cover
Contact Name
M. Agus Kurniawan
Contact Email
editor@jkrisetmetrolampung.web.id
Phone
-
Journal Mail Official
editor@jkrisetmetrolampung.web.id
Editorial Address
Sanggar Jurnal Publikasi Nusantara CV JK Riset Publishing Group Indonesia
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Adab dan Peradaban Islam
ISSN : -     EISSN : 31105513     DOI : https://doi.org/10.55982
Jurnal Adab dan Peradaban Islam is a peer-reviewed journal published three times a year (April, August, and December). The journal focuses on studies of Islamic adab and civilization, examining values, ethics, and cultural dynamics of Islam from historical perspectives as well as within contemporary Muslim societies.
Articles 15 Documents
EVOLUSI TRADISI CANGGET: SASTRA LISAN ISLAM LAMPUNG M Agus Kurniawan; Suci Hartati
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2025): Fokus Tematik: Sejarah dan Warisan Peradaban Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.34

Abstract

Tradisi Cangget merupakan salah satu bentuk sastra lisan Islam khas Lampung yang memiliki peran penting dalam proses dakwah, pelestarian budaya, dan identitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evolusi, struktur, dan makna tradisi Cangget dalam konteks perubahan sosial dan budaya di Lampung. Dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografi budaya, penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi dari tiga kabupaten di Lampung. Hasil studi menunjukkan bahwa Cangget berkembang melalui empat fase utama: periode formatif, indigenisasi, diversifikasi, dan digitalisasi, dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda sesuai konteks zaman. Meskipun mengalami transformasi dalam aspek musikal, bahasa, dan fungsi sosial, makna religius dan spiritual tradisi ini tetap dipertahankan dan menunjukkan daya tahan budaya. Tantangan utama adalah ancaman kepunahan akibat kurangnya regenerasi dan penetrasi teknologi digital. Namun, peluang revitalisasi melalui dokumentasi digital dan inovasi budaya memberikan harapan untuk keberlanjutan tradisi Cangget. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian sastra lisan Islam dan strategi pelestarian budaya tradisional Lampung di era modern.
KALIGRAFI ARAB-MELAYU NASKAH KUNTARA RAJA NITI Lintang Nurul Afifah; Shely Cathrin
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2025): Fokus Tematik: Sejarah dan Warisan Peradaban Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, fungsi, dan makna kaligrafi Arab-Melayu dalam naskah Kuntara Raja Niti, sebuah dokumen hukum adat Lampung yang merefleksikan pertemuan antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi, penelitian ini menelusuri isi naskah melalui kajian manuskrip, jurnal terindeks SINTA, serta pendekatan historis-kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaligrafi Arab-Melayu dalam naskah ini bukan sekadar media tulis, melainkan juga sarana legitimasi hukum, ekspresi estetika, serta simbol identitas budaya dan spiritual. Kaligrafi digunakan secara sistematis untuk menandai bagian penting seperti hukum adat, nasihat etis, dan norma sosial, yang menunjukkan keterpaduan antara Islamisasi dan pelestarian adat. Naskah ini berperan penting sebagai media inkulturasi dan dokumentasi hukum adat, sekaligus menjadi alat pendidikan sosial di tengah masyarakat Lampung. Dengan demikian, Kuntara Raja Niti dan kaligrafi di dalamnya tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga relevansi budaya yang kuat dalam membentuk struktur sosial dan kearifan lokal yang berkelanjutan
AKULTURASI SIGER ISLAM-HINDU: MAHKOTA ADAT LAMPUNG Doni Darmawan; Arrazi
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2025): Fokus Tematik: Sejarah dan Warisan Peradaban Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.37

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses akulturasi antara simbol-simbol Islam dan Hindu dalam mahkota adat Lampung, yaitu Siger, sebagai wujud representasi budaya yang kompleks dan dinamis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menelusuri makna simbolik, fungsi sosial, serta transformasi nilai keagamaan dalam artefak budaya masyarakat Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahkota Siger tidak hanya berfungsi sebagai penanda status sosial, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual dan religius yang berkembang melalui interaksi panjang antara tradisi Hindu yang lebih dahulu hadir dan ajaran Islam yang datang kemudian. Simbol-simbol seperti jumlah lekuk, ornamen menyerupai cahaya, dan penggunaan aksara Arab-Melayu pada artefak pelengkap menunjukkan adanya sintesis budaya yang harmonis. Kaligrafi Arab yang terintegrasi dalam seni ukir Siger menjadi representasi internalisasi nilai Islam tanpa menghilangkan estetika Hindu yang telah mengakar. Simbol-simbol ini memperlihatkan bahwa Islamisasi tidak bersifat destruktif, melainkan transformatif, dengan menyesuaikan diri pada budaya lokal. Dengan demikian, Siger menjadi media penting dalam menjaga kesinambungan tradisi, identitas keagamaan, dan harmonisasi sosial masyarakat Lampung.
GENEALOGI DINASTI CINDE WALANG: LEGITIMASI KEKUASAAN SULTAN PALEMBANG M. Zamzam; Yahya
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2025): Fokus Tematik: Sejarah dan Warisan Peradaban Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.38

Abstract

Penelitian ini mengkaji genealogi Dinasti Cinde Walang dalam konstruksi legitimasi kekuasaan Sultan Palembang pada masa Islamisasi Sumatera Selatan. Dinasti ini memainkan peran penting dalam pembentukan identitas politik dan spiritual Kesultanan Palembang melalui narasi silsilah, mitologi, dan naskah tradisional. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka terhadap manuskrip lokal serta jurnal SINTA, penelitian ini menguraikan bagaimana legitimasi kekuasaan tidak hanya dibangun secara struktural, tetapi juga melalui simbolisme kekeramatan, asal-usul keturunan suci, serta integrasi nilai-nilai Islam dan adat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Cinde Walang berfungsi sebagai alat politis dan kultural untuk mempertahankan otoritas Sultan, sekaligus menjadi medium Islamisasi masyarakat. Legitimasi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dibentuk melalui interaksi antara unsur historis, budaya, dan religius. Dengan demikian, Dinasti Cinde Walang tidak hanya mencerminkan garis keturunan kerajaan, tetapi juga menjadi fondasi simbolik bagi konstruksi kekuasaan Islam lokal. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika kekuasaan Islam di Nusantara serta peran sentral tradisi lokal dalam melegitimasi struktur pemerintahan.
ARSITEKTUR MASJID AGUNG PALEMBANG: SINTESIS MELAYU-JAWA-ARAB . Nabilla; Dwi Faruqi
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2025): Fokus Tematik: Sejarah dan Warisan Peradaban Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.39

Abstract

Masjid Agung Palembang merupakan representasi konkret dari sintesis arsitektur Melayu, Jawa, dan Arab yang terjalin melalui proses panjang Islamisasi dan akulturasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika akulturasi tersebut dalam konteks arsitektur masjid, baik dari segi bentuk bangunan, ornamen, maupun simbolisme budaya yang melekat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis konten terhadap berbagai referensi dari jurnal , kajian ini mengungkap bahwa unsur atap limasan khas Jawa, kolom dan struktur panggung Melayu, serta ornamen kaligrafi dan kubah bernuansa Arab-Islam berpadu harmonis dalam bangunan Masjid Agung Palembang. Integrasi ini tidak hanya merefleksikan estetika arsitektur, tetapi juga merepresentasikan identitas kolektif dan nilai-nilai keislaman masyarakat Palembang. Selain itu, masjid berperan sebagai pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan budaya, memperkuat fungsinya sebagai ruang publik dalam konteks tradisi Islam lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian arsitektur tradisional sebagai warisan budaya yang memiliki makna historis dan spiritual. Hasil temuan diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pelestarian arsitektur Islam Nusantara, serta memperkaya khazanah studi budaya dan sejarah lokal.
Pergeseran Tradisi Ziarah Dalam Konteks Pariwisata Religi Dewi Kartika Putri; Ahmad Rifqi Ramadhan
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 2 (2025): Fokus Tematik : Budaya Kontemporer Dan Transformasi Sosial
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.75

Abstract

Tradisi ziarah di Nusantara sejak lama dipandang sebagai praktik spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan penghormatan kepada wali atau tokoh agama. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi tersebut kini mengalami pergeseran makna dan fungsi, dari aktivitas religius murni menuju fenomena pariwisata religius yang bercampur dengan kepentingan ekonomi dan sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus di kompleks makam Walisongo dan Raden Intan II, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian memperlihatkan adanya komodifikasi ziarah, di mana ritual sakral dikemas dalam bentuk paket wisata lengkap dengan layanan modern. Pergeseran ini menimbulkan ketegangan antara nilai spiritual dengan logika ekonomi, sekaligus membuka peluang bagi pemberdayaan sosial dan pembangunan daerah. Validitas empiris dijamin melalui triangulasi data dan member check, sementara analisis tematik menunjukkan keterhubungan erat antara spiritualitas, komodifikasi, dan keberlanjutan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa pergeseran tradisi ziarah harus dipahami secara holistik, dengan menekankan keseimbangan antara sakralitas dan kebutuhan wisata agar nilai spiritual tetap terjaga sekaligus memberi manfaat sosial-ekonomi.
Kearifan Lokal Islam Nusantara Dan Tantangan Modernitas Siti Aisyah Rahman; Budi Santoso
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 2 (2025): Fokus Tematik : Budaya Kontemporer Dan Transformasi Sosial
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.76

Abstract

Perkembangan modernitas dan globalisasi menimbulkan tantangan signifikan bagi pelestarian kearifan lokal Islam Nusantara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran praktik sosial-budaya dan pendidikan pesantren dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa integrasi praktik ritual, pendidikan, dan kegiatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal memperkuat identitas keagamaan sekaligus meningkatkan kapasitas sosial-ekonomi komunitas. Pesantren mampu mengadopsi teknologi digital tanpa kehilangan esensi pembelajaran klasik dan nilai spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa Islam Nusantara dapat menjadi model keberagamaan yang relevan, adaptif, dan memberdayakan masyarakat dalam konteks modern. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi adaptasi kreatif agar kearifan lokal tetap lestari dan berdampak pada pembangunan berkelanjutan.
Peran Seni Islami Dalam Membangun Kohesi Sosial Generasi Muda Andi Prasetyo; Mira Lestari
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 2 (2025): Fokus Tematik : Budaya Kontemporer Dan Transformasi Sosial
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran seni Islami dalam membangun kohesi sosial di kalangan generasi muda. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus lapangan digunakan untuk memahami pengalaman estetik, interaksi sosial, dan internalisasi nilai moral dan spiritual melalui seni Islami. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan analisis dokumen di pesantren, masjid, sanggar seni, dan lembaga pendidikan yang mengembangkan seni Islami di Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif generasi muda dalam musik religi, tari tradisional, kaligrafi, dan teater bernuansa Islami memperkuat identitas keislaman, solidaritas, dan rasa kebersamaan. Seni Islami juga berfungsi sebagai sarana pendidikan nilai moral dan etika, sekaligus menjaga relevansi budaya tradisional di tengah modernitas dan digitalisasi. Kreativitas dan inovasi dalam pengembangan seni Islami memfasilitasi adaptasi terhadap arus budaya populer tanpa mengabaikan nilai spiritual. Penelitian ini menegaskan bahwa seni Islami menjadi medium efektif untuk menumbuhkan kohesi sosial, toleransi, dan kolaborasi generasi muda, serta membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.
Budaya Religius Komunitas Hijrah Di Perkotaan Ahmad Fauzi; Siti Nurhaliza
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 2 (2025): Fokus Tematik : Budaya Kontemporer Dan Transformasi Sosial
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.78

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik budaya religius komunitas hijrah di perkotaan yang menghadapi tantangan modernitas dan pluralitas masyarakat urban. Tujuan penelitian adalah memahami proses pembentukan, transmisi, dan adaptasi budaya religius dalam komunitas hijrah perkotaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap dinamika internal komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius komunitas hijrah bersifat adaptif dan fleksibel, mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam tradisional dengan kebutuhan kehidupan urban modern. Proses transmisi budaya religius antar generasi dilakukan melalui pengajian rutin, mentoring, dan kegiatan keagamaan yang sistematis. Dinamika internal komunitas menunjukkan struktur otoritas yang demokratis dengan sistem pengambilan keputusan berbasis musyawarah dan mufakat. Strategi adaptasi yang diterapkan mencakup pemanfaatan teknologi digital, pendekatan dakwah inklusif, dan pembangunan solidaritas sosial yang kuat. Komunitas hijrah memberikan kontribusi positif terhadap kohesi sosial masyarakat perkotaan melalui kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa budaya religius komunitas hijrah perkotaan berhasil mempertahankan identitas keislaman sambil beradaptasi dengan dinamika kehidupan urban yang kompleks dan heterogen.
Transformasi Budaya Pesantren Di Era Globalisasi Rina Putri; Dedi Kurniawan
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 2 (2025): Fokus Tematik : Budaya Kontemporer Dan Transformasi Sosial
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.84

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi budaya pesantren di era globalisasi dengan fokus pada strategi adaptasi yang mempertahankan nilai-nilai keagamaan. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada lima pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pesantren melakukan adaptasi budaya tanpa mengorbankan identitas spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren mengembangkan strategi adaptasi melalui pengembangan kurikulum integratif, adopsi teknologi digital, dan penguatan dialog lintas budaya. Tantangan utama meliputi resistensi internal, keterbatasan sumber daya, dan infrastruktur teknologi yang belum memadai. Peran teknologi digital terbukti signifikan dalam mendukung pembelajaran, dakwah, dan manajemen pesantren. Dampak adaptasi menunjukkan peningkatan kesejahteraan santri, dukungan masyarakat, dan keberlanjutan institusi melalui pengembangan ekonomi kreatif. Transformasi budaya pesantren bersifat adaptif dan inovatif dengan tetap mempertahankan lima pilar filosofis yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Kepemimpinan visioner kyai menjadi faktor kunci keberhasilan dalam menyeimbangkan modernisasi dengan preservasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren mampu menjadi model institusi pendidikan Islam yang responsif terhadap globalisasi sambil menjaga identitas keagamaan fundamental.

Page 1 of 2 | Total Record : 15