cover
Contact Name
Icol Dianto
Contact Email
icoldianto@uinsyahada.ac.id
Phone
+6282174457803
Journal Mail Official
majalah.mpd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Umar bin Khattab No. 9 Perumahan Sidempuan Indah Lestari, Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31237762     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh PT Anugerah Literasi Indomedia dalam satu rumah jurnal Center for Online Journals. INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam terbit dua kali dalam satu tahun. Artikel yang masuk akan nilai oleh Tim Reviewer yang ahli di bidang pendidikan Islam. Pihak redaksi INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam (e-ISSN 3123-7762) menerima artikel Anda dari hasil penelitian, konversi disertasi, tesis, dan skripsi yang telah terbebas dari unsur plagiasi. FOCUS AND SCOPE: Artikel yang akan diterima dan diterbitkan dalam Jurnal INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam termasuk dalam lingkup Ilmu Pendidikan Islam, yaitu: Kependidikan Islam, Pendidikan Agama Islam, Paradigma dan Pendekatan Pendidikan Islam, Psikologi Pembelajaran, Filsafat Pendidikan Islam, Rencana Pembelajaran, Desain Pembelajaran, Pengembangan Sumber Daya dan Media Pembelajaran, Teori Pembelajaran Pendidikan Islam, Strategi Pembelajaran Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam, Pengembangan Media Pendidikan Islam, Tujuan dan Evaluasi Kurikulum Pendidikan, Implementasi Pendidikan Islam, Tafsir Pendidikan, Hadist Pendidikan, Penelitian Tindakan Kelas pada Madrasah, dan Perguruan Tinggi Agama Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Wukuf di Arafah sebagai Media Pembentukan Karakter Muslim: Kajian Nilai-Nilai Spiritual dan Sosial dalam Perspektif Islam Rae Azhar; Agus Salim Lubis
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wukuf in Arafah, as the core of the Hajj, has not been studied in depth in relation to the formation of Muslim character and the actualization of spiritual and social values in contemporary life. This article aims to examine the spiritual and social meaning of wukuf in Arafah based on the experience of pilgrims from the city of Padangsidimpuan, as well as its relevance in the formation of authentic and applicable Islamic character in contemporary life. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with pilgrims from Padangsidimpuan City. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions according to the Miles and Huberman model. The results of the study show that wukuf is not only the peak of ritual hajj, but also a reflective moment that gives birth to self-awareness, a sense of repentance, and existential closeness to Allah SWT. This process internalizes Islamic values such as sincerity, patience, and responsibility, which are reflected in behavior change and improvement in the quality of worship after returning from Hajj. Socially, the experience of wukuf shapes equality, solidarity, and concern between worshippers, which continues in the community life in Padangsidimpuan. This research also shows the relevance of these values in facing the challenges of contemporary Muslim life. The main conclusion highlights that wukuf in Arafah is a transformative moment that shapes the character of Muslims spiritually and socially through the internalization of Islamic values and solidarity. Wukuf di Arafah, sebagai inti ibadah haji, belum banyak dikaji secara mendalam dalam kaitannya dengan pembentukan karakter Muslim dan aktualisasi nilai-nilai spiritual serta sosial dalam kehidupan kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna spiritual dan sosial wukuf di Arafah berdasarkan pengalaman jemaah haji asal Kota Padangsidimpuan, serta relevansinya dalam pembentukan karakter keislaman yang otentik dan aplikatif dalam kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap jemaah haji asal Kota Padangsidimpuan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wukuf bukan hanya puncak ibadah haji secara ritual, tetapi juga momen reflektif yang melahirkan kesadaran diri, rasa tobat, dan kedekatan eksistensial dengan Allah SWT. Proses ini menginternalisasi nilai-nilai keislaman seperti keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab, yang tercermin dalam perubahan perilaku dan peningkatan kualitas ibadah setelah kembali dari haji. Secara sosial, pengalaman wukuf membentuk kesetaraan, solidaritas, dan kepedulian antar jemaah, yang terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat di Padangsidimpuan. Penelitian ini juga menunjukkan relevansi nilai-nilai tersebut dalam menghadapi tantangan kehidupan Muslim kontemporer. Kesimpulan utama menyoroti bahwa wukuf di Arafah merupakan momen transformatif yang membentuk karakter Muslim secara spiritual dan sosial melalui internalisasi nilai-nilai keislaman dan solidaritas.
Implementasi Tarbiyatul Islamiyah dalam Pembinaan Akhlak Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Salsabila Ramadani Matondang
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Tarbiyatul Islamiyah in the moral development of third-semester students of the Islamic Education Study Program at the State Islamic University of Syekh Ali Hasan Ahmad Addary, Padangsidimpuan. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that the implementation of Tarbiyatul Islamiyah is carried out through Islamic Education courses, Islamic mentoring activities, halaqah, habituation of worship practices, and the strengthening of an Islamic academic culture. The role of lecturers and campus institutions is highly significant through role modeling, guidance, and educational supervision. However, several obstacles were identified, such as the influence of peer environment, social media, and weak self-control among students. Therefore, strengthening strategies in the form of continuous coaching, lecturer–student synergy, and the development of Islamic character programs are necessary to ensure that moral development can run more optimally and sustainably. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Tarbiyatul Islamiyah dalam pembinaan akhlak mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Tarbiyatul Islamiyah dilakukan melalui perkuliahan Pendidikan Agama Islam, kegiatan mentoring keislaman, halaqah, pembiasaan ibadah, serta penguatan budaya akademik Islami. Peran dosen dan lembaga kampus sangat signifikan melalui keteladanan, bimbingan, dan pengawasan yang bersifat edukatif. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan seperti pengaruh lingkungan pergaulan, media sosial, dan lemahnya kontrol diri mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan berupa pembinaan berkelanjutan, sinergi dosen–mahasiswa, dan pengembangan program karakter Islami agar pembinaan akhlak dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Pendidikan Keluarga Islam sebagai Landasan Iman Anak: Tinjauan Konseptual Tarbiyah Islamiyah Affan Alwi Rezky
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the role of Islamic education (Tarbiyah Islamiyah) within the family in building a strong foundation of faith in children. The family is viewed as the first and primary educational institution responsible for instilling Islamic creed (aqidah) from an early age, habituating acts of worship, and developing Islamic moral character in daily life. This study employs a library research method by analyzing primary and secondary sources, including the Qur’an, Hadith, classical Islamic scholars’ works, and contemporary literature on Islamic education. The findings indicate that the success of children’s faith education is strongly influenced by the synergy of affection, role modeling, and discipline within the family environment. These elements play a crucial role in internalizing Islamic values sustainably and strengthening children’s moral and spiritual resilience amid modern societal challenges. This study is expected to serve as a conceptual reference for developing holistic and relevant Islamic family education. Artikel ini membahas peran tarbiyah Islamiyah dalam keluarga sebagai upaya membentuk pondasi iman anak. Keluarga dipandang sebagai madrasah pertama yang memiliki tanggung jawab utama dalam penanaman aqidah sejak usia dini, pembiasaan ibadah, dan pembentukan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder, meliputi Al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik, serta literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan iman anak sangat dipengaruhi oleh sinergi kasih sayang, keteladanan, dan disiplin dalam lingkungan keluarga. Ketiga unsur tersebut berperan penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara berkelanjutan dan membangun ketahanan moral serta spiritual anak di tengah tantangan zaman modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan pendidikan keluarga Islami yang holistik dan relevan.
Pemikiran Ulama Tentang Tarbiyatul Islamiyah dan Relevansinya bagi Pendidikan Era Modern Rizki Hasanah Nasution
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines Muslim scholars’ perspectives on Tarbiyatul Islamiyah and its relevance to education in the modern era. The study aims to analyze the concept, philosophical foundations, the role of educators, and the core values of Islamic education as formulated by classical and contemporary scholars, as well as their implications for current educational practices. This research employs a library research method with a qualitative descriptive approach by analyzing the Qur’an, Hadith, classical Islamic texts, and relevant academic literature. The findings indicate that Tarbiyatul Islamiyah represents a holistic educational paradigm that emphasizes the balanced development of faith, morality, intellect, and physical aspects with the goal of forming a complete human being (insān kāmil). Core values such as tawḥīd, adab, knowledge, and moral responsibility constitute the foundation of Islamic education. These findings affirm that Tarbiyatul Islamiyah remains highly relevant in addressing the challenges of globalization and digitalization, particularly in strengthening character education and integrating knowledge and faith. Artikel ini mengkaji pemikiran ulama tentang Tarbiyatul Islamiyah serta relevansinya bagi pendidikan di era modern. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, landasan filosofis, peran pendidik, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang dirumuskan oleh ulama klasik dan kontemporer, serta implikasinya terhadap praktik pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis terhadap Al-Qur’an, Hadis, karya-karya ulama, dan literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tarbiyatul Islamiyah merupakan paradigma pendidikan holistik yang menekankan pembinaan akidah, akhlak, akal, dan jasmani secara seimbang dengan tujuan membentuk insan kāmil. Nilai-nilai tauhid, adab, ilmu, dan tanggung jawab moral menjadi fondasi utama pendidikan Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Tarbiyatul Islamiyah tetap relevan dalam menjawab tantangan globalisasi dan digitalisasi, terutama dalam penguatan pendidikan karakter dan integrasi ilmu dan iman.
Peran Teknologi Digital Dalam Mengembangkan Metode Tarbiyatul Islamiyah Rumondang Bulan
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the role of digital technology in developing Tarbiyatul Islamiyah methods as a response to the dynamics of modern education. Using a library research approach, this study analyzes literature related to the digitalization of learning, the effectiveness of technology in delivering Islamic educational materials, and the ethical challenges that arise within Islamic pedagogy. Findings indicate that digital platforms such as videos, e-learning, Quran/Hadith applications, and social media significantly enrich the tarbiyah process by enhancing interactivity, accessibility, and personalization. Technology also strengthens instructional effectiveness through features like virtual classrooms, automated assessments, and learning analytics. However, digitalization presents challenges, including low digital literacy, the risk of misinformation in religious content, and the need for proper etiquette and ethics in the digital space. With wise and responsible utilization, digital technology has the potential to become a strategic tool in shaping an adaptive, effective, and ethically grounded Islamic educational framework. Artikel ini membahas peran teknologi digital dalam mengembangkan metode Tarbiyatul Islamiyah sebagai respons terhadap dinamika pendidikan modern. Melalui pendekatan library research, penelitian ini menganalisis literatur terkait digitalisasi pembelajaran, efektivitas teknologi dalam penyampaian materi, serta tantangan etika yang muncul dalam konteks pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan platform digital seperti video, e-learning, aplikasi Quran/Hadits, dan media sosial mampu memperkaya proses tarbiyah dengan meningkatkan interaktivitas, aksesibilitas, dan personalisasi materi. Teknologi juga mendukung penguatan efektivitas pengajaran melalui fitur kelas virtual, evaluasi otomatis, dan analitik pembelajaran. Namun, digitalisasi menghadirkan tantangan berupa rendahnya literasi digital, potensi penyalahgunaan konten agama, serta pentingnya penerapan adab dan etika dalam ruang digital. Dengan pemanfaatan yang bijak, teknologi digital berpotensi menjadi sarana strategis dalam membentuk tarbiyah yang adaptif dan berkarakter Islami.
Peran Qana'ah Dalam Peningkatan Kepercayaan Diri dan Rasa Syukur Mahasiswa Syakira Annisa Salsabila
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the role of qana’ah in enhancing students’ self-confidence and gratitude, as well as its implications for academic and social life. The study employs a qualitative approach using a library research method by analyzing relevant Islamic and psychological literature. The findings indicate that qana’ah is a spiritual value that functions as a psychological foundation in developing self-acceptance, emotional regulation, and mental balance among university students. Qana’ah contributes to the formation of stable self-confidence that is not solely dependent on external validation. In addition, it fosters sustainable gratitude by helping students recognize and appreciate life’s blessings in various circumstances. The implications of qana’ah are reflected in improved learning motivation, academic stress management, academic integrity, and the quality of students’ social relationships. This study emphasizes the importance of integrating the value of qana’ah into higher education as an effort to strengthen character development and students’ psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran qana’ah dalam peningkatan kepercayaan diri dan rasa syukur mahasiswa serta implikasinya terhadap kehidupan akademik dan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis literatur keislaman dan psikologi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa qana’ah merupakan nilai spiritual yang berperan sebagai fondasi psikologis dalam membentuk penerimaan diri, pengendalian emosi, dan keseimbangan mental mahasiswa. Qana’ah berkontribusi terhadap penguatan kepercayaan diri yang stabil karena tidak bergantung pada validasi eksternal semata. Selain itu, qana’ah juga menumbuhkan rasa syukur yang berkelanjutan dengan membantu mahasiswa menyadari dan menghargai nikmat dalam berbagai kondisi kehidupan. Implikasi qana’ah terlihat pada meningkatnya motivasi belajar, manajemen stres akademik, etika akademik, serta kualitas hubungan sosial mahasiswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai qana’ah dalam pendidikan tinggi sebagai upaya pembinaan karakter dan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Peran Tenaga Pendidik Dalam Kegiatan Muzakarah Bagi Peningkatan Pembelajaran Siswa Mirai Madani
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the role of educators in muzakarah activities as an effort to improve the quality of student learning. Muzakarah is viewed as a dialogical learning method that emphasizes active participation, discussion, and deliberation in understanding learning materials. This study employs a library research approach by analyzing various relevant literature sources, including books, scientific journals, and academic articles. The findings indicate that educators play a strategic role as facilitators, instructional designers, and managers of classroom dynamics in the implementation of muzakarah. Muzakarah activities contribute to the enhancement of students’ cognitive abilities, such as critical thinking and conceptual understanding, as well as affective abilities, including tolerance, collaboration, and academic responsibility. Despite several challenges in its implementation, muzakarah remains a relevant approach to be developed with adequate pedagogical competence from educators. Therefore, muzakarah can serve as an effective and sustainable alternative learning strategy. Artikel ini membahas peran tenaga pendidik dalam kegiatan muzakarah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Muzakarah dipandang sebagai metode pembelajaran dialogis yang menekankan partisipasi aktif, diskusi, dan musyawarah dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tenaga pendidik memiliki peran strategis sebagai fasilitator, perancang strategi pembelajaran, dan pengelola dinamika kelas dalam pelaksanaan muzakarah. Kegiatan muzakarah terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa, seperti berpikir kritis dan pemahaman konseptual, serta kemampuan afektif, seperti sikap toleransi, kerja sama, dan tanggung jawab akademik. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam penerapannya, muzakarah tetap relevan untuk dikembangkan dengan dukungan kompetensi pedagogik tenaga pendidik. Oleh karena itu, muzakarah dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan.
Tarbiyatul Islamiyah dan Pendidikan Moral di Perguruan Tinggi Islam: Suatu Kerangka Konseptual Integratif dari Konteks Indonesia Puspa Ria
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moral education is a strategic challenge for Islamic universities in the era of globalization and digital transformation. This research aims to develop an integrative conceptual framework  of Tarbiyatul Islamiyah for strengthening student moral education. The method used is conceptual research with a qualitative approach based on systematic literature analysis from international and national journals as well as scientific books related to moral education, character education, and Islamic education. The analysis is carried out through a thematic synthesis that identifies key dimensions, compares key concepts, and integrates findings into a conceptual framework. The results of the study show that Tarbiyatul Islamiyah consists of four interrelated dimensions: internalization of faith-based values, exemplary educators (uswah hasanah), moral habituation through educational practices, and institutional moral ecology. These four-dimensional interactions form a holistic moral education cycle, allowing students to not only understand ethical values, but also internalize and practice them consistently. These findings affirm the importance of an integrative approach that combines spiritual, pedagogical, behavioral, and institutional dimensions to create a sustainable ecosystem of moral education in Islamic universities. Pendidikan moral menjadi tantangan strategis bagi perguruan tinggi Islam di era globalisasi dan transformasi digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual integratif Tarbiyatul Islamiyah untuk penguatan pendidikan moral mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian konseptual dengan pendekatan kualitatif berbasis analisis literatur sistematis dari jurnal internasional dan nasional serta buku ilmiah terkait pendidikan moral, pendidikan karakter, dan pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik yang mengidentifikasi dimensi utama, membandingkan konsep kunci, dan mengintegrasikan temuan ke dalam kerangka konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarbiyatul Islamiyah terdiri atas empat dimensi saling terkait: internalisasi nilai berbasis iman, keteladanan pendidik (uswah hasanah), pembiasaan moral melalui praktik pendidikan, dan ekologi moral institusional. Interaksi keempat dimensi ini membentuk siklus pendidikan moral yang holistik, memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami nilai etis, tetapi juga menginternalisasi dan mempraktikkannya secara konsisten. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan dimensi spiritual, pedagogis, perilaku, dan institusional untuk menciptakan ekosistem pendidikan moral yang berkelanjutan di perguruan tinggi Islam.
Implementasi Nilai Tarbiyatul Islamiyah dalam Mencegah Perilaku Bullying di Sekolah Wanna Mardiah Siregar
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the implementation of Tarbiyatul Islamiyah values in preventing bullying behavior in the school environment. The study employs a qualitative approach using a library research method by analyzing various relevant sources related to Islamic education and bullying issues. The findings indicate that the core values of Tarbiyatul Islamiyah, such as rahmah (compassion), muamalah hasanah, sabr (patience), afw (forgiveness), and taqwa (piety), play a significant role in shaping students’ character, particularly in fostering empathy, emotional self-control, and social responsibility. The consistent implementation of these values through learning activities, teachers’ role modeling, and the cultivation of school culture is effective in reducing bullying behaviors, including physical, verbal, relational, and cyber bullying. Compared to conventional approaches that emphasize punitive measures, Tarbiyatul Islamiyah offers a more preventive and sustainable framework for character education. This study contributes conceptually to the development of Islamic value-based character education in creating a safe and inclusive school environment. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai Tarbiyatul Islamiyah dalam upaya mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui penelaahan berbagai literatur yang relevan dengan pendidikan Islam dan fenomena bullying. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Tarbiyatul Islamiyah, seperti rahmah, muamalah hasanah, sabr, afw, dan taqwa, memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa yang berempati, mampu mengendalikan emosi, serta memiliki tanggung jawab sosial. Implementasi nilai-nilai tersebut secara konsisten melalui pembelajaran, keteladanan pendidik, dan pembiasaan budaya sekolah terbukti efektif dalam menekan perilaku bullying, baik secara fisik, verbal, relasional, maupun siber. Pendekatan Tarbiyatul Islamiyah dinilai lebih preventif dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan konvensional yang hanya berfokus pada sanksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di sekolah.
Tarbiyatul Islamiyah Berbasis Media Digital dalam Pendidikan Agama Islam: Studi Kasus dari Padangsidimpuan Liza Khairani
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the development of Tarbiyatul Islamiyah based on digital media in Islamic Religious Education (IRE) learning among third-semester students of the Islamic Religious Education Program at Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University, Padangsidimpuan. This research employs a library research method by reviewing relevant literature, including books, scholarly journals, and academic sources discussing Tarbiyatul Islamiyah, digital media, and IRE learning. The findings indicate that Tarbiyatul Islamiyah is a holistic Islamic educational concept oriented toward the cultivation of tawhid, morality, worship, and social responsibility. The development of digital media in IRE learning plays a strategic role in enhancing students’ understanding, religious attitudes, and learning motivation when systematically integrated with the values of Tarbiyatul Islamiyah. This study emphasizes that digital media function not only as instructional tools but also as effective means for contextual and adaptive internalization of Islamic values in response to contemporary educational challenges. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan Tarbiyatul Islamiyah berbasis media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada mahasiswa semester 3 Program Studi PAI Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah berbagai literatur yang relevan, meliputi buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik lain yang membahas Tarbiyatul Islamiyah, media digital, dan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tarbiyatul Islamiyah merupakan konsep pendidikan Islam yang bersifat holistik dan berorientasi pada pembinaan nilai tauhid, akhlak, ibadah, dan tanggung jawab sosial. Pengembangan media digital dalam pembelajaran PAI berperan strategis dalam meningkatkan pemahaman, sikap religius, serta motivasi belajar mahasiswa apabila diintegrasikan secara sistematis dengan nilai-nilai Tarbiyatul Islamiyah. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai Islam yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Page 1 of 2 | Total Record : 16