Articles
20 Documents
DESAIN TEMPAT PENAMPUNGAN SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE (TPS 3R)
Revi Lasmita;
Mela Ardeline
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 1 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/yawtd612
Sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Pada prinsipnya, penyelenggaraan TPS 3R menggunakan konsep Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (daur ulang) dimana upaya pengurangan sampah dilakukan di sumber pada skala komunal atau kawasan sehingga volume sampah yang diangkut ke TPA dapat berkurang secara signifikan. Proses pengolahan sampah yang berlangsung di TPS 3R meliputi proses pemilahan sampah yang secara umum dibagi menjadi sampah organik (dedaunan dan sisa makanan), sampah anorganik ekonomis (plastik, kertas, logam, kaca, dan lain sebagainya), sampah spesifik dan residu. Sampah organik diolah melalui proses biologis, sedangkan sampah anorganik dipilah secara mendetail agar dapat disalurkan kepada pelaku usaha daur ulang proses lanjutan. TPS 3R dapat berkolaborasi dengan bank sampah dalam rangka pengelolaan sampah anorganik ekonomis untuk mendorong pemilahan dapat dilakukan sejak dari sumber. Selain itu banyak cara lainnya yang berkembang saat ini agar dapat mendorong pelibatan aktif masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari sumber diharapkan sudah terlaksana minimal 80% dari masyarakat yang terlayani TPS 3R agar mempermudah dan memaksimalkan pengolahan sampah di TPS 3R. Penelitian Desain TPS 3R ini dilakukan di Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim Kota Pekanbaru yang merupakan salah kelurahan di Kota Pekanbaru yang belum memiliki sarana TPS 3R. Desain TPS 3R ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah sampah di Kelurahan Pematang Kapau.
RANCANG BANGUN ALAT FETAL DOPPLER BERBASIS IoT
Dilken Dilken;
Nursaka Putra
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 1 No 2 (2024): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/1v33r773
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena pertumbuhan penduduk yang melambat dikarenakan menurunnya angka kelahiran yang disebabkan oleh beberapa sebab, terutama resiko yang diakibatkan oleh jarak yang sangat jauh antara rumah dan rumah sakit, selain itu juga adapun berbagai penyakit yang menyebabkan janin tidak berhasil dilahirkan. Oleh karena itu, perlu dirancanglah alat yang dapat memudahkan dan mengurangi resiko yang sudah disebutkan. Tulisan ini disusun berdasarkan penelitian dengan tujuan untuk Mengetahui proses dan cara kerja alat fetal doppler berbasis IoT ini serta untuk mengetahui detak jantung janin normal atau abnormal. Penelitian ini dilakukan di Institut dan teknologi al insyirah. Menggunakan metode penelitian Pengembangan yang bertujuan untuk fokus pada mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih jauh atas sebuah teori dalam disiplin ilmu tertentu. Adapun Responden dalam penelitian ini berjumlah 40 orang yaitu, mahasiswa prodi trem angkatan 2020, 2021, dan 2022. Teknik pemgumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Wawancara dan Kuesioner. Hasil dari perancangan alat ini adalah mengurangi berbagai resiko yang akan didapat, serta memudahkan bagi beberapa pihak. Alat ini juga diterima sangat baik oleh berbagai kalangan, karna alat ini memang sangat dibutuhkan
PERANCANGAN APLIKASI PENGOLAHAN DATA BEROBAT DAN MELAHIRKAN PADA BIDAN FITRI PASAMAN BARAT DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA DAN DATABASE MYSQL
Masriadi;
Muhammad Ikhlas
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 1 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/wqxyw854
Komputer merupakan salah satu teknologi yang dapat meringankan pekerjaan manusia terutama dalam pengolahan data. Data yang diolah akan menghasilkan output yang terjamin keakuratannya. Begitu juga pada Bidan Fitri, dalam pengolahan data berobat dan melahirkan pada bidan ini masih menggunakan pencatatan di kertas pada saat transaksi berobat dan melahirkan dan pembuatan laporannya masih pencatatan di buku besar. Selain itu tidak terstrukturnya data kelahiran sehingga susah dalam pembuatan surat keterangan kelahiran. Untuk dapat melakukan pengolahan data yang lebih cepat serta menghasilkan informasi yang akurat maka dibangunlah sebuah sistem informasi pengolahan data berobat dan melahirkan sebagai pengganti dari sistem lama yang masih dilakukan secara manual serta penyimpanan data dalam bentuk arsip.
PERUBAHAN IKLIM DAN DAMPAKNYA PADA KESEHATAN LINGKUNGAN
Yoana Agnesia;
Jufenti Ade Fitri
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 1 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/fe7x8s11
Perubahan iklim adalah salah satu tantangan global terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Proses pemanasan global yang terjadi akibat emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oxide (N2O) menyebabkan perubahan signifikan dalam pola cuaca, temperatur, dan ekosistem di seluruh dunia. Ekosistem adalah sistem yang terdiri dari organisme hidup dan lingkungan fisiknya yang saling berinteraksi. Kenaikan suhu global yang diakibatkan oleh perubahan iklim dapat mengubah keseimbangan ekosistem secara drastis, Perubahan iklim memperburuk frekuensi dan intensitas bencana alam, seperti badai tropis, gelombang panas, banjir dan dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih dan masalah kesehatan masyarakat.
ANALISIS PENGARUH GROUNDING TERHADAP ARUS BOCOR DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT PROF. Dr. Tabrani
Firsa Dani Falentino;
M.Abd Rafiqi
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 1 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/788r3r60
Sistem grounding merupakan komponen kritis instalasi listrik medis yang berfungsi mengalirkan arus bocor ke tanah dan mencegah gangguan kelistrikan yang membahayakan keselamatan pasien serta merusak peralatan medis. Ruang hemodialisa merupakan area berisiko tinggi karena penggunaan alat medis yang terhubung langsung dengan tubuh pasien dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem grounding terhadap potensi arus bocor pada peralatan medis di ruang hemodialisa Rumah Sakit Prof. Doktor Tabrani Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran tahanan grounding menggunakan earth tester dan pengukuran arus bocor menggunakan leakage current tester. Hasil pengukuran menunjukkan beberapa titik grounding memiliki nilai resistansi di atas batas standar nasional (PUIL 2011) dan internasional (IEC 60364), yaitu melebihi 5 ohm untuk instalasi medis. Kondisi ini mengindikasikan risiko arus bocor tinggi yang berpotensi menyebabkan kerusakan peralatan medis dan membahayakan keselamatan pasien. Analisis menunjukkan korelasi signifikan antara nilai resistansi grounding tinggi dengan peningkatan arus bocor pada peralatan medis. Temuan penelitian menekankan pentingnya penerapan sistem grounding sesuai standar keselamatan listrik di fasilitas kesehatan, khususnya ruang pelayanan kritis. Rekomendasi meliputi pemeliharaan berkala sistem grounding, perbaikan titik grounding yang tidak memenuhi standar, dan implementasi sistem monitoring kontinyu. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan standar keselamatan listrik rumah sakit dalam mengoptimalkan sistem grounding untuk melindungi pasien dan peralatan medis.
EVALUASI NILAI SIGMA PADA ALAT KIMIA KLINIK MENGGUNAKAN KONTROL KUALITAS PEMERIKSAAN ASAM URAT
Nur Hadziqoh;
Al Hafizh
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 1 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/c185fb47
Kesalahan diagnosis medis merupakan permasalahan serius dalam dunia kesehatan yang dapat berdampak fatal bagi pasien. Data dari Johns Hopkins University menyebutkan bahwa sekitar 795.000 orang di Amerika Serikat terdampak oleh kesalahan diagnosis setiap tahunnya, menjadikannya salah satu penyebab utama kematian di negara tersebut. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka ini adalah ketidakandalan alat pemeriksaan laboratorium, khususnya alat kimia klinik yang memiliki peran vital dalam proses diagnosis melalui analisis darah. Ketepatan hasil dari alat ini sangat menentukan pengambilan keputusan medis yang tepat. Seiring meningkatnya prevalensi penyakit asam urat secara global dengan peningkatan sebesar 13,6% per 100.000 penduduk termasuk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi nilai sigma sebagai indikator performa alat kimia klinik A15 dalam pemeriksaan kadar asam urat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data sebanyak 30 kali selama 30 hari di salah satu laboratorium rumah sakit di Pekanbaru. Hasil pengukuran menunjukkan akurasi -11,62%, presisi 5,97%, total kesalahan 0,31%, dan nilai sigma sebesar 4,80. Semua nilai berada dalam batas toleransi yang ditetapkan, yaitu presisi <6%, total kesalahan <17%, dan sigma >3. Dengan nilai sigma > 3 alat kimia klinik A15 berada pada level 4 yang memenuhi kriteria kelayakan sebagai alat diagnostik andal untuk pemeriksaan asam urat di laboratorium klinik.
Analisis Keselamatan Kelistrikan dan Kinerja Kalibrasi USG OBGYN
Willy Maulana Chandra Willymaulanachandra;
Romi Mulyadi
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 2 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/fhbfmj49
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sistem grounding atau Protective Earth (PE) terhadap keselamatan kelistrikan dan kinerja alat Ultrasonografi (USG) OBGYN di Rumah Sakit Awal Bros Panam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengujian keselamatan kelistrikan dilakukan menggunakan Electrical Safety Analyzer (ESA612), sedangkan pengujian kinerja dilakukan menggunakan USG phantom untuk parameter pengukuran jarak. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan pengukuran resistansi PE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistansi PE pada alat USG GE tipe LOQIC C5 berada di bawah ambang batas standar (≤0,2 ohm), dengan nilai berturut-turut sebesar 0,095; 0,141; 0,087; 0,119; dan 0,147 ohm selama periode 2020–2024. Pengujian kinerja menunjukkan hasil pengukuran jarak yang stabil dan konsisten sebesar 1,00 cm untuk parameter vertikal dan horizontal. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem grounding dan kinerja kalibrasi alat USG OBGYN memenuhi standar keselamatan dan akurasi yang dipersyaratkan, sehingga aman dan layak digunakan dalam praktik medis, khususnya pelayanan kesehatan ibu hamil.
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Regulator Oksigen Berbasis Internet of Things
Padio Adiyatma
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 2 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/r9zety04
Ketersediaan oksigen medis yang stabil merupakan faktor krusial dalam pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah keterlambatan penggantian tabung oksigen akibat kurangnya sistem pemantauan tekanan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pemantauan regulator oksigen berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi penurunan tekanan oksigen dan memberikan peringatan otomatis kepada petugas medis. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor photointerrupter KY-010 untuk mendeteksi pergerakan jarum regulator oksigen, mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengolahan data, serta buzzer dan LED sebagai indikator peringatan lokal. Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur notifikasi jarak jauh melalui aplikasi WhatsApp ketika tekanan oksigen mencapai batas kritis yang telah ditentukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi penurunan tekanan oksigen secara akurat pada ambang 400 kPa. Ketika tekanan mencapai nilai tersebut, buzzer dan LED aktif sebagai peringatan visual dan audio, serta notifikasi peringatan berhasil dikirimkan secara otomatis kepada pengguna. Sistem ini terbukti dapat meningkatkan efektivitas pemantauan tabung oksigen dan berpotensi mengurangi risiko keterlambatan penggantian tabung oksigen di rumah sakit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pemantauan oksigen medis berbasis IoT yang lebih andal dan terintegrasi.
Penerapan Metode FIFO Pada Sistem Inventory Obat dan Bahan Habis Pakai Di Klinik Kesehatan
Masriadi;
Muhammad Ikhlas;
M. Hafizh
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 2 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/xy35s370
Pengelolaan persediaan obat dan bahan habis pakai merupakan aspek yang sangat penting dalam mendukung kualitas pelayanan di klinik kesehatan. Permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan persediaan adalah penumpukan stok, ketidaktepatan pencatatan, hingga tingginya risiko obat kedaluwarsa akibat sistem distribusi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode First In First Out (FIFO) pada sistem inventory obat dan bahan habis pakai guna meningkatkan efisiensi alur masuk dan keluarnya barang serta meminimalkan kesalahan dalam manajemen stok. Metode penelitian mencakup analisis kebutuhan pengguna, pemodelan sistem, perancangan basis data, dan implementasi algoritma FIFO pada proses pengeluaran obat dan bahan habis pakai. Pengujian sistem dilakukan melalui uji fungsional dan evaluasi kinerja berdasarkan kecepatan pencarian barang, akurasi pencatatan stok, dan persentase pengurangan obat kedaluwarsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode FIFO mampu meningkatkan ketepatan pengelolaan persediaan sebesar signifikan, mempercepat proses distribusi internal, serta mengurangi risiko penumpukan stok. Dengan demikian, sistem inventory berbasis FIFO ini dapat menjadi solusi efektif dalam mendukung operasional klinik secara lebih terstruktur, efisien, dan akuntabel.
Analisis Variasi Slice Thickness Terhadap Visibilitas Akar Saraf Pada Mri Lumbal Sekuens T2-Wi Tse Pada Kasus Radikulopati
Shabrina Rahmahika;
Shinta Gunawati Sutoro;
Guntur Winarno
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 2 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/vty2yz55
Pemeriksaan MRI lumbal merupakan modalitas penting dalam evaluasi kelainan tulang belakang, khususnya pada kasus radikulopati. Pemilihan slice thickness berpengaruh terhadap kualitas citra MRI, termasuk signal-to-noise ratio (SNR), kontras, spatial resolution, dan visibilitas struktur kecil seperti akar saraf. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi slice thickness 3 mm dan 4 mm terhadap kualitas citra MRI lumbal sekuens T2-weighted turbo spin echo (T2-WI TSE) potongan axial dalam menampilkan visibilitas akar saraf. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan pendekatan eksploratif yang dilakukan pada 16 pasien dengan klinis radikulopati di RS Persahabatan. Setiap subjek menjalani pemeriksaan MRI lumbal T2-WI TSE potongan axial dengan slice thickness 3 mm dan 4 mm. Analisis dilakukan terhadap nilai SNR, kontras, noise, spatial resolution, serta penilaian visual oleh tiga radiolog. Data dianalisis menggunakan uji beda dan uji Fleiss’ Kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slice thickness 3 mm memberikan visibilitas akar saraf yang lebih baik dibandingkan 4 mm, terutama karena peningkatan spatial resolution, meskipun memiliki nilai SNR yang lebih rendah. Dengan demikian, slice thickness 3 mm lebih direkomendasikan untuk evaluasi radikulopati lumbal pada MRI sekuens T2-WI TSE potongan axial.Kata Kunci : MRI Lumbal Axial, Slice Thickness ,Visibilitas Akar Saraf