cover
Contact Name
Asty Raisha Agma
Contact Email
astyraishaagma@gmail.com
Phone
+6282394495089
Journal Mail Official
samudrailmuindonesia01@gmail.com
Editorial Address
Alamat : Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JIMI
ISSN : 31235395     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIMI ) merupakan media ilmiah sebagai wadah publikasi hasil penelitian, kajian pustaka, dan/atau gagasan dari berbagai disiplin ilmu. JIMI: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan mampu menunjukkan kepada masyarakat luas akan kekayaan keilmuan yang melingkupi berbagai dimensi kehidupan. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Pendidikan, Humaniora, Ilmu Sosial, Ilmu Komunikasi, Teknik, dan Informatik, Kesehatan, Ilmu Filsafat Agama, Ilmu Ekonomi dan Bisnis, dan Lainnya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Sangkan Paraning Dumadi: Relasi antara Asal-Usul dan Tujuan Hidup Manusia Perspektif Intersubjektif Albertus Agung Dwi Kristiyanto
JURNAL ILMIAH MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol. 1 No. 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini ialah, menganalisis makna filosofis sangkan paraning dumadi dalam falsafah Jawa dan mengkaitkannya dengan gagasan relasionalitas dan intersubjektif Armada Riyanto. Sangkan paraning dumadi merupakan ajaran mendasar yang menegaskan bahwa manusia berasal dari Sumber Ilahi (sangkan), hidup dalam proses keberadaan (dumadi), dan diarahkan untuk kembali kepada tujuan ilahinya (paran). Dalam tradisi Jawa, kesadaran asal dan tujuan hidup ini tidak hanya menjadi konsep metafisik, tetapi terwujud dalam praksis etis berupa sikap rukun, andhap asor, tepa selira, serta tanggung jawab untuk memayu hayuning bawana. Melalui perspektif filsafat intersubjektif Armada Riyanto, konsep ini dibaca sebagai kesadaran relasional- transendental yang menempatkan manusia bukan sebagai entitas individual yang terisolasi. Manusia sebagai subjek yang “ada- bersama” dengan sesama, alam semesta, dan Tuhan. Konsep intersubjektif lahir dari perjumpaan “Aku” dan “Engkau” menuju kesadaran “Kita”. Intersubjektif menjadi ruang ontologis tempat manusia menemukan identitas, makna, dan arah hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah, studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif terhadap teks-teks falsafah Jawa dan literatur filsafat relasionalitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertemuan antara sangkan paraning dumadi dan relasionalitas- intersubjektif memperkaya pemahaman tentang eksistensi manusia sebagai makhluk relasional yang mencapai kesempurnaannya melalui dialog, harmoni, dan keterbukaan terhadap yang lain.

Page 2 of 2 | Total Record : 11