cover
Contact Name
RIDHO SURYA KUSUMA
Contact Email
RIDHOSURYAKUSUMA@SIBERMU.AC.ID
Phone
+6289515692596
Journal Mail Official
JOCHAC@SIBERMU.AC.ID
Editorial Address
Jalan HOS Cokroaminoto, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55253, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JOCHAC
ISSN : -     EISSN : 30314623     DOI : https://doi.org/10.64163/jochac.v1i1.1
Core Subject : Science,
Focus and Scope Makalah pada topik-topik berikut yang sesuai dengan maksud dan tujuan Jurnal dipersilakan: Informatika & Sistem Informasi Pemodelan dan studi teoritis Sistem teknologi terintegrasi Inovasi teknologi informasi Perlindungan infrastruktur Pengolahan Citra Data Analyst/Data Science Sistem pengawasan Rekayasa keamanan sistem Teknologi penilaian ancaman siber Keamanan siber / e-Keamanan Mobile security Blockchain Machine Learning Big data Data mining Artificial Intelligent Immersive Digital forensic Internet of Things (IoT) Rekayasa Antarmuka Electrical motor Administrasi Kesehatan Analisis risiko dan penilaian kesehatan masyarakat Manajemen dan organisasi di institusi kesehatan Administrasi kesehatan Pengembangan sistem kesehatan E-health Manajemen pelayanan/program kesehatan Ekonomi kesehatan Kebijakan kesehatan Inovasi kesehatan Focus priority: Studi forensik Pengolahan Citra Data Analyst/Data Science Keamanan siber / e-Keamanan Mobile security Sistem teknologi terintegrasi Inovasi teknologi informasi Administrasi kesehatan Analisis risiko dan penilaian kesehatan masyarakat Manajemen pelayanan/program kesehatan Kebijakan kesehatan Ekonomi kesehatan
Articles 22 Documents
Analisis Forensik Jaringan terhadap Infeksi Malware MetaStealer: Penerapan Metode SWGDE Ruli Setiawan; Ridho Surya Kusuma
Journal of Cyber Health and Computer Vol 3 No 1 (2025): Journal of Cyber Health and Computer (JOCHAC)
Publisher : SIBER PRESS Universitas SIBERMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64163/jochac.v3i1.48

Abstract

Malware MetaStealer menjadi ancaman serius bagi keamanan siber. Malware ini memanfaatkan berbagai teknik untuk menginfeksi perangkat, seperti melalui email phishing, unduhan aplikasi palsu, atau eksploitasi kerentanan sistem. Setelah berhasil menginfeksi, MetaStealer akan secara diam-diam mengumpulkan data sensitif korban dan mengirimkannya ke server pelaku serangan. Akibatnya, korban dapat mengalami pencurian identitas, penipuan finansial, dan gangguan operasional bisnis.Penelitian ini bertujuan melakukan analisis forensik jaringan terhadap infeksi MetaStealer menggunakan metode Scientific Working Group on Digital Evidence (SWGDE), fokus pada identifikasi pola serangan, mekanisme penyebaran, dan dampaknya. Metodologi mengikuti kerangka kerja SWGDE dengan empat tahap: Persiapan, Pengumpulan Data, Analisis, dan Pelaporan, menggunakan alat seperti Wireshark, Any Run, dan Virustotal. Kesimpulannya, metode SWGDE terbukti efektif dalam analisis forensik MetaStealer, menyediakan kerangka kerja sistematis yang meningkatkan deteksi dan analisis ancaman sophisticated, serta dapat menjadi dasar pengembangan prosedur standar untuk analisis forensik malware kompleks, dengan penelitian lanjutan diperlukan untuk adaptasi terhadap evolusi malware dan teknik anti-forensik
Pengetahuan Mahasiswa Mengenai Isu Keamanan Sekuriti pada Pusat Data Nasional : Ransomware: Sebuah Studi Pra dan Pasca Webinar di Dua Perguruan Tinggi Latifah Iriani; Rakhmat Prasetyo Agung; Joko Supriyanto; Andi Sugandi; Muhammad Immawan Aulia
Journal of Cyber Health and Computer Vol 3 No 1 (2025): Journal of Cyber Health and Computer (JOCHAC)
Publisher : SIBER PRESS Universitas SIBERMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64163/jochac.v3i1.73

Abstract

The National Data Center (PDN) plays a critical role in storing and managing government and public data, positioning it as a strategic target for cybersecurity threats such as ransomware. This study aims to assess university students’ knowledge of PDN security issues, with a specific focus on ransomware attacks, before and after attending a structured webinar series. A pre-test and post-test design was implemented involving students from Universitas Siber Muhammadiyah and Universitas Islam Mulia Yogyakarta. The results revealed a significant improvement in students’ understanding of cybersecurity issues following the webinars. Key contributing factors included educational background, frequency of technology use, and active participation during discussions. The findings suggest that webinars are an effective educational tool to enhance cybersecurity literacy among students. The study recommends integrating cybersecurity awareness into the academic curriculum and conducting more webinars to address the growing complexity of digital security threats.

Page 3 of 3 | Total Record : 22