Cakrawala Pendidikan
Cakrawala Pendidikan (CP) merupakan jurnal ilmiah kependidikan. Jurnal ini menerbitkan berbagai artikel tentang kajian ilmiah dan hasil penelitian pendidikan baik dalam pengertian luas (pendidikan secara umum) maupun khusus (menunjuk pada bidang-bidang studi tertentu). Pemuatan suatu artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep keilmuan dan aplikasinya atau pada pemahaman pendidikan di Indonesia. Jurnal CP terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu edisi Februari, Juni, dan November, diterbitkan oleh LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I"
:
10 Documents
clear
Tinjauan Tentang Sebuah Eksperimen yang Berani dalam Usaha Memenuhi Kebutuhan Pengadaan Sekolah Taman Kanak-Kanak di Pelosok Desa
Wisnu Wardhana
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.969 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7368
Dunia pendidikan kanak-kanak, khususnya pada taraf Sekolah Taman Kanak-Kanak, mempunyai dua kutub permasalahan yang kontras satu sama lain.Pertama adalah masalah volume dan bobot bertanggungjawabnya, yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan pendidikan yang lain-lain, ditinjau dari jumlah anak yang ada, yang berusia antara 4-6 tahun, yang memerlukan pendidikan Sekolah Taman Kanak-Kanak sangat besar dibanding dengan jenjang di atasnya, yang telah lebih menjurus dan lagi telah pula tersaring dengan korban-korban mereka yang gagal diterima untuk kelanjutan belajar, maupun yang putus sekolah.
Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Non-Kognitif Pada Siswa Kelas Enam Sekolah Dasar Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta
Sumarno Sumarno
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.354 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7364
Telah banyak penelitian mengenai pengaruh lingkungan terhadap hasil belajar murid dari berbagai tingkat sekolah, antara lain Coleman, 1969 (6), Peaker, 1971 (20), Keeves, 1972 (11), Brimmer, 1978 (5) dan Mugihadi (1979 (18).Hasil penelitian Coleman di USA sempat menarik perhatian para ahli pendidikan, karena terbukti pengaruh lingkungan. beberapa penelitian lain berhasil menunjukkan pentingnya aspek affektive sebagai penghantar pengaruh latar belakang keluarga terhadap prestasi belajar murid di sekolah (7,12).Meskipun telah diungkapkan dalam penelitian mengenai mutu pendidikan di kelas enas sekolah dasar seluruh Indonesia, pentingnya lingkungan keluarga dan sekolah terhadap prestasi belajar yang dicapai murid (BP3K - Mugihadi - 1979); namun belum banyak dibahas pengaruh terhadap tiga segi non-kognitif yang telah terbukti dibeberapa penilitian lain berpengaruh terhdap prestasi belajar murid, yaitu: sikap terhadap ekolah, motivasi berprestasi, dan aspirasi pendidikan.
Pemakaian Gaya Paralelisme
Burham Burham
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5017.702 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7386
Setiap penuturan, baik lisan maupun tertulis, dimaksudkan agar dapat diterima oleh pihak lain yaitu pendengan atau pembaca. Penutur selalu berusaha agar apa uang dituturkan dapat diterima pihak lain sesuai dengan pa yang dimaksudkan, atau sekurang-kurangnya tidak bertentangan.Sebagai perwujudan cara-cara membagasakan pikiran dan perasaan tersebut lahiriah sekian banyak gaya bahasa. Pada hakekatnya semua gaya bahasa diperugunakan untuk menekankan penuturan agar lebih efektif. Di samping itu juga untuk memerindah penuturan atau sebagai variasi penggunaan bahasa sehingga kalimat-kalimat tidak membosankan. Kalimat-kalimat yang bergaya, bervariasi, lincah segar dan kreatif lebih menghifupkan suatu penuturan. Apa lagi jika kalimat-kalimat tersebut memnergunakan ungkapan-ungkapan baru (bukan ungkapan usang atau yang pernah dipergunakan orang), tetapi sanggup mewakili pikiran dan perasaan secara tepat dan jelas.
Kerja Kelompok sebagai Strategi/Metode Belajar Pengajar
Ngadiran Ngadiran
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.776 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7365
Di dalam usaha pembaharuan dan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia, telah ditempuh berbahai cara yang dianggap dapat menunjang keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Salah satu strategi/metoda yang sekarang sedang digalakkan adalah dikenal dengan sebutan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL). Salah satu metoda yang dipandang dapat menunjang terlaksananya Cara Belajar Siswa Aktif ialah kerja kelompok. Sebab di dalam kerja kelompok ini banyak memberikan kesempatan suatu masalah atau dalam mencapai tujuannya. Sekarang yang penting yang harus mendapat perhatian dalam kerja kelompok ialah bagaimana cara bekerja bersama-sama agar kelompok kerja itu dapat dinamis, efisien, efektif, dan produktif, sehingga dapat memperoleh atau mencapai hasil yang baik. Untuk menunjang keberhasilah kerja kelompok strategi/metode belajar-mengajar ini perlu dipelajari berbagai hal yang ada sangkut pautnya dengan kehidupan kelompok.
Pendidikan Terbuka, Kuliah Terbuka dan Kemungkinan Memanfaatkan di Lembanga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Saidihardjo Saidihardjo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (909.756 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7380
Tanggal 21 Januari 1980 samapai dengan tanggal 9 Pebruari 1980, untuk pertama kalinya di IKIP Bandung dijadikan ajang penataran penulisan distance education materialis. Penyelenggara penataran ini adalah Pusat TKPK Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan British Council. Penataran ini diikuti oleh peserta dari IKIP seluruh Indonesia, Fakultas Keguruan Udayana,di Singaraja, Pusat Kurikulum BP3K, dan BPG Bandung. Tujuan enataran ini adalah memberikan keterampilan kepada para peserta, untuk dapat memahami, dan memiliki keterampilan membuat rencana pelajaran dan penyajian bahan pelajaran bagi para siswa atau mahasiswa yamg mengikuti program perkuliahan terbuka. Masalahnya sekarang adalah pendidikan terbuka kuliah terbuka itu? Dan mungkinkah sistem atau konsep pendidikan terbuka ini diprogramkan di negeri Indonesia? Atau sekurang-kurangnya dapat dimanfaatkan di dalam sistem perkuliahan yang ada sekarang? Bila dapat apa alasannya dan apa keuntungannya dan sebagainya, dan sebagainya.
Pendidikan dan Kelestarian Lingkungan
Subiyanto Subiyanto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1529.076 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7392
Dewasa ini ahli-ahli pendidikan memberikan pengertian pendidikan dengan warna proses perkembangan masyarakat yang bermuka dan beraspek banyak (Dr. Emile Salim). Istilah pendidikan itu telah dikenal banyak orang dan setiap orang tahu dan mengerti apa pendidikan itu - melihat salah satu kemungkinannya. Kemungkinan lain adalah bahwa setiap orang sebenarnya tidak tahu dan tidak mengerti pendidikan; atau setiap orang sesungguhnya tidak mengerti pendidikan, mereka hanya tahu saja.Pendidikan itu suatu made-man structure, kata T. A. Razik, pemikir pola analisa sitem. Pendidikan adalah suatu proses interaksi yang menuju ke suatu tujuan khusus (rumusan hasil rapat kerja Fakultas Ilmu Pendidikan - IKIP Yogyakarta).Pendidikan suatu proses pembentukan pribadi seperti yang dicita-citakan, atau suatu proses pembentukan pribadi dengan cara mendalam seperti terlihat pada perubahan tingkah laku yang diharapkan dan dicita-citakan.
Masuknya Kata-kata yang yang Berunsur "Eer dan Tie" dari Bahasa Belanda ke Dalam Bahasa Indonesia
Susilo Supardo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1775.694 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7366
Bahasa yang hidup sebagai fungsi terpakai merupakan suatu kontinum. Ia akan selalu berkembang karena sebagai alat komunikasi membawa konsep-konsep yang terus tumbuh dan berubah. Kehadiran konsep baru mendorong timbulnya bentuk tunggal maupun bentuk komplektif.Perkembangan itu terjadi karena faktor intern pendukung bahasa itu dan faktor ekstern berupa pengaruh kebudayaan lain. Hasil kebudayaan disebarkan secara geografis dan kronologis dalam ruang lingkup dalam waktu baik dengan pengoperan seketika maupun berulang-ulang. Penyebaran kebudayaan atau difusi serupa itu berlaku juga dalam bahasa.
Pendidikan Seks di Indonesia
Sumadji Sumadji
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1635.84 KB)
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7388
Di tengah-tengah hidupnya pendapat yang pro dan kontra pelaksanaan pendidikan seks, beberapa sekolah di Indonesia telah mulai merintis pelaksanaan pendidikan seks. Pelaksanaan tersebut ada yang disisipkan pada mata pelajaran tertentu, biologi misalnya ada juga diberikan secara ceralam di luar kelas, misalnya di perkemahan.
Filsafat
Supeno Supeno
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7384
Kehidupan dan filsafat tidak bisa dipisahkan. Dalam kehidupan kita, salah satu makhluk yang cukup menonjol adalah manusia. Keistimewaan manusia adalah karena ia bisa berpikir. Dengan kemampuan berpikir itu manusia bisa berfilsafat. Ia memikirkan dan merenungkan segala sesuatu.Ia menanyakan segala sesuatu, menanyakan dirinya. Dari mana asalnya, apa yang seyogianya diperbuat, dan seterusnya dan seterusnya. Ia mencoba menjawabnya, kalau masih tidak puas, mencari jawab yang lain dengan alasan-alasan yang lebih kuat dan mantap. Pendeknya ia mencari hakekat dihup dan kehidupan, benda dan roh, baik yang bisa diindera maupun yang tidak.Sejarah filsafat sudah cukp kuno dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Sokrater, Plato, Aristoteles dan lain-lain. Filsafat juga mengalami pasang surut, mengalami perkembangan, begitu pesatnya hingga menurunkan ilmu-ilmu yang kemudian merasa mampu berdiri sendiri. Ilmu-ilmu berkembang dengan caranya sendiri.
Pemantapan Teknologi Komunikasi Pendidikan
Yusufhadi Miarso
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1981,TH.I
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/cp.v1i1.7367
Pada umumnya sudah kita ketahui bahwa pmerataan pendidikan bukanlah sekedar ekspansi linear dari dimensi yang bersifat dalam sistem pendidikan, seperti misalnya menambah jumlah sekolah, jumlah guru, jumlah uang, jumlah fasilitas dan buku pelajaran dll. Aspek yang bersifat kualitatif seperti misalnya efisiensi eksternal denagn indikator kesempatan lulusan, standar prestasi murid, karakteristik lulusan, dll. Secara sekaligus perlu pula ditingkatkan.Di samping itu dengan adanya berbagai hambatan di luar sistem pendidikan seperti hambatan geografis, sosial ekonomis ataupun hambatan fisik maupun mental yang mengahalangi hasrat pendapat pendidikan, maka perlu pula ditingkatkan dan dikembangkan berbagai bentuk dan cara penyajian untuk membantu pelaksanaan program pemerataan pendidikan.Salah satu bentuk dan cara penyajian yang kita kenal luas adalah "sekolah". Bentuk ini mempunyai cara yang konvensional seperti adanya gedung khusus, adanya kurikulum yang diberlakukan, adanya sejumlah murid tertentu, dll. Bentuk inipun kalau kita tinjausecara historis merupakan perkembangan dari bentuk yang kita ketahui pada jaman dahulu dimana seorang pandai mengajarkan kepandaiannya kepada beberapa orang murid, tanpa ada pedoman.