cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2018)" : 20 Documents clear
PERAN SELF REGULATED LEARNING DAN KONSEP DIRI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA REMAJA AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA YANG PERNAH MENJADI FINALIS BALI PAGEANTS Syntia Agung Liana Puspita; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p01

Abstract

Pencapaian prestasi akademik yang tinggi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi remaja yang pernah mengikuti ajang Bali Pageants. Keberhasilan mencapai prestasi yang tinggi berkaitan dengan self regulated learning dan juga konsep diri. Self regulated learning adalah kemampuan individu untuk mengatur disiplin diri dalam belajar, sedangkan konsep diri merupakan kemampuan seorang menilai kekuatan dan kelemahan dalam diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self regulated learning dan konsep diri terhadap prestasi akademik pada mahasiswa remaja akhir. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa remaja akhir FK UNUD yang pernah menjadi finalis ajang Bali Pageants. Hasil uji regresi berganda adalah R=0,385 dan koefisien determinasi sebesar 0,148. Hal ini menunjukkan variabel self regulated dan konsep diri secara bersama-sama berperan sebesar 14,8% terhadap prestasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi self regulated learning sebesar 0,405 dan signifikansi 0,012 (p<0,05) menunjukkan self regulated learning berperan secara signifikan terhadap prestasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi konsep diri sebesar -0,034 dan signifikansi 0,827 (p>0,05) menunjukkan konsep diri tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kata kunci: prestasi akademik, self regulated learning, konsep diri, remaja akhir, finalis Bali Pageants
PERAN KEMANDIRIAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS UNGGULAN SMA DWIJENDRA DENPASAR Kadek Ayu Ratih Dharma Putri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p02

Abstract

Motivasi berprestasi sangatlah penting pada siswa yang menduduki kelas unggulan. Siswa pada kelas unggulan memiliki kurikulum pelajaran yang sedikit berbeda dari kelas reguler pada umumnya, baik jam pelajaran yang lebih panjang maupun tuntutan wajib agar lebih unggul dibandingkan dengan kelas reguler. Motivasi berprestasi bukanlah aspek mental yang dibawa sejak lahir. Motivasi berprestasi sangat dipengaruhi oleh aspek mental yang memacu penggunaan potensi diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dari kemandirian dan efikasi diri terhadap motivasi berprestasi pada siswa kelas unggulan. Subjek pada penelitian ini berjumlah 376 siswa kelas kelas unggulan SMA Dwijendra Denpasar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala motivasi berprestasi, skala kemandirian dan skala efikasi diri. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R=0,576 (p<0,05) dan R2=0,331 sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian dan efikasi diri secara bersama-sama berperan sebesar 33,1% terhadap motivasi berprestasi pada siswa kelas unggulan. Koefisien beta terstandarisasi dari kemandirian menunjukkan nilai sebesar 0,053 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,310 (p>0,05) yang berarti bahwa kemandirian tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berprestasi. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menunjukkan nilai sebesar 0,543 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berprestasi. Kata Kunci: Kemandirian, efikasi diri, motivasi berprestasi, dan siswa kelas unggulan
PERAN KONSEP DIRI DAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMATANGAN KARIER MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNVIVERSITAS UDAYANA B. Primandini Yunanda Harumi; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p03

Abstract

Kematangan karier adalah kemampuan untuk merencanakan, memilih, dan mempertimbangkan karier yang diinginkan selama menjalani tahap-tahap perkembangan karier. Kematangan karier merupakan hal penting dalam diri remaja karena merupakan gambaran mengenai kesiapan remaja menjalani tahap perkembangan karier selanjutnya setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi. Kematangan karier dipengaruhi oleh gambaran dalam diri yang terbentuk dalam diri remaja serta keyakinan remaja bahwa dirinya mampu untuk mempersiapkan karier yang sesuai dengan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran konsep diri dan efikasi diri terhadap kematangan karier mahasiswa yang berada dalam tahap perkembangan remaja akhir. Subyek penelitian ini berjumlah 125 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang terpilih melalui random cluster sampling satu tahap. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala konsep diri, skala efikasi diri, dan skala kematangan karier. Hasil dari uji analisis regresi ganda menunjukkan nilai R=0,536 dan R2=0,287 sehingga dapat disimpulkan bahwa konsep diri dan efikasi diri bersama-sama berperan sebesar 28,7% terhadap kematangan karier. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri menujukkan nilai 0,339 dan taraf signifikansi konsep diri 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa konsep diri berpengaruh terhadap kematangan karier. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menujukkan nilai 0,288 dan taraf signifikansi efikasi diri 0,001 (p < 0,05) menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh terhadap kematangan karier. Kata kunci: konsep diri, efikasi diri, kematangan karier, mahasiswa, remaja
PERAN PROBLEM FOCUSED COPING DAN KONSEP DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AKHIR YANG MENJADI PENGURUS ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Sang Ayu Ketut Tri Semaraputri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p04

Abstract

Pada mahasiswa yang menjadi pengurus organisasi, dibutuhkan penyesuaian diri yang baik agar tercapai keseimbangan antara bidang akademik dengan organisasi. Tantangan yang dihadapi ketika melakukan penyesuaian diri adalah banyaknya hal baru yang harus disesuaikan secara bersamaan. Penyesuaian diri merupakan proses yang berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidup individu. Aspek mental ini tidak dibawa sejak lahir, melainkan terbentuk karena banyak faktor. Penggunaan strategi problem focused coping memengaruhi individu untuk berfokus pada masalah sehingga penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan baik dan terarah, hal ini berkontribusi terhadap penyesuaian diri yang baik. Konsep diri yang positif memengaruhi penyesuaian diri yang baik karena individu mengetahui tentang dirinya sehingga mampu mencapai keharmonisan antara diri dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran problem focused coping dan konsep diri terhadap penyesuaian diri pada remaja akhir. Subjek dalam penelitian ini adalah 150 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2015 yang menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Instrumen penelitian ini adalah skala problem focused coping, skala konsep diri, dan skala penyesuaian diri. Hasil uji regresi berganda menghasilkan nilai R sebesar 0,728 (F=82.876; p<0,05) yang berarti problem focused coping dan konsep diri secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri. Koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 0,530 yang berarti problem focused coping dan konsep diri secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 53% terhadap penyesuaian diri. Problem focused coping memiliki nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,477 (t= 7,634; p<0,05) yang berarti problem focused coping memiliki peran yang siginifikan terhadap penyesuaian diri. Konsep diri memiliki nilai koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,382 (t= 6,099; p<0,05) yang berarti konsep diri memiliki peran yang signifikan terhadap penyesuaian diri. Kata Kunci: Problem focused coping, konsep diri, penyesuaian diri, remaja akhir
PERAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA BARU UNIVERSITAS UDAYANA YANG BERASAL DARI LUAR PULAU BALI Ida Ayu Gede Kusumaastuti Widihapsari; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p05

Abstract

Mahasiswa baru yang memutuskan untuk menjalani perkuliahan di luar daerah asalnya sebagian besar akan mengalami tekanan akibat lingkungan perkuliahan yang berbeda dengan masa SMA, serta adanya perbedaan norma, budaya dan kebiasaan dengan daerah asalnya. Mahasiswa baru yang merantau perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahan dan kebudayaan setempat untuk mengurangi tekanan yang dirasakan agar proses perkuliahan berjalan dengan baik dan dapat mencapai prestasi akademik yang diinginkan. Kecerdasan emosional yang terdiri dari kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri, memahami emosi orang lain, memotivasi diri dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain dinyatakan dapat membantu individu dalam mengatasi tekanan yang dihadapi, sehingga dapat mempermudah proses penyesuaian diri. Taraf dukungan sosial yang tinggi juga dapat meningkatkan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri. Dukungan sosial dapat berasal dari keluarga, teman sebaya, maupun staf pengajar di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan dukungan sosial terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru Universitas Udayana yang berasal dari luar Pulau Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 112 orang mahasiswa Universitas Udayana yang berasal dari luar Bali dan tidak sedang tinggal dengan keluarga atau saudara, yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala penyesuaian diri, skala kecerdasan emosional dan skala dukungan sosial. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan kecerdasan emosional dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri. Kata kunci: penyesuaian diri, kecerdasan emosional, dukungan sosial
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI DENPASAR DAN BADUNG A.A.I Dina Kartika; I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p06

Abstract

Dewasa ini perilaku seksual pranikah di kalangan para Remaja Bali semakin meningkat dan menimbulkan berbagai dampak buruk seperti kehamilan tidak diinginkan, HIV-AIDS, serta risiko terkena berbagai penyakit menular seksual yang dapat berujung pada kematian. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku seksual pranikah adalah pola asuh orang tua yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis dengan perilaku seksual pranikah sehingga dapat menjadi salah satu alternatif dalam menekan berbagai dampak buruk perilaku seksual pranikah. Subjek yang digunakan adalah remaja Bali dengan rentang usia 15-23 tahun sebanyak 65 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala pola asuh demokratis dan skala perilaku seksual pranikah yang disusun sendiri oleh peneliti. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik korelasi product moment dari Karl Pearson. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi p sebesar 0.029 (p<0.05), yang bermakna variabel perilaku seksual pranikah memiliki hubungan dengan pola asuh demokratis. Koefisien korelasi didapat sebesar -0.0270 sehingga bermakna bahwa hubungan yang terdapat pada kedua variabel bersifat rendah dan negatif. Kata Kunci: pola asuh demokratis, perilaku seksual pranikah, remaja.
PERAN KONTROL DIRI DAN ASERTIVITAS PADA SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA AKHIR PEREMPUAN DI BANGLI Ni Kadek Karniyanti; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p07

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi antara masa kanak-kanak ke masa dewasa yang melibatkan banyak perubahan seperti perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Salah satu perubahan biologis yang terjadi pada remaja yaitu produksi hormon seksual dari tubuh yang menyebabkan timbulnya dorongan emosi dan seksual. Beberapa penelitian menunjukkan tingginya masalah seksualitas pada remaja yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut menandakan bahwa sikap positif (permisif) terhadap perilaku seksual pranikah sudah semakin meluas. Banyak faktor yang menyebabkan perilaku seksual pranikah di kalangan remaja, antara lain tingkat kontrol diri dan asertivitas yang dimiliki remaja. Santrock mengatakan bahwa kenakalan yang dilakukan oleh remaja merupakan akibat dari kegagalan remaja dalam mengembangkan kontrol diri yang cukup dalam hal tingkah laku. Sementara itu, menurut Lazarus remaja yang asertif lebih mampu mengatakan “tidak” untuk hal-hal yang bersifat negatif dan tidak diinginkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kontrol diri dan asertivitas berperan pada sikap terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja perempuan di Bangli. Subjek dalam penelitian ini adalah 106 orang remaja perempuan di Kabupaten Bangli yang berusia 17-21 tahun dan belum menikah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap perilaku seksual pranikah, skala kontrol diri dan skala asertivitas. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti kontrol diri dan asertivitas secara bersama-sama berperan terhadap sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Kata kunci: sikap terhadap perilaku seksual pranikah, kontrol diri, asertivitas, remaja perempuan
PROSES PENYESUAIAN DIRI DAN SOSIAL PADA PEREMPUAN USIA DEWASA MADYA YANG HIDUP MELAJANG Ni Made Diah Primanita; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p08

Abstract

Menikah pada umumnya dilakukan pada usia dewasa awal yaitu sekitar usia 18 sampai dengan 40 tahun, namun di sisi lain ditemukan fakta bahwa terdapat beberapa orang yang tetap berstatus lajang bahkan di usia dewasa madya. Menurut beberapa penelitian, melajang pada usia dewasa madya cenderung membuat perempuan dilekatkan dengan stereotip dari masyarakat atau yang disebut dengan istilsh singlism, dan tuntutan dari orangtua untuk segera menikah. Kedua hal tersebut dapat memicu timbulnya perasaan tertekan dan kesepian pada perempuan lajang. Bertentangan dengan hal tersebut, studi pendahuluan pada penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak semua perempuan lajang mendapatkan stigma, tuntutan orangtua, serta mengalami perasaan tertekan dengan kehidupan melajang, dan orang-orang usia madya bahkan cenderung sudah dapat menerima dan bahagia dengan kehidupan lajangnya (Hurlock, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses penyesuaian diri dan sosial pada perempuan dewasa madya yang hidup melajang serta faktor-faktor yang memengaruhi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden yang terlibat berjumlah 3 orang yang didapatkan melalui teknik purposive sampling dengan karakteristik perempuan, lajang, dan berusia 40 sampai dengan 60 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik penggalian data dengan wawancara, observasi, serta alat tes psikologi, dengan teknik analisis theoritical coding yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa proses penyesuaian diri perempuan lajang meliputi terjadinya perubahan kondisi internal perempuan lajang sebagai hasil dari tindakan-tindakan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, sedangkan proses penyesuaian sosial perempuan lajang meliputi perubahan kondisi perempuan lajang secara eksternal sebagai hasil dari tindakan-tindakan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi proses penyesuaian diri dan sosial tersebut yaitu dukungan keluarga, keinginan menikah, serta pandangan bahwa perempuan tidak harus menikah atau memiliki anak. Kata kunci : penyesuaian diri, penyesuaian sosial, perempuan lajang, dewasa madya
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DALAM PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA TRIWANGSA DEWASA AWAL DI BALI YANG DITINJAU BERDASARKAN POLA ASUH OTORITARIAN Ida Ayu Ratih Purnama Adi; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p09

Abstract

Indonesia yang memiliki beragam tradisi, budaya dan adat istiadat masih mengganggap pemilihan pasangan merupakan hal yang penting, khususnya bagi masyarakat Bali. Secara tidak langsung, orangtua akan ikut berperan dalam menentukan kriteria pasangan hidup untuk anak-anaknya, terutama terhadap anak perempuan. Peran tersebut dapat tercermin melalui pola asuh yang diterapkan. Orangtua dari kategori triwangsa yaitu wangsa Brahmana, Ksatrya, dan Waisya meyakini bahwa dengan menerapkan pola asuh otoritarian dapat membuat anak patuh dan mampu menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk melestarikan wangsa. Anak dengan penerapan pola asuh otoritarian cenderung menggambarkan kecemasan yang disebabkan oleh kontrol yang tinggi dari orangtua agar anak perempuannya mencari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dalam pemilihan pasangan pada wanita triwangsa dewasa awal di Bali yang ditinjau berdasarkan pola asuh otoritarian. Subjek dalam penelitian ini adalah 105 wanita triwangsa dewasa awal di Bali yang belum menikah. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala kecemasan dalam pemilihan pasangan dan skala pola asuh otoritarian. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoritarian dan triwangsa memberikan kontribusi terhadap tingkat kecemasan dalam pemilihan pasangan pada wanita triwangsa. Hal tersebut terjadi karena sistem masyarakat Hindu di Bali terkait dengan wangsa masih memiliki pengaruh yang signifikan, sehingga wanita triwangsa akan mendapatkan kontrol dan tuntutan dari keluarga untuk mencari pasangan dari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi. Kecemasan dalam memilih pasangan akan timbul ketika wanita triwangsa tidak memenuhi tuntutan dari orangtua untuk memilih pasangan dari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi, dalam penelitian ini yang lebih berpengaruh terhadap kecemasan dalam pemilihan pasangan adalah pola asuh otoritarian. Kata kunci: Wanita triwangsa, kecemasan dalam pemilihan pasangan, pola asuh otoritarian.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEBERAGAMAAN DAN INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF PADA REMAJA YANG MENGIKUTI GERAKAN KESADARAN KRISHNA (HARE KRISHNA) DI BALI Putu Srie Wedha Yanthi; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p10

Abstract

Interaksi sosial asosiatif merupakan interaksi yang mengarah pada proses keharmonisan dalam sebuah hubungan, dengan bentuk kerjasama, upaya penyelesaian konflik, dan upaya mengurangi perbedaan. Interaksi sosial asosiatif akan membawa kelompok menuju ke arah hubungan yang positif dengan masyarakat terutama out group. Interaksi sosial asosiatif penting dikembangkan pada saat usia remaja. Interaksi sosial asosiatif dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah aspek keberagamaan. Keberagamaan cenderung memberikan batasan antara in group dan out group sehingga terjadi ketidak harmonisan dalam hubungan antar masyarakat. Remaja merupakan individu yang belum bisa dikatakan matang, termasuk pada proses keberagamaannya. Gerakan Kesadaran Krishna atau Hare krishna merupakan salah satu komunitas keagamaan berbasis agama Hindu yang diikuti remaja. Remaja yang mengikuti Hare krishna diharapkan dapat mampu membentuk interaksi sosial yang asosiatif dengan out group, mengingat salah satu tugas perkembangan remaja adalah membangun hubungan sosial yang positif dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidak hubungan antara tingkat keberagamaan dengan interaksi sosial asosiatif pada remaja yang mengikuti Hare krishna di Bali. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah remaja Hare krishna yang berdomisisli di Bali berjumlah 96 responden. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala tingkat religiusitas dan interaksi sosial asosiatif. Koefisien reliabilitas skala religiusitas adalah 0,970 dan skala interaksi sosial adalah 0,940. Penelitian ini menggunakan analisis data korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,811 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 (0,000<0,05), sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan yang negatif antara religiusitas dengan interaksi sosial, artinya semakin tinggi tingkat religiusitas, maka semakin tidak baik interaksi sosial asosiatif pada remaja Hare krishna terhadap out-group. Kata kunci: religiusitas, remaja, interaksi sosial, Hare krishna.

Page 1 of 2 | Total Record : 20