cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2017): April" : 8 Documents clear
Perbandingan Hidrolisis Enzimatik Bahan Jerami Padi dengan Metode Perlakuan Menggunakan Autoclave dan Microwave Yesinta Kristin Tamba; , Ni Luh Yulianti; Ida Bagus Putu Ida Bagus Putu
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p01

Abstract

Enzim selulase yang dihasilkan oleh Trichoderma reesei dan Aspergillus niger memiliki aktivitas yang berbeda. Hidrolisis enzimatik menggunakan enzim selulase tersebut secara terpisah akan menghasilkan glukosa yang sedikit, namun ketika kedua enzim sellulase tersebut dikombinasikan maka akan menghasilkan glukosa yang lebih banyak. Hasil glukosa tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas enzim, namun juga volume dari glukosa yang di hidrolisis. Pada bahan lignoselulosa, delignifikasi sangat berpengaruh terhadap volume glukosa yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dengan dua tahap, yaitu pretreatment dan hidrolisis itu sendiri. Tahap pertama adalah pretreatment bubuk jerami padi dengan menggunakan autoclave, dan pretreatment bubuk jerami padi dengan menggunakan microwave. Tahap kedua adalah tahap hidrolisis dengan 2 variabe perlakuan, pertama adalah perbandingan kadar enzim selulase dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger sebanyak 1:0, 0:1, 1:1, 1:2, 1:3, 2:1 dan 3:1 (unit/unit), yang kedua adalah waktu hidrolisis itu sendiri, observasi dilakukan setiap 8 jam sekali selama 72 jam. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil glukosa tertinggi adalah 277 mg/ml dengan menggunakan bubuk jerami padi yang telah di delignifikasi menggunakan microwave selama 48 jam dengan perpaduan enzim selulase dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger sebanyak 3:1 dengan aktivitasenzim sebesar 2,630 IU/ml
Identifikasi Jenis dan Mutu Kopi Menggunakan Pengolahan Citra Digital dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Mas’ud Effendi; Ullivia Fatasya; Usman Effendi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p02

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian di sub sektor perkebunan yang memiliki peluang bagi perekonomian Indonesia. Harga kopi di Indonesia tergantung pada mutu yang ada pada produk, oleh karena itu mutu kopi sangat penting untuk diketahui. Salah satu identifikasi mutu kopi yang paling mudah ialah dengan melihat sifat fisik kopi. Identifikasi jenis kopi secara kasat mata sangat sulit untuk dibedakan bagi masyarakat pada umumnya sehingga diperlukan sebuah keahlian khusus. Salah satu metode untuk identifikasi jenis dan mutu kopi adalah pengolahan citra digital yang dikombinasikan dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dan algoritma Learning Vector Quantization (LVQ). Metode pengolahan citra digital ini tidak membutuhkan biaya yang tinggi serta waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi juga singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang mampu mengidentifikasi biji kopi sesuai dengan jenis dan mutunya. Mutu kopi terdiri atas mutu I-VI untuk masing-masing jenis Robusta dan Arabika. Data citra yang digunakan sebanyak 570 gambar dengan jumlah 30 gambar untuk masing-masing mutunya. Perbandingan data yang digunakan untuk training dan testing yaitu 70% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi sistem terbaik sebesar 73.7% dengan menggunakan hidden neuron 19, learning rate 0.001, epoch 1000, dan error goal 0.001. Hasil pengenalan sistem menunjukkan bahwa dari 19 mutu kopi terdapat 12 diantaranya yang teridentifikasi dengan benar 100%.
Optimasi Sifat Fisik Tanah di Zone Perakaran untuk Peningkatan Produksi dan Kualitas Umbi Kentang I Made Nada; Made Merta; Yohanes Setiyo
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p03

Abstract

Perbaikan sifat fisik tanah di zone perakaran dapat dilakukan dengan bahan organik yang dekomposisinya agak sulit seperti kompos kotoran ayam yang mengandung sekam. Penelitian dengan perlakuan : (1) jenis kompos, dan (2) dosis pemupukan. Jenis kompos yang dipergunakan adalah kompos kotoran ayam dan kompos kotoran sapi. Dosis pemupukan dengan kompos adalah 15 ton/ha, 17.5 ton/ha, 20 ton/ha, 22,5 ton/ha dan 25 ton/ha. Setiap unit percobaan diulang 3 kali, sehingga secara keseluruhan ada 36 unit percobaan. Setiap satuan percobaan berukuran 1 mx 10 m. Teknik pemupukan menggunakan kompos kotoran ayam dan kotoran sapi mampu memperbaiki sifat fisik tanah terutama porositas, dan kemampuan tanah mengikat udara, kompos kotoran ayam mampu meningkatkan porositas menjadi lebih dari 50 % dengan kemampuan menahan udara naik 0,9 % jika dosis 1 ton/ha. Produksi kentang konsumsi varietas granola meningkat dari 17 ton/ha menjadi 23,22 – 27.8 ton/ha. Peningkatan produksi juga diikuti dengan pergeseran kelas konsumsi kentang yang dihasilkan, jumlah konsumsi umbi kentang adalah sebesar 16,43 – 30,44 %.
Kajian Asam Amino pada Fermentasi Talas (Colocasia esculenta L. Schott) Trisna Darmayanti; IDG. Mayun Permana; AAGN Anom Jambe; AAI Sri Wiadnyani; IP Suparthana; IDP Kartika Pratiwi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total protein serta jenis asam amino yang terdapat pada tape talas (fermentasi talas). Pengukuran kadar protein dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kadar asam-asam amino dianalisis dengan menggunakan peralatan High Performance Liquid Chromatography. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar protein dari talas sebelum difermentasi (talas kukus) sebesar 0,767% menjadi 0,870% setelah difermentasi (talas kukus). Pada tape talas terkandung sebanyak 13 asam amino, yaitu asam aspartat, asam glutamat, serin, histidin, glisin, treonin, arginin, alanin, tirosin, valin, fenilalanin, isoleusin, dan lisin dimana 4 diantaranya merupakan asam-asam amino esensial. Dengan menggunakan uji t-student dari pasangan, yaitu talas sebelum dan sesudah difermentasi diketahui bahwa terdapat perbedaan antara kadar protein dan asam-asam amino pada kedua perlakuan. Talas yang difermentasi menjadi tape talas cenderung memiliki kadar protein dan asam-asam amino yang lebih tinggi dibandingkan dengan talas yang tidak difermentasi (talas kukus)
Pengembangan Sistem E-Monev Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Tingkat Kabupaten I Wayan Widia; , I G. N. Apriadi A
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p05

Abstract

Sistem penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kabupaten yang diberlakukan di Indonesia saat ini masih menghadapi kendala baik dalam hal pelaporan maupun penerapan kebijakan realokasi. Penggunaan aplikasi sistem E-Monev sebagai alat untuk mencapai pencapaian pembangunan di daerah sangat memungkinkan sejalan dengan peningkatan akses untuk koneksi internet. Tujuan dari makalah ini adalah menyajikan langkah-langkah yang diperlukan dalam pengembangan program aplikasi E-Monev dan untuk menghasilkan program aplikasi untuk kasus-kasus di Kabupaten Gianyar. Spesifikasi teknis pemrograman dalam sistem E-Monev ini menggunakan bahasa pemrograman PHP yang dintegrasikan dengan pemrograman database MySQL. Melalui penggunaan program aplikasi E-Monev memungkinkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat Kabupaten, yaitu kemudahan dalam melakukan verifikasi penyaluran secara berkala, menyediakan sistem pelaporan secara real time dan sebagai sistem pendukung keputusan dalam penerapan kebijakan realokasi pupuk bersubsidi.
Analisa Total Mikroba dan Kesegaran Sayuran dengan yang disimpan dengan Teknik Top Ice Cooling dalam Styrofoam Box Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja; Pande Ketut Diah Kencana
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p06

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui total mikroba dan kesegaran dari brokoli, bawang prei dan tomat selama penyimpanan dingin sederhana dengan teknik top ice cooling. Perlakuan penelitian ini menggunakan wadah Styrofoam box yang diisi es sebagai pendingin sederhana. Jumlah es yang digunakan sebanyak 100% dan tanpa pendinginan sebagai kontrol. Penggantian es dan pengamatan dilakukan setiap tiga hari sekali selama enam hari. Parameter yang diamati adalahtotal mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total mikroba brokoli, bawang prei dan tomat mengalami peningkatan selama penyimpanan. Peningkatan total mikroba berlangsung lambat selama penyimpanan dingin. Total mikroba tertinggi pada tomat kontrol (KT) yaitu 3,5 x 109Cfu/gram. Total mikroba paling rendah pada bawang prei selama penyimpanan dingin (PP) yaitu 0,5 x 109 Cfu/gram. Selama penyimpanan warna hijau dari brokoli dan bawang prei berubah kuning, dan warna merah dari tomat berubah merah tua selama penyimpanan. Tekstur dari brokoli, bawang prei dan tomat berubah layu selama penyimpanan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa teknik top ice cooling memperlambat perkembangan total mikroba pada sayuran
Manajemen Rantai Pasok Beberapa Komoditas Hortikultura di Kabupaten Klungkung I Wayan Gede Sedana Yoga; I Wayan Arnata
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p07

Abstract

Tujuan penelitian adalah: identifikasi struktur rantai pasok hortikultura dan menganalisis nilai tambah yang diperoleh pada masing-masing rantai, sehingga diperoleh distribusi nilai tambah pada masing-masing rantai yang nantinya akan bermuara pada rekomendasi pengembangan sistem manajemen rantai pasok hortikultura di Kabupaten Klungkung. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur kinerja kunci rantai pasok dan mengukur nilai tambah. Untuk kinerja kunci rantai pasok digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan untuk mengukur nilai tambah digunakan metode Hayami. Struktur rantai pasok pada komoditas cabai adalah Petani – Pedagang Pasar Klungkung – Konsumen, sedangkan pada komoditas jagung, struktur rantai adalah Petani – Pedagang Pasar di Denpasar – Konsumen serta Petani (Supplier) – Supermarket – Konsumen. Manajemen rantai pasok hortikultura yang diterapkan di Klungkung secara umum masih bersifat tradisional. Kinerja kunci rantai pasokan mempertahankan “Kemitraan yang berkelanjutan” (0,325), dengan indikator kinerjanya adalah atribut reliabilitas (keandalan) (0,257). Untuk atribut reliabilitas (keandalan), indikator kinerja yang harus ditingkatkan adalah: pemenuhan pesanan secara sempurna, kualitas produk, serta kualtas proses. Nilai tambah yang diterima petani cabai adalah sebesar Rp 3.325/kg, dengan pendapatan tenaga kerja adalah sebesar Rp 9.448/kg, dan keuntungan yang diperoleh adalah minus Rp 6.123/kg. Nilai tambah yang diterima petani jagung adalah sebesar Rp 2000/kg, pendapatan tenaga kerja adalah sebesar Rp 960/kg, dan keuntungan yang diperoleh adalah Rp 1040/kg.
Kajian Mengenai Perkembangan dan Pengembangan Kain Tenun Ikat Endek Klungkung dalam Perspektif Industri dan Budaya Cokorda Anom Bayu Sadyasmara; Ida Bagus Wayan Gunam
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p08

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai percontohan pola pergeseran aktivitas Masyarakat Bali melalui sebuah komoditas, yang dalam hal ini adalah komoditas berbasis budaya dan melihat pola perkembangan dan pengembangan Endek sebagai sebuah komoditas berbasis budaya di Kabupaten Klungkung. Studi ini menggunakan pendekatan gabungan dari metode penelitian historis, etnologi, deskriptif kualitatif dan kultural. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara langsung kepada para stakeholder yang ditentukan menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Kerajinan tenun endek di Klungkung dapat menggambarkan adanya pergeseran aktivitas pada masyarakat di Klungkung. Aktivitas menenun yang semula merupakan aktivitas sekunder kemudian berkembang ataupun bergeser menjadi salah satu aktivitas primer (mata pencaharian). Bergesernya fungsi aktivitas adalah sebagai akibat dari bergesernya fungsi dari kain endek yang sebelumnya adalah artefak bergeser menjadi komoditas. Pola perkembangan dan pengembangan yang terjadi pada kain endek di gerakkan oleh proses adopsi teknologi, yakni teknologi yang terkandung pada fasilitas rekayasa (ATBM), teknologi yang terkandung dalam informasi yakni media (cetak, televisi, internet), teknologi yang terkandung pada manusia (Observasi, Experience) dan teknologi yang terkandung dalam organisasi (proses akulturasi). Proses adopsi teknologi mengakibatkan terjadinya perkembangan melalui sebuah pengembangan yang kemudian menghasilkan bentuk baru dikenal dengan istilah komodifikasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8