cover
Contact Name
Findi Citra Kusumasari
Contact Email
findi.citra@polije.ac.id
Phone
+6281515128562
Journal Mail Official
jofit@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip PO BOX 164, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Food Industrial Technology
ISSN : -     EISSN : 30324963     DOI : https://doi.org/10.25047/
The journal publishes original research and reviews papers on any subject at the interface between food industrial technology, particularly those of relevance to industry, including: Functional Food, Food Sensory, Food Nutrition, Food Security and Safety, Food Processing and Engineering, Food Microbiology, Agroindustrial Biotechnology, Agroindustrial Management and Systems, Waste Management and Technology, Sustainable and Smart Agroindustry, Food Packaging Technology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): Januari" : 5 Documents clear
Pengaruh Media Molase Dan Media Sukrosa Terhadap Pertumbuhan Aspergillus Niger Dalam Memproduksi Asam Sitrat: Effect of Molasses and Sucrose Media on Growth of Aspergillus niger for Citric Acid Production Angga Prasetyo; Rasmiyana
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i1.5800

Abstract

Pemanfaatan limbah molase sebagai media pertumbuhan Aspergillus niger untuk produksi asam sitrat bisa menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan limbah dari industri gula. Selain itu, asam sitrat yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pengawet dan pengatur nilai pH pada industri pangan. Penelitian ini bertujuan mengukur pertumbuhan dan produksi asam sitrat oleh A. niger yang ditumbuhkan dalam media molase dan media sukrosa sebagai pembanding. Metode penelitian dilakukan dengan inkubasi A. niger pada media molase dan media sukrosa selama 6 hari pada suhu ruang. Parameter yang diukur adalah biomassa dan kadar asam sitrat pada hari ke-0, 2, 4, dan 6. Hasil penelitian menunjukkan pada media molase, biomasa jamur mengalami kenaikan hingga hari ke-6 yaitu 0,295 gram dan kadar asam sitrat sebesar 10,24 mg/ml. Pada media sukrosa, biomasa jamur mengalami peningkatan hingga hari ke-6 yaitu 0,102 gram dan kadar asam sitrat sebesar 20,49 mg/ml. Berdasarkan hasil penelitian, molase memiliki potensi untuk dioptimalkan sebagai media untuk produksi asam sitrat oleh A. niger.
Uji Faktor biotik (Komensalisme dan Sinergisme) Escherichia coli terhadap Bacillus flexus dan Staphylococcus aureus : Biotic Factor Testing (Commensalism and Synergism) of Escherichia coli with Bacillus flexus and Staphylococcus aureus Rasmiyana; Angga Prasetyo
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i1.5831

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi komensalisme dan sinergisme antara Escherichia coli dengan Bacillus flexus, dan Staphylococcus aureus. Uji komensalisme dilakukan dengan mengamati pertumbuhan bakteri dalam media Nutrient Broth (NB) pada isolat tunggal dan kombinasi dua bakteri. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi E. coli dan B. flexus menghasilkan kekeruhan yang lebih tinggi, mengindikasikan adanya hubungan komensalisme, sementara kombinasi E. coli dan S. aureus menunjukkan kekeruhan yang serupa dengan inokulasi tunggal, menandakan hubungan netralisme. Uji sinergisme menggunakan media laktosa dan sukrosa menunjukkan bahwa E. coli mampu memfermentasi kedua gula (laktosa dan sukrosa). B. flexus dapat memfermentasi sukrosa. S. aureus tidak dapat melakukanfermentasi laktosa maupun sukrosa. Kombinasi E. coli dan B. flexus menunjukkan interaksi komensalisme pada proses pertumbuhannya dan interaksi netral pada proses fermentasi gula. E.coli dan S. aureus menunjukkan interaksi netral pada proses pertumbuhannya. Sedangkan pada proses fermentasi keduanya menunjukkan interaksi antagonistime. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai jenis interaksi bakteri yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme dalam ekosistem.
Charlie: Pengembangan Teknologi Pengemasan Aktif Berbasis Nano-Hydroxyapatite (N-Hap) Dari Limbah Lele Pangasius Untuk Memperpanjang Masa Simpan Produk Agro-Industrial Di Indonesia: Charlie: Development Of Active Packaging Technology Based On Nano-Hydroxyapatite Nanomaterial (N-Hap) From Pangasius Catfish For Extending Shelf Life Of Agroindustrial Product In Indonesia Hanif Yusran Makarim; Andian Sandi Pamungkas; Alya Fitria Sukma
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i1.5834

Abstract

Lonjakan limbah plastik global menjadi ancaman signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan publik, dengan Indonesia termasuk salah satu penyumbang terbesar polusi plastik. Menjawab tantangan ini, proyek CHARLIE menghadirkan pendekatan inovatif dengan mengubah limbah tulang ikan lele (Pangasius) menjadi kemasan aktif biodegradable. Penelitian ini mencakup tiga tahap utama: sintesis nano-hydroxyapatite (n-HAP) melalui pretreatment dan kalsinasi termal, pembuatan biofilm berbasis pati, serta integrasi n-HAP, kitosan, dan polifenol teh ke dalam sistem kemasan aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa n-HAP memiliki kemurnian tinggi dengan ukuran partikel rata-rata 71,38 nm. Biofilm yang dihasilkan menunjukkan sifat mekanik optimal dengan ketebalan 0,06 ± 0,01 mm, kekuatan tarik 13,69 MPa, dan elongasi putus 6,87%. Kemasan aktif ini juga menunjukkan efektivitas antimikroba terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, serta kapasitas antioksidan mencapai 80%. Analisis ekonomi mengungkapkan bahwa proyek ini layak secara finansial, dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 120.861.676 selama lima tahun pada tingkat diskonto 10%, serta Return on Investment (ROI) sebesar 78,22%. Dengan harga jual Rp 5.467,50 per lembar, proyek CHARLIE muncul sebagai solusi berkelanjutan dan layak secara ekonomi untuk mengurangi limbah plastik sekaligus mendukung kebutuhan kemasan agroindustri. The global surge in plastic waste poses significant threats to environmental sustainability and public health, with Indonesia ranking among the highest contributors to plastic pollution. Addressing this crisis, the CHARLIE project introduces an innovative approach by transforming Pangasius catfish bone waste into biodegradable active packaging. This study encompasses three major stages: the synthesis of nano-hydroxyapatite (n-HAP) via pretreatment and thermal calcination, the development of starch-based biofilms, and the integration of n-HAP, chitosan, and tea polyphenols into an active packaging system. Results revealed that n-HAP exhibited high purity with an average particle size of 71.38 nm. The resulting biofilm demonstrated optimal mechanical properties with a thickness of 0.06 ± 0.01 mm, tensile strength of 13.69 MPa, and elongation at break of 6.87%. The active packaging showcased antimicrobial efficacy against Escherichia coli and Staphylococcus aureus, along with antioxidant activity reaching 80%. Economic analysis highlights the project’s feasibility, with a Net Present Value (NPV) of Rp 120,861,676 over five years at a 10% discount rate and a robust Return on Investment (ROI) of 78.22%. At a selling price of Rp 5,467.50 per sheet, the CHARLIE project emerges as a sustainable and economically viable solution for reducing plastic waste while supporting agro-industrial packaging needs.
Pengaruh Bahan Perendam Terhadap Parameter Organoleptik Dan Rendemen Kripik Kentang: The Effect of Soaking Materials on the Organoleptic Parameters and Yield of Potato Chips Casilda Aulia Rakhmadina; Amellia Dwi Rizkyana; Yulia Rachmawati; Nadiyah Zuhroh
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i1.5858

Abstract

Keripik kentang merupakan salah satu makanan ringan yang populer di masyarakat. Makanan ini dikenal karena rasa gurih, tekstur renyah, serta kemudahan dalam penyajiannya. Mutu keripik kentang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah bahan perendam yang digunakan sebelum proses penggorengan. Oleh karena itu, pemilihan bahan perendam yang tepat sangat penting untuk menghasilkan keripik kentang dengan mutu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan perendam, yaitu air kapur, air biasa, air cucian beras, dan air asam sulfat terhadap parameter organoleptik dan rendemen keripik kentang. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah bahan perendam. Terdapat 4 varian bahan perendam berbeda yang dikenakan pada pembuatan keripik kentang, yaitu air biasa, air kapur, air rendaman beras, dan metabisulfit. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan kenampakan) pada saat sebelum dan sesudah keripik kentang digoreng. Parameter lainnya adalah rendemen. Analisis data menggunakan Anova One Way dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Analisis Anova One Way dan Duncan Multiple Range Test menunjukan adanya pengaruh signifikan dari perbedaan jenis bahan perendam terhadap nilai rendemen. Dimana nilai rendemen pada keripik kentang yang direndam pada metabisulfit paling tinggi,diikuti oleh nilai rendemen dari bahan perendam air kapur, air biasa, dan air rendaman beras. Sementara varian bahan perendam menghasilkan kecenderungan karakteristik yang berbeda antar satu dan yang lainnya.
Pengaruh Lama Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Sensoris Seduhan Teh Herbal Daun Berenuk (Crescentia Cujete L.): Effect of Long Drying Time on Sensory Characteristics of Berenuk (Crescentia Cujete L.) Leaf Herbal Tea Steeping Aulia Brilliantina; Nur Widya Aprisa Arisnawati
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i1.5861

Abstract

Tanaman berenuk merupakan tanaman fungsional. Daun dari tanaman berenuk memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dapat dikembangkan menjadi minuman fungsional. Dalam pengolahannya proses pengeringan tentu dapat mempengaruhi kualitas teh. Minuman Teh Herbal Daun Berenuk (Crescentia Cujete L.) dikeringkan menggunakan mesin cabinet dryer dengan suhu dan variasi lama pengeringan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik sensoris dari teh herbal daun berenuk yang dikeringkan menggunakan cabinet dryer dengan suhu 50℃ dengan variasi lama pengeringan 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam, dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pengeringan berpengaruh nyata terhadap uji hedonic atau kesukaan panelis pada parameter warna dan aroma, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter rasa. Pada Uji Mutu Hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata terhadap semua parameter yaitu warna, rasa, dan aroma.

Page 1 of 1 | Total Record : 5