cover
Contact Name
Icol Dianto
Contact Email
icoldianto@uinsyahada.ac.id
Phone
+6282174457803
Journal Mail Official
majalah.mpd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Umar bin Khattab No. 9 Perumahan Sidempuan Indah Lestari, Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31237762     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh PT Anugerah Literasi Indomedia dalam satu rumah jurnal Center for Online Journals. INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam terbit dua kali dalam satu tahun. Artikel yang masuk akan nilai oleh Tim Reviewer yang ahli di bidang pendidikan Islam. Pihak redaksi INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam (e-ISSN 3123-7762) menerima artikel Anda dari hasil penelitian, konversi disertasi, tesis, dan skripsi yang telah terbebas dari unsur plagiasi. FOCUS AND SCOPE: Artikel yang akan diterima dan diterbitkan dalam Jurnal INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam termasuk dalam lingkup Ilmu Pendidikan Islam, yaitu: Kependidikan Islam, Pendidikan Agama Islam, Paradigma dan Pendekatan Pendidikan Islam, Psikologi Pembelajaran, Filsafat Pendidikan Islam, Rencana Pembelajaran, Desain Pembelajaran, Pengembangan Sumber Daya dan Media Pembelajaran, Teori Pembelajaran Pendidikan Islam, Strategi Pembelajaran Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam, Pengembangan Media Pendidikan Islam, Tujuan dan Evaluasi Kurikulum Pendidikan, Implementasi Pendidikan Islam, Tafsir Pendidikan, Hadist Pendidikan, Penelitian Tindakan Kelas pada Madrasah, dan Perguruan Tinggi Agama Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Pengaruh Pembelajaran PAI Berbasis Gamifikasi Terhadap Belajar Siswa Mayasri Nasution
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the influence of gamification-based Islamic Religious Education (IRE) learning on students’ learning outcomes. Islamic Religious Education learning still faces challenges related to low student motivation, interest, and engagement due to the dominance of conventional teaching methods. Using a library research approach, this study analyzes various relevant scholarly sources to explore the concept, characteristics, and impacts of gamification in IRE learning. The findings indicate that gamification-based IRE learning has a positive effect on students’ motivation and learning interest, and contributes to the improvement of learning outcomes in cognitive, affective, and psychomotor domains. Gamification also encourages active student participation and supports the internalization of Islamic values in a more contextual and meaningful way. However, the effectiveness of gamification largely depends on instructional design and the role of teachers in guiding the learning process to remain aligned with the objectives of Islamic education. Therefore, gamification-based IRE learning can be considered an innovative and relevant alternative learning strategy. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis gamifikasi terhadap belajar siswa. Pembelajaran PAI selama ini masih menghadapi tantangan rendahnya motivasi, minat, dan keterlibatan siswa akibat penggunaan metode konvensional yang kurang variatif. Melalui pendekatan kajian literatur (library research), penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan untuk mengkaji konsep, karakteristik, serta dampak penerapan gamifikasi dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis gamifikasi berpengaruh positif terhadap motivasi dan minat belajar siswa, serta mampu meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Gamifikasi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dan membantu internalisasi nilai-nilai Islam secara lebih kontekstual dan bermakna. Namun demikian, efektivitas gamifikasi sangat bergantung pada desain pembelajaran dan peran guru dalam mengarahkan proses belajar agar tetap selaras dengan tujuan pendidikan Islam. Oleh karena itu, pembelajaran PAI berbasis gamifikasi dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran alternatif yang inovatif dan relevan.
Formulasi Model Tarbiyatul Islamiyah Neo-Spiritual untuk Pembentukan Karakter Holistik Peserta Didik Generasi Z Aprilia Zaskya Putri Daulay
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to formulate a Neo-Spiritual Tarbiyatul Islamiyah model as an alternative approach to fostering the holistic character development of Generation Z learners in the contemporary era. Social transformation, digital culture, and the crisis of meaning demand Islamic education to adapt in order to remain relevant and transformative. This research employs a library research method with a qualitative-descriptive approach through an analysis of classical and contemporary literature related to Tarbiyatul Islamiyah, neo-spirituality, character education, and the characteristics of Generation Z. The findings indicate that Tarbiyatul Islamiyah has a strong philosophical foundation but requires revitalization through a neo-spiritual approach that emphasizes self-awareness, reflective meaning-making, and authentic religious experience. The formulated Neo-Spiritual Tarbiyatul Islamiyah model positions spirituality as an integrative foundation for developing learners’ intellectual, emotional, and social dimensions. This model is considered relevant for shaping holistic character that is faithful, morally grounded, critical, and socially responsible in facing the challenges of modern life. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model Tarbiyatul Islamiyah Neo-Spiritual sebagai pendekatan alternatif dalam pembentukan karakter holistik peserta didik Generasi Z di era kontemporer. Perubahan sosial, budaya digital, dan krisis makna hidup menuntut pendidikan Islam untuk bertransformasi agar tetap relevan dan transformatif. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur klasik dan kontemporer terkait Tarbiyatul Islamiyah, neo-spiritualitas, pendidikan karakter, dan karakteristik Generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tarbiyatul Islamiyah memiliki landasan filosofis yang kuat, namun memerlukan revitalisasi melalui pendekatan neo-spiritual yang menekankan kesadaran diri, refleksi makna, dan pengalaman religius yang autentik. Formulasi model Tarbiyatul Islamiyah Neo-Spiritual menempatkan spiritualitas sebagai fondasi integratif bagi pengembangan dimensi intelektual, emosional, dan sosial peserta didik. Model ini dinilai relevan untuk membentuk karakter holistik yang beriman, berakhlak mulia, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Implementasi Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mencegah Radikalisme Pada Peserta Didik di Sekolah Pebrianisah Pane
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the implementation of Islamic education based on local wisdom as a strategy to prevent radicalism among students in schools. Radicalism in the educational context is influenced not only by narrow religious understanding but also by learning approaches that lack contextualization and dialogue. This research employs a library research method by reviewing various scholarly sources, including books, journal articles, and academic documents related to Islamic education, local wisdom, and religious moderation. The findings indicate that integrating local wisdom values into Islamic education strengthens the internalization of tolerance, religious moderation, and inclusive attitudes among students. Local wisdom functions as a pedagogical medium that bridges normative Islamic teachings with students’ socio-cultural realities, making religious learning more humanistic and grounded. Therefore, Islamic education based on local wisdom has the potential to serve as a strategic approach in shaping students’ character toward moderation, tolerance, and a peace-oriented worldview. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pendidikan Islam berbasis kearifan lokal sebagai strategi pencegahan radikalisme pada peserta didik di sekolah. Radikalisme dalam konteks pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh pemahaman keagamaan yang sempit, tetapi juga oleh pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual dan dialogis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam, kearifan lokal, dan moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan Islam mampu memperkuat internalisasi nilai toleransi, moderasi beragama, dan sikap inklusif pada peserta didik. Kearifan lokal berperan sebagai medium pedagogis yang menjembatani ajaran normatif Islam dengan realitas sosial budaya peserta didik, sehingga pembelajaran agama menjadi lebih humanis dan membumi. Dengan demikian, pendidikan Islam berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi pendekatan strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat dan berorientasi pada perdamaian.
Peran Tarbiyah Ruhiyah (Pendidikan Spiritual) dalam Membangun Karakter dan Kesehatan Mental Mahasiswa Riska Rembulan Siregar
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the global context of higher education, the growing crisis of student character development and mental health has become a major concern across countries. Educational approaches that predominantly emphasize cognitive achievement and technical competence are increasingly viewed as insufficient in addressing students’ moral formation and psychological well-being in a holistic manner. While existing international studies have examined character education and psychological interventions, research that systematically integrates Islamic spiritual education particularly the concept of tarbiyah ruhiyah into the global discourse on character development and mental health remains limited. This study aims to analyze the role of tarbiyah ruhiyah as an Islamic spiritual education approach in fostering student character and promoting mental health in higher education. Employing a qualitative library research method, this study examines classical and contemporary literature in Islamic education, character education, and educational psychology. The findings indicate that tarbiyah ruhiyah plays a significant role in internalizing universal moral values such as honesty, responsibility, discipline, empathy, and integrity, while simultaneously enhancing psychological resilience in managing stress, anxiety, and academic pressure. These findings underscore that the integration of reflective and contextual spiritual education can serve as an effective strategy for achieving a balanced development of intellectual competence, moral maturity, and mental well-being among university students. Theoretically, this study enriches the global discourse on character education by offering an Islamic educational perspective, while practically providing a conceptual framework for the development of holistic and sustainable higher education models. Dalam konteks global pendidikan tinggi, isu krisis karakter dan meningkatnya problem kesehatan mental mahasiswa menjadi perhatian serius di berbagai negara. Dominasi pendekatan pendidikan yang berorientasi pada capaian kognitif dan kompetensi teknis dinilai belum mampu menjawab tantangan pembentukan karakter moral serta kesejahteraan psikologis mahasiswa secara holistik. Berbagai penelitian internasional telah membahas peran pendidikan karakter dan intervensi psikologis, namun kajian yang secara komprehensif mengintegrasikan dimensi spiritual Islam khususnya konsep tarbiyah ruhiyah dalam diskursus global pendidikan karakter dan kesehatan mental masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tarbiyah ruhiyah sebagai pendekatan pendidikan spiritual Islam dalam membangun karakter dan menjaga kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-analitis terhadap literatur klasik dan kontemporer dalam bidang pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan psikologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tarbiyah ruhiyah berkontribusi signifikan dalam internalisasi nilai-nilai universal seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, dan integritas, sekaligus berperan sebagai sumber ketahanan psikologis dalam menghadapi stres, kecemasan, dan tekanan akademik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan spiritual yang reflektif dan kontekstual dapat menjadi strategi efektif dalam membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan moral, dan kesehatan mental mahasiswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya diskursus global pendidikan karakter dengan perspektif pendidikan Islam, sementara secara praktis menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan model pendidikan tinggi yang holistik dan berkelanjutan.
Pendidikan Islam di Era Digital: Analisis Peran Media Sosial dalam Pembelajaran Mahasiswa di Perguruan Tinggi Halimatussadiah Nasution
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology and social media has significantly transformed higher education practices, including Islamic education. Although numerous studies have examined the use of social media in learning, limited research has specifically explored its role in Islamic higher education from pedagogical and character-building perspectives. This study aims to analyze the role of social media in enhancing Islamic-based education among university students, focusing on its function as an interactive learning medium, its contribution to character and spiritual development, as well as the challenges and implementation strategies involved. This study employed a qualitative library research method by analyzing academic literature, including peer-reviewed journals, scholarly books, and reputable sources related to Islamic education, social media, and contemporary pedagogy. The data were analyzed using a thematic approach to identify key patterns and findings. The results indicate that social media has the potential to enhance students’ understanding of Islamic teachings, strengthen the internalization of moral and spiritual values, and develop critical and collaborative thinking skills. However, the use of social media also poses risks, such as exposure to negative content, misinformation, and psychological impacts. Therefore, mitigation strategies through digital literacy, lecturer guidance, and content curation are essential. This study contributes to the discourse on Islamic digital pedagogy by highlighting social media as a relevant and effective educational tool when systematically and responsibly integrated into Islamic higher education. Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pendidikan tinggi, termasuk dalam konteks pendidikan Islam. Meskipun berbagai studi telah membahas pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran, kajian yang secara khusus menelaah perannya dalam pendidikan Islam di perguruan tinggi masih terbatas, terutama dari perspektif pedagogis dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan pendidikan berbasis Islam pada mahasiswa, dengan fokus pada fungsi media sosial sebagai sarana pembelajaran interaktif, penguatan karakter dan nilai spiritual, serta tantangan dan strategi implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menganalisis literatur akademik berupa jurnal ilmiah, buku, dan sumber tepercaya yang relevan dengan pendidikan Islam, media sosial, dan pedagogi kontemporer. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berpotensi meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap ajaran Islam, memperkuat internalisasi nilai moral dan spiritual, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Namun, pemanfaatan media sosial juga menghadirkan risiko berupa penyebaran konten negatif, disinformasi, dan dampak psikologis. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi melalui literasi digital, bimbingan dosen, dan kurasi konten. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan wacana pedagogi digital Islam dengan menegaskan media sosial sebagai instrumen pembelajaran yang relevan dan efektif jika diintegrasikan secara sistematis dan bertanggung jawab dalam pendidikan tinggi Islam.
Reaktualisasi Moralitas Profetik di Era Digital: Analisis Etis Berdasarkan Hadits Tentang Akhlak Dalam Islam Lutpiah Sapitri Panjaitan
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of digital technology has reshaped social interaction while generating serious ethical challenges, including hate speech, misinformation, privacy violations, and moral polarization. These phenomena indicate a crisis of digital morality marked by weakened character formation. Although digital ethics has developed various normative frameworks, it remains largely dominated by secular and technocratic perspectives, with limited engagement with religious moral traditions. This study examines prophetic morality derived from hadith on aqidah and akhlaq as a virtue-based ethical framework for addressing moral challenges in digital environments. This research employs a qualitative library research method by analyzing classical hadith texts, their commentaries, and contemporary literature on Islamic ethics and digital ethics. The data were analyzed thematically and interpretatively to identify core moral values and assess their relevance in the digital context. The findings reveal that prophetic morality emphasizes key virtues such as honesty (ṣidq), trustworthiness (amanah), social responsibility, communicative etiquette (adab al-kalām), self-restraint, and moderation (wasatiyyah). These values align with virtue ethics and offer a normative foundation for ethical digital behavior. The study concludes that prophetic morality can serve as a virtue-based digital ethics framework that complements existing rule-based approaches by prioritizing character formation. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial sekaligus melahirkan berbagai tantangan etis, seperti ujaran kebencian, disinformasi, pelanggaran privasi, dan polarisasi moral. Fenomena tersebut menunjukkan adanya krisis moral digital yang ditandai oleh melemahnya pembentukan karakter. Meskipun kajian etika digital telah berkembang, diskursusnya masih didominasi oleh perspektif sekuler dan teknokratis, sementara tradisi moral keagamaan belum banyak diintegrasikan. Penelitian ini mengkaji moralitas profetik yang bersumber dari hadis aqidah akhlak sebagai kerangka etika berbasis kebajikan untuk merespons tantangan moral di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis hadis, syarah hadis, serta literatur kontemporer tentang etika Islam dan etika digital. Data dianalisis secara tematik dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moralitas profetik menekankan nilai-nilai kebajikan utama seperti kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab sosial, kesantunan berkomunikasi, pengendalian diri, dan moderasi (wasatiyyah). Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendekatan virtue ethics dan dapat menjadi fondasi etika bermedia digital yang berorientasi pada pembentukan karakter moral.

Page 2 of 2 | Total Record : 16