cover
Contact Name
Kaswinata
Contact Email
adm1nattanmiyah@gmail.com
Phone
+6281370504456
Journal Mail Official
adm1nattanmiyah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuasan No.35, Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal At-Tanmiyah Ekonomi dan Bisnis Islam
ISSN : 25799789     EISSN : 25799789     DOI : https://doi.org/10.65778/atjebi.v4i2.56
Core Subject : Economy,
At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam berfokus pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis Islam. Jurnal At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam menerima bentuk pemikiran/ide konseptual dan hasil kajian yang mencakup: Filantropi Islam (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf) Manajemen Rantai Pasokan Halal Etika Bisnis dan Kewirausahaan Islam Perbankan dan Keuangan Islam Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Islam Pemasaran Islam Topik lain yang berkaitan dengan ekonomi Islam
Articles 40 Documents
MEKANISME PENETAPAN HARGA (PRICE) DAN KEBIJAKAN PENENTUAN KEUNTUNGAN (PROFIT) DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Anggi Pratiwi Sitorus
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Price and Profit are two things that become an important focus in economic activity. There are mechanisms and policies in determining prices that can be viewed from conventional and Islamic perspectives. Companies in maintaining a going concern or survival must pay attention to pricing and profit because the purpose of the determination is for the blessing and satisfaction of the customer or customer. This paper discusses the problem of concepts, types, determination mechanisms, determination strategies, determination objectives, influencing factors, as well as Islamic views on prices and profits. The type of research in this paper is to use comparative descriptive analysis with a comparative causal approach, which is a study that focuses on causal comparisons of actual problems by compiling, analyzing and interpreting. The method used in writing this thesis is library research, namely the writing taken by the researcher as a theoretical basis in collecting data from the library.
PENGARUH PRODUK, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MEMILIH TABUNGAN EMAS PADA PT. PEGADAIAN CABANG SYARIAH SETIA BUDI MEDAN Arsad Halomoan Sipahutar; Rahma Rezeki Lubis; Yusnita
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan produsen kepasar untuk dibeli untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jumlah yang dibayar pelanggan untuk suatu produk atau layanan dikenal sebagai harga. Upaya untuk menginformasikan atau menawarkan produk untuk mendorong pelanggan untuk membeli dan menggunakannya dikenal sebagai promosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh produk, harga dan promosi terhadap keputusan nasabah memilih tabungan emas pada PT. Pegadaian Cabang Syariah Setia Budi Medan. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif berupa accidental sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 responden yaitu Nasabah tabungan emas dengan menggunakan kuesioner sebagai data primer. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan melakukan pengujian hipotesis dengan uji t, uji F, uji determinasi (R2) yang diolah menggunakan bantuan program SPSS 28. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara variabel secara simultan dengan nilai signifikansi uji f 0,001 dan nilai fhitung (9,449 > 2,63). Hasil uji statistik t menujukkan bahwa variabel produk berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai sig sebesar 0,006 nilai thitung (2,918 > 2,028). Variabel harga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai sig sebesar 0,008 dan nilai thitung (2,807 > 2,028). Dan variabel promosi berpengaruh negatif dan signifikan dengan nilai sig sebesar 0,004 dan nilai thitung (-3,099 < 2,028).
WAKAF TUNAI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Sri Maharani
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakaf merupakan sedekah harta secara permanen dengan membekukan atau membatasi pemanfaatannya (tasaruf) untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam syariat Islam. zat harta-benda yang diwakafkan tidak boleh ditasharrufkan. Sebab yang ditasharrufkan adalah manfaatnya. Dalil wakaf tercantum dalam Al- Quraan surah Ali Imran ayat 92 dan As- Sunnah (HR. Muslim), sehingga mampu mendorong Kaum Muslimin menyedekahkan hartanya untuk menggapai ridho Allah SWT. Menurut Imam Nawawi salah satu bentuk dari sedekah jariyah adalah wakaf. Wakaf adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Ada lima syarat dan rukun wakaf yang harus dipenuhi: Wakif atau orang yang mewakafkan harta, Mauquf bih atau tersedia barang atau harta yang akan diwakafkan, Mauquf ‘Alaih atau pihak yang diberi wakaf dan peruntukan wakaf atas harta yang tersedia, Shighat atau pernyataan sebagai ikrar wakif untuk kehendak mewakafkan sebagian harta bendanya demi kepentingan orang banyak, Nazhir atau orang yang akan bertanggung jawab mengelola harta wakaf tersebut. Wakaf tunai (waqf al nuqud, cash waqf) adalah wakaf dalam bentuk uang. Caranya dengan menjadikan uang wakaf sebagai modal dalam akad mudharabah yang keuntungannya disalurkan sebagai wakaf, atau dengan meminjamkan uang dalam akad pinjaman (qardh). Sebenarnya ada khilafiyah di kalangan fuqaha mengenai hukum wakaf tunai. Pertama, tak membolehkan wakaf tunai. Ini pendapat mayoritas fuqaha Hanafiyah, pendapat mazhab Syafi’i, dan pendapat yang sahih di kalangan fuqaha Hanabilah dan Zaidiyyah. Kedua, membolehkan wakaf tunai. Ini pendapat ulama Malikiyyah, juga satu riwayat Imam Ahmad yang dipilih Ibnu Taimiyyah (Majmu’ul Fatawa) dan juga satu pendapat (qaul) di kalangan fuqaha Hanafiyah dan Hanabilah. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah). Yang lebih kuat (rajih) pendapat yang tak membolehkan wakaf tunai, dengan 3 (tiga) alasan: Pertama, pendapat yang tak membolehkan lebih sesuai dan lebih dekat kepada definisi syar’i (ta’rif syar’i) bagi wakaf, yang mensyaratkan tetapnya zat harta wakaf (ma’a baqaa`i ‘ainihi). Kedua, pendapat yang tak membolehkan wakaf tunai berarti berpegang dengan hukum asal (al ashl), yaitu benda wakaf harus dipertahankan zatnya
WAJAH KAPITALISME DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA M Zahrin
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi Indonesia dibangun di atas pengaruh kapitalisme, mulai dari era jajahan Belanda, masa Orde Lama, rezim Orde Baru,n hingga era Reformasi. Di tengah-tengah pembangunan ekonomi itu gelora nasionalisme dikumandangkan, melalui pasal 33 UUD 1945. Panduan  normatif –legal itu dihadapkan pada wajah kapitalisme sehingga yang terjadi adalah nasionalisme semu dalam perekonomian Indonesia.  Wajah perekonomian seperti itu ditandai oleh dominasi etnik China yang hanya 20 persen tetapi menguasai sumber-sumber daya ekonomi hingga 80 persen, sementara rakyat boemi poetera yang demikian mayoritas, 80 pesen, justru berebut sumber-sumber ekonomi yang tersisa 20 persen itu. Akibatnya terjadilah ketimpangan pendapatan yang sangat dalam dan memunculkan konflik sosial antara kaum boemi poetera berhadapan dengan etnik China. Sementara dominasi perusahaan asing semakin tidak bisa dibendung. Dengan model kebijakan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan, aspek pemerataan relatif tertinggal, sehingga angka kemiskinan di Indonesia, di penghujung 2019 bertengger di atas 28 juta orang.  kini diperkirakan malah sudah mencapai 100 juta, karena  perekonomian Indonesia tumbuh minus 5,32 persen.
SYIRKAH BAGIAN EKONOMI ISLAM MAMPU MENGATASI RIBA Sri Maharani
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syirkah adalah transaksi antara dua orang atau lebih, yang dua-duanya sepakat untuk melakukan kerja yang bersifat finansial dengan tujuan mencari keuntungan. Dalam kegiatan ekonomi, kita biasa menemukan beberapa pihak yang bekerja sama membentuk satu kelompok yang bertujuan untuk menghasilkan untung. Dalam Islam kerjasama ini berbentuk syirkah. Syirkah mampu mengentaskan riba. Riba termasuk dosa besar yang dapat menjerumuskan pelakunya ke neraka sedangkan syirkah termasuk kegiatan ekonomi yang diberkahi Allah SWT. Akad syirkah oleh banyak kalangan dianggap sebagai bentuk yang paling ideal dalam implementasi ekonomi Isla. Imam Ad Daruquthni meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi SAW yang bersabda: "Yang maksudnya, Allah SWT berfirman: 'Aku adalah pihak ketiga (Yang Maha Melindungi) bagi dua orang yang melakukan syirkah, selama salah seorang di antara mereka tidak berkhianat kepada orang yang bersyirkahnya. Apabila di antara mereka ada yang berkhianat, maka aku akan keluar dari mereka (tidak melindungi)”. Syirkah bisa diklasifikasikan menjadi lima macam: yaitu syirkah Inan, Abdan, Mudlarabah, Wujuh dan syirkah Mufawadlah
PANDANGAN ISLAM TENTANG ILMU EKONOMI DAN SISTEM EKONOMI Sri Maharani
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 2 (2022): December. At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Binis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economics and economic systems discuss economics, but economics and economic system are two different things. Where between the concept of one with the concept of the other is not the same. Because the economic system is not distinguished on the basis of wealth and wealth, it is not even affected by wealth. Therefore, it is a fatal mistake, when making the economy as a discussion which is considered to discuss the same problem between science and economic system. Because of that kind of thing, it will certainly lead to errors in understanding the economic problems to be solved. Islam's view of the issue of wealth differs from the Islamic view of the issue of the use of wealth
PEMIKIRAN EKONOMI KLASIK Arsad Halomoan Sipahutar
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 2 (2022): December. At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Binis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humankind’s existence in this world is inseparable from economic activity, it is related to how humans do activities in fulfiling their life needs. Even said humans are economic beings. This developments of the economy in the present, especiallyin welfare studies has a variety of features, there are so called feudal, capitalist, and so forth. Thougts arise from pattern. The failure of the conventional economic system triggered the resurgence of the Islamic economic system. With proven start in every area of the spirit in developing and reviewing the economy of Islam or sharia economy. Though the study of Islamic economics is not a new thing. He was born together with the coming of Islam. Therefore we need to know how the classical economic thingking, especially in the view of Muslim economic thingkers
SUMBER DAYA ALAM, OTONOMI DAERAH DAN PERIMBANGAN KEUNGAN PUSAT-DAERAH M. Zahrin Piliang
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 2 (2022): December. At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Binis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the nationalization of Dutch plantation companies due to Law no. 86 of 1958 indigenous peoples in Deli and the East Sumatra Region have generally lost their customary rights. The 1945 Constitution as a result of the amendment changed Article 18 of the 1945 Constitution into Article. 18B paragraph (2). Changes to this article resulted in the recognition of indigenous peoples, not accompanied by recognition of the position of the area inhabited by indigenous peoples. In other words, the position of indigenous peoples is no longer recognized, especially in the management of natural resources, , so that indigenous peoples do not have any share in state companies operating on their customary lands. In relation to the no longer recognized ownership of customary rights of indigenous peoples, the government has taken steps to use central-regional financial sharing instruments through the transfer mechanism of Balancing Funds, Special Autonomy Funds, and Adjustment Funds. The Balancing Fund consists of the General Allocation Fund (DAU), the Special Allocation Fund (DAK), and the Revenue Sharing Fund (DBH). Against this fact, the government of North Sumatra should fight for a minimum share of 30 percent in the two state-owned companies
SDM PERBANKAN SYARIAH DI BRUNEI DARUSSALAM Mirza Astia Amri
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 2 (2022): December. At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Binis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syariah banking is a bank that operates in accordance with the principles of Islamic law. Islamic banks are not new to the banking world. We know that at the end of the 90s, many conventional banks were liquidated due to the monetary crisis, but in fact Islamic banking was able to survive and even grow. As we know, Islamic banking is also not free from obstacles in its operations and currently the biggest obstacle faced by Islamic banking is related to the quality of human resources that are inadequate and this is a challenge for Islamic banking in Brunei Darussalam. Through literature studies, this paper describes the initial conditions of Islamic banking in Brunei Darussalam, steps taken by the Sultanate of Brunei to create trained industry professionals in the Islamic finance sector by providing on the job training.
PENERAPAN DAN PENILAIAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DALAM ISLAM (ISLAMIC SOCIAL REPORTING) Anggi Pratiwi Sitorus
At-Tanmiyah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 1 No 2 (2022): December. At-Tanmiyah: Jurnal Ekonomi dan Binis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBIS) Al-Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses Islamic Social Reporting (ISR) as a new concept of Corporate Social Responsibility with sharia principles. ISR is based on the sharia framework, which is characterized by a relationship between the interests of the world and the hereafter. In its implementation, ISR emphasizes social justice in addition to the environment, minority interests, and jobs. Reporting on company performance in the ISR concept consists of five themes, including financing and investment, products and services, employees, society and the environment.

Page 1 of 4 | Total Record : 40