keagamaan yang berkembang di ruang daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama moderasi beragama di ruang digital adalah mudahnya penyebaran konten radikal, minimnya literasi digital masyarakat, serta polarisasi yang di picu oleh algoritma media sosial. Namun demikian, terdapat peluang besar berupa pemanfaatan teknologi untuk dakwah moderat, penguatan jejaring komunitas lintas iman, serta penyebaran konten edukatif yang menekankan nilai toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan. Dengan demikian, moderasi beragama di era digital menuntut kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi digital keagamaan serta menghadirkan konten positif yang mampu menyeimbangkan arus informasi.