cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
Bantek, Desa Bagik Payung, Suralaga, Lombok Timur, NTB
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
ISSN : 31235042     EISSN : 31235042     DOI : -
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam [e-ISSN: 3123-5042] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang perbankan syariah, ekonomi Islam, dan keuangan Islam secara umum. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, praktisi perbankan syariah, maupun pemerhati ekonomi Islam. Al-Hilali menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, Mei dan September. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring. Untuk panduan pengiriman naskah, kebijakan editorial, dan informasi penting lainnya, silakan kunjungi menu yang tersedia pada situs ini.
Articles 22 Documents
Systematic Literature Review: Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Dan Bank Konvensional Di Indonesia Pauly Demanda
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 01 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the comparison of financial performance between Islamic banks and conventional banks in Indonesia. The method used is a Systematic Literature Review (SLR), which identifies and analyzes relevant literature comparing the financial performance of both types of banks during the 2020-2025 period. The main focus of the analysis is on financial ratios such as Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), and Net Interest Margin (NIM). The results indicate that although Islamic banks have more stable long-term performance with profit-sharing principles, conventional banks are more flexible in managing liquidity and adapting more quickly to economic changes. This research provides deeper insights into the advantages and challenges of each type of bank in facing the economic dynamics in Indonesia.
Motivation And Product Knowledge In Islamic Banking: A Literature Review On Student Saving Interest Khusnul Khatimah; Yancis Yancis; Syaripuddin Syaripuddin; Ermiati Ermiati
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of motivation and knowledge of Islamic banking product variations on students’ interest in saving, through a systematic literature review approach. The phenomenon of low interest in saving among students at Islamic higher education institutions, particularly in the context of Bank Syariah Indonesia (BSI), has become an important concern in efforts to increase financial inclusion and Islamic financial literacy. The method used is a literature review, by collecting, analyzing, and synthesizing relevant academic sources including journals, theses, and books published in the last ten years. The results of the literature review show that: (1) motivation, both intrinsic and extrinsic, has a significant positive effect on students’ interest in saving at Islamic banks; (2) knowledge of product variations in Islamic banking, including understanding of contracts, profit-sharing systems, and digital services, is also proven to significantly increase students’ interest in saving; (3) simultaneously, motivation and product knowledge together form a strong predictor of students’ saving interest. These findings are in line with various previous empirical studies and reinforce the importance of educational strategies and Islamic financial literacy to strengthen students’ saving behavior. This article provides theoretical and practical implications for Islamic banking institutions, Islamic higher education, and future researchers.
Mudharabah And Musyarakah Financing On Profitability Of Islamic Banking: A Literature Review Syamsuarni Syamsuarni; Nurfitriani Nurfitriani; Indah Anggraeni Bachtiar; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and synthesize the influence of Mudharabah and Musyarakah financing on the profitability of Islamic banks, particularly PT. Bank Syariah Indonesia (BSI), through a systematic literature review approach. The phenomenon of fluctuating Mudharabah financing and continuously increasing Musyarakah financing at BSI during the period 2021–2025 raises important academic questions regarding their respective contributions to profitability measured by Return on Assets (ROA). This study employs a qualitative research method with a literature review approach, systematically collecting, analyzing, and synthesizing relevant academic sources including journals, theses, and books published in the last ten years. The results of the literature synthesis show that: (1) Mudharabah financing tends to have a negative and non-significant effect on profitability due to high uncertainty, moral hazard risks, and weak supervision of partner business activities; (2) Musyarakah financing consistently shows a positive and significant influence on profitability because of its lower risk nature, active bank involvement in business management, and proportional profit-sharing mechanism; (3) simultaneously, Mudharabah and Musyarakah financing together contribute significantly to BSI profitability, with the dominant role played by Musyarakah. These findings are in line with various empirical studies and provide theoretical and practical implications for Islamic banking institutions, regulators, and future researchers in the development of Islamic banking financing strategies.
Peran Bank Syariah Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Di Indonesia: Pendekatan Berbasis Maqashid Syariah Abdurrozak abdurrozak; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bank syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui pendekatan maqashid syariah. Perkembangan perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, namun tingkat inklusi keuangan masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya pada kelompok masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis serta jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur, jurnal ilmiah, laporan resmi, dan regulasi yang berkaitan dengan perbankan syariah, inklusi keuangan, dan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah memiliki peran strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan melalui pembiayaan UMKM, layanan keuangan digital, edukasi literasi keuangan syariah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan maqashid syariah menegaskan bahwa keberhasilan bank syariah tidak hanya diukur dari aspek profitabilitas, tetapi juga dari kontribusinya terhadap keadilan sosial, pemerataan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, bank syariah masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan inovasi produk, dan rendahnya pangsa pasar dibandingkan bank konvensional. Oleh karena itu, penguatan implementasi maqashid syariah dalam praktik perbankan syariah menjadi penting guna mewujudkan sistem keuangan yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Dari Kepatuhan Ke Keunggulan: Manajemen Rantai Pasok Halal Sebagai Strategi Transformatif Pembangunan Ekonomi Daerah Di Indonesia Awal Awal; Sri Rahmi Sahar; Indi Arianti; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis dan mensintesis peran manajemen rantai pasok halal (Halal Supply Chain Management/HSCM) sebagai strategi transformatif pembangunan ekonomi daerah di Indonesia dalam perspektif ekonomi syariah dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), menganalisis 45 artikel terpilih dari 312 dokumen awal yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dalam rentang 2015–2025. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama: (1) fondasi konseptual HSCM berbasis maqashid syariah; (2) mekanisme pengaruh HSCM terhadap enam dimensi pembangunan ekonomi daerah; (3) tantangan struktural implementasi; (4) peran digitalisasi dan blockchain dalam HSCM; serta (5) integrasi HSCM dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hasil sintesis menegaskan bahwa HSCM berpengaruh positif terhadap daya saing produk lokal, pertumbuhan UMKM, perluasan akses pasar domestik dan ekspor, peningkatan investasi daerah, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan kesejahteraan masyarakat. Novelty penelitian ini terletak pada konstruksi kerangka integrasi HSCM dengan pembangunan ekonomi syariah daerah mencakup digitalisasi halal ecosystem, green halal logistics, dan pendekatan ESG-syariah yang belum dikaji secara komprehensif dalam literatur sebelumnya. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pemangku kebijakan dalam merancang ekosistem halal regional yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ekonomi Halal Sebagai Strategi Pembangunan Ekonomi Berbasis Kependudukan Muslim: Kajian Literatur Sistematis Reva Tri Nurfitri; Ayu Citra Lestari; Junaldi Akbar Maulana; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi Muslim global yang mencapai 1,9 miliar jiwa pada tahun 2023 dan diproyeksikan melampaui 2,76 miliar jiwa pada 2050 membuka peluang strategis yang belum sepenuhnya dioptimalkan bagi pengembangan ekonomi halal sebagai instrumen pembangunan ekonomi berbasis kependudukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis literatur mengenai posisi dan peran ekonomi halal dalam strategi pembangunan ekonomi pada negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, mencakup dimensi keuangan syariah, industri halal, pariwisata halal, dan tata kelola berbasis maqasid al-syari'ah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020 terhadap 45 artikel terpilih dari 312 dokumen awal yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekonomi halal telah berevolusi dari konsep bernuansa sempit menjadi paradigma pembangunan komprehensif yang memiliki potensi transformatif dalam mendorong inklusi keuangan, diversifikasi ekspor, pemberdayaan UMKM, dan pengurangan kemiskinan. Temuan utama mengindikasikan bahwa negara-negara dengan regulasi halal yang kuat, ekosistem keuangan syariah yang mapan, dan integrasi halal value chain mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Artikel ini mengusulkan Model HELM (Halal Economy for Muslim-majority development) sebagai kerangka integrasi empat pilar regulasi dan tata kelola, ekosistem industri halal, keuangan syariah inklusif, dan kapasitas serta literasi yang belum secara komprehensif dirumuskan dalam literatur sebelumnya.
Peran Manajemen Produk Halal Dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Inklusif: Tinjauan Pustaka Sistematis Dan Kerangka Konseptual Nurhikma Nurhikma; Andi Aulia Nur Cahya Nabila; Sulfira Wahyuni Yusuf; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis dan mensintesis peran manajemen produk halal dalam mendukung pembangunan ekonomi inklusif, khususnya di Indonesia dan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA 2020, menganalisis 42 dokumen terpilih dari 287 sumber awal yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dalam rentang 2010–2024. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema sentral: (1) fondasi konseptual manajemen halal dalam perspektif maqashid al-syariah; (2) lima pilar manajemen produk halal yang mendukung inklusi ekonomi; (3) mekanisme transmisi antara manajemen halal dan ekonomi inklusif; (4) digitalisasi dan teknologi blockchain sebagai akselerator halal inklusif; serta (5) integrasi manajemen halal dengan kerangka SDGs dan ESG. Hasil sintesis menunjukkan bahwa manajemen produk halal berpengaruh positif terhadap pemberdayaan UMKM, inklusi keuangan syariah, perluasan akses pasar ekspor, penyerapan tenaga kerja berkualitas, dan penguatan ketahanan ekonomi komunitas lokal. Novelty artikel ini terletak pada konstruksi kerangka konseptual integratif yang menghubungkan lima pilar manajemen halal dengan indikator ekonomi inklusif multidimensi mencakup dimensi digital halal ecosystem dan ESG-syariah alignment yang belum dikaji secara komprehensif dalam literatur sebelumnya. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi kebijakan pembangunan halal di Indonesia dan negara-negara OKI.
Sertifikasi Halal, Kepercayaan Konsumen Dan Dampaknya Pada Pertumbuhan Ekonomi: Pendekatan Kajian Pustaka Sarianti Sarianti; Inka Monika Pratami; Nurhidayat Nurhidayat; Syaripuddin Syaripuddin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri halal global terus mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen Muslim terhadap produk dan jasa yang sesuai syariah. Nilai pasar halal global diproyeksikan melampaui USD 2,8 triliun pada tahun 2025, mencakup berbagai sektor mulai dari makanan, farmasi, kosmetik, pariwisata, hingga keuangan syariah. Di tengah ekspansi besar ini, sertifikasi halal memainkan peran strategis sebagai instrumen penjaminan kehalalan yang membangun kepercayaan konsumen dan pada gilirannya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam kerangka ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif hubungan antara sertifikasi halal, kepercayaan konsumen, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan kajian pustaka yang sistematis. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, bersumber dari jurnal ilmiah terakreditasi Scopus, Web of Science, dan SINTA, buku referensi, regulasi, serta laporan lembaga internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sertifikasi halal secara signifikan berkontribusi dalam membangun kepercayaan konsumen Muslim melalui tiga mekanisme: pengurangan asimetri informasi, pemberian sinyal kualitas pihak ketiga, dan jaminan integritas proses produksi yang bersifat formal dan kredibel. Kepercayaan konsumen yang terbentuk selanjutnya mendorong loyalitas merek, meningkatkan frekuensi keputusan pembelian, dan memperluas pasar produk halal secara berkelanjutan melalui efek rekomendasi dan word-of-mouth. Pada tataran makroekonomi, ekspansi industri halal terbukti berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Di Indonesia, implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menjadi instrumen kebijakan yang memperkuat ekosistem halal nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar instrumen syariah, melainkan katalis ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam perspektif maqashid al-syari'ah.
Transformasi Digital Dalam Perbankan Syariah: Analisis Implementasi Fintech Berbasis Prinsip Syariah Di Era Society 5.0 Abdurrozak abdurrozak; Hilalludin Hilalludin
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi digital dalam perbankan syariah serta implementasi financial technology (fintech) berbasis prinsip syariah di era Society 5.0. Perkembangan teknologi digital mendorong perbankan syariah untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih efektif, efisien, dan mudah diakses masyarakat tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, regulasi, serta berbagai sumber literatur yang relevan dengan transformasi digital dan fintech syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi fintech syariah melalui mobile banking syariah, peer to peer lending syariah, crowdfunding syariah, dan digital payment syariah memiliki peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung perkembangan UMKM di Indonesia. Selain memberikan kemudahan layanan keuangan, fintech syariah juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital berbasis syariah. Namun, pengembangan fintech syariah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keamanan data, regulasi, dan persaingan industri keuangan digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan inovasi teknologi, edukasi masyarakat, dan pengawasan kepatuhan syariah agar transformasi digital dalam perbankan syariah dapat berjalan secara optimal di era Society 5.0.
Kontribusi Industri Produk Halal Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Kajian Literatur Sistematis 2010-2024 Nurrahmi Rahim; Sri Rahayu Nengsi; Syaripuddin Syaripuddin; Ermiati Ermiati
Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 03 (2026): Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam
Publisher : AL HILALI: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri produk halal di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang pesat dan memiliki potensi transformatif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kajian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis secara sistematis bukti-bukti ilmiah mengenai kontribusi industri halal dengan fokus pada sektor makanan dan minuman serta kosmetik terhadap pemberdayaan ekonomi UMKM dan komunitas lokal di Indonesia selama periode 2010–2024. Menggunakan pendekatan hybrid PRISMA-guided systematic literature review (SLR) yang diperkaya analisis bibliometrik, kajian ini menyeleksi dan menganalisis 45 referensi dari jurnal terindeks Scopus, Web of Science, SINTA, dan dokumen kebijakan pemerintah. Temuan menunjukkan bahwa sertifikasi halal yang diterbitkan BPJPH berpengaruh positif terhadap omzet, akses pasar, dan kepercayaan konsumen pada UMKM terutama di sektor makanan dan minuman. Di sektor kosmetik, pertumbuhan pasar yang mencapai USD 4,19 miliar pada 2022 membuka ruang pemberdayaan bagi UMKM kosmetik lokal, meski tantangan bahan baku impor dan keterbatasan teknologi masih menjadi hambatan struktural utama. Kajian ini mengintegrasikan tiga kerangka teoritis Empowerment Theory, Resource-Based View, dan Institutional Theory dalam satu model ekosistem halal inklusif. Novelty kajian ini terletak pada sintesis terpadu dua sektor halal strategis dalam satu kerangka pemberdayaan, serta identifikasi tujuh celah riset yang belum dijawab literatur sebelumnya. Disimpulkan bahwa kontribusi industri halal terhadap pemberdayaan UMKM bersifat nyata namun tidak otomatis, melainkan sangat bergantung pada kualitas implementasi halal value chain, literasi pelaku usaha, dan dukungan ekosistem yang inklusif.

Page 2 of 3 | Total Record : 22