cover
Contact Name
Faisal Hidayat
Contact Email
admin@manarulilmi.org
Phone
+6285363466196
Journal Mail Official
admin@manarulilmi.org
Editorial Address
Jl. Moh Hatta No. 11 Korong Kabun Mudiak, Kapalo Koto Kec. Nan Sabaris , Kab. Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics
ISSN : "_"     EISSN : 30642825     DOI : -
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics is an academic publication that focuses on the study and development of economic theories, practices, and policies within the framework of Islamic law (Sharia). This journal typically covers topics such as Islamic banking and finance, halal business practices, zakat (charitable giving), waqf (endowment), Islamic insurance (takaful), and the ethical implications of economic activities in accordance with Sharia principles. Articles in the journal may include theoretical research, case studies, policy analyses, and reviews of current practices in the field of Sharia-compliant economics. The goal is to contribute to the body of knowledge that helps integrate Islamic principles with modern economic practices, promoting ethical and socially responsible economic behavior.
Articles 35 Documents
Refocusing the Budget during the COVID-19 Pandemic from an Islamic Economic Perspective: Refocusing Anggaran pada masa Pandemi Covid 19 dalam Pandangan Ekonomi Islam Divo Fitra Ramadhan; Mira Walidya Tami; Melani Hidayah; Melani Parastica
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 2 (2024): MEI-AGUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari pentingnya kebijakan fiskal berbasis syariah untuk mengarahkan kembali aturan pada masa pandemi COVID-19, menggunakan penekanan di konsep realokasi dan  refocusing dana publik. Metode penelitian yg digunakan ialah studi perpustakaan dengan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan fenomena kebijakan fiskal berbasis syariah dan  implementasinya dalam mengatasi dampak ekonomi pandemi. Hasil penelitian memberikan bahwa kebijakan fiskal berbasis syariah memberikan landasan yang kokoh buat mengelola aturan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, keberlanjutan, serta nilai-nilai etika. Realokasi serta refocusing dana publik dilakukan dengan memprioritaskan sektor kesehatan, perlindungan sosial, serta pemulihan ekonomi, sejalan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Penyesuaian aturan dilakukan melalui penggunaan Belanja tak Terduga (BTT) buat mendukung penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, serta  pemulihan ekonomi pada tingkat wilayah. Selain itu, penyesuaian penerimaan pajak dan  transfer ke wilayah pula dilakukan buat mengatasi penurunan pendapatan akibat dampak ekonomi pandemi. dengan demikian, kebijakan fiskal berbasis syariah sebagai instrumen yang efektif dalam menangani kompleksitas tantangan ekonomi yg dihadapi selama pandemi COVID-19, dengan memastikan pengelolaan anggaran yang adil, berkelanjutan, dan  berorientasi pada kesejahteraan sosial.   This study examines the importance of sharia-based fiscal policy in redirecting budgets at some stage in the COVID-19 pandemic, focusing at the idea of reallocation and refocusing of public funds. The research technique used is a library study with a descriptive approach to explain the phenomenon of sharia-based fiscal policy and its implementation in overcoming the financial effect of the pandemic. The results showed that sharia-based fiscal policy provides a solid foundation for managing budgets with Islamic economic principles that emphasize justice, sustainability, and ethical values. Reallocation and refocusing of public funds are carried out by prioritizing the health sector, social protection, and economic recovery, in line with Islamic economic principles. Budget adjustments are made through the use of Unexpected Expenditure (BTT) to support health handling, social safety nets, and economic recovery at the local level. In addition, adjustments to tax revenues and transfers to regions were also made to overcome the decline in revenue because of the economic effect of the pandemic. Thus, sharia-based fiscal policy is a powerful instrument in addressing the complexity of economic challenges faced during the COVID-19 pandemic, by ensuring fair, sustainable, and social welfare-oriented budget management.
Analysis of the Entrepreneurial Strategies of Payakumbuh Islamic Boarding School in Fostering Entrepreneurial Spirit Among Students SANTRI: Analisis Strategi Pesantren Enterpreneur Payakumbuh dalam Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur Pada Santri Eldina Ramadhan; Faisal Hidayat
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 2 (2024): MEI-AGUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengupas taktik yang digunakan oleh Pondok Pesantren Pengusaha Payakumbuh, sebuah lembaga yang berupaya menanamkan jiwa kewirausahaan kepada para santrinya sekaligus memberikan ilmu agama. Sebagai satu-satunya pondok pesantren di Kota Payakumbuh yang menyelenggarakan pendidikan kewirausahaan secara komprehensif, Pondok Pesantren Pengusaha Payakumbuh berada pada posisi yang tepat untuk membekali para santrinya dengan berbagai informasi dan kemampuan yang dibutuhkan. Para santri dan staf pengajar di pondok pesantren menghadapi berbagai tantangan ketika mencoba menerapkan strategi kewirausahaan, termasuk kurangnya sumber daya (baik finansial maupun manusia), kurangnya minat santri untuk memulai bisnis digital mereka sendiri, dan kurangnya keterbukaan orang tua santri untuk menerima pendidikan melalui jalur kewirausahaan. Untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari hasil penelitian, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang mencakup penelitian lapangan dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa untuk menumbuhkan pola pikir kewirausahaan di kalangan santrinya, Pondok Pesantren Pengusaha Payakumbuh menggunakan pendekatan metode campuran yang mencakup pembelajaran di kelas dan pengalaman langsung. Semangat kewirausahaan para siswa dipupuk oleh program-program unggulan sekolah asrama, yang meliputi magang, kerja, dan perjalanan. Ada sejumlah tantangan dalam menjalankan rencana kewirausahaan, tetapi dengan solusi internal, sekolah asrama dapat menang.
Analysis of Customer Literacy on the Use of Marhamah Savings Products at Bank Sumut KCP Syariah Panyabungan: Analisis Literasi Nasabah Pada Penggunaan Produk Tabungan Marhamah  Di Bank Sumut KCP Syariah Panyabungan Pujiati Pujiati; Ilham Ilahi
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 2 (2024): MEI-AGUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi masyarakat tentang produk bank Syariah merupakan  tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang produk dan jasa bank Syariah. Hal ini didasari oleh rendahnya pengetahuan nasabah mengenai produk tersebut yang berdampak pada penurunan jumlah nasabah dari tahun ketahun. Dengan menganalisis tingkat literasi nasabah meliputi pengetahuan, pemahaman dan kesadaran serta upaya sosialisasi yang dilakukan bank, diharapkan dapat mengidentifikasi dampak rendahnya literasi terhadap minimnya minat masyarakat menggunakan produk Tabungan Marhamah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi nasabah pada penggunaan produk Tabungan Marhamah di Bank Sumut KCP Syariah Panyabungan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari observasi, wawancara terstruktur, dan kuesioner kepada 99 responden nasabah yang, ditentukan menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar nasabah memiliki pengetahuan tinggi, namun sebagian besar nasabah memiliki kesadaran rendah. Kurangnya literasi berdampak pada penggunaan produk. Tanpa pemahaman memadai, nasabah sulit memanfaatkan produk secara optimal. Public literacy about Sharia banking products is the level of public knowledge and understanding of Sharia banking products and services. This is based on the low level of customer knowledge regarding this product which has an impact on decreasing the number of customers from year to year. By analyzing customer literacy levels including knowledge, understanding and awareness as well as outreach efforts carried out by the bank, it is hoped that we can identify the impact of low literacy on the lack of public interest in using Marhamah Savings products. This research aims to analyze customer literacy regarding the use of Marhamah Savings products at Bank Sumut KCP Syariah Panyabungan. Penelitian deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan; sumber data berupa wawancara terstruktur, observasi, dan kuesioner yang diberikan kepada 99 pelanggan yang dipastikan identitasnya dengan rumus Slovin. Analisis data meliputi reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan.The research results show that the majority of customers have high knowledge, but the majority of customers have low awareness. Lack of literacy impacts product use. Without adequate understanding, customers find it difficult to utilize products optimally.
The Impact of Domestic Investment and Gross Regional Product on The open Unemployment Rate in West Sumatra from 1994 To 2023: Pengaruh Investasi PMDN dan PDRB terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Sumatera Barat tahun 1994 - 2023. Rahmat Ridwan Rahmat Ridwan; Nini Sumarni Nini Sumarni
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 2 (2024): MEI-AGUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh Investasi PMDN dan PDRB terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Di Sumatera Barat Tahun 1994-2023. Untuk mengetahui apakah Investasi PMDN dan PDRB berpengaruh signifikan secara silmultan Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Di Sumatera Barat Tahun 1994-2023. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Investasi PMDN dan PDRB terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Di Sumatera Barat Tahun 1994-2023. Metode Penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Investasi PMDN (X1)  memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan sebesar -0,157 dan 0,003 < 0,05 terhadap tingkat pengangguran terbuka. Kemudian terkait PDRB (X2) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 0,299 dan 0,30 < 0,05 terhadap tingkat pengangguran terbuka. Secara simultan variabel Investasi PMDN dan PDRB berpengaruh positif terhadap ketimpangan pembangunan wilayah dengan uji regresi linier berganda  diperoleh nilai nilai f  sebesar 5,396 > f  4,21 dan berarti variabel investasi PMDN dan PDRB berpengaruh signifikan secara simultan ( bersama – sama ) terhadap variabel Tingkat pengangguran terbuka.
The Concept and Theory of Money Demand in the Islamic Perspective: Konsep dan Teori Permintaan Uang dalam Perspektif Islam Dinda Ayu Guspita; Febi Kasnandi; Fery Gusnardi
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.18

Abstract

This article discusses the concept and theory of currency demand in Islamic economics. Money has an important role in human history and occupies a very strategic position in the economic system. Money is generally considered by society as a reliable medium for transactions, or can be used to pay for goods and services or to pay off debts. In economics it is called a medium of exchange which can be seen in aggregate form. And in Islamic economics it is expressed in the form of money from al-naqdu, which has three main meanings: al-naqdu which means better, holding, and al-naqdu which also means cash. Money is a medium of exchange used by the general public in the production and trade of goods and services. Money can also come from several sources, such as gold, silver, copper, leather, wood, stone, and the like. Money acts as a medium of exchange for trade goods and services, as well as to facilitate barter transactions. two more specific currency functions, namely the original and derivative functions. There are 2 original functions, namely as a trading medium and a basic unit of calculation. It also plays a role as a trading medium or exchange medium that can facilitate
Comparation of Income between Islamic and Conventional Countries (Case Study of Indonesia and Malaisya): Komparasi  Pendapatan  antara Negara Islam dengan Konvensional (Studi Kasus Indonesi dan Malaisya) Alfi Kurnia; Mesty Asyura Efendi; Sari Gustina
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.19

Abstract

Artikel ini membandingkan pendapatan antara negara Islam dan konvensional dengan fokus pada studi kasus Indonesia dan Malaysia. Pendekatan pendapatan negara di Indonesia cenderung lebih konvensional dengan pajak sebagai sumber utama, sementara Malaysia lebih menekankan prinsip ekonomi Islam dengan zakat dan infaq sebagai sumber utama pendapatan. Pendapatan nasional dianggap penting sebagai indikator kesejahteraan masyarakat, dan pendekatan ekonomi Islam diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur yang menggali perbedaan pendekatan pendapatan negara antara Indonesia dan Malaysia, serta mengulas sumber pendapatan negara dalam perspektif Islam. Perbandingan ini juga mencerminkan perbedaan dalam pengelolaan sumber pendapatan negara antara kedua negara, dengan Malaysia menonjolkan prinsip ekonomi Islam seperti zakat dan wakaf dalam struktur pendapatannya. Dengan demikian, artikel ini memberikan wawasan yang berguna tentang perbedaan pendekatan pendapatan negara antara negara Islam dan konvensional melalui studi kasus Indonesia dan Malaysia
Relocation of the National Budget during the Covid-19 Pandemic in Islamic Economics: Relokasi  APBN Pandemi Covid-19 dalam Ekonomi Islam Lisa Monica; Mai Syarah Andriani; Sonia Suhardina
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.20

Abstract

Covid-19 yang masuk ke Indonesia berdampak di sektor pemerintahan yang menyebabkan dikeluarkannya Peraturan Presiden Instruksi Nomor 4 Tahun 2020 yang berisi kebijakan prioritas anggaran penanganan covid-19, yakni refocusing anggaran satuan kerja perangkat daerah SKPD. Ada beberapa strategi yang digunakan, seperti menunda program dan kegiatan dan mengurangi anggaran belanja. Strategi-strategi ini juga berdampak pada pelaku UMKM karena tidak semua orang dapat ikut karena pembatasan sasaran dan penundaan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengkaji langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam optimalisasi anggaran saat terjadinya covid-19. Artikel ini membahas kebijakan refocusing anggaran yang dilakukan pemerintah Indonesia pada masa covid-19 dalam perspektif islam. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif analisis, dimana pengumpulan data diambil dari berbagai buku-buku, artikel-artikel dan jurnal yang telah di publish yang kemudian dianalisis.  Hasil dari penelitian ini yaitu refocusing anggaran yang dilakukan pemerintah saat covid-19 merupakan alat untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional dan sebagai kebijakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak covid-19. Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah yang berfokus pada bidang ekonomi, kesehatan dan jaring pengaman sosial untuk mempertahankan kestabilan ekonomi dan menekan pertumbuhan covid-19.   Covid-19, which entered Indonesia, impacted the government sector and resulted in the issuance of Presidential Instruction Number 4 of 2020, which contains budget priority policies for handling Covid-19, namely refocusing regional work unit (SKPD) budgets. These strategies also have an impact on MSME players because not everyone can participate due to target restrictions and training delays. This article discusses the Indonesian government's budget refocusing policy during the Covid-19 period from an Islamic perspective. The type of research is qualitative descriptive analysis, where data collection is taken from various published books, articles and journals which are then analyzed This research aims to see and examine the steps taken by the government to optimize the budget during Covid-19. The result of this research is that the government's budget refocusing during Covid-19 was a tool to maintain national economic stability and as a policy to help people affected by Covid-19. Various policies implemented by the government focus on the economic, health and social safety net sectors to maintain economic stability and suppress the growth of Covid-19.
Fiscal Policy During the Time of Promet Mohammed: Kebijakan Fiskal pada Masa Nabi Muhammad Ferdi Mardiyansyah; Irsadul Fikri; Yolanda Febrianti
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.21

Abstract

Artikel ini mengkaji sejarah perekonomian pada zaman Nabi Muhammad SAW, khususnya mengenai kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal pada masa Nabi Muhammad SAW digunakan sebagai acuan untuk diterapkan pada masa kini dan masa depan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan atau library research dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari sumber-sumber ajaran Islam, buku-buku, dan artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal terkait. Informasi tersebut kemudian dianalisis hingga mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri sejarah dan memberikan inspirasi kepada pemimpin Muslim saat ini mengenai penerapan kebijakan fiskal pada masa kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyoroti perbedaan antara kebijakan fiskal pada masa Rasulullah SAW dengan kebijakan fiskal saat ini, karena banyak pemimpin Muslim yang terkadang melupakan nilai-nilai Islam dalam menerapkan kebijakan fiskal.. Hasilnya di temukan bahwa Nabi Muhammad SAW menjabat sebagai kepala negara di Madinah setelah hijrah dari Mekkah kemudian membuat kebijakan-kebijakan ekonomi yang kemudian menjadi landasan sistim ekonomi islam dimasa sekarang dan masa depan, khususnya dalam kebijakan fiskal yang pernah di terapkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Government Revenue in the Context of Islamic Economics: Pendapatan Pemerintah dalam Perspektif Ekonomi Islam Halim Halim; Ilham Maulidal; Laura Maulina; Annisa Khairina
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 1 (2024): JAN-APRIL
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65128/jse.v1i1.22

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan kajian menyeluruh terhadap konsep pendapatan nasional baik dalam perekonomian konvensional maupun Islam. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pengertian pendapatan nasional, pandangan ekonomi Islam terhadap pendapatan nasional, dan berbagai faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memanfaatkan teknik penelitian kepustakaan, dimana tinjauan literatur dan karya-karya terkait yang bertemakan sentral pendapatan nasional digunakan sebagai landasan analisis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pendapatan nasional suatu negara mengacu pada jumlah total yang diperoleh penduduknya dalam jangka waktu tertentu. Indikator seperti PDB dan GNI biasanya digunakan untuk memperkirakan upah publik, yang mengukur nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu negara atau oleh penduduknya. Dari sudut pandang ekonomi Islam, sumber pendapatan nasional antara lain ghanimah, zakat, sedekah, infaq, ushr, jizyah, kharaj, pajak pertambangan, dan wakaf. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional meliputi total pendapatan dan pengeluaran, tabungan dan investasi, serta aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
The Concept of Currency Exchange Rate in Islam: Konsep Nilai Tukar Mata Uang dalam Islam M. Handiko Firdaus Handiko; Tika Oktovia Sari; Rini Andriani; Maulidi Muhammad
BAITUL MAAL : Journal of Sharia Economics Vol. 1 No. 2 (2024): MEI-AGUS
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Manarul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep nilai tukar uang dalam Islam dan dampaknya terhadap perekonomian global. Dalam teori ekonomi tradisional, memanipulasi jumlah uang yang dimiliki seseorang dianggap tidak adil, karena uang tidak dapat bertambah dengan sendirinya tanpa dilakukannya kerja. Nilai tukar uang masih menjadi perdebatan dalam sistem ekonomi Islam, karena perubahan peredaran uang dapat memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari konsep-konsep tersebut dari perspektif ekonomi Islam, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tinjauan pustaka untuk mengumpulkan informasi relevan dari jurnal dan artikel yang kajiannya sesuai dengan pembahasan konsep nilai tukar uang dalam islam. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep nilai tukar uang dalam Islam mencakup nilai-nilai ekonomi, sosial, dan etis, dengan tujuan membangun sistem keuangan yang adil dan transparan. Islam mengajarkan agar setiap individu dan masyarakat untuk mempersiapkan diri baik secara ekonomi maupun spiritual untuk menghadapi nilai tukar uang secara bertanggung jawab dan bijaksana.

Page 1 of 4 | Total Record : 35