cover
Contact Name
Asty Raisha Agma
Contact Email
astyraishaagma@gmail.com
Phone
+6282394495089
Journal Mail Official
samudrailmuindonesia01@gmail.com
Editorial Address
Alamat : Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JIMI
ISSN : 31235395     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIMI ) merupakan media ilmiah sebagai wadah publikasi hasil penelitian, kajian pustaka, dan/atau gagasan dari berbagai disiplin ilmu. JIMI: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan mampu menunjukkan kepada masyarakat luas akan kekayaan keilmuan yang melingkupi berbagai dimensi kehidupan. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Pendidikan, Humaniora, Ilmu Sosial, Ilmu Komunikasi, Teknik, dan Informatik, Kesehatan, Ilmu Filsafat Agama, Ilmu Ekonomi dan Bisnis, dan Lainnya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret" : 5 Documents clear
Penguatan Karakter dan Integritas dalam Mencegah Korupsi di Sektor Publik Iwan Armawan; Siti Munawaroh; Suherman; Jhepri Rikson Lumban Raja; Mohamad Iqbal
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan karakter dan integritas merupakan strategi penting dalam pencegahan korupsi di sektor publik karena membentuk perilaku pejabat yang jujur, akuntabel, dan bertanggung jawab.Korupsi di sektor publik merupakan salah satu masalah utama yang menghambat pembangunan, merusak kepercayaan masyarakat, dan menurunkan kualitas layanan publik. Upaya pencegahan korupsi tidak hanya bergantung pada regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pembentukan karakter dan integritas individu di lingkungan birokrasi. Karakter etis, tanggung jawab sosial, serta disiplin kerja yang kuat membantu menciptakan budaya organisasi yang transparan dan akuntabel. Penguatan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan anti-korupsi, pembiasaan nilai-nilai moral sejak dini, pembinaan etika birokrasi, serta penerapan kode etik yang jelas. Sementara itu, integritas mencakup konsistensi antara prinsip dan tindakan, keberanian untuk menolak praktik korupsi, serta komitmen terhadap kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Sinergi antara karakter dan integritas menciptakan efek preventif yang kuat terhadap praktik korupsi karena pejabat publik menjadi sadar akan dampak sosial dan hukum dari korupsi. Selain itu, transparansi, pengawasan internal dan eksternal, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor pendukung dalam memperkuat integritas lembaga publik. Dengan pendekatan holistik yang memadukan penguatan individu, reformasi birokrasi, dan pengawasan efektif, sektor publik dapat membangun budaya anti-korupsi yang berkelanjutan, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Abstrak ini menekankan bahwa pendidikan karakter dan integritas adalah fondasi utama dalam strategi pencegahan korupsi di sektor publik.
Aspek Sosial dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong Karya Eka Kurniawan: Analisis Sosiologi Sastra Anisa Rahmadani; Renita Asriani; Fatmawati
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek sosial dalam novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dengan menelaah cara masyarakat tumbuh dan berkembang dan proses sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka, membaca, simak, dan mencatat serta teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini ialah novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan yang dipublikasikan oleh Gramedia Pustaka Utama di Jakarta pada Agustus 2024 dengan tebal 135 halaman. Berdasarkan hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat enam aspek sosial kajian sosiologi sastra dalam novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong yaitu moral, etika, keadaan ekonomi, cinta kasih, ketaatan beragama, dan latar belakang pendidikan. Diperoleh data berjumlah 62 data, dengan rekapitulasi hasil analisis aspek sosial, moral terdapat 23 data, etika terdapat 9 data, keadaan ekonomi terdapat 9 data, cinta kasih terdapat 8 data, ketaatan beragama terdapat 9 data, dan latar belakang pendidikan terdapat 4 data.
Aspek Fonologi dalam Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Usia Dua Tahun: Kajian Psikolinguistik Anisa Rahmadani; Renita Asriani; Fatmawati
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerolehan bahasa pertama pada anak usia dini merupakan proses alamiah yang berkaitan erat dengan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa anak. Salah satu aspek penting dalam pemerolehan bahasa adalah fonologi, yaitu kemampuan anak dalam memproduksi bunyi-bunyi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemerolehan bahasa pertama pada aspek fonologi anak usia dua tahun berdasarkan kajian psikolinguistik, khususnya dalam mengidentifikasi bentuk perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan fonem dalam tuturan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak berusia dua tahun bernama Zhea Tazkia Qamra. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi, teknik catat, dan teknik simak libat cakap, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan anak mengalami berbagai proses fonologis, seperti substitusi fonem (/r/ menjadi /l/, /c/ menjadi /t/, /g/ menjadi /d/), penghilangan fonem awal, serta penambahan fonem pada posisi akhir kata. Proses-proses tersebut menunjukkan adanya penyederhanaan bunyi yang wajar dalam tahap perkembangan fonologi anak usia dua tahun. Dengan demikian, pemerolehan fonologi pada anak usia dini masih bersifat belum stabil dan akan terus berkembang seiring dengan kematangan alat ucap dan stimulasi lingkungan bahasa.
Sangkan Paraning Dumadi: Relasi antara Asal-Usul dan Tujuan Hidup Manusia Perspektif Intersubjektif Albertus Agung Dwi Kristiyanto
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini ialah, menganalisis makna filosofis sangkan paraning dumadi dalam falsafah Jawa dan mengkaitkannya dengan gagasan relasionalitas dan intersubjektif Armada Riyanto. Sangkan paraning dumadi merupakan ajaran mendasar yang menegaskan bahwa manusia berasal dari Sumber Ilahi (sangkan), hidup dalam proses keberadaan (dumadi), dan diarahkan untuk kembali kepada tujuan ilahinya (paran). Dalam tradisi Jawa, kesadaran asal dan tujuan hidup ini tidak hanya menjadi konsep metafisik, tetapi terwujud dalam praksis etis berupa sikap rukun, andhap asor, tepa selira, serta tanggung jawab untuk memayu hayuning bawana. Melalui perspektif filsafat intersubjektif Armada Riyanto, konsep ini dibaca sebagai kesadaran relasional-transendental yang menempatkan manusia bukan sebagai entitas individual yang terisolasi. Manusia sebagai subjek yang “ada-bersama” dengan sesama, alam semesta, dan Tuhan. Konsep intersubjektif lahir dari perjumpaan “Aku” dan “Engkau” menuju kesadaran “Kita”. Intersubjektif menjadi ruang ontologis tempat manusia menemukan identitas, makna, dan arah hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah, studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif terhadap teks-teks falsafah Jawa dan literatur filsafat relasionalitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertemuan antara sangkan paraning dumadi dan relasionalitas-intersubjektif memperkaya pemahaman tentang eksistensi manusia sebagai makhluk relasional yang mencapai kesempurnaannya melalui dialog, harmoni, dan keterbukaan terhadap yang lain.
Konsep Negara Indonesia Sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah di Dalam Organisasi Muhammadiyah Hajar Fitri Fatimah; Wiena Faqih Abror
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah sebuah organisasi Islam yang didirikan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, telah berkembang dan berkembang selama lebih dari satu abad sejak didirikan pada tahun 1912. Hal ini ditunjukkan oleh catatan sejarah dan diskusi pada Kongres Muhammadiyah ke-47, yang memperkuat konsep Indonesia sebagai Darul Ahdi wa Syahadah. Oleh karena itu, artikel ini akan berfokus Bagaimana pemahaman konsep negara Indonesia sebagai darul ahdi wa syahadah di dalam organisasi Muhammadiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan bersifat deskriptif. Teknik Pengambilan data yang digunakan yakni studi kepustakaan, dengan menggunakan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan penulis adalah dengan teknik analisis data dengan logika deduktif, logika deduktif atau pengolahan bahan hukum dengan cara deduktif yaitu menjelaskan suatu hal yang bersifat umum kemudian menariknya menjadi kesimpulan yang lebih khusus atau berpangkal pada prinsip dasar. Hasil penelitian ini ialah bahwa konsep "Darul Ahdi wa Syahadah" dalam organisasi Muhammadiyah menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang dibangun atas dasar kesepakatan bersama (Darul Ahdi) dan umat Islam memiliki peran aktif dalam menyaksikan dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa (wa Syahadah). Konsep ini juga menekankan pentingnya peran umat Islam dalam menjaga harmoni antar komunitas dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang adil dan makmur.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5