cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 41, No.2 (2011)" : 18 Documents clear
IDENTIFIKASI KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM BELAJAR MATEMATIKA DAN SAINS DI SEKOLAH DASAR Heri Retnawati; Badrun Kartowagiran; Samsul Hadi; Kana Hidayati
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.328 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika dan sains berdasarkan daya serap dan tingkat kesulitan butir tes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data utama yang digunakan adalah respons peserta didik terhadap tes INAP 2007 untuk mata pelajaran matematika dan sains di kelas 5 SD. Tes ini merupakan dokumentasi Puspendik Balitbang Kementrian Pendidikan Nasional untuk wilayah Yogyakarta. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan daya serap (proporsi menjawab benar) pada pendekatan teori tes klasik dan tingkat kesulitan model Rasch pada pendekatan teori respons butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika berdasarkan daya serap meliputi 88,57% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (2) materi untuk mata pelajaran matematika yang dianggap sulit yang dianalisis melalui pendekatan teori respons butir adalah perbandingan dan skala; jarak, waktu, dan kecepatan; operasi hitung campuran; serta luas bangun datar; (3) kesulitan peserta didik dalam pembelajaran sains berdasarkan daya serap meliputi 80% dari keseluruhan materi yang seharusnya dikuasai peserta didik; (4) materi untuk mata pelajaran sains yang dianggap sulit yang diketahui melalui pendekatan teori respons butir adalah proses fotosintesis tumbuhan air, magnet, katrol, perubahan wujud, sistem aliran darah, adaptasi, lapisan bumi, dan tanda gunung berapi meletus.
SHOW AND TELL EDUKATIF UNTUK PENGEMBANGAN EMPATI, AFILIASI-RESOLUSI KONFLIK, DAN KEBIASAAN POSITIF Tadkiroatun Musfiroh
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.628 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1927

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan show and tell edukatif untuk mengembangkan empati, afiliasi-resolusi konflik, dan kebiasaan positif AUD yang sudah divalidasi oleh ahli dan diuji coba di lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam keseluruhan penelitian adalah Research and Development (RD). Subjek penelitian adalah 11 KB-TK, 22 orang pendidik, dan 247 anak usia dini di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak di DIY yang dipilih melalui teknik purposive. Lokasi yang dipilih meliputi satu TK di Kabupaten Sleman, tiga KB-TK di Kabupaten Kulon Progo, tiga KB-TK di Kabupaten Bantul, dan empat KB-TK di Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui metode angket, observasi, wawancara, dan focus group discussion. Data dianalisis  secara  deskriptif,  kuantitatif  dan  kualitatif.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa media show and tell anak didominasi oleh benda-benda pribadi anak; uji coba menunjukkan komponen kebiasaan positif naik 1,15 poin, empati naik 0,96, afiliasi dan resolusi konflik naik 0,87; pelaksanaan show and tell secara keseluruhan memiliki skor 8,17 (skor tertinggi 15), yang berarti anak cukup dalam kegiatan show and tell; anak-anak sudah mampu bercerita, bertanya, dan menjawab pertanyaan sederhana hingga relatif sulit meskipun harus terus-menerus difasilitasi guru; anak-anak juga memiliki kemauan untuk mengamati benda pribadi dan mengelaborasinya pada saat bercerita sehingga meningkatkan aspek isi show and tell, walaupun aspek bahasa dan refleksi belum optimal; dan perbaikan terjadi dalam beberapa kali pertemuan.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEWARNAI KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH Rochidin Wahab
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i2.2221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengembangan pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) yang dapat merespons dan memecahkan masalah yang terdapat di dalam kehidupan sehari-hari anak didik. Penelitian ini mengambil kasus pada tiga SMK, yakni SMKN 15 Bandung Jurusan Pekerjaan Sosial (Peksos), SMK Al-Husna Bandung Jurusan Informatika dan SMK Nurul Islam Cianjur Jurusan Informatika. Sedangkan waktu yang dipergunakan untuk penelitian ini adalah sekitar tiga bulan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan bahasan, dapat ditarik beberapa simpulan. Pertama, prioritas kegiatan pendidikan yang berhubungan dengan pembelajaran saat sekarang ini adalah dalam kondisi kurang baik karena yang dilakukan belum maksimal pemaknaannya dan kadang-kadang masih bersifat parsial. Kedua, sebagai peluang peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran PAI di masa yang akan dating pemaknaannya adalah mengutamakan pendidikan keimanan, untuk menghasilkan lulusan yang baik akhlaknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketiga, strategi pembelajaran yang diberdayakan dalam mewarnai kualitas pendidikan di sekolah tidak hanya dilakukan dalam bentuk intrakulikuler saja, tetapi secara maksimal dilakukan dengan ekstrakulikuler melalui berbagai bentuk dan cara
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH Paidi Paidi
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran biologi berbasis masalah pada siswa SMA. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini mengadaptasi prosedur 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pengembangan perangkat pembelajaran dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan, penyusunan prototipe, penyusunan draft, dan validasi. Validasi dilakukan melalui langkah review internal, review eksternal, dan uji coba terbatas. Keefektifan perangkat pembelajaran terhadap kemampuan metakognitif dan pemecahan masalah dilakukan melalui penelitian eksperimen. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis masalah mempunyai kualitas baik dan potensial efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran biologi di SMA guna peningkatan kemampuan metakognitif, pemecahan masalah, serta penguasaan konsep biologi bagi siswa SMA di Sleman-DIY. Hasil ujicoba terbatas, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran biologi berbasis masalah ini dapat dilaksanakan oleh guru di sekolah dengan kualitas dan kategori kefavoritan sedang. Implementasi perangkat pembelajaran yang dihasilkan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan metakognitif dan penguasaan konsep biologi; berpengaruh sangat signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah biologi. Ada korelasi positif antara kemampuan metakognitif dengan penguasaan konsep biologi. Ada korelasi positif antara kemampuan pemecahan masalah dengan penguasaan konsep biologi. Ada kecenderungan korelasi antara kemampuan metakognitif dengan pemecahan masalah.
MODEL PENGEMBANGAN BANK SOAL BERBASIS GURU DAN MUTU PENDIDIKAN Pujiati Suyata; Djermari Mardapi; Badrun Kartowagiran; Heri Retnawati
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i2.2218

Abstract

Penelitian tahun kedua ini bertujuan untuk meneliti karakteristik perangkat tes buatan guru, melakukan analisis penyetaraan karakteristik butir antarwilayah sehingga karakteristik butir antarkabupaten berada pada skala yang sama, dan melakukan analisis penyetaraan karakteristik butir  soal  antartahun.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  Research  and  Development. Data diperoleh dari dokumen, yang dianalisis dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah guru penyusun soal ujian semester bersama mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia yang tergabung dalam MGMP dari dua kabupaten, yaitu Sleman dan Gunungkidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah butir soal buatan guru yang baik, berdasarkan teori pengukuran klasik maupun teori respons butir, yang dapat dimasukkan ke dalam tabungan bank soal, diketahuinya perbandingan kualitas karakteristik butir soal buatan guru antartahun antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul, terkait dengan organisasi guru dalam MGMP dan MKKS, serta keterlaksanaan ujian akhir semester bersama yang dilakukan pada setiap kabupaten, dapat disusun model pengembangan bank soal melalui penyusunan soal oleh MGMP atau MKKS, serta keterlaksanaan semua ini meningkatkan kualitas pengujian dan pendidikan di Provinsi DIY
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH Paidi Paidi
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i2.2225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran biologi berbasis masalah pada siswa SMA. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini mengadaptasi prosedur 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pengembangan perangkat pembelajaran dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan, penyusunan prototipe, penyusunan draft, dan validasi. Validasi dilakukan melalui langkah review internal, review eksternal, dan uji coba terbatas. Keefektifan perangkat pembelajaran terhadap kemampuan metakognitif dan pemecahan masalah dilakukan melalui penelitian eksperimen. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis masalah mempunyai kualitas baik dan potensial efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran biologi di SMA guna peningkatan kemampuan metakognitif, pemecahan masalah, serta penguasaan konsep biologi bagi siswa SMA di Sleman-DIY. Hasil ujicoba terbatas, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran biologi berbasis masalah ini dapat dilaksanakan oleh guru di sekolah dengan kualitas dan kategori kefavoritan sedang. Implementasi perangkat pembelajaran yang dihasilkan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan metakognitif dan penguasaan konsep biologi; berpengaruh sangat signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah biologi. Ada korelasi positif antara kemampuan metakognitif dengan penguasaan konsep biologi. Ada korelasi positif antara kemampuan pemecahan masalah dengan penguasaan konsep biologi. Ada kecenderungan korelasi antara kemampuan metakognitif dengan pemecahan masalah
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA Sahat Saragih
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematika siswa dengan pendekatan pembelajaran open ended secara konvensional; perbandingan kemampuan penalaran matematika siswa yang memiliki locus of control internal dengan siswa yang memiliki locus of control eksternal pada pendekatan pembelajaran open-ended maupun pada pendekatan pembelajaran konvensional; ada-tidaknya interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan locus of control yang dimiliki siswa dalam memengaruhi penalaran matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh SMP Negeri Kota Lhokseumawe. Melalui teknik purposive sampling terpilih SMPN 11 dan SMPN 13 sebagai sampel dengan responden sebanyak 135 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematika dan angket locus of control dengan reliabilitas masing-masing sebesar 0,923 dan 0,611. Berdasarkan hasil analisis varians (ANAVA) diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan kemampuan penalaran pada pendekatan pembelajaran open ended dengan konvensional; terdapat perbedaan signifikan kemampuan penalaran pada kedua jenis locus of control, kemampuan penalaran matematika siswa yang memiliki locus of control internal lebih baik dari locus control eksternal; tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan locus of control yang dimiliki siswa.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA GURU SMA/MA DI KABUPATEN ALOR Fredrik A. Kande
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i2.1931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja  guru.  Faktor-faktor  tersebut  meliputi  tingkat  pendidikan  guru,  pengetahuan  tentang standar pendidikan, dukungan sesama guru, gaya kepemimpinan kepala sekolah, dan lingkungan fisik sekolah dengan kinerja guru SMA/MA Negeri di Kabupaten Alor. Metode penelitian yang digunakan adalah ex-post facto. Populasi penelitian adalah guru SMA/MA se-Kabupaten Alor dengan sampel guru pada SMA Negeri 1, SMA Negeri 2 Kalabahi, SMA Negeri Alor Barat Daya, dan MA Negeri Kalabahi Kabupaten Alor. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Adapun teknik analisis data digunakan teknik analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pendidikan guru memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kinerja guru dengan r 0,05; (2) pengetahuan guru tentang standar pendidikan memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kinerja guru dengan r 0,05; (3) dukungan sesama guru memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kinerja guru dengan r 0,05; (4) gaya kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kinerja guru dengan r 0,05; (5) lingkungan fisik sekolah memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan kinerja guru dengan r 0,05; (6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pendidikan guru,  pengetahuan  tentang  standar  pendidikan,  dukungan  sesama  guru,  gaya  kepemimpinan kepala sekolah, dan lingkungan fisik sekolah secara bersama-sama dengan kinerja guru dengan sumbangannya terhadap kinerja guru sebesar 35%.

Page 2 of 2 | Total Record : 18