cover
Contact Name
Faisal Hidayat
Contact Email
admin@manarulilmi.org
Phone
+6285363466196
Journal Mail Official
admin@manarulilmi.org
Editorial Address
Jl. Moh Hatta No. 11 Korong Kabun Mudiak, Kapalo Koto Kec. Nan Sabaris , Kab. Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics
ISSN : "_"     EISSN : 30642825     DOI : -
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics is an academic publication that focuses on the study and development of economic theories, practices, and policies within the framework of Islamic law (Sharia). This journal typically covers topics such as Islamic banking and finance, halal business practices, zakat (charitable giving), waqf (endowment), Islamic insurance (takaful), and the ethical implications of economic activities in accordance with Sharia principles. Articles in the journal may include theoretical research, case studies, policy analyses, and reviews of current practices in the field of Sharia-compliant economics. The goal is to contribute to the body of knowledge that helps integrate Islamic principles with modern economic practices, promoting ethical and socially responsible economic behavior.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL" : 5 Documents clear
The Concept and Theory of Money Demand in the Islamic Perspective: Konsep dan Teori Permintaan Uang dalam Perspektif Islam Dinda Ayu Guspita; Febi Kasnandi; Fery Gusnardi
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.18

Abstract

This article discusses the concept and theory of currency demand in Islamic economics. Money has an important role in human history and occupies a very strategic position in the economic system. Money is generally considered by society as a reliable medium for transactions, or can be used to pay for goods and services or to pay off debts. In economics it is called a medium of exchange which can be seen in aggregate form. And in Islamic economics it is expressed in the form of money from al-naqdu, which has three main meanings: al-naqdu which means better, holding, and al-naqdu which also means cash. Money is a medium of exchange used by the general public in the production and trade of goods and services. Money can also come from several sources, such as gold, silver, copper, leather, wood, stone, and the like. Money acts as a medium of exchange for trade goods and services, as well as to facilitate barter transactions. two more specific currency functions, namely the original and derivative functions. There are 2 original functions, namely as a trading medium and a basic unit of calculation. It also plays a role as a trading medium or exchange medium that can facilitate
Comparation of Income between Islamic and Conventional Countries (Case Study of Indonesia and Malaisya): Komparasi  Pendapatan  antara Negara Islam dengan Konvensional (Studi Kasus Indonesi dan Malaisya) Alfi Kurnia; Mesty Asyura Efendi; Sari Gustina
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.19

Abstract

Artikel ini membandingkan pendapatan antara negara Islam dan konvensional dengan fokus pada studi kasus Indonesia dan Malaysia. Pendekatan pendapatan negara di Indonesia cenderung lebih konvensional dengan pajak sebagai sumber utama, sementara Malaysia lebih menekankan prinsip ekonomi Islam dengan zakat dan infaq sebagai sumber utama pendapatan. Pendapatan nasional dianggap penting sebagai indikator kesejahteraan masyarakat, dan pendekatan ekonomi Islam diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur yang menggali perbedaan pendekatan pendapatan negara antara Indonesia dan Malaysia, serta mengulas sumber pendapatan negara dalam perspektif Islam. Perbandingan ini juga mencerminkan perbedaan dalam pengelolaan sumber pendapatan negara antara kedua negara, dengan Malaysia menonjolkan prinsip ekonomi Islam seperti zakat dan wakaf dalam struktur pendapatannya. Dengan demikian, artikel ini memberikan wawasan yang berguna tentang perbedaan pendekatan pendapatan negara antara negara Islam dan konvensional melalui studi kasus Indonesia dan Malaysia
Relocation of the National Budget during the Covid-19 Pandemic in Islamic Economics: Relokasi  APBN Pandemi Covid-19 dalam Ekonomi Islam Lisa Monica; Mai Syarah Andriani; Sonia Suhardina
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.20

Abstract

Covid-19 yang masuk ke Indonesia berdampak di sektor pemerintahan yang menyebabkan dikeluarkannya Peraturan Presiden Instruksi Nomor 4 Tahun 2020 yang berisi kebijakan prioritas anggaran penanganan covid-19, yakni refocusing anggaran satuan kerja perangkat daerah SKPD. Ada beberapa strategi yang digunakan, seperti menunda program dan kegiatan dan mengurangi anggaran belanja. Strategi-strategi ini juga berdampak pada pelaku UMKM karena tidak semua orang dapat ikut karena pembatasan sasaran dan penundaan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengkaji langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam optimalisasi anggaran saat terjadinya covid-19. Artikel ini membahas kebijakan refocusing anggaran yang dilakukan pemerintah Indonesia pada masa covid-19 dalam perspektif islam. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif analisis, dimana pengumpulan data diambil dari berbagai buku-buku, artikel-artikel dan jurnal yang telah di publish yang kemudian dianalisis.  Hasil dari penelitian ini yaitu refocusing anggaran yang dilakukan pemerintah saat covid-19 merupakan alat untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional dan sebagai kebijakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak covid-19. Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah yang berfokus pada bidang ekonomi, kesehatan dan jaring pengaman sosial untuk mempertahankan kestabilan ekonomi dan menekan pertumbuhan covid-19.   Covid-19, which entered Indonesia, impacted the government sector and resulted in the issuance of Presidential Instruction Number 4 of 2020, which contains budget priority policies for handling Covid-19, namely refocusing regional work unit (SKPD) budgets. These strategies also have an impact on MSME players because not everyone can participate due to target restrictions and training delays. This article discusses the Indonesian government's budget refocusing policy during the Covid-19 period from an Islamic perspective. The type of research is qualitative descriptive analysis, where data collection is taken from various published books, articles and journals which are then analyzed This research aims to see and examine the steps taken by the government to optimize the budget during Covid-19. The result of this research is that the government's budget refocusing during Covid-19 was a tool to maintain national economic stability and as a policy to help people affected by Covid-19. Various policies implemented by the government focus on the economic, health and social safety net sectors to maintain economic stability and suppress the growth of Covid-19.
Fiscal Policy During the Time of Promet Mohammed: Kebijakan Fiskal pada Masa Nabi Muhammad Ferdi Mardiyansyah; Irsadul Fikri; Yolanda Febrianti
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.21

Abstract

Artikel ini mengkaji sejarah perekonomian pada zaman Nabi Muhammad SAW, khususnya mengenai kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal pada masa Nabi Muhammad SAW digunakan sebagai acuan untuk diterapkan pada masa kini dan masa depan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan atau library research dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari sumber-sumber ajaran Islam, buku-buku, dan artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal terkait. Informasi tersebut kemudian dianalisis hingga mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri sejarah dan memberikan inspirasi kepada pemimpin Muslim saat ini mengenai penerapan kebijakan fiskal pada masa kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyoroti perbedaan antara kebijakan fiskal pada masa Rasulullah SAW dengan kebijakan fiskal saat ini, karena banyak pemimpin Muslim yang terkadang melupakan nilai-nilai Islam dalam menerapkan kebijakan fiskal.. Hasilnya di temukan bahwa Nabi Muhammad SAW menjabat sebagai kepala negara di Madinah setelah hijrah dari Mekkah kemudian membuat kebijakan-kebijakan ekonomi yang kemudian menjadi landasan sistim ekonomi islam dimasa sekarang dan masa depan, khususnya dalam kebijakan fiskal yang pernah di terapkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Government Revenue in the Context of Islamic Economics: Pendapatan Pemerintah dalam Perspektif Ekonomi Islam Halim Halim; Ilham Maulidal; Laura Maulina; Annisa Khairina
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.22

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan kajian menyeluruh terhadap konsep pendapatan nasional baik dalam perekonomian konvensional maupun Islam. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pengertian pendapatan nasional, pandangan ekonomi Islam terhadap pendapatan nasional, dan berbagai faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memanfaatkan teknik penelitian kepustakaan, dimana tinjauan literatur dan karya-karya terkait yang bertemakan sentral pendapatan nasional digunakan sebagai landasan analisis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pendapatan nasional suatu negara mengacu pada jumlah total yang diperoleh penduduknya dalam jangka waktu tertentu. Indikator seperti PDB dan GNI biasanya digunakan untuk memperkirakan upah publik, yang mengukur nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu negara atau oleh penduduknya. Dari sudut pandang ekonomi Islam, sumber pendapatan nasional antara lain ghanimah, zakat, sedekah, infaq, ushr, jizyah, kharaj, pajak pertambangan, dan wakaf. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional meliputi total pendapatan dan pengeluaran, tabungan dan investasi, serta aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5