Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perubahan Fisiko-Kimiawi dan Mikrobiologis Minuman Tradisional Bali (Loloh) selama Penyimpanan I Desak Putu Kartika Pratiwi; I Ketut Suter; Putu Ari Sandhi Widpradnyadewi; Anak Agung Istri Sri Wiadnyani
agriTECH Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.292 KB) | DOI: 10.22146/agritech.17261

Abstract

Loloh is a Balinese traditional beverage made from one or a combination of several herbal extracts. The most popular variants of loloh in Bali are loloh tibah and loloh cem-cem, which are continuously produced every day. During distribution, loloh is stored at room temperature. The study was aimed to study the physico-chemical and microbiological characteristics of loloh cem-cem and loloh tibah during storage at room temperature.  This study used a purposive random sampling. The samples consisted of 14 loloh sellers in Badung-Denpasar. Type parameters that were observed during a 24 hour-storage at room temperature included pH, total soluble solid, titratable acidity, ascorbic acid, total plate count, total yeast and mold count. During room temperature storage, the level of total plate count, total mold/yeast of loloh cem-cem and loloh tibah changed significantly. The shelf life of loloh cem-cem was only 12 hours at room temperature (28-30 oC) with the characteristics of pH 2.95, TSS 5.67 °Brix, vitamin C 19.35 mg/100 g, titratable acidity 0.24%, log total plate count 6.48 Cfu/mL, log total mold/yeast 5.01 Cfu/mL. The shelf life of Loloh tibah was only 12 hours at room temperature (28-30 ºC) with the characteristics of pH 3.34, TSS 4.21 °Brix, Vitamin C 10.20 mg/100 g, titratable acidity 0.13%, log total plate count 6.68 Cfu/mL, log total mold/yeast 5.86 Cfu/mL. Beyond the 12 hour-storage, both of the lolohs had higher total colony counts than the upper standard limit.
EFEK KONSUMSI BIO-YOGHURT DARI LACTOBACILLUS RHAMNOSUS SKG34 TERHADAP LIPID PROFILE PADA MANUSIA I Desak Putu Kartika Pratiwi; Komang Ayu Nocianitri; Wayan Redi Aryanta; Yan Ramona; I Dewa Made Sukrama; I Nengah Sujaya
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 2 No 1 (2013): Juni (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.668 KB)

Abstract

This research was carried out to elucidate the eff ect of consumption bio-yoghurt produced byLactobacillus rhamnosus SKG34 on plasma lipid profi les in human. The study was performed usingpre and post analysis. Eleven healthy volunteers aged between 30-48 yeras old were participatedin this study. Each volunteers consumed 100g of bio-yoghurt containing L.rhamnosus SKG34 for 21 days. Blood samples were taken before the start of experiment and after 21 days of comsumption. Total cholesterol was measured using CHOP-POD method, while triglyceride determinedusing glycerol method, LDL and HD determined using homogenous method. Results of thestudy revealed that consumption of the bio-yoghurt lower values of plasma lipid concentrationsin hypercholesterolemia subjects. Total cholesterol, triglyceride and LDL was reduced within4.91%, 13.84%, and 8.24%, respectively, when compare to its concentrations before treatment.However, the plasma lipid concentrations in normal subjects were almost stable during thetreatment periods. Consumption of bio-yoghurt for 21 days had no eff ect on HDL-cholesterollevel. These results indicate that consumption of bio-yoghurt containing L.rhamnosus SKG34specifi cally lowered the concentrations of serum total cholesterol, LDL, and triglyceride onhypercholesterolemia subjects.
PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN TEPUNG SAGU MENJADI STIK SAGU KEJU DI KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DESA MANUKAYA KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR A. A. Istri Sri Wiadnyani; I D.G Mayun Permana; I W.R. Widarta; I D.P. Kartika Pratiwi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.831 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p06

Abstract

Desa Manukaya termasuk salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Jarak desa tersebut dari kota Denpasar adalah ± 40 km dengan waktu tempuh ± 1 jam. Mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Manukaya adalah petani.. Salah satu hasil pertanian yang sedang berkembang di Desa Manukaya adalah pertanian sagu dan sudah terdapat kelompok Tani (KT) ’Abian sari’ yang terdiri dari 18 orang petani sagu. Permasalahannya pada saat panen raya, produksi sagu berlimpah sehingga harga jual menjadi rendah karena tidak semua dapat diserap oleh pasar diharapkan kelompok PKK dan KT dapat bersinergi dalam mensuplai dan mengolah sagu menjadi produk olahan yang bermanfaat dan bernilai gizi tinggi. Metode pemecahan masalah yang digunakan berupa pengenalan dan pelatihan pembuatan produk olahan tepung sagu menjadi stik sagu keju dan pengemasan sampai pada pelabelannya. Hasil yang didapatkan bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan pembuatan produk produk olahan tepung sagu menjadi stik sagu keju berjalan dengan baik dan sesuai rencana dimana KT Abian Sari sudah mampu memproduksi produk olahan tersebut dengan baik. Pengemasan dan pelabelan pada produkpun sudah dapat dikerjakan dengan baik dan dihasilkan produk dengan identitas dan penampilan yang menarik Kata kunci : Kelompok Tani Abian Sari, Desa Manukaya, Tampaksiring, Tepung Sagu, Stik Sagu Keju
PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN RUMPUT LAUT MENJADI SELAI DI DESA LEMBONGAN KECAMATAN NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGUNG A.A.I.S Wiadnyani; I.W.R. Widarta; N.N. Puspawati; N.M. Indri H; I.D.P. Kartika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.981 KB)

Abstract

Nusa Lembongan merupakan pulau kecil yang terletak berdekatan dari pulau Nusa Ceningan dengan jarak sekitar 2 km di sebelah Barat laut Nusa Penida. Pulau Nusa Lembongan memiliki panjang 4 km dan lebar 1 – 1,5 km, berada sekitar 11 km di sebelah Tenggara dari Pulau Bali. Daerah Nusa Lembongan merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Klungkung yang masih dianggap daerah miskin dan banyak warganya yang bekerja di luar daerah. Mata pencaharian sebagian besar penduduk Nusa Lembongan adalah sebagai petani rumput laut dan sebagian bekerja di sektor pariwisata. Rumput laut merupakan komoditi pertanian utama yang dihasilkan Nusa Lembongan. Masyarakat di Desa Lembongan hanya menjual rumput laut dalam bentuk segar ataupun setelah dikeringkan tanpa dilakukan pengolahan lebih lanjut. Pemanfaatan rumput laut menjadi selai dengan memanfaatkan hasil penelitian belum diketahui oleh warga desa. Metode pemecahan masalah yang digunakan berupa pengenalan dan pelatihan pembuatan produk olahan rumput laut menjadi selai dan pengemasan sampai pada pelabelannya. Hasil yang didapatkan bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan pembuatan produk produk olahan rumput laut menjadi selai berjalan dengan baik dan sesuai rencana dimana KWT Segara Caksu sudah mampu memproduksi produk olahan tersebut dengan baik. Pengemasan dan pelabelan pada produkpun sudah dapat dikerjakan dengan baik dan dihasilkan produk dengan identitas dan penampilan yang menarik.
IbM JAMUR TIRAM DI DESA PENINJOAN, KECAMATAN TEMBUKU, KABUPATEN BANGLI A. A. Istri Sri Wiadnyani; I Made Sugitha; I D.P. Kartika Pratiwi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.949 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i04.p10

Abstract

Banjar Tampuagan merupakan salah satu Banjar yang terletak di desa Peninjoan yang berada dalam wilayah Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, sekitar 75 km dari Denpasar. produk pertanian yang dihasilkan di Desa Peninjoan selain padi dan palawija ada juga jamur tiram. masalah yang dihadapi adalah pada saat panen raya, dimana harga jamur tiram menjadi rendah. oleh karena itu, diperlukan suatu teknik pengolahan jmur tiram menjadi produk yang lebih variatif, tahan lama serta mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi seperti: jamur crispy dan nugget jamur. Metode pemecahan masalah yang digunakan berupa pengenalan dan pelatihan pembuatan produk olahan jamur tiram, pengemasan dan manajemen pemasaran melalui kegiatan ceramah, penyuluhan pelatihan pembuatan produk olahan jamur tiram serta pendampingan selama proses produksi sampai pemasaran. Hasil yang didapatkan bahwa kegiatan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan yang pembuatan produk produk olahan jamur tiram meliputi : pengolahan menjadi jamur crispy dan nugget jamur berjalan dengan baik. KT(Kelompok Tani) "Lancar Abadi A" dan "Lancar Abadi B" sudah mampu memproduksi produk olahan tersebut dengan baik. Pengemasan dan pelabelan pada produk pun sudah dapat dikerjakan dengan baik serta dihasilkan produk dengan identitas dan penampilan yang menarik. Selain itu, jiwa kewirausahaan meningkat dikalangan kelompok petani yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Peninjoan
NILAI PROTEIN, B-KAROTEN DAN SENSORIS BISKUIT BAYI DARI TEPUNG UBI JALAR KUNING, TEPUNG KECAMBAH KACANG HIJAU DAN TEPUNG MILLET TERFERMENTASI IDP Kartika Pratiwi; NM Indri Hapsari Arihantana
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 6 No 1 (2019): Scientific Journal of Food Technology (March)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Innovation baby biscuits from composite flour using local raw material such as yellow sweet potatoes,green bean and millet is important to diversification. This research aims to determine the proteincontent, ?-carotene and sensory properties of Baby Biscuits from 9 types composite flour formulas. Theexperimental design was a complete randomized design with a 9 composite flour formulas and repeated2 times, the proportion of yellow sweet potatoes flour : green bean sprouts flour : fermented millet flournamely 60:25:15; 55:30:15; 50:35:15; 55:25:20; 50:30:20; 45:35:20; 50:25:25; 45:30:25; 40:35:25.The results of the analysis stated that the comparison of the composition of composite flour has asignificant effect on the value of protein, ?-karoten, sensory test of taste and crispness of baby biscuits.The best formulation was obtained in baby biscuits made with the propotion of yellow sweet potatoesflour : green bean sprouts flour : fermented millet flour of 50:35:15. Those baby biscuits contained8.51% protein, 398.18 g/100g ?-carotene, taste is like (5.93) and crispness level is crispy (4.20).
Kajian Asam Amino pada Fermentasi Talas (Colocasia esculenta L. Schott) Trisna Darmayanti; IDG. Mayun Permana; AAGN Anom Jambe; AAI Sri Wiadnyani; IP Suparthana; IDP Kartika Pratiwi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total protein serta jenis asam amino yang terdapat pada tape talas (fermentasi talas). Pengukuran kadar protein dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kadar asam-asam amino dianalisis dengan menggunakan peralatan High Performance Liquid Chromatography. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar protein dari talas sebelum difermentasi (talas kukus) sebesar 0,767% menjadi 0,870% setelah difermentasi (talas kukus). Pada tape talas terkandung sebanyak 13 asam amino, yaitu asam aspartat, asam glutamat, serin, histidin, glisin, treonin, arginin, alanin, tirosin, valin, fenilalanin, isoleusin, dan lisin dimana 4 diantaranya merupakan asam-asam amino esensial. Dengan menggunakan uji t-student dari pasangan, yaitu talas sebelum dan sesudah difermentasi diketahui bahwa terdapat perbedaan antara kadar protein dan asam-asam amino pada kedua perlakuan. Talas yang difermentasi menjadi tape talas cenderung memiliki kadar protein dan asam-asam amino yang lebih tinggi dibandingkan dengan talas yang tidak difermentasi (talas kukus)
Kandungan Tanin dan Serat Pangan dari Tepung Kecambah Millet dan Tepung Kecambah Millet Terfermentasi I D.P. Kartika Pratiwi; I Made Sughita
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i01.p06

Abstract

Millet merupakan jenis serealia tinggi serat pangan dan tanin, untuk dapat diaplikasikan dalam produk pangan, tepung millet diharapkan memiliki tanin rendah dan tetap mempertahankan kandungan serat pangan, sehingga diperlukan metode pendahuluan dalam pengolahan tepung millet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan serat pangan dan tanin tepung millet yang dihasilkan dari 2 metode pendahuluan. Desain eksperimental yang dipergunakan adalah uji T berpasangan dengan perlakuan i.e metode perkecambahan dan metode kecambah-fermentasi. Hasil analisis menyatakan bahwa terdapat perbedaan kandungan serat pangan dan tanin dari tepung millet metode perkecambahan dan metode kecambah-fermentai (a=0,05%). Tepung millet metode perkecambahan memiliki kandungan tanin 2,20% dan serat pangan 15,26% (bk), sedangkan tepung millet metode kecambah-fermentasi memiliki kandungan tanin 0,61% dan serat pangan 12,55% (bk)