Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Bahan Perendam Terhadap Parameter Organoleptik Dan Rendemen Kripik Kentang: The Effect of Soaking Materials on the Organoleptic Parameters and Yield of Potato Chips Casilda Aulia Rakhmadina; Amellia Dwi Rizkyana; Yulia Rachmawati; Nadiyah Zuhroh
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i1.5858

Abstract

Keripik kentang merupakan salah satu makanan ringan yang populer di masyarakat. Makanan ini dikenal karena rasa gurih, tekstur renyah, serta kemudahan dalam penyajiannya. Mutu keripik kentang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah bahan perendam yang digunakan sebelum proses penggorengan. Oleh karena itu, pemilihan bahan perendam yang tepat sangat penting untuk menghasilkan keripik kentang dengan mutu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan perendam, yaitu air kapur, air biasa, air cucian beras, dan air asam sulfat terhadap parameter organoleptik dan rendemen keripik kentang. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah bahan perendam. Terdapat 4 varian bahan perendam berbeda yang dikenakan pada pembuatan keripik kentang, yaitu air biasa, air kapur, air rendaman beras, dan metabisulfit. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan kenampakan) pada saat sebelum dan sesudah keripik kentang digoreng. Parameter lainnya adalah rendemen. Analisis data menggunakan Anova One Way dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Analisis Anova One Way dan Duncan Multiple Range Test menunjukan adanya pengaruh signifikan dari perbedaan jenis bahan perendam terhadap nilai rendemen. Dimana nilai rendemen pada keripik kentang yang direndam pada metabisulfit paling tinggi,diikuti oleh nilai rendemen dari bahan perendam air kapur, air biasa, dan air rendaman beras. Sementara varian bahan perendam menghasilkan kecenderungan karakteristik yang berbeda antar satu dan yang lainnya.
STUDI PERBANDINGAN PENGARUH ETILEN TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN PISANG SELAMA PEMERAMAN: COMPARATIVE STUDY OF THE EFFECTS OF ETHYLENE SOURCES ON THE RIPENING PROCESS OF BANANAS Amellia Dwi Rizkyana; Casilda Aulia Rakhmadina
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i2.6022

Abstract

Pisang Mas (Musa sinesis) merupakan salah satu buah tropis yang banyak dikonsumsi masyarakat karena nilai gizinya yang tinggi. Dalam praktik pascapanen, pisang umumnya dipanen dalam kondisi mentah untuk menghindari kerusakan selama distribusi. Oleh karena itu, diperlukan proses pemeraman agar pisang mencapai tingkat kematangan yang optimal sebelum dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis etilen terhadap proses pematangan pisang selama pemeraman. Perlakuan terdiri dari lima kelompok (E1–E5), di mana E1 sebagai kontrol tanpa penambahan etilen eksternal, dan E2 hingga E5 mendapatkan perlakuan etilen dengan yang jenis berbeda. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, kekerasan buah, pH, dan kadar padatan terlarut (°Brix) pada hari ke-1, ke-3, dan ke-5. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan dengan penyemprotan etilen cair dengan kadar ±1000 ppm pada buah pisang menghasilkan tingkat kematangan paling optimal, ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning, kekerasan dan total padatan terlarut masing-masing sebesar 8,4 mmd dan 9oBrix pada hari kelima. Penggunaan etilen terbukti efektif dalam mempercepat proses pemeraman pisang, sehingga sangat bermanfaat dalam sistem distribusi dan pemasaran buah. Pemanfaatan etilen dapat meningkatkan efisiensi pascapanen serta mutu buah yang sampai ke konsumen.
Implementasi Metode Polije dalam Optimalisasi Produksi Tempe Koro Pedang sebagai Upaya Pemberdayaan Mitra Heri Warsito; Yossi Wibisono; Amellia Dwi Rizkyana; Casilda Aulia Rakhmadina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.897

Abstract

Koro pedang (Canavalia ensiformis) merupakan potensi sumber protein nabati lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kacang koro pedang merupakan alternatif penggunaan kedelai impor dalam pembuatan tempe. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Polije dalam mengoptimalkan produksi tempe koro pedang pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pengrajin Tempe Pondok Pesantren Al Ishlah Jenggawah, Jember. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis melalui tiga tahap utama: praktik metode baru, pelatihan preparasi limbah whey tahu sebagai media perendaman, dan pelatihan perbanyakan bakteri L. plantarum Polije 15420. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan whey tahu mampu mempersingkat waktu perendaman dari 12–24 jam menjadi hanya 6–8 jam. Selain itu, implementasi Metode Polije berhasil meningkatkan masa simpan tempe dari 2 hari menjadi 7 hari. Penggunaan alat pencuci bahan baku mekanis juga terbukti meningkatkan efisiensi waktu sebesar 15–30 menit per 100 kg bahan baku dan mengurangi risiko kehilangan bahan baku hingga 5% dibandingkan metode tradisional. Program ini telah memberdayakan mitra melalui peningkatan keterampilan teknis dan efisiensi produksi.
Stability of Encapsulated Vitamin C in Modified Cassava Flour (MOCAF)-Based Composite Noodles Resti Pranata Putri; Nadiyah Zuhroh; Nadhifah Al Indis; Annisa'U Choirun; Amellia Dwi Rizkyana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12047

Abstract

This study evaluated the effect of Modified Cassava Flour (MOCAF) substitution on the stability of encapsulated vitamin C (ascorbic acid), crude fiber content, and color index of starch-based composite noodles. Vitamin C was encapsulated using a maltodextrin–CMC matrix (18.2:1.8%) via freeze-drying and incorporated into noodles with varying wheat-to-MOCAF ratios: MCF00 (100:0), MCF01 (90:10), MCF02 (70:30), and MCF03 (50:50). These were compared with Control 1 (unfortified) and Control 2 (fortified with non-encapsulated vitamin C). Encapsulation significantly improved vitamin C retention, reaching 0.32–0.38 mg/g, approximately twofold higher than the non-encapsulated control (0.15 mg/g). Thermal processing caused a marked decline in the Modified Noodle Color Index (NCIm) of Control 2 (62.67 to 51.44), likely due to Maillard-like browning reactions. In contrast, noodles with encapsulated vitamin C maintained a stable color (NCIm 61.06 to 63.44). Increasing MOCAF substitution significantly enhanced crude fiber content (up to 4.97% in MCF03) and improved noodle lightness (L*). Overall, the maltodextrin–CMC system effectively protected vitamin C from thermal degradation, regardless of starch matrix variation. Further studies are recommended to investigate shelf-life stability and in vitro release of vitamin C in the gastrointestinal tract.