cover
Contact Name
Rahmawati
Contact Email
jurnaljagadtani@gmail.com
Phone
+6282142565631
Journal Mail Official
jurnaljagadtani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian diterbitkan
ISSN : 30467535     EISSN : 30465842     DOI : https://doi.org/10.71333/w557rs37
Core Subject : Agriculture,
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian (pISSN: 3046-7535 | eISSN: 3046-5842) merupakan jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian (baik penelitian lapangan maupun studi pustaka) di bidang Ilmu Pertanian dan ilmu-ilmu yang berkaitan. Jurnal ini diterbitkan oleh Yayasan Jagad Aksara Kita sejak tahun 2024.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol 3 no 2 (2026)" : 5 Documents clear
Pengaruh Pemberian Konsentrasi Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cenning Alessandro Sefiando; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/3cs6b192

Abstract

Pendahuluan. Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan dibidang perkebunan yang diutamakan untuk kebutuhan konsumsi yaitu berupa gula pasir. Namun luas lahan dan produktivitasnya selalu mengalami fluktasi dan kebutuhan ekspor gula selalu meningkat. Maka dari itu perlu adanya perhatian terhadap komoditas tebu terutama pada penyediaan bibit yang unggul dan berkualitas. Pemberian asam amino merupakan salah satu usaha untuk memaksimalkan kualitas bibit di pembibitan tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik dalam pemberian asam amino terhadap pertumbuhan bibit tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cenning. Metode Pengumpulan Data. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 4 taraf perlakuan konsentrasi asam amino yaitu P0 = 0ml/L, P1 = 5ml/L, P2 = 10ml/L, P3 = 15ml/L. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan sehingga memperoleh 24 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika dari hasil analisa sidik ragam menunjukan  perlakuan berbeda nyata (signifikan) maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf signifikan 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian asam amino dengan konsentrasi 10 ml/L memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan jumlah daun (40,17 helai), jumlah anakan (6,83), dan berat kering tajuk (26,13 gram). Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian Pengaruh Pemberian Konsentrasi Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cenning dapat disimpulkan bahwa pemberian asam amino dapat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit tebu.
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Rootone-F Terhadap Pertumbuhan Setek Kopi Robusta ( Coffea canephora L.) Saphira Khairunnisa; Nisa Budi Arifiana; Irma Wardati; Satria Indra Kusuma
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/1yxaex19

Abstract

Pendahuluan. Kopi merupakan komoditas unggulan perkebunan di Indonesia. Meskipun luas lahan perkebunan kopi menurun akibat alih fungsi lahan, konsumsi domestik terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, teknik perbanyakan vegetatif melalui setek digunakan karena memiliki keunggulan seperti perakaran kuat, sifat anakan seragam, dan mirip dengan induk. Namun, hormon endogen pada batang kopi Robusta kurang efektif dalam merangsang pembentukan akar. Oleh karena itu, diperlukan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Rootone-F, yang mengandung bahan aktif IBA dan NAA, untuk merangsang pertumbuhan akar dan tunas. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi dan durasi perendaman ZPT Rootone-F yang optimal serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan setek kopi Robusta. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor: lama perendaman (1 jam, 2 jam, dan 3 jam) dan konsentrasi ZPT (150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, persentase setek hidup, panjang akar, dan berat basah akar. Hasil dan Diskusi. Pemberian konsentrasi dan lama perendaman ZPT Rootone-F dengan masing-masing 3 taraf tidak menghasilkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan setek kopi Robusta di seluruh parameter pengamatan. Simpulan. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan lama perendaman ZPT Rootone-F tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pengamatan.
Pengaruh Poc Kulit Kacang Tanah Terhadap Pertumbuhan Awal Tebu PS 862 dengan Metode Bud Set Muhammad Yazid Zidan
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/0wdqz287

Abstract

Pendahuluan. Tebu merupakan salah satu penghasil gula utama di Indonesia. Akan tetapi pada kenyataannya pengunaan pupuk anorganik tidak efesien dan dapat merusak lingkungan. Pupuk organik cair merupakan salah satu upaya untuk mengurangi dampak kerusakan dan meningkatkan produksi. Salah satu pupuk organik cair yang berasal dari kulit kacang tanah. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Politeknik Negeri Jember dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan faktor tunggal yaitu POC kulit kacang tanah dengan konsentrasi 100 ml, 150 ml, 200 ml, dan 250 ml. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, panjang akar, dan volume akar. Data yang didapat dari pengujian selanjutnya akan di analisis menggunakan analisis of varians (Anova). Jika didapatkan nilai pengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil analisis menunjukan POC kulit kacang tanah memiliki hasil signifikan pada parameter jumlah anakan dan volume akar sedangkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan panjang akar menunjukan non sgnifikan Simpulan. POC kulit kacang tanah berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan volume akar bibit tebu varietas PS 862.
Pengaruh Ekstrak Lidah Buaya dan Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Setek Kopi Robusta (Coffea robusta Pierre) Aulia Formatika Sari; Nisa Budi Arifiana; Titien Fatimah; Rahmawati
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/drtakt51

Abstract

Pendahuluan. Kopi sebagai salah satu hasil tanaman perkebunan yang dijadikan sebagai penyumbang devisa negara selama 3 tahun terakhir mengalami penurunan. Penurunan luasan lahan dan penggunaan bibit hasil perbanyakan generatif yang pertumbuhannya tidak seragam berpengaruh pada produktifitas kopi. Perbanyakan kopi dengan setek merupakan salah satu alternatif. Pemberian ZPT alami digunakan untuk membantu proses perkembangan dan pertumbuhan organ. Lidah buaya dan bawang merah yang mengandung hormon auksin dan giberelin dapat merangsang pertumbuhan sel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan terbaik setek kopi robusta pada pemberian ekstrak lidah buaya, bawang merah, dan kombinasi ekstrak lidah buaya dan bawang merah. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor: Ekstrak Lidah Buaya (0%, 10%, 20%, dan 30%) dan Ekstrak Bawang Merah (0%, 10%, 20%, dan 30%). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 2 ulangan. Parameter yang digunakan yaitu persentase setek jadi, tinggi tunas, jumlah daun, panjang akar, berat basah akar, dan berat kering brangkasan. Hasil dan Diskusi. Ekstrak lidah buaya konsentrasi 20% berpengaruh nyata pada parameter panjang batang 16 MST dan tidak memberikan pengaruh terhadap parameter lainnya. Ekstrak bawang merah memberikan hasil berbeda tidak nyata pada seluruh parameter. Perlakuan interaksi ekstrak lidah buaya 0% dan ekstrak bawang merah 10% memberikan hasil terbaik dengan konsentrasi terkecil pada parameter panjang batang dan berat kering brangkasan. Simpulan. Ekstrak lidah buaya konsentrasi 20% berpengaruh nyata pada parameter tinggi tunas 16 MST.
Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Fetiyaningsih Fetiyaningsih; Titien Fatimah; Satria Indra Kusuma; Anni Nuraisyah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/3ehnn020

Abstract

Pendahuluan. Kakao merupakan salah satu komoditas andalan Perkebunan Indonesia yang memiliki peranan penting dalam Pembangunan perekonomian nasional, pengembangan wilayah, pembuka lapangan pekerjaan dan pendapatan devisa negara. Benih kakao tergolong benih rekalsitran dimana benih tidak mampu disimpan lama. Penyimpanan benih kakao mengakibatkan kemunduran benih pada proses pembibitan. Agar mengetahui pertumbuhan benih kakao setelah penyimpanan, maka diperlukan pembibitan pada benih kakao yang telah disimpan. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Jember pada Bulan Januari - Juni 2024 dan Laboratorium Teknologi Produksi Benih Politeknik Negeri Jember pada bulan Juni 2024. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Media Simpan Serbuk Gergaji dan M2: Media Simpan Sekam Padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan Selama 5 hari, P2: Penyimpanan Selama 10 hari, dan P3: Penyimpanan Selama 15 hari. Parameter yang diamati yaitu tinggi bibit, diameter batang bibit, jumlah daun, panjang akar, berah basah dan berat kering. Hasil dan Diskusi. Dari hasil penelitian menunjukkan perbedaan media simpan benih berpengaruh nyata pada diameter batang umur 90 hari setelah tanam (HST) dan berpengaruh sangat nyata pada diameter batang umur 120 HST. Lama penyimpanan benih berpengaruh nyata pada parameter tinggi bibit umur 30 HST, umur 60 HST, dan berpengaruh sangat nyata pada tinggi bibit umur 120 HST. Adanya interaksi antara perbedaan media simpan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit umur 60 HST. Simpulan. Diameter batang bibit terbaik diperoleh pada bibit umur 120 HST dengan nilai rata-rata 6,54 mm. Jumlah daun terbaik pada bibit umur 30 HST dengan rata-rata 8,93 helai. Tinggi bibit terbaik diperoleh pada umur 120 HST dengan nilai rata-rata 45,05 cm.

Page 1 of 1 | Total Record : 5