cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2025): April" : 5 Documents clear
Sistem Kontrol Suhu dan Kelembapan Udara Pada Kumbung Jamur Tiram Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Sumarsono joko; Widhiantari Ida Ayu; Fadly M. Yanuar
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p01

Abstract

Jamur tiram dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki suhu rendah dan kondisi lembap. Jamur tiram dapat tumbuh optimal pada kondisi lingkungan dengan rentang suhu 16 – 30°C dan kelembaban 80 – 95%. Petani jamur melakukan perawatan di dalam kumbung dengan cara manual, yaitu dengan menyiram dinding kumbung jamur secara manual dari bagian atas kumbung secara perlahan untuk menciptakan kondisi suhu ruang kumbung yang ideal bagi pertumbuhan jamur. Kegiatan ini dilakukan secara berkala untuk menjaga suhu dan kelembapan ruang kumbung tetap rendah. Sistem manual yang dilakukan dalam perawatan budidaya jamur menghabiskan banyak waktu dan juga tenaga untuk memantau secara berkala kondisi suhu dan kelembaban ruang kumbung, sehingga kurang efektif dan efisien. Langkah pengendalian kondisi ruang kumbung jamur tiram sangat diperlukan agar diperoleh kondisi ruang kumbung yang selalu terjaga pada kondisi pertumbuhan jamur ideal, sehingga pertumbuhan jamur pun dapat optimal. Salah satu teknik pengendalian kondisi kumbung jamur tiram yaitu dengan menggunakan sistem kontrol otomatis berbasis mikrokontroler.Tujuan penelitian ini yaitu menerapkan sistem kontrol suhu dan kelembaban udara pada kumbung jamur tiram berbasis mikrokontroler Arduino uno untuk mengoptimalkan pertumbuhan jamur tiram. Dari hasil rancangan diperoleh suhu dan kelembapan udara di dalam rumah jamur sesuai dengan setting point , yaitu suhu tidak lebih dari 30?C dan kelembapan udara tidak kurang dari 80%, dimana kondisi tersebut telah sesuai untuk pertumbuhan jamur tiram.
Karakteristik Sifat Fisik Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) pada Kadar Air yang Berbeda Ireine Adriana longdong; Lady C. Ch. E. Lengkey; Dian Retno Argarini; Yoakhim Ossoe Beatrix Doodoh; Arda Gede
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p02

Abstract

Kacang tanah ( Arachis hypogaea L) varietas batik merupakan salah satu pangan lokal yang banyak dijumpai di Sulawesi Utara, terutama di daerah Kawangkoan dan dikenal dengan kacang sangrai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat fisik kacang tanah varietas batik pada berbagai kadar air. Adapun sifat fisik kacang yang diukur meliputi panjang, lebar, tebal, diameter aritmatik, diameter geometrik, porositas, densitas kamba, sudut geseg, sudut curah, serta berat per 1000 biji. Sifat fisik tersebut diukur pada kadar udara 6%, 7%, 7,3%, 8,1%, dan 8,3%. Data yang diperoleh dianalisis dan dinyatakan dengan Model regresi linier hubungan antara kadar udara dan sifat fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kacang tanah varietas batik ini mempunyai korelasi yang kuat dengan sifat fisiknya. Kadar air yang terkandung pada kacang tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan sifat fisik kacang tanah dimana semakin tinggi nilai kadar air maka semakin besar perubahan nilai dari dimensi (panjang, lebar, dan tebal), diameter aritmatik, diameter geometrik, sudut curah, sudut gesek, porositas, berat 1000 biji, kecuali sifat fisik densitas dimana semakin tinggi nilai kadar air maka semakin pula densitas/kerapatan rendah dari biji kacang tanah. Data sifat fisik ini diharapkan berguna untuk proses penanganan kacang tanah ini, ataupun memberikan masukan data bagi perancangan alat-alat penangan kacang tanah varietas Batik.
Analisis Kandungan Protein dan Serat pada Bakso Ayam Fortifikasi Tepung dan Ekstrak Edamame (Glycine max (L) Merrill) Nadhifah Al Indis
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p04

Abstract

Edamame (Glycine max (L) Merrill) is a vegetable green bean widely cultivated in Jember Regency, and is an export commodity. Edamame has a high protein content of 30-40%, fat 20%, carbohydrates 33%, and fiber 6%. Edamame is also rich in vitamins and minerals. However, the utilization of edamame in Indonesia is still limited to snacks and boiled green beans. This research aims to utilize edamame reject export sold at a low price to be processed into flour and protein extract. This flour and protein extract are used as food additives to increase the protein and fiber content of chicken meatballs. The experimental design was designed using a CRD consisting of 5 treatments and 2 repetitions. Treatments are distinguished based on the percentage of protein extract and edamame flour addition. The method used for protein extraction is MAE, sensory analysis with hedonic test, protein analysis with Kjeldahl, crude fiber analysis with Chesson Datta, and statistical analysis with one way ANOVA followed by DMRT (?=0.05). Based on the research conducted, the highest protein content of 19.330% and crude fiber of 5.955% were obtained from treatment BA.01 (15% edamame flour and 0% tapioca), but this variation was less favored by the panelists. The best treatment was obtained from BA.03 (5% edamame flour and 10% tapioca) with a protein content of 15.196% and crude fiber of 4.245%, and it was favored by the panelists (average score for taste parameter is 3.48; aroma 3.59; color 3.37; texture 3.41, and overall preference 3.59).
Perancangan dan Pengujian Alat Penyiram Bibit Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Ajis Kurniawan; Andre Wahyu Krisdiarto; Suparman
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p05

Abstract

Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dengan luas lahan 3,55 juta hektar. Salah satu penentu produktivitas tanaman karet adalah kualitas pertumbuhan bibit. Selain varietas, jenis tanah, dan pupuk, ketersediaan air sangat penting dalam pertumbuhan bibit. Penyiraman yang tepat pada tahap pembibitan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan optimal dan keberhasilan budidaya. Saat ini, selain mengandalkan air hujan, bibit karet juga disiram secara manual. Penyiraman manual memiliki kelemahan dalam kepastian jumlah dan frekuensi penyiraman, sehingga selain penggunaan air yang tidak efisien, juga dapat merugikan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat prototipe, dan menguji sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah yang terintegrasi dengan platform IoT. Sistem ini dirancang untuk menjaga kelembaban tanah sesuai kebutuhan bibit karet dan memungkinkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh melalui smartphone. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui tahapan desain perangkat keras, kalibrasi sensor dan penentuan rumus, pengembangan perangkat lunak, dan uji fungsional. Pada kalibrasi sensor, hasil pengukuran sensor dibandingkan dengan pengukuran kadar air tanah menggunakan metode grafimatri. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem berhasil berfungsi sesuai spesifikasi target, dengan akurasi 97,13%. Sistem ini dapat mengatur pengoperasian pompa air berdasarkan kadar air tanah optimal untuk bibit karet, yaitu mempertahankan batas minimum 30% dan maksimum 70%. Sistem ini dapat dijalankan dan dipantau secara otomatis atau dikendalikan dari ponsel secara real time melalui internet menggunakan aplikasi Blynk.
Sistem Pengkabut dan Intermitten Lighting Colour Otomatis untuk Optimalisasi Budidaya Microgreen Organik Hіlmі А'іnі Nurthoyіbаh; Ayu Fіtrіаnі; Rеzа Zulіаnsyаh Sobіrіn; Rаіhаn Putrа Dwіyаnа; Аіf Аl Zulfа; Hеrіk Sugеru
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p03

Abstract

Infrastructure development in major cities in Indonesia is growing rapidly, converting agricultural land into non-agricultural land. Urban farming is the activity of cultivating plants on limited land in urban areas to improve family nutrition or food security. Urban agriculture serves as a strategy to address the gap between food production and population growth rates. Microgreens are vegetables harvested very young, typically 7-14 days after germination. Microgreen cultivation can be done on limited land, such as in urban areas. With the continuous advancement of technology, the use of technology-based agricultural systems is highly needed, one of which is the use of IoT (Internet of Things) technology. AMICRON is a modified growth environment to optimize organic microgreen cultivation by applying mist systems and intermittent lighting color. The development of the AMICRON tool involves several stages, including preparation, design creation, product manufacturing, planting processes, product feasibility testing, and evaluation. Microgreen planting is carried out both inside and outside the AMICRON tool. Microgreens planted inside the AMICRON tool with intermittent lighting color lamps result in faster germination and harvesting times than those planted outside the AMICRON tool or those using grow lights.

Page 1 of 1 | Total Record : 5