cover
Contact Name
-
Contact Email
dyah.rohma87@gmail.com
Phone
+6281317620486
Journal Mail Official
dyah.rohma87@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stikestujuhbelas.ac.id/index.php/jurkestb/about/editorialTeam
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB)
ISSN : 20857098     EISSN : 27150976     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) merupakan media publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, Surakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, studi literatur, konsep keilmuan, dan teknologi inovatif dalam bidang kesehatan. Ruang lingkup artikel meliputi bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, dan bidang kesehatan lainnya. Jurnal Kesehatan Tujuh Belas terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan November dan Mei.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): Mei" : 5 Documents clear
Efektivitas kebijakan pembangunan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dalam meningkatkan kualitas hidup fanieedmulana28 Fanieedmulana28; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kualitas hidup adalah upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan sejahterah bagi setiap individu atau masyarakat,dalam meningkatkan kualitas hidup juga memiliki beberapa upaya salah satunya ialah dengan melakukan edukasi.edukasi merupakan suatu intervensi dengan proses untuk mengembangkan keterampilan dan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan tarap kesehatan pada pasien dengan mampu melakukan latihan-latihan ertentu.masalah yang sering terjadi dalam kasus ini ialah PJK,beberapa penyak itinfeksi yaitu diare,kolera,typhoid fever, dan paratyphoid fever,difteri,penyakit cacing tambang,ascariasis,hepatitis A dan E,penyakikulit,trakhome,schistonosomomiasis,cryptosporidiosis,malnutrisi, dan penyakit yang berhubugan denganmal nutrisi,hal ini bisa terjadi karena tidak terjaganta hygine dan sanitasi.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas kebijakan pembangunan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dalam meningkatan kualitas hidup.Metode yang di gunakan ialah menggunakan metodelogi penelitian berupa literature review dengan mengumpulkan dan melakukan telaah jurnal yang telah terindeks nasional .pencarian artikel di lakukan melalui webside jurnal yang di akses pada Google scholer.Berdasarkan penelitian EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP terdapat dampak positif dalam membangun kebijakan pembangunan sanitasi total berbasis masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup, yang di mana masyarakat dapat lebih menerapkan pembangunan sanitasi total dari mulai dengan tidak membuang BAB sembarangan,meningkatkan kualitas air bersih,meningkatkan kebersihan lingkungan,kebersihan duru sendiri dan dapat mengurangi risiko terjadinya beberapaenyakit infeksi seperti diare,dan lain sebagainya yang di mana sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup setiap individu. Dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan agar lebih tinggi lagi dan menurun kan angka kesakitan salah satu risiko terjadinya penyakit seperti pjk,diare,infeksi dan lainnya yang dapat dilakukan ialah dengan menjaga kebersihan atau sanitasi lingkungan, kondisi sanitasi dapat mempengaruhi kualitas hidup setiap individu,dalam meningkatkan kualitas hidup.kualitas hidup adalah upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera bagi individu maupun masyarakat,dengan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) adalah pendekatan,strategi dan program. Saran yang dapat di terapkan ialah dengan meningkatkan kualitas hidup dalam sanitasi ialah dapat melakukan dengan tidak BAB sembarangan,meningkatkan kualitas air bersih,meningkatkan kualitas air bersih,meningkatkan kebersihan lingkungan,kebersihan diri dan dapat mengurangi risiko terrjadinya kesakitan atau kematian.
Dampak Kebijakan Pengendalian Kualitas Air Minum Terhadap Kesehatan Masyarakat di Indonesia Fera Sintia; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topic: Air merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Air mempunyai kemampuan atau pengaruh langsung terhadap manusia, khususnya pada kesehatan manusia. Masalah: Air minum yang tidak aman tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagikelompok rentan seperti balita, orang dengan imun yang rendah, dan lansia. Salah satu masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah penyakit akibat air (waterborne disease), serta penyakit diare. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana kualitas air minum yang tidak boleh dikonsumsi serta untuk mengetahui seberapa besar masalah terkait kualitas air minum di suatu wilayah, dan bagaimana cara untuk menanggulangi masalah terkait kualitas air minum di suatu wilayah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian berupa Literature Riview. Hasil: Kualitas air sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan, karena air yang sudah terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti infeksi pencernaan, diare, serta kolera. Adapun kualitas air yang baik untuk kesehatan adalah air yang memiliki ciri0ciri seperti tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi penyakit yang disebabkan oleh kualitas air minum yang tidak baik yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat dan sanitasi air minum dengan tidak minum air sembarangan. Sehingga, dengan adanya sanitasi air minum yang baik, risiko penyakit yang disebabkan oleh kualitas air minum yang terkontaminasi dapat dikurangi secara signifikan. Kesimpulan: Air, khususnya air minum haruslah memenuhi syarat baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Aspek yang paling utama dipenuihi adalah aspek kualitas, dimana air minum dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan masyarakat. Peningkatan kebutuhan air bersih dari tahun ke tahun akan berdampak pada menurunnya cadangan air. Akibat dari pencemaran air adalah menurunnya standar kualitas air besih yang bisa digunakan oleh masyarakat. Saran: Peneliti dapat mengatasi masalah kualitas air minum yang berada di suatu wilayah serta mengetahui bagaimana cara atau upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
FORMULA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PASTA GIGI EKSTRAK DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) TERHADAP Streptococcus Mutans Rohot Damianus sidauruk; Ani Florida; Rifkarosita Putri
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit gigi yang dapat terjadi pada semua usia, yang disebabkan oleh bakteri streptococcus mutans. Daun pucuk merah mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pasta gigi ekstrak daun pucuk merah, menilai kualitas fisiknya selama penyimpanan selama 21 hari pada suhu ruangan, dan mengevaluasi khasiat antibakteri pasta gigi terhadap Streptococcus mutans. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tiga formula pasta gigi: FI (1,5%), FII (3%) dan FIII (6%). Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan teknik difusi sumur, dan analisis kualitas fisik serta temuan aktivitas antibakteri diselesaikan menggunakan One Way ANOVA dalam perangkat lunak SPSS 25. Temuan tersebut menunjukkan bahwa FI memiliki kualitas fisik yang unggul. Uji antibakteri menunjukkan bahwa FIII memiliki efikasi penghambatan tertinggi terhadap Streptococcus mutans, dengan lebar zona penghambatan rata-rata 31 mm, yang mengkategorikannya sebagai sangat kuat. One Way ANOVA pada mutu fisik menunjukkan nilai p ? 0,05, menandakan tidak ada perbedaan signifikan antar formula. Sebaliknya, nilai p ? 0,05 pada uji antibakteri menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi formula. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasta gigi FI dengan ekstrak daun pucuk merah memiliki kualitas fisik yang unggul dan pasta gigi ekstrak daun pucuk merah memiliki efektivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
PAIN RELIEF: A LITERATURE REVIEW OF SITZ BATH FOR HEMORRHOID TREATMENT: MENGHILANGKAN RASA SAKIT: TINJAUAN LITERATUR SITZ BATH UNTUK PENGOBATAN HEMOROID Dewi Ajeng Framesti; Jidan Maulidin Altamimi; Muhammad Ghifari Firdaus; Afianti Sulastri; Nadia Sintia Wardany; Dhika Dharmasyah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemorrhoids are an anorectal disorder caused by the dilation and inflammation of blood vessels in the hemorrhoidal plexus, classified into external and internal hemorrhoids, with risk factors such as lifestyle, physical activity, and a history of pregnancy and childbirth, where one of the commonly used therapeutic methods is a sitz bath or warm water therapy, which is believed to relieve pain, reduce inflammation, and accelerate healing, so this study aims to systematically review the effectiveness of this therapy through a Systematic Literature Review (SLR) by searching articles in the PubMed, Mendeley, and Google Scholar databases (2020–2025), analyzed using the PRISMA procedure, where research findings indicate that warm water therapy is effective in reducing pain after hemorrhoidectomy and accelerating healing, while some studies also reveal additional benefits from the use of herbal ingredients and menthol oil in this therapy, although variations in research results highlight the need for further studies with more rigorous methodologies and larger sample sizes, leading to the conclusion that warm water therapy is a non-invasive method that can be used as an alternative in the management of hemorrhoids,
Antifungi Tanaman Komoditas Hortikultura Spesises Cabai Rawit Pada Formulasi Dan Sediaan Spray Kombucha Bunga Telang Dan Bunga Kecombrang Sebagai Produk Bioteknologi Pertanian Dan Farmasi Firman Rezaldi; Roni Gumilar; Agan Syahrial; Tri Yudianto; Ratna Fitry Yenny; Usman Setiawan
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Horticultural commodity plants are commodities that play an important role in meeting food needs, one of which is red chili. One of the weaknesses of horticultural products is that they are easily damaged, have a short shelf life, and are easily contaminated by pathogenic fungi. Pathogenic fungi that have the potential to contaminate red chili plants include Colletotrichum capsicii, Cercospora capsici, and Phytophthora capsici. The solution to overcome the epidemiology of contamination of these three pathogenic fungi is by utilizing the fermentation waste of kombucha from butterfly pea flowers and torch ginger flowers in the form of formulations and spray preparations. This study aims to compare spray waste from butterfly pea flowers and torch ginger flowers at concentrations of 20%, 30%, and 40% in inhibiting the growth of the three pathogenic fungi for red chili plants. This study is an experimental laboratory study which provides Na.CMC as a negative control and the antibiotic ketonazole as a positive control then provides fermentation waste from butterfly pea flowers and torch ginger flowers in concentrations of 20%, 30%, and 40%. The inhibition test was carried out through disc diffusion. Data analysis was carried out through one way ANOVA. The results of the study based on one way ANOVA test at each P value <0.05 continued with post hoc test has proven that kombucha waste of butterfly pea and torch ginger flowers at a concentration of 40% is not significantly different from 20% and 30% as an antifungal Colletotrichum capsicii, Cercospora capsici, and Phytophthora capsici. The conclusion in this study is that kombucha waste of butterfly pea flowers at all concentrations is higher when compared to kombucha waste of torch ginger flowers as a product of agricultural and pharmaceutical biotechnology and antifungal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5